
pagi pagi sekali Alisa sudah sibuk membuat bubur yang akan iya bawa ke rumah sakit tempat ibunda nya di rawat,
setelah selesau, iya dan adij nya berangkat menggunakan motor matic milik sang adik, menuju rumah sakit
sesampai nya di rumah sakit Alisa melihat bunda dan tante nya sedang bercengkrama hangat, iya bergegas masuk dan langsung memeluk wanita parubaya itu dengan riang,
"bunda udah bangun? apa ada yang sakit" ucap gadis itu khawatir, seraya melepaskan pelukan nya dari sang bunda
"bunda gak papa sayang", ucap wanita parubaya itu menenagkan seraya tersenyum hangat melihat putri nya
"bunda aku kanget" ucap gadis itu manja
"oh iya ini aku bikinin bubur ke sukaan bunda" tambah nya semangat
"kalau gitu tante pulang dulu ya Al, nanti siang tante ke sini lagi
"bunda aku supin ya "
"bunda belum lapar sayang" tolak bunda halus
Alisa menggelengkan kepala nya kuat "bunda harus makan, biar cepet sembuh"
"iya kalau bunda sakit gimana bunda bisa lihat pacar baru nya embak"
ucap Aris yg duduk di pinggir ranjang, seraya memijat pelan kaki sangbunda
gadis itu langsung melotot horor kepada sang adik, dan yang di pelototi hanya tertawa cekikikan
"loh emang anak bunda, udah bawain bunda calon mantu? mana dong dia bunda mau lihat" ucap bunda menimpali
"bunda , apa sih, " ucap gadis itu serata mengerucutkan bibir nya
mereka bercanda tawa dengan riang di dalam, sampai tidak mentadari ada sepasang mata yg memperhatikan mereka dari balik celah pintu yang sedikit terbuka
"tiba tiba aku merindukan mu mama" gumam lelaki itu pelan,
tidak lama , lelaki itu memutuskan masuk ke dalam ruangan tempat keluarga kecil itu berkumpul
"pagi " sapa nya ramah
"pak Boby, silahkan masuk" Alisa beranjak dari duduk nya, menghampiri lelaki yang baru saja datang itu, dan mengambil alih buah yg di bawa lelaki itu
__ADS_1
"pagi tante" menganggukan kepala sopan
"pagi," senyum bunda ramah
"bunda ini Pak BoBy" ucap Alisa memperkenalkan lelaki itu
"tante bagaimana ke adaan nya" Boby sudah mendekat ke sisi ranjang rumah sakit
"baik, apa kamu yang datang bersama Alisa kemarin malam nak Boby" bertanya dengan lembut
Boby menganggukan kepala, dan tersenyum hangat kepasa wanita paru baya di hadapan nya
"AL apa ini Calon menantu mama" melirik Alisa yg sedang sibuk memotong buah, membuat gadis itu seketika membeku, gerakan tangan nya berhenti, iya menatap horor ke arah sang bunda
bunda apa sih, bisa bisa nya tanya kaya gitu, di depan orang nya pula
"haa..haa.. bunda" tertawa kecut, binggung harus menjawab apa,
apa harus di menjawab iya, bahkan mereka tidak saling berhubungan baik sebelum nya, masa tiba tiba menjadi calon menantu
"jika tante mengizinkan, aku ingin menjadi calon menantu tante," mengambil alih percakan, lelaki itu mengeluarkan semua karisma nya, tersenyum semanis madu, untuk mendapatkan hati sang calin mertu
wwnita paruh baya itu menatap Boby lamat lamat, memperhatikan eksfresi wajah lelaki itu, tidak ada keraguan dan ke bohongan di mata lelaki itu saat berbicara,
"saya serius tante, bahkan jika boleh saya ingin menikahi Alisa bulan depan, tunggu sampai tante benar benar pulih" jawab Boby meyakinkan
wanita paru baya itu mengulas senyum bahagia di wajah nya, melihat kesungguhan Lelaki yang mengaku sebagai calon menantu nya ini, membuat nya bahagia
Wanita itu memang mengiinkan Alisa segera mendapatkan pendampimg hidup karna dia tau kesehatan nya semakin menurun, alangkah baik nya jika putri nya bisa segera mendapatkan pasangan dan memulai hidup nya sendiri, setidak nya jika suatu hari tuhan menjemput nya menemui almarhum suami nya, iya bisa tenang karna anak gadis nya sudah ada yang menjaga dan bertanggung jawab,
.
.
.sudah satu minggu sang bunda di rawat di rumah sakit, dokter mengatakan besok sang bunda sudah bisa pulang, da. menjalani rawat jalan
Eva sudah menelpon nya berkali kali, ini sudah saat nya bagi gadis itu mulai bekerja, karna malam saat iya berangkat pulang ke kota B, Alisa mengatakan pada Eva untuk membuatkan surat cuti nya selama satu minggu saja,
namun sekarang setelah melihat ke adaan sang bunda Alisa jadi enggan untuk meninggalkan bunda nya lagi,
"halo, Va bisa gak aku ambil cuti lagi satu minggu lagi deh" ucap nya saat sahabat nya itu mengangkat telpon nya
__ADS_1
"Al lo tenang aja pak Boby udah ngasih lo cuti selama 1 bulan kok"
"apa? syukurlah kalau gitu udah dulu ya, bunda udah boleh pulang dari rumah sakit, gw mau siap siap dulu".. tut... sambungan di putus
baik juga tu orang, syukurlah setidak nya aku bisa temenin bunda selama satu bulan ke depan
Alisa Dan Aris sibuk menguris kepulangan sang bunda, setelah selesai mereka mendorong kursi roda yang di gunakan sang bunda menuju ke loby rumah sakit,
sebuah mobil hitam mewah sudah terparkir menunggu mereka di sana, Boby dengan cekatan membatu calon mertua nya masuk kedalam mobil, dan mengantar mereka sampai di rumah,
.
"bunda istirahat ya" Ucap Alisa setelah membaringkan bunda nya di atas ranjang, iya keluar dari kamar itu setelah mendapatkan anggukan dari sang bunda,
Alisa menghampiri Boby yang sedang duduk sendiri sambil mengutak atik hanpon nya
iya meletakkan secangkir teh yg iya buat setelah mengantar bunda nya kekamar tadi
"pak silahkan di minum"
Boby mendongakan kepala nya mengalihkan pandangan nya dari layar hanpon yang iya pegang dan memasukan nya ke dalam saku celana nya
"besok kita akan ke rumah kakek ku, aku akn menjemput mu sore hari" ucap nya santai sambil menyeruput teh yang di berikan gadis itu
"kenapa buru buru?" ucap gadis itu, iya inggat setelah hari itu sebelum Boby pergi kembali ke kota J, iya mengatakan bahwa setelah bunda nya di perbolehkan pulang dari rumah sakit, mereka akan pergi menemui kakek nya Boby untuk memperkenalkan nya sebagai calon istri lelaki itu,
"lebih cepat lebih baik, bukan kan tidak bagus menunda hal baik"
"baiklah aku, ikut keputusan mu saja" ucap Alisa pasrah pasal nya iya tidak mungkin lari dari perjanjian itu kan
seperti nya aku akan benar benar menjadi istri nya" Alisa
.
.bersambung........
.
AKU MENGUCAPKAN TERIMAKASIH UNTUK YG SUDAH MAU MAMPIR,
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DI KOLOM KOMENTAR YEA.. πππ
__ADS_1
DAN JANGAN LUPA LIKE NYAπππ