
malam berlalu menjadi pagi yg indah dan cerah, tentu aktifitas yg sibuk pun akan segera du mulai.
Alisa berangkat ke kantor seperti biasa, hari ini iya datang dengan semangat yg sedikit mengendur tidak seperti biasa nya
"elah cin lo kenapa lemes bingit"
Ari datang menghampiri Alisa yg terlihat murung iya hanya tersenyum menanggapi perkataan teman nya itu, dan mereka berjalan bersama masuk ke dalam kantor
"Ar bak Eva kemana? blum dateng ya?"
Alisa bertanya ke pada Ari setelah mereka sampai dan tidak menemukan dimana kepala tim mereka berada
"gak tau, kan lo yg biasa nya bareng, dia kok tumben pisahan?"
mereka langsung duduk di mejanya masing masing, dan mempersiapkan berkas berkas yg akan mereka persiapkan presentasi nanti, karna memang hari ini mereka ada tender yg cukup besar, jadi mereka harus mempersiapkan diri menghadapi persaingan dengan tim tim lain nya
"gw gak tau! kan tadi oagi dia bilang ada materi yg harus dia selesaikan dulu jadi aku duluan deh, kirain udah sampai "
"biarin lah cin mungkin dia lagi di mana begituh.. kita nih ye harus fokus dengan presentasi hari ini, kenapose,, karna kalau kita bisa pegang ni tender, huuu lalaaa pasti bonus nya besar ciinnn."
Ari dengan logat centil nya mulai heboh memikirkan kemungkinan besar tentang bonus, ya siapa juga yg gak suka bonusan lah yea..
semoga deh. aku bakal usaha semaksimal mungkin untuk ngedapetin tender ini, dan uang nya bisa aku kirim buat bunda,
"hay kalian dah siap belom?"
Eva datang dengan tiba tiba yg seketika membuyarkan lamunan Alisa
"oke siap"
ucap mereka kompak
mereka berjalan menuju lif yg akan mengantar mereka ke lantai 7 gedung itu , disana adalah tempat mereka biasa melakukan miting besar dan di sana juga ada beberapa ruangan untuk miting kecil,
mereka berjalan sambil sediki berdiskusi, saat lif akan tertutup tiba tiba datang rombongan lian, mereka adalah tim 02 tim nya Nadia.
"gimana persiapan kalian?" Nadia bertanya dengan suara sinis, aat mereka telah berada di dalam lif
"lancar dong kita semua udah siap, gimana tim lo? " Eva menjawab dengan nada tak santuy
"tim kita lebih dari siap!, jadi kalau nanti kalian gal terpilih, jangan nangis ya"
"hah... kita lihat aja nanti oke"
dari sorot mana ke 2 nya menandakan tanda bahaya, untung saja denting lif yg menandakan lif akan terbuka menghentikan aksi mereka
.
.mereka kini sudah berada di dalam ruangan rapat ,mereka duduk di posisi nya masing masing , dari masing masing tim hanya 1 yg mewakili tim nya sebagai pembicara
tidak lama munculah klaiyen mereka , prisider dari GRUP ANGKASA PURA, bersama dengan ke 2 asisten nya
Alisa terbelalak saat iya melihat sosok yg iya kenal muncul yg luar biasa nya menjabat sebagai presider pula
__ADS_1
"Kris " gumam nya
ya dia adalah KRISTIANTO PUTRA anak dari pemilik perusahaan GROP ANGKASA PUTRA
Kris tersenyum melihat wanita yg iya kenal kemarin ternyata juga ada di ruangan itu
tidak lama kemudian BOBY muncul dengan sekertaris nya Helena, dan mulai duduk di kursi kebesaran mereka masing masing
"oke kita mulai saya ya silahkan"
Helena memulai miting nya dan mempersilahkan mereka memfrentasikan ide dari tim mereka masing masing
.
" " "
.
Alisa sedikit gugp namun iya berusaha menghilangkan ke gugupan nya
aku harus berusaha lebih keras demi bunda dan tim ku
Alisa berdiri dari duduk nya setelah dari tim sebelum nya telah selesai,
Iya sedikit membungkukan badan dan tersenyum semanis mungkin, dan mulai menjelaskan bagaimana rencana tim nya untuk kedepan nya,
20menit kemudian
prok..prok..prok... suara tepuk tangan terdengar membahana, Alisa cukup puas atas penjelasan yg iya paparkan barusan,
semoga saja berjalan baik, emoga di terima
"AL gak sia sia gw milih lo mantap lah"
Eva menepuk pundak Alisa beberapa kali memberikan penghargaan
Dan Alisa hanya tersenyum senang menggapi nya
.
setelah rapat yg panjang selama lebih dari 3jam selesai mereka keluar dari ruangan rapat dan bergegas kembali ke pekerjaan mereka masing masing,
.Kris menghampiri Alisa yg sedang membereskan dokumen yg ada di tas meja nya
"AL kamu kerja di sini? "
"iya PaK Kris, tidak di sangka ternyata kelayen kami anda" gadis itu tersenyum semanis madu yg membuat hati siapapun meleh.
"aku suka dengan ide mu, mudah mudahan setelah ini kita akan sering bertemu" kris berucap dan setelah itu meninggalkan Alisa sendiri, setelah sebelum nya iya tersenyum seribu wat,, siapa yg tidak akan meleleh mendapatkan senyuman setampan lee min ho.
Boby yg sengaja belum beranjak dari duduk nya, hanya memperhatikan apa yg Alisa dan Kris lakukan, aja rasa jengkel di hati nya yg tidak bisa di jelaskan.
huh.. dia bisa tersenyum semanis itu kepada orang lain,
__ADS_1
gumam Boby
"Halena cepat siapkan berkasku dan pergilah"
tanpa banyak bertanya Helena menganggukan kepala nya dan pergi meninggalkan Boby sendiri di ruangan itu
Alisa melangkah kan kaki nya menuju pintu kaca yg ada, dia baru saja akan menarik nya namun tiba tiba tertutup lagi karna di tekan oleh seseorang dari belakang
Gadis itu memutar tubuh nya, niat hati iya ingin marah karna mencoba menghalangi nya keluar, tapi belum sempat iya mengucapkan apapun
iya terkejut saat pria yg amat iya hindari berada tepat di hadapan nya dan mengunci gadis itu dalam kungkungan tangan nya
gadis itu berusaha bergeser namaun kedua tangan lelaki itu langsung menghalangi nya , dan menjepit gadis itu di antara kedua tangan nya di kiri dan kanan, Alisa tidak bisa mundur atau berbuat apapun karna memang saat ini posisi nya sudah terjepit bahkan punggungnya sudah menempel erat bersandar di pintu kaca
" Pak apa yg bapak lakukan" Alisa berusaha mendorong lelaki itu namun tenaga nya kalah jauh, iya bahkan tidak bergeming sedikitpun
Boby mengangkat dagu Alisa dengan dua jari nya, mau tidak mau mata mereka saling bertemu
sport jantung ni gw" batin alisa
entah kenapa setiap berhadapan dengan lelaki ini iya selalu merasakan denyut jantung nya semakin cepat, yg membuat nya susah bernafas dan berfikir cepat
"menurutmu apa yg ingin ku lakukan?" lelaki itu menyeringai senang melihat wanita yg ada di dalam kendali nya itu pucat pasi
"aku ingin berbicara padamu"
"saya rasa tidak perlu, saya tidak akan menuntut apapun pada anda, jadi saya mohon lepaskan saya"
"kenapa kau begitu keras kepala?"
Alisa baru saja membuka mulut nya untuk menjawab lelaki itu namun terhenti saat
iya merasakan sesuatu yg kenyal menyentuh bibir nya,
tanpa babibu.. Boby langsung mencium wanita itu, dengan gerakan lambat iya mulai melumat bibir nya, menyecap setiap rasa yg ada di sana,
Alisa berusaha mendorong nya yg justru membuat ciuman yg di berikan lelaki itu semakin ganas,
Boby menekan...
.
.bersambunga
AUTHOR: hayo..haho.. apa tuh yg di tekann๐ค๐ค๐ค
.
.Netizen: aku tau pasti sesuatu yg menculang๐๐
.Author: apaan dah, menjulang๐ฒ๐ฒ ah pasti kuburan yah๐ค๐ค
.Netizen: elah dangkal amat otak lo thor..๐ค๐๐
__ADS_1
Author: yadeh.. tpi jangan lupa beri aku komen dong, like, love , vote juga gitu biar cemunggut ni๐๐๐๐