BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
]BAB 47. RUMAH SAKIT


__ADS_3

Alisa mengerjapkan mata nya, dan hal pertama yang iya lihat hanyalah atap putih dan lampu terang yang berpijar di sana


iya mencoba mengerjapkan kembali mata nya untuk menetralkan pandangan yang masih berkabut.


"Al, lo gak papa" usapan lembut di puncak kepala nya dan senyum wanita cantik yang iya kenali menyambut indara penglihatan nya,


iya melihat Eva yang berada di samping ranjang tersenyum haru dan langsung memeluk nya erat, tangis Eva tak bisa di tahan lagi, iya sangat lega ahir nya sahabat kecil nya tersadar setelah beberapa jam pinsan


"it ok ' gw gak papa" tepukan lembut di punggung Eva di berikan oleh Alisa, agar sahabat nya itu tenang dan tidak lagi hawatir tentang ke adaan nya.


Eva melepas pelukan nya, dan duduk di pinggir ranjang sambil memperhatikan sahabat nya,


"Lo tau gw hawatir banget,, apa lagi gw Liat lo pinsan dengan basah kuyup di tambah ada banyak darah di kepala Lo" tutur Eva hawatir


"kepala" gumam Alisa, iya reflek menyentuh kepala nya yang di perban, iya dia ingat saat iya selesai membilas tubuh nya dengan air bersih iya berjalan kembali ke arah pintu dan iya terjatuh, karna lantai yang basah dan licin, lalu ke pala nya membentur wastafel yang ada di sisi ruangan itu.


"Lo yakin gak papa? kalau gak kita pindah ke rumah sakit aja gimana?"


"Gw gak papa, benerdeh " Alisa memperlihat kan senyum manis nya dan menggenggam tangan sahabat nya erat, menunjukan bahwa iya baik baik saja.


"gw bakal kasih peritungan sama mereka, gw bakal aduin sama pak Bobby, mereka belum tau lo itu siapa nya pak Bobby Al, maka nya mereka bisa se enak nya aja sama Lo" kilat kemarahan terpancar jelas di wajah Eva, iya bahkan sampai meninggikan suara nya karna geram.


"Va, jangan bilang apapun Oke, gw bisa urus mereka sendiri nanti, " diam sesaat. " tapi apa mereka tau hubungan Gw sama pak Bobby? "


"jika mereka tau, mereka tidak akan berani menyakiti atau menyentuh mu Alisa" suara seorang pria mengagetkan mereka, membuat kedua nya kompak menoleh ke arah sumber suara,


"Pak Bobby" ucap kedua nya kompak dan terkejut


Bobby melangkah lebar menghampiri wanita yang berbarik lemah dengan perban yang melingkar di kepala nya, dan kini Alisa menggunakan kimono rumah sakit se ada nya yang ada di kelinik kantor itu


"kenapa kamu diam saja saat mereka melakukan ini" geram lelaki itu


"mereka bilang Eva sedang membutuhkan bantuan ku di Toilet itu, itu kenapa aku datang ke sana" sesal nya dengan suara lirih


"hah,,, kau sangat Bodoh,, bukan kah kau tau jika toilet itu sangat jarang di gunakan, dan juga sangat jauh dari ruangan kalian bekerja" teriak lelaki itu lagi


Alisa memalimgkan wajah nya kesal, bukan nya menanyakan ke adaan nya iya malah marah marah,


*apa lelaki ini hanya datang untuk memarahi ku? hah keterlaluan*

__ADS_1


"Eva bawa tas dan semua barang Alisa ke mobil ku, aku akan membawa nya pulang"


suara tegas di lontarkan Bobby tanpa melihat lawan bicara nya dan hanya pokus kepada wanita nya


Eva segera menganggukan kepala, dan bergegas pergi mengambil tas dan beberapa barang Alisa yang masih tertinggal di ruangan kerja nya


Bobby mengangkat tubuh istri nya, tanpa berkata apapun dan Alisa yang kaget langsung memberontak minta di turunkan


"Mas,, ngapain sih aku bisa jalan sendiri" ronta nya


"Diam " sentak Bobby dengan mata nyalang penuh kemarahan, membuat Alisa tersentak kaget dan membeku seketika


sebenar nya kemarahan yang di tunjukan lelaki itu buka di tujukan ke pada Alisa, namun ke pada mereka yang telah berani melukai istri nya,


bahkan sampai detik ini Bobby tidak pernah melakukan hal kasar kepada wanita nya, kenapa bisa justru ada orang lain yang berani mengganggu wanita nya hingga seperti ini,, memikirkan itu membuat emosi Bobby kian meningkat.


aku telah berjanji kepada orangtua Alisa untuk menjaga putri nya,, dan kini mereka berani melukai nya, maka aku yang akan memberi mereka pelajaran


.


.


Bobby melangkah dengan lebar keluar gedung menuju mobil nya yang sudah terparkir di sana tanpa mempedulihan pandangam semua kariawan yang tercengang atas apa yang iya lakukan


iya memilih menyembunyikan wajah nya di bahu Bobby dan membiarkan untaiyan rambut panjang nya menutupi hampir seluruh sisi wajah nya yang terbuka,


semoga tidak ada yang mengenali ku... gumam Alisa dalam hati


se iring dengan langkah pria itu yang semakin jauh melangkah maka semakin banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, ya ini jam pulang kantor maka banyak kariawan yang lalulalang


.


.


.


"apa kau tak bisa katakan saja jika kau istri ku, " geram nya marah


"mereka tidak bertanya, dan.."

__ADS_1


"mereka akan salah menilai mu, kau tau ada seseorang yang menyebarkan poto poto pribadi kira, dan jika tidak di jelaskan semua akan mengira kau penggoda"


sela Bobby, marah.


dia bahkan tidak membiarkan Alisa menyelesaikan ucapan nya, karna tau pasti akan menyanggah nya


"aku tau" jawab Alisa Lirih


"aku akan mengurus semua nya, tidak ada bantahan, dan kau istirahat lah sekarang, aku akan pergi dulu.."


Bobby membalikan badan nya melangkah keluar dari kamar mereka, dan menemui anak buah nya yang iya panggil ke ruang kerja rumah mereka


Alisa berbaring menatap langit langit kamar,


seperti nya jalan nya akan mulai sulit"


gumam nya dalam hati,


tidak lama, kantuk datang menyergap nya, rasa tubuh nya memang tidak enak, iya merasa kepala nya sakit dan mata nya panas, mungkin iya lebih baik mengistirahatkan tubuh nya,


"


"


"


Bobby memasuki kamar mereka kembali, setelah memeriksa semua nya dan melihat siapa saja yang terlibat dalam pembulyan Alisa siang tadi, tapi sayang nya di rekaman CCTV tidak memperlihatkan dengan jelas siapa saja pelaku nya, karna memang toilet itu berada di ujung, dan termasuk jarang di gunakan jadi tidak ada CCTV di sana.


remang lampu yang belum di nyalakan menyambut nya, iya bisa melihat Alisa yang berbaring meringkuk di kegelapan malam


Bobby meraba saklar lampu dan menghidupkan nya, hanya satu lampu di ujung kamar, yang membuat kamar mereka terang temaram, iya sengaja tidak menyalakan lampu utama, karna takut menyakiti mata istri nya yang sedang tertidur


dengan perlahan Bobby merjalan mendekat, dan duduk du pinggir ranjang,iya menatap wajah lelah Alisa yang terlihat lebih pucat tidak seperti biasa


Bobby mengulurkan tangan nya mengusap lembut dahi Alisa, dan terperanjat saat merasakan suhu tubuh istri nya begitu panas


"Alisa ,, kau demam" ucap nya panik


.

__ADS_1


..


.bersambung....


__ADS_2