BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB:5. BENCI


__ADS_3

dan ahir nya Alisa memutiskan untuk segera beranjak dan pergi dari tempat itu


.dengan susah payah iya mengangkat tangan yg melinggar di perut nya, mengeser nya dan segera bangkit.


iya mengambil kembali pakaiyan nya yg sudah tergeletak, berceceran tak beraturan akibat ulah pria bejat ini,


setelah berpakayan.


iya melihat gelas yg ada di nakas, sisa minum yg iya berikan tadi ke pada pria itu,


tiba tiba ada pikiran jahat yg melintas di benak nya


Alisa mengambil gelas itu, mengangkat tinggi ke atas, melewati belakang ke pada nya,


iya memandang lurus lela yg telah menodai nya, "anda pantas mendapat kan ini tuan! aku akan membunuh mu karna kau telah merenggut mahkota ku!!!"


PRAKKK!!!!


suara pecahan gelas menggema di ruangan itu!!


Alisa merosot ter duduk, menangis sejadi jadi nya sambil menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangan nya yg bergetar hebat,


"*kenapa hiks, kenapa??? bahkan setelah semua yg kau laku kan aku tetap tidak bisa melukai mu hiks..hiks... "


" kau telah menghancurkan ku tuan, kenapa kau melakukan itu?? aku sangat berterimakasih atas perrolongan mu tempohari tapi,,,tapi,, tapi sekarang.. hiks...hiks...kau juga yg merenggut nya! kalau begini kenapa waktu itu kau menyelamat kan ku*?? "


Alisa terbangun dari lamunan nya,


iya segera menghapus air mata nya dan berdiri.


iya melihat pecahan kaya yg membentur dinding di belakang sofa.


iya merutuki diri, kenapa bisa iya tidak tega menghandamkan gelas itu ke kepala lelaki bejat ini, dan justru malah sepersekian detik mengalihkan nya ke tempat lain..


"Bodoh...aku sangat..sangat bodoh."


Alisa mengerang frustasi dan menjambak rambut nya sendiri.


saat iya akan beranjak pergi, iya melihat ada tumpukan kertas dan pena di samping nakas, dan iya berfikir,


Β 


Β 


**Tuan apa yg anda lakukan tuan? saya berusaha menolong anda, tapi anda justru menghancurkan hidup saya, saya sangat membenci anda tuan, semoga setelah ini kita tidak pernah bertemu lagi, dan semoga tuhan menunjukan jalan agar suqtu hari nanti anda dapat mempertanggung jawabkan perbuatan anda**.


Β 


.


.


.


.

__ADS_1


Boby bangun dengan kepala sakit dan berat, iya melihat sekeliling, ternyata iya ada di villa pribadi nya di puncak


.iya melihat sepucuk surat yg di tinggalkan gadis itu di atas nakas.


"apa yg aku lakukan"


Pria itu mengerang frustassi memegang kepala yg berdenyut setelah membaca surat tersebut.


Boby tersadar dia tidak memakai apapun, dia binggung apa yg terjadi, kenapa iya tidak memakai pakaiyan,


justru pakaiyan nya tergeletak berceceran di mana mana.


Boby mengambil pakaiyan nya yg tercecer, dan berlalu memasuki kamar yg ada di lantai 2 secepan mungkin sebelum para pelayan datang dan melihat ke adaan nya yg sedang bugil.


di bawah guyuran air shower, iya masih mengingat ngiat ke jadian yg terjadi semalam samar, samar iya mengingat nya..


mengingat kejadian saat iya mabuk, meminta bantuan seorang gadis cantik dan apa yg iya lakukan setelah itu. dan itu membuat nya di hantui rasa bersalah yg dalam


apalagi saat ingatan tentang isi surat itu yg membuat nya semakin merasa frustasi dan bersalah..


Tok..Tok... "den.. aden.. " suara mang maman penjaga fila selagus tukang bersih bersih


"ada apa mang?" Boby membuka pintu kamar dan keluar


"ini den!" memberikan sesuatu "ini saya temukan di bawah sofa depan den"


"apa ini mang? " pria itu mengernyit melihat benda yg di berikan mang maman pada nya


"punya siapa ini mang"


" siapa yg pernah ke sini mang? "


" gak ada den, cuma mamang , apa ini bukan punya aden? "


"apa ini punya gadis itu? baik lah aku harus mencari nya"


Boby terperanjat kaget saat mang maman menyentuh nya


"den.. den.. aden, aden gak kenapa kenapa?" mang maman sedikit menyenggol lengan tuan nya saat tuan nya tidak memberikan respon apapun


"gak papa mang, iya ini milik teman saya, biar saya yg simpan! "


"Baik den mamang permisi " mang maman sedikit membungkukan badan memberi hormat sebelum berlalu pergi


.


.


.


.


.


di sisi lain

__ADS_1


Alisa gadis malang itu sedang duduk terdiam di kamarnya memandangi taman belakang rumah nya melalui cendela kecil di kamar nya


sudah 1 minggu berlalu , kini iya hanya diam tak mau keluar rumah atau bekerja seperti biasa


gaji terahir nya pun iya menyuruh adik nya yg mengambil nya,


itu membuat adik dan ibu nya binggung dan sedih, pasal nya setelah malam itu, gadis itu murung dan hanya menghabiskan waktu di kamar.


berbeda dengan Alisa yg selalu ceria dan semangat.


" bak, bak gk papa? bak ayo dong cerita, Aris pasti bisa bantu bak, bak kenapa sih aku sedih liat bak gak semangat gini "


sang adik memeluk kaka nya dari samping saat kaka nya tidak juga merespon ketukan di pintu kamar kaka nya, dan iya memutuskan masuk.


"bak gak papa, bak baik baik aja kok" Alisa menatap adik nya dan tersenyum. meyakinkan


Aris menghela nafas berat dan menyandarkan kepala nya di pundak sang kakak


"Bak kalau bak gak papa, kenapa bak murung dan sering nangis sendirian di kamar? bak kenapa?"


" ........... "


"bak semenjak malam itu bak jadi murung, bak juga risain dari tempat kerja bak,


.malam itu aku nyariin bak, tpi pak satpam bilang bak minjem motor nya keluar, sebenar nya bak ke mana?"


"bak cuma ke rumah temen dek"


"kok pulang nya malam banget? "


"kan nama nya juga cewe kalau udah ngobror ya lupa waktu" Alisa tersenyum meyakin kan sang adik


"Alisa " dan teriakan dari sang bunda membuat mereka menoleh bersamaan ke arah sumber suara


"Al temenin bunda ke pasar yuk, " ucap sang bunda yg kini sudah berdiri di ambang pintu


.


.


.


.bersambung:. ..


.


.


.


.Authot: tunggu selanjut nya ya shay...😘😘


Author mau curhat ni, yg baca udah beberapa tapi kok yg Like and Comen sedikitπŸ™„πŸ™„


ayo dong biar author makin semangat ni 😁😁

__ADS_1


love..love.. buat semua😘😘😘😘


__ADS_2