BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB 39. KAMAR PENGANTIN 2


__ADS_3

masih di kamar mandi,


suasana masih sepi,


tidak ada suara apapun kecuali derunafas kedua nya dan detak jantung yang di rasa kian lama kian bergemuruh


bagi Alisa ini pertama kali bagi nya berhadapan dengan situasi yang membuat nya sulit bernafas,


dan membuat nya gugup harus bersikap bagai mana


ketika Bobby bersiap mencium nya Alisa justru membuang pandangan nya,


membuat bibir pria itu meleset mengenai pipi nya,


Bobby tersenyum miris mendapatkan penolakan dari wanita yang kini sudah Sah menjadi istri nya itu.


"Mas minggir aku mau mandi dulu" ucap nya lirih


Bobby menggapit dagu wanita nya lembut, membawa pandangan mereka kembali bertemu,


"kenapa? kau takut?" tanya nya lirih


"aku,, aku mau mandi dulu" ucap Alisa gugup


Bobby kembali mencondongkan tubuh nya menempelkan kepala dan pucuk hidung mereka, membuat nafas hangat pria itu menghembus mengenai pucuk hidung Alisa


"sekarang kau adalah milik ku, kau sudah sah menjadi Istri ku.. dan Aku adalah suamimu, jadi apa yang salah jika aku menginggin kan mu?"


ucap nya tepat di atas bibir Alisa, dan pria itu semakin mengeratkan pelukan nya,


mendengar kebenaran itu,


membuat nya memahami seharusnya ini sudah wajar kan,


, kini di Sah menjadi milik pria itu sepenuh nya,


tidak seharus nya iya menolak karna bagaimanapun itu adalah hak nya,


dan sudah menjadi tanggung jawab nya memenuhi ke inginan suami nya.


Bobby mulai memiringkan kepala nya membuat Alisa menegang karna tau akan maksud nya


iya memejamkan mata nya dan tangan nya mencengkram gaun bagian depan nya yang hampir melorot karna Bobby menarik nya, bahu dan leher jenjang nya sudah terekpos ke mana mana, hanya tinggal bagian dada saja yang belum terekpos karna Alisa mencengram nya di dada


Bobby sudah menenggelamkan bibir nya menyatukan nya dengan milik Alisa, dia mulai bermain main disana, menggigit nya keci kecil dan menyecap nya sensual, agar wanita itu membuka mulutnya jadi dengan leluasa iya bisa menerobos masuk


Alisa membuka katup gigi nya, membuat


Bobby menyeringai senag, iya dengan ahli melilit kan lidah mereka, tidak tinggal diam, tangan lelaki itu sudah ke mana mana, iya mulai mengusap bagian leher dan turun mengusap punggung bagian belakang nya dengan lembut,


Bobby melepaskan ciuman basah mereka, lalu menenggelamkan wajah nya di perpotongan bahu wanita nya, menelusuri setiap jengkal nya, dan memberikan kecupan kecupan lembut di sana, sesekali iya akan membuat beberapa tanda kepemilikan di sana,


pertahanan Alisa benar benar runtuh, iya melepaskan pegangan gaun nya, saat Bobby dengan edukatif menarik gaun itu turu, hingga kini iya benar benar terekpos, dan gaun yang iya kenakan merosot begitu saja dan tertumpuk di kaki nya


dengan bibir yang masih menyatu, Bobby mengangkat tubuh Alisa membawa nya keluar dari kamar mandi dan menuju ranjang,


di sepanjang perjalanan Bobby benar benar tidak ingin melepaskan panggutan mereka, dengan lembut pria itu meletakan tubuh polos wanita nya di atas ranjang dan di susul diri nya yang juga bertelanjang dada


iya sudah merangkak di atas tubuh Alisa,


membuat pandangan mereka bertemu begitu dekat,


sampai ahir nya iya Bobby kembali melumat bibir ranumAlisa dengan rakus,


wanita itupun tidak mau kalah kini iya benar benar melepaskan keraguan di hati nya,


iya mulai membalas setiap kecupan yang di berikan suami nya,


kini iya sudah melingkarkan tangan nya di leher kokoh pria itu.


dua insan sedang di mabuk gairah itu bergulat sepanjang malam,


saling memberikan kehangatan dan saling memberikah kelembutan

__ADS_1


berbagi kepuasan atas gairah masing masing, karna kali ini mereka melakukan nya bukan lagi ke salahan, tapi kewajiban, dan itu HAlal.


.


.


.


"


.ada cinta, ada napsu


maka akan ada rasa yang begitu hangat menyentuh jiwa


ada napsu namun tidak ada cinta


mungkin akan memuaskan, namun belum tentu ada kehangatan di sana


.


.


.


di tempat lain sang bunda Linda masih betah duduk di taman kecil belakang rumah nya.


iya menatap kosong langit malam yang terasa dingin menusuk tulang, namun seperti nya iya tidak terganggu dengan itu


"kenapa bahkan bulanpun enggan tersenyum malam ini?" gumam nya lirih


iya menatap langit yang terlihat berkabut di penuhi awan gelap, seolah alampun tau apa yang iya rasakan malam ini


setelah sekian lama, tiba tiba rasa khawatir yang sama muncul kembali di hati nya,


iya tak ingin anak anak nya mendapatkan kesulitan di masa depan, karna urusan masalalu,


apa lagi saat iya tau Herman mungkin punya hubungan kerja di perusahaan tempat Alisa dan Bobby bekerja, akan sangat buruk jika sampai Herman apa lagi Winda mengenali mereka,, dan membuat masalah bagi kedua Anak dan menantu nya itu


"Bunda."


"Bunda ngapain di sini udah malam, yuk masuk!"


"Bunda belum bisa tidur, kamu masuk duluan aja"


"Bunda ada apa?" Aris ikut duduk di samping sang Bunda


"gak ada sayang, Bunda gak papa, cuma belum bisa tidur aja" Ucap Bunda Linda lembut, sampil mengusap wajah putra nya sayang.


"Bohong, Bunda Aku perhatiin dari tadi setelah Bunda kembali dari Ambil minum,di pesta tadi Bunda jadi murung, kenapa?"


ucap Aris menyelidik


iya tau pasti ada yang di sembunyikan oleh Bunda nya, karana iya tidak pernah segelisah itu sebelum nya.


ARis adalah akan yang bertanggu jawab Apa lagi ketika Ayah mereka sudah tidak ada, iya menjadi begitu menjaga Bunda dan Kakak nya, karna itu adalah pesan terahir dari sang Ayah.


"Kamu adalah anak Lelaki Ayah, tolong jaga Bunda dan Kakak mu, jika nanti Ayah tiada"


dan kata kata itu yang selalu menjadi pedoman dalam hidup nya,


maka dari itu iya tidak pernah mengeluh saat kakak nya dulu selalu meminta nya mengantar ke mana mana, sudah seperti Ojek Only,


dan menuruti apapun yang Bunda nya perintahkan, tanpa banyak mengeluh.


"bunda jawab aku dong kenapa" paksa Aris kemudian saat Bunda nya tidak juga kunjung memberikan jawaban


"hacim... aduh Bunda kedinginan ni, maka nya bersin bersin, kita masuk aja yuk sayang"


elak Bunda Lisa, an langsung menarik tangan putra ke sayangan nya memasuki rumah mereka.


.


.

__ADS_1


.


Alisa menggeliat di dalam pelukan suami nya, otot otot nya terasa kaku, setelah semalaman Bobby benar benar membuat nya merasa lelah luar biasa,


Alisa mendongakak kan kepala nya, dan melihat pria tampan yang memeluk nya sepanjang malam itu sedang terlelap dengan napas teratur.


senyum cerah terukir di wajah cantik wanita itu, entah bagai mana tapi semalam iya benar benar merasa sangat bahagia,,


inikah yang di namakan bercinta dengan cinta, rasa nya sangat membuncah, sangat berbeda saat mereka melakukan nya pertama kali, ya mungkin karna itu di lakukan dengan paksaan


Alisa mengulurkan tangan nya, menyentuh wajah pria tampan yang sedari awal sudah mencuri hati nya.namun karna kejadian tak terduga membuat nya membuang rasa itu begitu dalam hingga walaupun kini mereka bersama rasa nya masih berada di awam awam,


iya mulai mengilusap usap pipi tirus suami nya lembut, dan terlihat ada senyum tertahan di sana


setelah puas bermain main, iya bangkit dari tidur nya, menggerakan tubuh nya agar menjauh dari pria itu, namun baru beranjak, tiba tiba tangan kokoh kembali menarik nya hingga iya kembali jatuh dalam depan lelaki itu


"Mas,, udah bangun yea?


"hm" gumam nya dengan mata masih terpejam


"bangun yuk aku mau mandi"


"gak mau, ayo tidur lagi"


"yaudah mas tidur aja aku mau mandi dulu" Alisa mulai menggerakan badan nya iya ingin segera lepas dari cengraman pria itu


tangan nya, tangan nya dong di kondisikan, liat tu,, udah mulai pegang kemana mana


"Mas aku mau mandi" omel nya sambil teris berusaha melepaskan diri, bukan lepas iya justru merasa pria itu semakin mengeratkan pelukan nya


"oke ayo mandi" ucap nya semangat secara tiba tiba, yang membuat perasaan Alisa tidak enak


"mau apa" tanya wanita itu saat Bobby mengulurkan tangan nya


"mandi" jawab nya edukatif, sambil mengedipkan satu mata nya


wah perasaan gak enak nih


"oke aku duluan, kamu tunggu di sini aja oke, aku bisa sendiri kok"


"tapi aku juga laper" jawab nya kemudian


"ah,, oh,, iya aku mandi dengan cepat, nanti aku buatin sarapan oke" Alisa segera bangkit, melilit tubuh nya dengan selimut dan menyeret nya menuju kamar mandi.


belum sampai dai kamar mandi , iya sudah di kejutkan dengan Bobby yang tiba tiba menarik selimut nya, membuat nya terlepas seketika,dan memperlihatkan tubuh polos Alisa yang tak tertutup benang sehelaipun.


"Aw.. Mas"pekik nya,


"aku mau makan kamu"


dan tanpa ba,bi,bu.. Bobby langsung mengangkat tibuh istri nya, membuat Alisa reflek mengalungkat tangan nya di bahu Bobby agar tidak jatuh, lalu iya membawa tubuh istri nya ke kamar mandi


.


.


keributan kecil terjadi di sana, dan membuat waktu mandi yang menyenangkan Bagi Bobby, tapi sangat menguras tenaga bagi Alisa,


Bagai mana tidak mandi yang harus nya untuk bersih bersih dan hanya memerlukan waktu beberapa menit kini membituhkan waktu lebih dari 2jam, bukan kah itu sangat luar biasa,


hingga ketukan di pintu membuat ke asikan mereka teralihkan...


"siapa sih"


.


.Bersambung....


NETIZEN: siapa tih ganggu aja orang lagi asik ena enaπŸ™„


AUTHOR: kang somai kayak nya yak, kan kata nya si Bobby laperπŸ™ŠπŸ˜‚πŸ˜‚


NETIZEN; kagak asik ah,, lanjut dong thor bikin yang panasπŸ€‘πŸ€‘

__ADS_1


AUTHOR; masuk kompor tuh panas,πŸŒ‹ tau kagak, makin panas makin susah di riviwe nyaπŸ™„πŸ™„


.KALAU KALIAN SUKA BANTU AKU LIKE AND KOMEN YEA,, JANGAN LUPA BANTU VOTE JUGA OKE SHAY..πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2