BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB 43.


__ADS_3

"Mas ini di jalan" teriak Alisa saat tau halgila apa yang akan di lakukan lelaki yang kini sudah sah menjadi suami nya itu


"ini pelajaran untuk mu" ucap lelaki itu dingin


mata nya memicing tajam, seolah mengatakan jangan melakukan nya lagi


"kenapa" ucap Alisa menantang, iya mendongakan kepala nya, seolah ingin membantah apapun yang di katakan lelaki itu


"karna sekarang kau sudah menjadi istriku, barang milik ku" jawab lelaki itu tegas


"kalau aku istrimu, berarti bukan kah kau suami ku?"


"kau tau jawaban nya" ucap Bobby mengalihkan pandangan nya


"tentu saja tau, kau marah saat ada orang lain memperhatikan ku, tapi apa aku harus diam saja saat ada Cicak yang selalu menempeli mu" tanya Alisa ketus


Bobby mengerutkan dahi nya dalam, binggung dengan apa yang di katakan wanita itu, cicak?? "apa maksud mu"


"tentu saja kau tak tau, secara Buaya mana yang bisa menahan nya, apa lagi Cicak itu sangat menggoda" jawab Alisa asal sambil mengalihkan pandangan nya keluar jendela


"apa jadi kau menyamaiku dengan Buaya?" teriak Bobby kesal,pasal nya tidak pernah ada orang yang mengatai nya seperti itu terlebih lagi wanita, mereka mana berani


"bukankah kalian mirip"


dan perdebatan terjadi, namun ahir nya Tetap Alisa lah yang harus mengalah, setidak nya untuk ke baikan


.


.


.


"Eh,, pak Kris Alisa kemana? Eva menyapu pandangan nya mencari sosok wanita yang tadi datang bersama nya, namun tetap saja tidak terlihat.


"dia sudah kembali kekantor bersama Pak Bobby" jawab lelaki itu santai.


"pak Bobby?" Eva sampai setengah berteriak sangking terkejut nya


"up maaf, tapi kenapa dia di sini"lanjut gadis itu


"dia bilang tadi sedang makan siang, dan karna kita sudah selesai maka iya membawa Alisa bersama nya," Kris berucap sambil tangan nya terus merapihkan dokumen yang ada di meja dan tas nya


"apa mereka meninggalkan ku" gumam Eva pelan tapi masih bisa di dengar oleh Kris


Kris mendongakan kepala nya menatap wanita yang berdiri di samping nya dengan raut wajah yang di tekuk,


"entah,, mungkin iya, seperti nya mereka terburu buru tadi"


wajah Eva tiba tiba pias, dia baru ingat bukan kah lelaki ini dulu sangat dekat dengan Alisa, apa mungkin Bobby mengetahui kedekatan mereka dulu, lalu dia marah saat melihat mereka berdua saja, walau Eva meninggalkan nya hanya sebentar tetap saja saat kejadian mereka hanya berdua,,


apa pak Bobby marah? kenapa aku tadi pake acara sakit perut sih, kan jadi tambah lama di toilet nya,, apa pak Bobby akan mengira mereka hanya berdua saja ya di sini..

__ADS_1


"mari aku antar"


Eva tersentak dari fikiran nya, iya segera mengulas senyum manis saat lelaki tampan di hadapan nya itu kembali mengatakan akan mengantar nya, dan dengan cepat gadis itu menganggukan kepala.


.


.


.


.


setelah kejadian itu Bobby jadi sering menemui Alisa di jam jam makan siang, hanya untuk sekedar makan siang bersama, atau makan malam bersama


mereka memang tinggal di apartemen mewah milik Bobby, lelaki itu memilih apartemen karna tidak ingin kehidupan pribadi nya akan. di recoki oleh sang kakek, jika mereka tinggal di rumah kediaman Halim,


Alisa setiap hari nya akan bangun sangat pagi untuk menyiapkan pakaiyan dan sarapan untuk suami nya, sebelum berangkat ke kantor


setelah rapih dan sarapan , mereka akan pergi bersama ke kantor seperti biasa,


namun seperti biasa Alisa akan memilih untuk berhenti di depan Halte Bus, didekat kantor dan memilih berjalan kaki masuk ke dalam kantor sendiri,


"kenapa berhenti disini, apa kau benar benar tidak ingin ada orang yang tau jika aku suami mu?" tanya Bobby tidak suka,


pasal nya wanita itu pasti selalu minta di turunkan di tempat yang sama setiap hari


"Mas," ucap Alisa lembut " dari awalkan kita sepakat untuk ini, bukan nya dulu Mas sendiri yang minta?"


"tapi aku sekarang berubah fikiran"


"ya,, terserah" jawab Bobby malas


Alisa tersennyim kecil menanggapi nya, iya mencondongkan wajah nya, dan mencium pipi suami nya singkat, sebelum ahir nya beranjak


namun sebuah cekalan di tangan membuat tangan nya yang akan membuak pintu terurungkan.


iya menoleh lagi ke arah suami nya, dan mengeryitkan dahi saat senyum miringg lelaki itu membuat nya gelagapan.


"kenapa" tanya nya was was


"morning kiis" ucap Bobby mengedipkan satu mata nya menggoda


"Mas di sini banyak orang"


"gak akan kelihatan, kaca mobil nya kan hitam" jawab pria itu tak mau kalah


Alisa menghembuskan nafas nya panjang, dari pada ribut, maka lebih baik turuti saja,


begitu kira kira fikir nya Alisa


dan tidak lama Bibir mereka sudah saling beradu, entah kenapa tapi makin hari Bobby merasa semakin candu dengan Bibir itu,

__ADS_1


mungkin karna wanita itu sudah menjadi milik nya, barang yang menjadi milik nya sudah sepantas nya di gunakan.


hari yang sibuk, Alisa sedikit mempercepat langkah nya saat iya keluar dari ruangam William terkait ahir proyek yang tim nya kerjakan, karna sebentar lagi akan finis maka semua data harus di akumulasi


dan William sebagai penanggung jawab nya


Alisa menoleh ke arah pintu besar yang tertutup rapat itu ruangan Bobby, tidak ada pergerakan di sana, mungkin lelaki itu juga sama sibuk nya


ya karna memang ruangaan William dan Bobby ada di lantai atas yang sama, dan ada beberaoa ruangan direksi yang lain di sana


ting......


Pintu Lif terbuka, dan keluar sosok wanita cantik dengan pakaiyan seksi nya, Alisa bisa melihat wanita itu dari jauh, terlihat wajah Alisa sudah menekuk tidak suka pasal nya wanita itu pasti akan berusaha menggoda suami nya lagi.


namun dengan cepat Alisa mengireksi ekspresi wajah nya iya tersenyum manis dan sedikit menundukan kepala nya menyapa wanita yang berjalan dengan angkuh melewati nya begitu saja, seolah iya tidak melihat keberadaan Alisa


ck,, sombong sekali dia, mau apa lagi dia kesini,, pasti ingin menemui Bobby lagi


Alisa menggelengkan kepala nya, mencoba untuk tidak perduli, bagaimana pun hari ini begitu banyak pekerjaan akan lebih baik jika dia bisa menyelesaikan nya dengan cepat


"hay Bobby" suara lembut dari sosok wanita yang muncul dari balik pintu tanpa ketukan, dan tanpa permisi, membuat yang ada di ruangan itu mendongakan kepala nya


"mau apa aku sedang sangat sibuk"


ucap Bobby acuh


"Bobby ayo lah, kau bos nya sedikit bersantai, apa salah nya"


"justru karna aku Bos nya, semua tanggung jawab ada di pundak ku" jawab lelaki itu mulai tidak sabar.


"ck,, kau ini,, aku ingin bertanya hal penting pada mu" mulai bicara serius, Enggel meduduki kursi yang ada di sebrang meja kerja lelaki itu


"Hm,, katakan" tanpa mengalihkan oandangan nya dari layar komputer yang ada di depan nya


"Papa Bilang kau sudah menikaho seorang gadis aoa itu benar?" tanya wanita itu serius


"Hm,, benar"


"kau jangan bercanda Bobby" mulai menaikan pita suara nya


Bobby mendongakan kepala nya menatap gadis yang ada di hadapan nya itu


"siapa yang bercanda, papa mu bahkan menjadi salah satu tamu undangan VIV kami, saat pernikahan" ucap lelaki itu santai


Enggel menggeram tidak suka, dia Baru tau jika Bobbybsudah menikah dari sang papa semalam, saat iya pulang menemui orang tua nya, ya Enggel mang lebih suka tinggal sendiri di apartemen nya, agar dia bisa melakukan apapun yang iya mau, tanpa di ganggu ocehan kedua orang tua nya


"kenapa?, bukan kah waktu itu kau akan menikahi ku?"


.


.

__ADS_1


Bersambung....


"


__ADS_2