
mendengar pernyataan Kris lelaki itu sudah mendidih, mungkin juga jika ini ada di filem anime, kita sudah bisa melihat ada asap yg keluar dari ubun ubun nya
tidak bisa menahan diri iya beranjak dari duduk nya untuk menghampiri mereka brdua, namun gerakan nya tercekat saat mendengar jawaban gadis itu,
.
di dalam kantor iya memutar mutar pulpen yg ada di tangan nya, iya memikirkan apa yg di ucapkan gadis itu di restoran tadi
"aku menyukaimu, tapi sebagai sahabat," diam sesat Alisa merasa sulit untuk mengungkapkan hal yg menjadi kegusaran di hati nya
"beri aku alasan, beri aku satu alasan agar aku bisa melepaskan mu, beri aku satu alasan agar aku tidak memaksakan hatiku, ataupun berahir dengan membenci mu " Kris menggenggam tangan gadis yg kini justru semakin menundukan wajah nya dalam
Alisa memantapkan hati nya, iya bukan tidak tau, atau tidak mengerti dengan semua perhatian yg di berikan lelaki yg selalu mengisi hari nya ahir ahir ini,
tapi mungkin lebih tepat nya iya pura pura tidak tau!
Alisa mendongakkan kepala nya, menatap lelaki yg kini balas menatap nya menunggu jawaban
"jika, jika saja aku masih merasa pantas untuk mu, jika saja aku bisa melupakan malam itu, aku, aku akan dengan senang hati menerima mu! tapi, tapi itu tidak lagi mungkin"
"apa maksudmu?" Kris semakin tidak mengerti arah pembicaraan wanita yg iya kasihi ini
"aku tidak pantas untuk mu, walaupun kau bisa menerima kekurangan ku, tapi, kau pasti tidak bisa menerima jika pasangan mu menyukai lelaki lain bukan? ini mungkin gila tapi, itu adalah ke nyataan, aku sudah berusaha menghapus nya dari hati ku, tapi hatiku menolak nya"
.
.
prank.....
suara benda jatuh memenuhi ruangan kerja nya, iya meneis semua benda yg ada di atas meja nya membuat nya bertaburan ke mana mana,
"apakah ini salah ku? apa dia sulit melanjutkan hidup nya karna aku" Boby mengerang prustas
"pak ada apa?" Helen terperanga melihan ruangan bos nya bak kapal pecah "maaf pak saya masuk begitu saja karna dari luar saya mendengar ada keributan"
"tidak apa tolong bereskan" Boby kini menjatuhkan tubuh nya, menyandarkan kepala nya dan menatap langit langit ruangan itu, iya menghembuskan nafas nya berat, meredakan emosional yg tadi memuncak
"Helen! apa menurutmu keperawanan itu penting bagi wanita? Boby melemparkan pertanyaan tanpa menoleh
__ADS_1
Helen yg tadi nya sibuk membereskan kekacawan yg di sebabkan bos nya itu menghentikan gerakan nya sesaat, iya menolehkan pandangan nya ke arah Boby yg terlihat duam di posisi nya,
Apa aku salah dengar? pertanyaan apa itu? tumbensekali pak Boby bertanya hal seperti itu? fikir Helen
"itu tergantung pak!," Helen menjawab sambil terus melanjutkan pekerjaan nya
Boby menegakkan kepala nya mendengar jawaban sekertaris nya itu "tergantung? apa maksud mu?"
Helen meletakan berkas yg berserakan tadi, dan membereskan nya di atas meja sofa,
"itu tergantung wanita seperti apa dia, ada wanita yg berfikir bahwa ke perawanan itu adalah hal yg sepele, maka nya dia bisa berhubungan dengan siapapun yg iya mau, tanpa harus menikah terlebih dahulu!, tapi ada juga tipe wanita yg akan selalu menjaga kesucian nya hanya untuk suami nya, dia tidak akan memberikan nya untuk sembarang orang, apa lagi melakukan hubungan sebelum pernikahan, dan wanita seperti itu saat ini sudah sangat langka,! beres... saya letakkan di atas meja ya pak, permisi"
setelah membereskan pekerjaan nya Helen kembali ke ruangan nya
Boby kembali menyandarkan kepala nya, pandangan nya jauh melayang, tapi entah mengapa penjelasan Helen barusan membiat nya senang " Wanita yg langka" gumamnya sambil mengulas senyuman yg entah untuk siapa
.
.
saat nya jam pulang, orang orang yg sedang sibuk berkutat dengan pekerjaan nya satu persatu meninggalkan pekerjaan nya dan pulang ke rumah masing masing, mengistirahatkan diri dari rutinitas yg padat setiap hari nya,
"Alisa lo gak mau pulang" Angkasa menegur nya, saat gadis itu tidak juga beranjak dari duduk nya,
"bak Eva mana?"
"kata nya tadi dia siang ada urusan di luar, jadi mungkin dia gak balik kekantor lagi, mungkin langsung balik duluan" masih pokus mengetik sesuatu
"lo yakin gak papa? makin sore, makin sepi loh masih lama gak? gw tunggu deh"
"gak papa kok sebentar lagi beres, nanggung, duluan aja" Alisa mendongak lelaki yg berdiri di belakang nya itu dan mengulas senyum meyakinkan
"huhhh oke deh gw duluan ya" Angkasa menepuk bahu gadis itu pelan, dan meninggalkan nya
20 menit berlalu
"beres" ucap nya riang, lalu segera membereskan barang barang nya an bergegas meninggalkan kantor nya,
.
__ADS_1
di halte bus, seperti biasa iya menunggu angkutan umum yg bisa mengantar nya pulang, namun karna hari semakin gelap suasana nampak semakin lengang,
iya melihat jam nya beberapa kali "mungkin hari ini bus sudah lewat, lebih baik mencari taxsi" gumam nya
"hay cantik" dua orang pria tidak di kenal memghampiri nya, pria dengan penampilan urakan, dengan celana robek di bagian lutut, dan tato yg terlihat menyeramkan di banyak bagian tubuh nya, membuat filing waspada di dalam diri Alisa bereaksi
Alisa langsung mendekap tas kecil yg iya bawa ke dada nya iya memeluk tas itu, menjadikan nya tameng yg lemah, penghalang dari pandangan pria berandalan yg menatap nya dengan niat yg biruk
"siapa kalian" setengah berteriak, Alisa memundurkan langkah nya menjaga jarak aman
"ayo lah tidak perlu tau siapa kami nona, bukankah terpenting kami bersedia mememani mu?" 2 lelaki itu tersenyum puas,
Alisa semakin ketakutan, iya memberontak sekuat tenaga saat salah satu dari lelaki itu memegang tangan tangan nya, dan satu orang lain nya memegang sebelah tangan yg satu nya, "lepaskan aku, apa yg kalian mau? silahkan ambil tasku, tapi tolong lepaskan aku," ronta nya
dua orang pria berandal itu tertawa meremehkan, membuat gadis itu semakin meronta, "ha.haha... aku bukan hanya ingin barang mu, aku juga ingin ke hangatan dari mu, bagimana nona"
Alisa mengunakan sekuat tenaga melawan, iya menginjak kaki lelaki itu dan menggigit tangan nya,
dengan cepat iya lari sekuat tenaga, setelah berhasil melepaskan diri dari genggapan pria berandal itu, namun kekuatan nya kalah jika di bandimg dua pria itu, dan ahir nya iya ter tangkap
mereka menghempaskan tubuh Alisa ke bawah pohon yg membuat Alisa meringis mengaduh, merasakan sakit di punggung nya yg terbentur pohon, iya segera bangkit dan berlari, namun terjatuh saat dua pria itu mencekal nya dan kembali menghempaskan tubuh nya ke tanah, "aduh" Alisa mengaduh saat kali ke 2 iya merasakan benturan di tibuh nya dan kali ini iya merasakan kaki nya yg terkilir
dua orang berandal itu tertawa terbahak, mereka mulai menarik pakaiyan yg di gunakan gadis itu hingga robek, mereka tak lagi menghiraukan tangisan gadis itu yg memohon mohon untuk di lepaskan. ...
."tolong aku siapapun tolong aku, aku mohon"
bersambung..........
.
.
.
AUTHOR: APA YG AKAN TERJADI GAISπ±π±π±π±π±π±π±π±π±π± AKAN KAH ALISA MENDAPAT PELECEHAN LAGI KALI INI??
.
NETIZEN.: *AKU GAK TEGA.....πππ
__ADS_1
.
AUTHOR*: AKU JUGA..πππ