BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB 31.


__ADS_3

William mengernyit tidak suka melihat tingkah sahabat nya, iya mengenal pria itu dengan baik, pasal nya mereka sudah berteman sejak mereka masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, dan selama yang iya tau lelaki itu tidak begitu menyukai wanita yang terlalu agresif.. apalagi sampai memegang bagian sensitif nya di tempat umum,


walaupun lelaki itu sering bermain dengan beberapa wanita yang sudah pasti wanita wanita itu bukan lah wanita sembarangan mereka selalu dari kalangan elit, tapi di depan halayak umum iya akan menjaga wibawa dan itegritas nya, lalu apa yang terjadi hari ini


"aw.. kenapa kau menggit ku" Enggel mengusap bibir nya yang sedikit berdarah karna Boby menggigit nya di ahir ciuman panas mereka,


"maaf sayang aku tidak sengaja" ucap lelaki itu menyeringai puas, "apa kau mau lagi?" menarik pinggang wanita itu hingga tubuh wanita itu semakin menempel ke arah nya


"seperti nya ini rencana ku benar benar di permudah malam ini, hah kesempatan bagus"Enggel


"tentu saja tapi, bukan kah lebih baik jika kita mencari tempat yang nyaman" bisik wanita itu mendayu menggoda tepat di telinga Boby dan iya menghembuskan nafas hangat di ahir kalimat nya untuk menggoda lelaki itu,


"baik lah" ucap nya enteng, lelaki itu bangkit dari duduk nya, iya mengibaskan jas yang di pakai dan sedikit merapihkan nya


William mencekal tangan Boby ketika lelaki itu hendak melangkah kan kaki "apa yang kau lakukan? apa kau lupa dengan pembicaraan kita tadi?" tanya lelaki itu, terlihat nada tidak suka di dalam kalimat nya


"tenanglah aku hanya ingin bermain main," ucap nya ringan, iya mengedipkan sebelah mata nya kepada sahabat nya itu, lalu kemudian berlalu pergi bersama wanita cantik yang mengekori nya, sambil bergelayut manja seperti wabah penyakit di mata William


"huh bukan kah iya tau wanita itu adalah wanita yang licik, kenapa masih bermain main dengan nya, ada apa dengan Boby, sungguh menyebalkan" gumam nya saat tubuh Boby sudah tak terlihat lagi di telan jarak


.


.


di sebuah hotel mewah, dengan kamar sekalas VIV 1, Boby menyeringai melihat wanita cantik yang ada di hadapan nya, sudah tak lagi memakai pakaiyan lengkap,


.


"Boby ayolah aku tidak tahan" ucap Enggel tidak sabar pasal nya wanita itu kini sudah benar benar di ujung nafsu nya


"kenapa harus terburu buru, aku masih ingin bermain main dengan mu" Boby kembali menghadiahkan ciuman panas nya kepada wanita itu


"aku sudah tidak tahan, aku merasa tubuh ku panasan sekali" wanita itu kini sudah menggeliat geliat kan tubuh nya, sangat terlihat jika wanita itu benar benar ada di puncak hasrat nya

__ADS_1


Boby bangkit dari ranjang itu, iya berdiri menatap wanita yang sedang tidak berdaya di penuhi hasrat di dalam tubuh nya, iya terkekeh melihat bagaimana reaksi wanita itu saat ini,


bagai mana tidak saat mereka baru sampai ke hotel itu Boby sudah memesan minuman yang di campur obat perangsang di dalam nya dan memberikan kepada wanita itu,


lalu dengan senang hati wanita cantik dan menggoda itu meminum nya dan tidak berpikir bahwa lelaki itu sudah menambahkan sesuatu di dalam nya


maaf sayang kau akan sedikit tersiksa malam ini, se ulas senyuman muncul di bibir lelaki itu ini pelajaran untuk mu, kenapa begitu mudah mengobral tubuhmu kepada semua lelaki? cih. aku tidak lagi tertarik pada mu,"gumam Boby dalam hati


"Boby kenapa berhenti" Enggel berusaha bangkit dari ranjang nya, terkejut saat lelaki yang bersama nya sudah memakai kembali pakaiyan nya dengan lengkap


"maafkan aku Enggel seperti nya aku ada urusan yang sangat penting jadi aku harus pergi" ucap lelaki itu dingin, seraya tangan nya sibuk memakai dan mengancingkan kembali baju yang tadi iya lepaskan


"tapi, tapi kita belum memulai nya, aku sangat mengiginkan mu, ayolah Boby sebentar saja" ucap wanita itu manja, dengan di bumbui nada merajuk yang menggoda,


Enggel memeluk tubuh tegap Boby dari belakang saat lelaki itu hendak keluar membuka pintu kamar mereka


"ayo lah aku mohon sebentar saja, aku sungguh tersiksa, aku tidak tahan lagi, ayo lah" Enggel semakin mempererat dekapan nya dan menciumi punggung lelaki itu dari balik baju nya, dan saat tangan lelaki itu berusaha melepaskan tangan nya, iya segera menbalikan tubuh Boby agar menghadap nya, lalu menggesekan tubuh nya ke tubuh lelaki itu


"aku harus pergi," ucap nya dingin, sebenar nya Boby sangat ingin tertawa melihat tingkah wanita itu, tapi iya menahan nya


Boby menepis kasar tangan wanita itu, "tetap lah disini aku akan kembali menemui mu, setelah urusan ku selesai" ucap nya lantang


iya membuka pintu kamar itu, dan pergi begitu saja senyum nya mengembang puas meninggalkan wanita malang yang saat ini pasti sedang sangat tersiksa di dalam sana


apa yang akan di lakukan wanita itu untuk memenuhi hasrat nya? hah jangan di pikirkan karna pasti sangat menggelikan


.


" " "


.


di kantor besar itu, kariawan heboh dengan pernikahan big bos mereka yang sangat mendadak,

__ADS_1


bahkan ada desas desus yang beredar bahwa wanita beruntung yang akan di nikasi big bos mereka adalah salah satu pegawai di kantor mereka, namun jati diri nya tidak ada yang tau dengan pasti, apa lagi mereka mendengar bahwa pernikhan sang bos besar di adakan dengan sangat tertutup, hanya ada beberpa pejabat penting perusahaan saja yang akan menghadiri pernikahan big bos nya


"ih beruntung banget ya, siapa sih wanita yang beruntung itu" serombongan para penggosip berkumpul di kantin kantor


"paling juga bak Helen, dia kan sekertaris pak Boby, setiap hari mereka bertemu, mungkin jadi muncul benih benih cinta gitu" ucap salah satu dari mereka bicara dwngan nada heboh


"oh iya pasti lah, mungkin juga ni bak Helen pernah tidur sama pak bos, maka nya nikah mendadak gini, apa lagi diam diam dari media" sunggut Nadia, yang di kenal sebagai salah satu biang ter rumpi di grup itu


"ih bener banget tuh, aduh aku nge bayangin gimana ya body cool nya pak Boby, pasti wow banget" histeris


"tapi bak Helen masa bisa gitu sih, pake cara kotor gitu aduh gak banget deh" ucap salah seorang dari mereka lagi


Eva yang baru saja datang bersama Ari dan Angkasa mengernyit geram mendengarkan celotehan mereka, pasal nya biang biang gosip seperti mereka ini selali membuat berita yang mengada ada, dan terkesan melebih lebih kan


"kenapa pada sibuk urusan orang dah, urus aja sih urusan sendiri" sungut Eva menyela pembicaraan mereka


"kenapa emang nya, gak suka gak usah di dengerin" ketus Nadia


"belum tentu yang di nikahin itu bak Helen" jawab nya dari bangku terpisah namun tidak jauh dari mereka


"terus lo pikir siapa lagi orang nya? apa menurut lo ada kandidat lain selain bak Helen?" pertanyaan salah satu dari mereka


"yang jelas bukan bak Helen, jadi berhenti menggisip yang tidak tidak, apa lagi kalian menambah nambahkan nya, apa kalian siap di pecat kalu sampai pak Boby mendengar nya" ucap Eva santai


"nanti deh memang nya lo tau siapa wanita yang bakal menikah sama pak Boby?" Nadia menyipitkan mata nya mulai curiga


mampus jangan sampe gw bilang kalau Alisa yang bakal jadi istri pak Boby, bisa panjang ni urusan nya" Eva


"mana gw tau" jawab nya kemudian, lalu menyuapkan sendok makanan yang ada di hadapan nya


"bak Eva Alisa juga denger denger mau nikah ya? jangan jangan...."Ari menggantung perkataan nya, saat Eva terbatuk batuk tersedak makanan nya saat iya bicara, dan langsung membantu wanita itu mengambilkan minuman nya.


"wah gw jadi curiga ni jangan jangan....." Ari

__ADS_1


.


.Bersambung........


__ADS_2