
"Tidakkkk,, aku mohon jangan mendekat" teriak Alisa mulai frustasi iya menendang mencakar, memberontak sekuat yang iya bisa,
tapi seperti nya tenaga gadis itu tidak cukup kuat untuk melawan tubuh kekar dua lelaki dengan wajah menjikkan yang terus mencengkaram nya,
dan dua wanita yang menjijikkan itu justru terlihat tertawa bahagia atas apa yang mereka saksikan,
aku harus mengabadikan momen ini, ucap Anggel, lalu iya menyerahkan hanpon nya ke tangan Nadia dan menyuruh wanita itu merekam apa yang ada di hadapan mereka
Nadia melihat tangan Anggel yang menyodorkan hanpon nya dengan mode Vidio, itu dan melirik wanita itu dengan ragu
"apa kau yakin, apa apa ini tidak keterlaluan" tanya nya ragu
enggel menatap Nadia dengan garang, terlihat raut tidak suka saat Nadia mulai ragu dengan apa yang mereka lakukan
"apa kau tau siapa aku, jika kau ingin mengingkari ini, maka kau , akan menerima akibat nya" ancap nya dengan mata berkilat menakutkan
dia benar benar gila gerutu Nadia
dengan ragu Nadia mengambil hanpon yang di tangan Anggel dan mulai memulai rekaman itu
alisa , memberontak sekuat tenaga, an ahir nya tendangan nya mengenai area inti dari salah satu lalaki itu, membuat lelaki itu tersungkiy dengan memegangi ************ nya
Alisa mengambil kesempatan itu untuk berlari dan tidak ada jalan di sana, semua mengrlilingi nya dan hanya ada satu jalan yaitu balkon
Alisa berlari kearah balkon, iya melongokan kepala nya yang ternyata tempat itu begitu tinggi
"hah kau tak akan bisa lari, tempat itu begitu tinggi karna ada di lantai 3 bangunan ini, jika kau melompat maka kau pasti akan mati" seru Anggel
"aku lebih baik mati" seru Alisa , air mata nya menetes tidak bisa di tahan lagi,
iya benar, bukan kah lebih baik iya mati, dari pada harus menyerah dan merelakan tubuh nya di lecehkan oleh dua pria berengsek itu,
jangan mengambil resiko, aku hanya akan mengambil rekaman mu saja, maka dengan begitu Bobby akan jijik melihat mu
"tidak akan, lebih baik aku dan anak ku yiada dari pada aku harus merelakan tubuh ku" seru Alisa dengan prustasi
"cepat tangkap dia" perintah Anggel,
dan kedua lelaki itu mendekat, Alisa semakin memundurkan langkah nya hingga membentur besi pembatas yang hanya setinggi
Alisa memberontak sekuat tenaga, saat dua lelaki itu mulai mendekat den menggapai tangan nya, hendak menarik nya kembali masuk kedalam,
iya meronta dan berteriak sekuat tenaga dan suara panggilan dari bawah membuat iya mulai memiliki harapan
"Alisa,,, " teriak Bobby dari bawah, iya mendongak ke atas di mana wanita nya sedang terdesak dan berada tepat di ujung balkon posisi nya yang seperti itu membuat Bobby semakin panik, karna sedikit saja iya ceroboh maka sudah pasti tubuh wanita iyu akan langsung terjatuh menghantam tanah
__ADS_1
"Massss" teriak Alisa
dan hal yang di takutkan terjadi, dua orang lelaki itu terus menarik nya dan Alisa terus meronta membuat tubuh nya tidak se imbamg dan. ...
BRUK,,,,
ALISA merasakan tubuh nya meluncur kebawah karna daya tarik gravitasi bumi, dan setelah itu benturan keras iya rasakan yang langsung membuat seluruh tubuh nya seperti luluh lantah,
Bobby tercengang ,, seolah tubuh nya kaku dan lunglai iya tidak bisa bergerak ataupun berkata kata, air mata nya mengalir dengan deras saat melihat tubuh wanita nya tergeletak dengan lunglai di tanah tidak jauh dari tempat iya berrdiri.
"Alisa" cicit nya dengan bibir bergetar hebat karna syok yang sangat amat melanda jiwa nya,
iya melangkahkan kaki nya Dan meraup tubuh Alisa yang tergeletak di tanah dengan darah , membawa tubuh wanita itu dalam dekapan nya yang erat, Air mata nya mengalir deras tanpa bisa di tahan, atau di halau
Bobby mengkup wajah cantik Alisa yang begitu pucat, dan melihat ke bagian Bawah rok yang di pakai Alisa sudah berlinang darah menandakan terjadi sesuatu pada Anak mereka yang di kandung Alisa
"sayang," lirih nya pelan. "sayang bangun, bangun" suara nya bergetar, menandakan emosional yang memuncak di dalam hati nya, sakit dan perih semua rasa yang tidak bisa di jelaska ,
Alisa membuka mata nya, dan langsung melihat wajah tampan suami nya yang berlinang air mata
"Mas" lirih nya, wanita itu berjuang sekuat tenaga, untuk tersenyum, dan mengelus lembut sisi wajah Bobby dengan tangan yang lemah dan bergetar
"Maaf,, Aku tidak bisa menjaga anak kita" ucap nya lirih sangat lirih hingga seperti sebuah bisikan kecil
Bobby menggelengkan kepala nya cepat, dengan Air mata yaang kian lama kian deras
Alisa kembali tersenyum lembut, mengusap air mata Bobby yang semakin deras, hingga menetes mengenai wajah nya
"aku. berharap tuhan benar bisa memberikan kesempatan itu sekali lagi Mas, " tersendat, se akan Alisa sudah kehabisan tenaga untuk berkata namun wanita itu mencoba membuka suara nya yang kian lirih
"aki lelah, jika, jika aku tidak bisa bertahan tolong lindungi keluarga ku Mas" kali ini Alisa benar benar menutup mata nya, kegelapan dan keheningan seolah memeluk nya nya erat, hingga tidak ada suara apapun dan seolah tubih nya melayang terbang menuju nirwana
Bobbu berteriak teriak histeris sambil mengguncang tubuh istri nya, sedangakan pengawal dan polisi yang telah bergerak menangkap Anggel , Nadia. dan dua orang lelaki suruhan mereka telah di amankan oleh kepolisian, hanya bisa menatap nanar punggung Bobby yangbterguncang dengan hebat,,
Bobby hanya bisa menangis dengan pilu, tubuh nya terguncang hebat, seolah hati nya di remas oleh raksaa yang tak kasat mata, semua kenangan manis, dan janji nya kepada sang bunda telah hancur
bahkan sampai di detik terahir iya telah gagal melindungi Alisa , perasaan bersalah dan lain nya tercampur menjadi satu hingga membuat dada nya sakit, sangat sakit, hingga ahir nya merenggut ke sadaran nya, iya tersungkur sambil terus memeluk tubuh istri nya yanh sudah mendingin
.
.
.
Bobby mengerjapkan mata nya, nuansa putih dah infus yang terpasang di tangan nya membuat nya sadar sedang di mana iya saat ini
__ADS_1
dan kembali kenangan butuk itu berkelebatan di kepala nya
"Alisa" teriak nya keras hingga membuat para dokter berlarian menghampiri nya
Bobby meronta meronta ingin mencari istri nya, namun begitu banyak dokter yang menahan nya membiat nya kesulitan
"tenang tuan tenang" suara para dokter otu menenangkan
"di mana istri ku" setelah Bobby mulai tenang
"keluarga nyonya Alisa sudah membawa nya pulang untuk di makamkan..
"TIDAKKKKKKK
SEKALI LAGI Bobby kehilangan kesadaran nya saat salah satu dokter menyuntik nya dengan bius
iya pasti berharap bahwa semua ini hanya mimpi,
tapi sayang nya tuhan tidak se baik itu, dan takdir indah tidak menaungi mereka, semua rencana cinta dan kasih sayang berikut kesetiaan benar benar di bawa Alisa Hingga ke tempat terdalam di dunia,
ciinta memang indah,
namun takdir tuhan lah yang menentukan
kau tau tidak semua cerita tentang cinta akan berahir indah
karna kenyataan nya terkadang takdirang tidak se baik hati itu
.
.
."TAMAT"
.
.
.
.PRAKATA DARI AUTHOR
terimakasih atas semua perhatian nya, terimakasih atas dukungan dari kalian semua, maaf jika di ahir endinh tidak bahagia, karna memang itu kenyataan nya, hidup tidak selalu menjamin ke bahagiaan,
SEKALI LAGI AUTHOR UCAPKAN TERIMAKASIH BANYAK
__ADS_1
.....WE LOVE YOU.....