
"Anggel" seru Alisa saat iya melihat siapa orang yang telah iya tabrak barusan
, antara binggung dan senang, kenapa wanita itu ada di sini, tapi juga senang karna mungkin saja Anggel bisa menolong nya
dengan pikiran seperti itu alisa segera menghambur ke arah Anggel dan meminta pertolongan
"Anggel,, Aku mohon tolong aku , ada orang yang ingin mencelakai ku, aku mohon tolong aku" ucap Alisa memohon sambil berlinang air mata, kepada Anggel,
Anggel tersenyum lembut, dan mengusap punggung tangan Alisa, yang memegang tangan nya menenangkan
"tenang saja Alisa semua nya akan baik baik saja"
ucap nya kalem
"halo,, halo,, Alisa" suara hanpon Alisa yang terjatuh membuat kedua wanita itu mengalihkan perhatian nya
Alisa segera mengambil hanpon nya dengan tergesa "Mas,, mas, tolong aku, mas tolong aku" ucap Alisa tergagap, karna panik
"kau di mana" pertanyaan dari sebrang sana dan terdengar nada hawatir di ujung sana
"aku,, aku tidak tau, tapi di sini ada...
Suara alisa terputus saat Anggel dengan segera merebut hanpon nya dan membanting nya begitu saja hingga hancur berkeping keping, membuat Alisa ternganga karna syok
"apa yang kau lakukan Anggel" teriak Alisa marah
"upss,,, maaf aku tidak sengaja, SEPUPU" ucap nya lambat lambat
"sepupu" ucap Alisa terbata "apa maksut mu" tanya Alisa binhhing dan Anggel hanya terkekeh senang melihat ekspresi Syok Alisa
"sepupi apa kau lupa kepada ku" tanya Anggel lagi
"apa maksud mu" Alisa mengkerutkan kening nya semakin dalam tidak mengerti dengan apa yang sebenar nya terjadi
"aku Anggel Rahendra, putri tuan Herman Rahendra" ucap nya santai, sambil menyeringai penuh misteri
__ADS_1
"HERMAN RAHENDRA" ucap Alisa terbata
pikiran nya melayang, iya seperti pernah mendengar nama itu tapi di mana
"ayah, itu nama keluarga besar ayah, dan Herman ada lah kaka dari ayah nya,, Paman Herman?" ucap nya terkejut sendiri dengan pemikiran nya
"lya Alisa Herman Rahendra adalah ayah ku,"
"apa, jadi kau Anggel"ucapat Alisa tercekat di tenggorokan sulit untuk meneruskan nya
Anggel maju dengan anggun dan membuat Alisa semkin mundur kebelakang
dan tidak lama derap langlah terdengar semakin mendekat, dan tiba tiba Alisaerasakan kedua tangan nya di cekal oleh tangan tangan besar dua orang lelaki tadi
"pegang dia erat erat" ucap Nadia
"apa yang kalian lakukan bahkan menangani wanita lemah seperti dia saja kalian tidak mampu, jangan membuat aku membayar kalian dengan sia sia" ucap Anggel, yang membuat Alisa membelalakan mata nya tidak percaya
"kalian berdua bersekongkol " seru Alisa tidak percaya
"apa yang kau mau Anggel bukan kanlh kita sepupu, kita saudara" mohon Alisa kepada anggel
Anggel hanya tersenyem meremehkan, dan memutar bola mata nya jengah memdengar penuturan Alisa
"justru karna itu Alisa aku semakin membenci mu, sama seperti ibu mu yang merebut paman tersayang ku hingga dia pergi meninggalkan keluarga ku, dan tidak lagi menyayangi ku, , dan. kau juga merebut Bobby dari ku dan merebut nya dari ku" ucap Anggel lambat lambat
seringai iblis muncul di wajah cantik wanita itu, menyiratkan hal berbahaya nan gila sebelum ahir nya iya berucap dengan keji
"sama seperti aku menghancurkan Bella, maka aku juga akan menghancurkan mu, karna kalian berdua telah merebut Bobby dari ku" ucap nya arogan,
"mungkin kau akan mendapat kan yang lebih dari itu, karna kau telah merebut posisi sebagai istri nya Bobby dari tangan ku" ucao nya dengan nada kejam
"kalian semua gila" teriak Alisa prustasi
dan berikut nya suara tawa mereka menggema di ruangan itu sebelum kemudian Anggel memberi intruksi kepada kedua orang itu dengan kejam
__ADS_1
"bawa dia di lantai atas"
di ruangam berbeda Seperti sebuah kamaar yang indah, tubih alisa di lemparkan di sana, dengan dua orang bertubuh besar itu lalu Anggel dan Nadia menyusul di belakang nya
Alisa memegangi perit nya yang terasa sakit,
"aku mohon, tau kah kalian aku sedang mengandung, aku mohon belas kasihan kalian" ucap Alisa memohon pengampunan dari orang orang kejam yang ada di ruangan itu
"Hamil" ucap mereka berbarengan,
dan kedua orang lelaki itu saling bergantian pandang ragu untuk melanjutkan aksi mereka
ya,, saat Alisa terjatuh, dokter mengatakan Alisa sedanga dalam kondisi hamil, tapi sukurlah saat iya jatuh bukan dengan ke adaan duduk melainkan lutut nya dulu yang membentur lantai hingga kandungan nya selamat, dan iti juga alasan nya Bobby begitu marah dan semakin overprotektif ke pada nya hingga tidak mengizinkan nua kembali bekerja, tapi seperti biasa Alisa selali bisa merayu suami nya itu hingga membuat Bobby mau tidak mau kembali mengizinkan nya bekerja dengan diantar dan di jempput langsunh oleh nya, tapi hari ini seperti nya ahir dari segala nya
"kalian belum pernah melakukan dengan orang hamil bukan nikmati saja dia,, " ucap Anggel menghapuskan segala keraguan kedua orang pria itu
"tapi Anggel, apa ini tidak keterlaluan" ucap Nadia mulai ragu
Anggel menatap dengan tidak suka kepada nadia, "jangan midah tergoyah, dia mungkin hanya mengiba" ucap Anggel meyakinkan
.
.
di sisi lain Bobby, berada di kantor polisi, dan beberapa anak buah nya melacak keberadaan Alisa melalui signal hanpon nya,
"tuan sianyal terahir ada di daerah XX, " teriak seorang polisi yang sedang dalam penyelidikan, melapor
dan tanpa banyak pikir semua menuju ke sana, salah satu tempat yang cukup jauh dari ibu kota dan itu di daerah pegunungan,
dalam perjalanan Bobby mencoba menghibungi Alisa berkali kali, namun hanpon Alisa tidak lagi bisa di hubungi, dan itu membuat nya begitu panik, jantung nya berdegup tak terkendali membiat keringat dingin bercucuran di dahi nya
perasaan cemas dan tidak menentu membuat nya frustasi, apa lagi menginggat kondisi Alisa yang sedang mengandung membuat nya di landa rasa hawatir dan takut tidak bisa di jelaskan
"bertahan lah sayang,, bertahan lah,, aku mohon,,," gumam nya di sepanjang perjalanan,,
__ADS_1
.bersambung.....