BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB:8. TAWARAN KERJA


__ADS_3

.pagi hari yg cerah bahkan sangatcerah hingga terasa menyengat permukaan kulit, yg bahkan jam baru menunjukan pukul 9:00 pagi,


iya berlari lari kecil memasuki pintu kaca yg masih lengang, hanya sedikit orang yg berada di sana,


Alisa mengedarkan pandangan nya mencari seseorang yg iya kenal,


"Alisa gw di sini" seorang wanita melambaykan tangan nya dari tempat iya berada, iya duduk sendiri di belakang pilar besar penyangga bangunan itu


"apa kabar lo Va? Alisa duduk sambil cekikikan, setelah tadi mereka heboh cipika cipki ala cewe rempong, yg sukses membuat para tamu lain nya menatap mereka heran.


Eva adalah teman dari jaman mereka Sekolah Menengah Pertama,


dan sampai ke jenjang kuliah, namun 2 thun terahir iya sudah bekerja di perusahan besar di kota J , yg membuat mereka jarang sekali bertemu


"kabar baik, lo sendiri gimana kabar lo?"


"gw baik, gimana pekerjaan lo di sana?"


.


"gw lagi kejar target ni, tpi masih oke lah, bay do way, lo kerja di mana sekarang?" Eva mengernyit saat melihat perubahan eksfresi sahabat nya


"Al lo kenapa" menyentuh tangan sahabat nya, dan mengusap nya pelan, saat melihat raut wajah sahabat nya, yg berubah menjadi mendung


alisa menundukan wajah nya dalam menyembunyikan kegelisahan hati nya,


"gw udah gak kerja, gw berenti karna...."


"karna apa?" Gadis itu menggantung perkataan nya yg sukses membuat sahabat nya penasaran,


pasal nya yg iya kenal sahabat nya ini bukan tipe wanita yg pemalas, apalagi berleha leha di rumah, pasal nya iya tau setelah ke sang ayah meninggal, iya lah yg banting tulang membantu perekonomian keluarga


bahkan sejak saat itu iya bahkan kuliah sambil mengajar prifat,


iya juga bekerja di salah satu minimarket dan itu iya kerjakan tanpa kenal lelah

__ADS_1


dan sekarang mendengar sahabat nya tidak bekerja alias menganggur itu patut di curigai bukan.


"karna apa? lo gak paoa kan " Eva sedikit mengguncang lengan sahabat nya, setelah dr tadi Alisa justru hanya diam menundukan wajah nya


"gw gak papa cuma, seperti nya gw butuh kerjaan baru yg gajih nya sesuai aja, lo tau kan adek gw, sekarang udah mau lulus , dan lagi banyak banget kwbutuhan dia tahun ini, gw rasa gajih gw kurang di sana, jadi gw mau cari kerjaan yg lain"


Alisa tersenyum meyakinkan ke pada sahabat nya, iya belum siap jikalau harus menceritakan kejadian dan alasan sebenar nya.


Eva memicingkan alis nya, iya tidak yakin dengan jawaban sahabat nya, "lo yakin itu alasan nya? " diam sesaat "oke kalau lo gak mau cerita sekarang, tpi gw harap suatu hari lo bakal terbuka sama gw,"


Alisa hanya tersenyum simpul,dan menganggukan kepala nya, iya tau iya memang tak pandai berbohong apa lagi ini dengan sahabat, yg bahkan Eva lebih mengenal nya dr orang lain, begitupun sebalik nya


"oh ya lo mau gak kerja di perusahaan tempat gw kerja? lo tau!, kita memng lagi cari tim baru ni yg bisa bantu kita, gimana lo minat gak?


"keja di kota J? serius gw mau" exsaitid.


"iya, gaji nya juga lumayan loh, ya sapa tau lo berminat "


"tapi,, gimana sama bunda! apa gw harus ninggalin bunda sendiri" sesaat ke mudian iya ingat sangbunda bahkan sering sakit sakitan ahir ahir ini bagaimana dia bisa meninggalkan sang bunda,


"Al lo bilang dulu dong, lagiyan kan ada ade dan tante lo, tante Meta (adik nya bunda) dan bunda lo kan rumah nya deketan jd lo tenang aja"


obrolan pun berlanjut sampai menjelang siang, setelah itu iya teringat sesuatu, dan berpamitan untuk undur diri pada sahabat nya,


.


" tabungan aku tinggal cukup 3 bln lagi ni! apa aku harus nerima pekerjaan itu ya,"


Alisa bergumam sambil berjalan setelah iya keluar dari tempat pengambilan uang tunai untuk melunasi uang sekolah adik nya


Alisa ragu namun dia juga tidak bisa memungkiri bahwa memang kebutuhan keluarga nya kian meningkat.


"kalau aku kerja di sini, apa 2 orang lelaki berjas hitam waktu itu gk akan nangkep aku?"


Alisa menghembuskan nafas kasar,

__ADS_1


pasal nya iya teringat setelah kejadian malam yg sangat sial bagi nya itu,


ada 2 oramg berjas hitam yg mencari nya,


beruntung saat itu iya melihat nya, dan segera sembunyi di balik dinding saat siang itu iya baru kembali dari makan siang, dan sial nya 2 orang bertubuh besar itu adalah suruhan pria bedebah itu


pasal nya iya sempat memdengar saat 2 orang pria itu menyodorkan selembar kertas ,dengan seketsa wajah mirip iya, dan untung nya teman nya yg saat itu bekerja bersama nya, tidak menyadari siapa orang yg ada di gambar itu


dari saat itu lah Alisa memutuskan berhenti, iya tidak mau berurusan leb8h jauh dengan pria bedebah itu


yah mungkin ini yg mana nya menolong anjing gila yg kejepit,


tidak di tolong kasihan,


di tolong malah menggigit, serbasalah deh jadi nya


.


.


.


Sore hari


"eh sayang,jangan gitu, hampir aja ni piring bunda jatuh"


gadis itu lagi kolokan iya memeluk sangbunda, yg memang sedang sibuk menyiapkan makan malam


"bunda " sedikit mengguncang tubuh sang bunda


"hemz." dan sang bunda menjawap dengan deheman tanpa mengalihkan perhatian nya dari masakan nya


"bun. aku... aku.... aku laper"


gadis itu justru membelokan pembicaraan nya, iya ingin mengatakan tentang tawaran kerja itu, tpi entah mengapa rasa nya berat untuk keluar dari mulut nya.

__ADS_1


.


.bersambung


__ADS_2