BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB 36. PERNIKAHAN


__ADS_3

di sini Bobby di sibukan dengan setelan baju yang iya kenakan, iya terlihar sedikit kesulitan memakai tukendo yang banyak lilitan tali di bagian dada dan pinggang nya ala pangeran jepang


"kenapa harus memakai pakai serumit ini?" gerutu nya kesal, pada beberapa orang yang membantu nya memakai pakaiyan nya


"tuan ini model yang di pilih langsung oleh tuan Halim sendiri" jawab salah satu dari mereka takut takut


"selera kakek memang sangat buruk, ini lebih seperti pengantin di jaman kuno" iya mengangkat tangan nya sedikit lebih tinggi, agar para pelayan yang membantu nya memakaikan pakaiyan itu bisa leluasa dan segera membereskan pekerjaan mereka


.


" " "


.


di sisi lain Alisa sudah siap dengan pakaiyan nya, sleyer panjang yang menjuntai panjang namun. memang sedikit membuat nya kesulitan, bagai mana tidak bahkan panjang seleyernya saja hampir mencapai 3 meter dan butuh 3 orang sebagai pengiring yang harus membantu nya, namun usaha tidak menghianati hasil Alisa terlihat sangat cantik dengan gaun indah yang iya kenakan.


iya bahakan lebih mirip seperti pengantin dari negri dongeng hari ini


kakek Halim memang memilihkan setelan gaun dengan nuansa klasik namun tetap memberi sedikit unsur moderek, yah mungkin itu bisa mengingatkan nya akan kenangan masa muda nya dulu.


kini semua sudah berkumpul di depan panggung acara, terlihat Bobby sudah berdiri dengan gagah menunggu Alisa di atas panggung itu.


saat mata mereka saling bertemu Bobby tidakbisa menyembunyikan senyum indah di bibir nya, iya bahkan tersemyum lebar dan memperlihatkan deretan gigi nya yang rapih, saat Alisa menerima uluran tangan nya, dan berjalan menuju tempat acara di mana ikatan suci pernikahan mereka akan di langsungkan, dan di saksikan ratusan pasang mata baik itu tamu undangan atau kerabat mereka


.


.


semua ke bahagiaan ada di sana, apa lagi saat penghulu mengatakan kata SAH.. di sana


suara tepuk tangan membahana, menyambut ikatan yang telah resmi di antara mereka ber dua


dan setelah nya para tamu dan kerabat di perbolehkan menikmati acara dan berbagai hidangan yang ada di sana


beberapa artis yang datang untuk mengisi acara mulai melantunkan nyayian nyayian mereka dengan merdu, walau tidak banyak tamu yang di undang, namun kakek Halim mempersiapkan segala nya dengan baik dan detail, apa lagi WO yang mereka pakai adalah yang paling berkualitas di kota itu

__ADS_1


"Aris bunda mau ke sana sebentar yah ambil minuman" ucap wanita cantik dengan kebaya berwarna coklat dan sanggul simpel yang di hias dengan cantik di kepala nya, membuat penampilan sang bunda hari ini sangat terlihat cantik dan Anggun,


setelah putra nya yang sibuk dengan kamera di tangan nya itu menganggukan kepala dan mengatakan untuk segera kembali karna mereka ingin membuat poto keluarga, sang bunda beranjak dari duduk nya dan berjalan melewati kerumunan orang menuju salah satu stan minuman yang ada di salah satu sudut ruangan itu


terlihat beberapa dari mereka berdiri di sambil memegang gelas minuman di tangan nya masing masing sambil bercakap cakap ria


"Linda"


suara seseorang dari belakan nya membuat wanita itu tersentak, tubuh nya menegang dan hampir membuat minuman yang ada di tangan nya terjatuh, jika saja lelaki yang tadi memanggil nama nya segera menggenggam kelas itu


pandangan mereka bertemu, pria itu mengulas senyum di bibir nya, walau tidak lagi muda, namun karisma dan ketampanan pria itu tetap memancar sempurna


"Linda benarkan ini kamu" ulang pria itu


"mas Herman" ucap nya gugup, sangat terlihat jika kini wanita itu benar benar gugup,


setelah sekian tahun mereka tidak lagi saling bertemu atau menyapa, setelah terahir kali mereka bertemu di pemakaman suami nya dulu (ayah Alisa) dan kejadian yang membuat mereka berhenti berharap untuk di terima sebagai bagian dari keluarga besar lelaki itu dan membuat wanita itu memutuskan untuk menjauh dari keluarga suami nya, lalu menghidupi ke dua anak nya seorang diri, tanpa melibatkan pihak mana pun


"kamu kenapa di sini" tanya Herman heran


"Aku mengahadiri pernikahan Anak ku" ucap bunda Linda, iya ingin segera pergi dari tempat itu namun dengan cepat Herman menahan nya


"Anak perempuan ku Mas, maaf aku permisi"


"tunggu apa maksudmu Alisa?" tanya lelaki itu tidak percaya


"iya"


"maksudmu Alisa Putri, istri Bobby itu adalah putri mu anak mendiang Adikku?" tanya Herman dengan terkejut


iya, tapi kenapa kau di sini mas" tanya Linda, wanita itu tidak menyangka kenapa mereka harus bertemu di waktu yang seperti ini, jika sampai ada keributan maka itu akan membuat pesta ini berantakan


"aku rekan bisnis keluarga Halim dan....


"pah..

__ADS_1


Herman menghentikan ucapan nya, ketika suara seorang wanita mengalihkan perhatian mereka


"mama" Herman terkejut


"siapa" tanya wanita itu ketus


Lidan segera membalikan badan nya saat tau siapa wanita yang datang menghampiri mereka, iya ingin secepat nya pergi dari situ, iya tidak mau pernikahan anak nya berantakan, karna Linda tau dengan jelas bagai mana benci nya wanita itu ke pada diri nya


"tunggu.."


dan teriakan wanita itu berhasil membuat Linda menghentikan langkah nya yang baru satu langkah itu,


sangat terlihat jelas dari air muka nya, bahwa wanita itu kini tengah menegang, bagai mana tidak iya harus berhadapan kembali dengan orang orang di masa lalu nya saat ini, saat yang sangat tidak tepat


semoga dia tidak mengenali ku!....


"Linda"


ucap wanita itu terkejut, hampir setengah berteriak


ya tuhan.. apa yang harus aku lakukan?


"mba Widia" ucap Linda lirih


"apa yang kau lakukan di sini" sentak wanita yang di ketahui bernama Widia yaitu istri dari Herman sekaligus Kaka Ipar mendiang Suami nya


"jangan bilang kau juga tamu di sini, huh.. tapi tidak mungkin karna kau tidak pantas untuk itu, hanya tamu terhormat seperti kami yang di undang secara resmi ke acara ini, bahkan begitu banyak kolega yang tidak di undang karna setatus mereka yang belum cukup pantas, jadi mana mungkin kau menjadi salah satu dari kami" sarkas Widia dengan senyum meremehkan yang nyata


Winda kembali melihat Linda dari ujung kaki hingga ujung kepala, iya mengerutkan kening nya tidak suka melihat penampilan Linda hari ini yang terlihat berbeda


"apa kau menjadi salah satu simpanan Bos Bos sekarang" tawa sarkas penuh penghinaan terpancar jelas di wajah wanita itu


namun Linda tidak menanggapi nya, iya hanya diam menerima semua penghinaan yang di layangkan oada nya, bagi nya saat ini lebih baik diam, agar keributan tidak terjadi


"kenapa diam? ciih.. ternyata kau masih saja seperti benalu, dulu kau menggait adik kami, dan sekarang siapa mangsa baru mu?

__ADS_1


mendengar itu Linda tidak lagi bisa menyembunyikan ekspresi tidak suka dan kemarahan di wajah nya, namun dengan bijak iya tetap memilih diam, berusaha untuk tidak terpancing emosi dan membuat keributan. karna suara Winda yang cukup keras membuat bebrapa orang yang ada di dekat mereka,sudah saling berbisik dan memperhatikan mereka bertiga


.bersambung.....


__ADS_2