BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB. 49 MENUNJUKAN PERHATIAN


__ADS_3

"bagaimana kondisi nya dok" tanya Bobby kepada seorang dokter muda yang baru saja selesai memeriksa Alisa


"dia demam , dan butuh istirahat, ini resep nya, berikan pada nya, jika malam nanti panas nya semakin tinggi"


"apa perlu ke rumah sakit?" tanya nya khawatir


"aku telah menyuntikan obat pereda nyeri dan penurun panas, semoga besok pagi kondisi nya membaik" ujar dokter otu menenangkan


"baiklah, terimakasih dok"


Bobby mengantarkan dokter itu sampai ke pintu keluar,


"kalau begitu saya permisi dulu tuan Bobby"


setelah berjabat tangan dokter itupun pergi


sedangkan Bobby langsung masuk dan bergegas kembali kekamar menemani istri nya yang berbaring lemah di kamar


kini lelaki itu sudah berbaring di samping Alisa, dengan posisi menghadap gadis itu,


iya menyentuh kembali dahi istrinya yang masih terpejam dan merasakan panas tubuh Alisa belum juga mereka


kata dokter tadi akan lebih baik jika memakai selimut tipis agar tidak menambah panas suhu tubuh Alisa, dan metode side to side akan lebih membantu,


Bobbu melepaskan baju nya, dan mendekatkan tubuh telanjang nya, merapatkan tubuhnya dengan Alisa, lelaki itu meraup tubuh istri nya yang panas seperti tebakar, dan membawa tubuh itu ke dalam pelukan nya, iya membiarkan tubuh nya yang dingin kontras dengan tubuh wanita nya yang begitu panas membakar, berharap dengan begitu iya bisa menyerap panas yang di derita wanita nya


.


.


"ayah,,"


racau Alisa dalam tidur nya, dan hal iyu membuat Bobby terbangun dari alam mimpi nya,


iya melihat wajah pucat Alisa yang bergumam dalam tidur nya dengan wajah terengah kepayahan, dan saat iya kembali menangkup wajah istri nya, iya terperanjat saat merasakan suhu tubuh gadis itu kian meningkat


Bobby bangkit dari tidur nya dengan cemas, dengan cepat iya meraih gelas dan obat yang tadi di berikan dokter kepada nya


"Al minum obat nya, suhu tubuh mu begitu panas"


tidak ada reaksi, ahir nya Bobby membantu mendudukan Alisa dengan satu tangan di brlakan pungging gadis itu, dan memposisikan diri nya di brlakang punghung wanita itu, membuat Alisa bersandar di bahu nya


dan satu tangan yang bebas memasukan pil ke mulut Alisa dan membantu wanita itu meminum Air di gelas nya


tubuh Alisa yang lunglai bersandar begitu saja di dada bidang Bobby, dan lelaki itu pun seperti nya tidak keberatan, iya malah membuat posisi Alisa semakin nyaman dengan membenarkan posisi nya, dan menyandarkan kepala Alisa bersandar di sebelah dada nya


Alisa menggeliat, dalam tidup nya, iya merasakan dingin yang menggigil kontras dengan suhu tubuh nya yang panas membakar membuat nya mencari kehangatan yang lain

__ADS_1


"Mas,,," gumam nya lirih, menyadari pria yang di samping nya benar suami nya membuat nya tersenyum


iya melingkarkan tangan dan kaki nya ke tubuh kokoh Bobby memeluk nya seolah memeluk Boneka hidup yang menyenangkan dan kembali memejamkan mata


Bobby membelai lembut rambut Alisa yang terurai menutupi wajah cantik nya


cepat sembuh, aku tidak suka melihat mu lemah seperti ini, aku suka wanita ku yang selalu cerewet, manja dan ceria. Gumam Bobby, lalu kembali mengecup puncak kepala wanita nya lembut


.


.


Bobby mengerjapkan mata nya tidak nyaman, posisi nya tidup membuat nya sedikit merasa pegal, dan melihat jam sudah menunjukan pukul 6 pagi,


iya melihat Alisa masih tertidur dengan nyaman sambil memeluk nya, dan senyum nya tersungging saat merasakan tubuh istri nya tidak lagi sepanas malam tadi


Bobby dengan hati hati melepaskan pelukan Alisa dari tubuh nya, Alisa mempat memggeliat dengan mata terpejam, protes dengan ketergangguan gerakan suami nya


dan membuat Bobby menghentikan gerakan nya sesaat, lalu saat di rasa tubuh Alisa mulai tenang iya kembali menggeser posisi nya hingga terlepas, dan Alisa langsung meringkuk dalam tidur nya, kehilangan penghangat nya


.


.


.


"ya tuhan aku belum menyiapkan sarapan untuk mas Bobby" pekik nya panik


iya langsung bangkit dari tidur nya, mengibaskan selimut dari yubuh nya dan langsung bergegas keluar menuju dapur


penglihatan nya sempat kabur, membuat nya harus berpegangan di diding, iya mengerjapkan mata nya beberapa kali, sebelum kemudian pandangan nya kembali jernih


Alisa menuruni tangga dengam sedikit tergesa, namun iya tertegun saat iya melihat suami nya sedang sibuk, berkutat dengan kompor dan beberapa bahan makanan di tangan nya, iya terlihat segar dengan rambut yang masih sedikit basah, walau menggunakan apron iya tetap terlihat luar biasa di mata Alisa


Bobby masih pokus dengan panci berisi susu coklat panas yang di hangatkan untuk Alisa sebelum kemudian sebuah tangan lembut melingkar di perut nya


Ya Alisa terharu sekaligus sedih, selama mereka bersama iya tidak pernah membiarkan suami nya memasak makanan, bahkan hanya membuat teh pun iya melarang nya,


"Aku di sini, kau bisa meminta ku mbuatkan mu apapun jangan kerjakan sendiri" itu kata kata yang selalu di ucapkan Alisa saat Bobby ingin membuat makanan nya sendiri dan kini iya melihat suami nya justru membuatkan makanan untuk sarapan mereka, itu sangat manis..


BObby mematikan kompor nya, sebelum kemudian membalikan badan menghadap wanita yang memeluk nya erat dari belakang


"apa kau sudah sehat" tanya nya lembut sambil membelai lembut wajah Alisa


Alisa hanya menganggukan kepala, dan kembali memeluk lelaki itu menyembuyikan wajah nya di dada bidang Bobby


"maaf aku merepotkan mu Mas" lirih nya

__ADS_1


Bobby menjauhak sedikit tubuh Alisa agar bisa menjangkau mata indah nya


"iya kau sangat merepotkan ku," ucap nya terhenti "jadi kau harus bemberikan imbalan yang besar untuk ku" lanjut nya kemudian dengan menggoda


"baik lah,, apa yang bisa ku berikan pada mu tuan Halim" jawab Alisa manja


"hemzzz aku akan meminta nya di waktu yang tepat"


"Baiklah terserah pada mu"


Bobby melepaskan tangan Alisa yang masih betah memeluk nya, lalu membawa gadis itu duduk, dan iya menyiapkan sarapan yang telah iya siapkan tadi


"ini susu coklat hangat untuk mu, dan ini Bubur nya" Bobby menyodorkan Bubur buatan nya


Alisa menggerutkan kening nya dalam,


"Mas, kok bubur sih,, aku gak mau"


"harus mau" tegas Bobby


"tapi aku gak suka makanan yang lembek lembek mas,, plis,, makan roti aja" rengek Alisa


"kata dokter orang sakit pencernaan nya tidak bagus jika makan makanan padat akan lebih bagus bubur, jadi mudah di cerna" tegas Bobby


"Mas,,


Bobby mengambil mangkuk bubur itu lalu menyuapkan sendok yang berisi bubur ke mulut Alisa,


"buka mulut mu" paksa Bobby, tidak memperdulikan penolakan dan rengean Alisa atas pemaksaan nya


dan selanjut nya sampai bubur itu tandas Bobby baru benar benar melepaskan nya


"istriku memang pintar" puji nya dan Alisa hanya memasang wajah cemberut membuang pandangan nya merajuk, yang malah terlihat sangat menggemaskan


"yaampun,,,," teriak Bobby pura pura terkejut


dan itu membuat Alisa menoleh "Apa" tanya Alisa terkejut yang nyata


"ada yang menempel, sini aku bantu bersihkan" ucap Bobby edukatif


Alisa menahan nafas nya saat wajah dan tubuh Bobby semakin merapat ke arah nya


Aah,, jantungku,,, kenapa selalu berdebar seperti ini, rasa nya seperti lari maraton sepuluh kilo meter.. lelah tapi menyenangkan,, sangat membahagiakan,,Aku Menyukai nya.." batin Alisa


dan selajut nya Bobby sudah menenggelamkan bibir nya menyatukan nya dengan kelembutan bibir wanita nya, iya bahkan mengapus semua sisa makanan yang ada di sisi bibir wanita itu, hinhha merasakan rasa gurih manis, seperti rasa bubur yan iya buat tadi, tapi rasa yang ini tentu berkali lebih nikmat


semakin dalam, Bobby ******* nya dan Alisa pun membalas nya, begitu lembut dan memabukan membuat kedua nya larut dalam rasa yang sangat menyenangkan, dan Alisa tanpa sadar sudah mengalungkan tangan nya di leher kokoh suami nya, dan detik kemudia iya merasakan tubuh nya melayang ke udara, di bantu tangan kokoh yang mengangkat nya, dan membawa nya menaiki tangga menuju ke lantai atas tempat di mana kamar mereka berada.

__ADS_1


__ADS_2