BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB 40. POTRET MASA KECIL


__ADS_3

"tuan..."


suara teriakan salah satu pelayan yang ber ulang nulang, jelas membuat penghuni di dalam kamar yang tengah asik itu menjadi geram


"ada apa" jawab Bobby ketus, saat iya membuka pintu kamar nya dan melihat salah satu pelayan sudah berdiri di sana dengan canggung.


"Tuan besar Halim meminda anda dan nyonya untuk segera bergabung di ruang makan" ucap pelayan itu hati hati, di tambah tatapan garang dari Bobby membuat nyali pelayan itu menciut


"baiklah" langsung masuk dan menutup pintu


mengganggu saja...


"ada apa?" tanya Alisa, kini iya sudah terlihat rapih dengan pakaiyan kasual


"Kakek memanggil" jawab nya malas


"kalau begitu cepat ganti baju, dong Mas"


wanita itu sudah menodongkan sisir yang ada di tangan nya dan dan menggerak gerakan nya, saat lelaki itu berniat menggoda nya


"huh,, baik lah" ucap nya malas, tapi langsung berbelok membuka lemari pakaiyan nya


"langsung pake baju kasual aja Mas"


ucap Alisa, saat melihat suami nya akan memakai pakaiyan rumahan biasa


"emang kita mau kemana" tanya lelaki itu binggung


"mau tempat bunda, aku mau lihat ke adaan bunda, karna kemarin malam, saat Aris, Eva dan Bunda berpamitan Aku ngeliat Bunda murung"


ucap wanita itu sambil memoles make up tipis ke wajah nya


"aku juga Liat sih, oke deh abis sarapan kita berangkat"


.


.


.


di ruang makan Kakek Halim sudah menunggu mereka, dengan segelas teh di tangan nya iya menikmati sarapan nya, di temani koran pagi yang tidak pernah apsen setiap hari nya


"pagi Kakek" Sapa Alisa dengan senyum secerah matahari.


"pagi " jawab sang Kakek dengan senyum ramah nya, dan meletakkan koran yang iya baca di atas nakas


kakek Halim duduk di kursi paling depan sedangkan Alisa dan Bobby duduk di kursi sebelah kanan dan kiri nya.


mereka menyantap sarapan nya dengan nyaman, sesaat kemudian Alisa membuka percakapan.


"Kakek aku ingin menemui Bunda ku, apa Boleh? " tanya wanita itu berhati hati.


"tentu saja, kalian juga bisa sekalian berpamitan, karna besok kita akan kembali ke ibu kota"


"Hmm, baik lah"


.


.


"tok,,tok,,, Bunda..." teriak Alisa,


sudah beberapa menit mereka ada di luar rumah, mengetuk dan berteriak di sana namun seperti nya tidak ada tanda tanda orang di rumah itu


"kemana sih Bunda" gerutu Alisa


"mungkin sedang tidak di rumah" jawab Bobby

__ADS_1


tidak lama, sebuah taxsi terlihat berhenti di depan pagar rumah mereka, dan keluarlah Sang Bunda dari dalam nya"l


Alisa segera menghampiri wanita itu, dan menciup punggung tangan nya,


"ih Bunda dari mana aja sih? aku udah nungguin dari tadi tau Bun" tanya Alisa sepontan


terlihat sang Bunda sedikit gugup sebelum kemudian menjawab


"Bunda abis ke pasar"


mendengar jawaban sang Bunda Alisa langsung mengerutkan kening nya,


"bunda ke pasar beli apa? kok gak bawa apa apa"


dan pertanyaan Dari putri nya itu membuat wanita itu kelabakan, iya menyadari bahkan dia tidak membawa apapun kecuali Dompet kecil di tangan nya,


"ah,, iya bunda udah masak banyak makan di dalam yuk kita sarapan dulu"


bukan menjawab Linda justru mengalihkan pembicaraan mereka, dan segera melangkahkan membuka kunci rumah nya, dan mengajak anak dan menantu nya masuk


"ada apa"


pertanyaan dari sangputri membuat Linda mengerjap binggung "ada apa" ulang nya


"bunda kok pucet gitu, ada apa?"


"bunda gak papa sayang, ayo kita sarapan dulu" Ajak sang Bunda, hendak menarik tangan putri nya menuju ruang makan


namun dengan lembut Alisa justru mengajak nya duduk di ruang keluarga "gak deh Bun, Kita udah sarapan tadi, Bareng Kakek Halim"


"Oh" jawap Bunda menganggukkan kepala nya paham.


.


sedangkan Bobby, lelaki itu malah sibuk melihat lihat barang yang ada di lemari hias, yang berlapis kaca, hingga iya bisa melihat semua benda yang ada di dalam lemari itu, tanpa harus membuka nya.


"iya, kamu mau lihat?"


"Boleh" mengangguk dengan semangat


wanita itu, menghampiri, lalu tangan nya membuka kunci lemari, dan mengambil Album poto yang di tunjuk Bobby tadi


.


.


Bobby duduk di samping Alisa dan sang Bunda duduk di hadapan ke mereka, sang Bunda meletakkan Album poto itu di atas meja kaca di depan mereka, dan mulai membuka nya satu persatu.


"ini poto keluarga" ucap bunda sambil tersenyum


tangan Bunda membolak balik Album yang ada di hadapan nya sambil menceritakan setiap momen indah yang ada di balik pengambilan poto itu, dan Bobby hanya mengangguk angguk kan kepala, mendengarkan cerita sanga Bunda, sambil melihat poto poto yang di tunjukan kepada nya.


tidak lama perhatian nya teralihkan saat melihat sosok bayi perempuan berbadan gembul, dengan pipi cabi menggemaskan, memakai bandana besar dengan pita di atas kepala nya, sedang duduk dan memegang permen loli, di tangan nya,


terliha juga pipi bayi itu sudah celemotan bekas permen,


"Bunda ini siapa?" tanya Bobby antusias


"ini" menunjukan poto bayi, "ini Alisa saat masih kecil, kira kira usia nya masih belum genap satu tahun" ucap bunda dangan wajah ceria


"oh yea? ini Alisa bunda" ucap lelaki itu lagi, antusias


iya kemudian melirik wanita di samping nya, yang membuat wajah wanita itu bersemu malu.


"kok gak mirip ya, cantik kecil nya" tambah nya kemudian yang membuat wanita di samping nya iti mencebikan bibir nya keki.


mendengar penuturan sang menantu, Bunda justru tertawa, dia bahkan memperlihat kan poto poto Alisa saat kecil, bakan dengan gaya gaya yang lucu,

__ADS_1


"hahahaha...." tawa Bobby menggema


"kenapa yang ini gigi nya kaya di geragotin tikus gitu, lucu banget" masih dengan tawa


"ih udah ah, ini ni aku masih TK tau Mas, jadi wajar lah, kan sekarang enggak tu" sanggah Alisa cepat sambil memprlihatkan deretan gigi nya yang rapih dan bersih.


tidak terasa jam sudah memasuki waktu makan siang, sang bunda yang tadi pamit kedapur kini sudah kembali, dan meminta mereka untuk ikut bergabung


.


di meja makan ketiga nya makan dengan nikmat, Bobby dan Alisa juga sudah mengutarakan niat nya untuk segera kembali ke Ibu Kota esok hari.


tidak lupa sang Bunda seperti biasa, akan memberikan petuah petuah yang panjang kali lebar nya luar biasa, jika di jadikan buku mungkin akan mengalahkan tebal nya kamus Bahasa Indonesia, maklum jiwa mak emak.


dan dengan pasrah Alisa dan Bobby hanya mampu meanggukan kepala nya, tanpa bisa menjawap atau menyanggah, karna dalam kamus tidak tertulis itu benar yang mengatakan bahwa, Emak Emak selalu benar.


"iya Bunda iya" jawap Alisa, mulsi prustasi


"eh,, jangan iya iya aja ya, bunda gak mau loh sampe Bobby, kakek Halim atau kerabat kalian lain nya sampe bilang kalau kamu itu gak menjalan kan tugas seorang istri dengan baik, awas , kalau sampe bunda denger...l


"iya Bunda iya Lisa udah faham, Udah sampe Hatam"


sela Alisa cepat, dan sial nya lelaki yang kini resmi menjadi suami nya itu justru memasang senyum mengejek nya yang menjengkelkan.


"nak Bobby jika Alisa males malesan, atau macem macem kamu bilang Bunda ya!" ucap bunda pada Bobby, dan parah nya bunda menurunkan nada suara menjadi lembit saat berucap pada lelaki itu,


yang membuat Alisa keki setengah mati


heran deh ni yang menantu, aku apa dia sih?


kenapa aku berasa jadi menantu terani yaya di sini., huh,, Bumda ngeselin" gerutu Alisa dalam hati


"oke, oke, sekarang aku mau beresih beberapa barang dulu di kamar" ucap gadis itu, lalu beranjak menuku kamar nya


tidak lama Bobby juga mendorong piring nya yang sudah kosong sedikit kedepan , pertanda iya sudah menyelesaikan makan nya.


saat iya akan beranjak sang Bunda segera menahan nya


"Bobby mau kemana?"


"kekamar Bunda, bantu Alisa beresin barang"


"di sini aja temenin bunda sebentar, ada yang mau bunda omongin"


wah jangan jangan mau di ceramahin lagi ni


"Baik Bun, ada Apa?"


lelakinitu kembali duduk di kursi nya, melihat air muka wanita itu berubah serius, Bobby mengerutkan kening nya, filing nya kembali kepada apakah Bunda akan menanyakan hal yang sama seperti waktu itu?


entah mengapa, setiap kali di hadapkan situasi seperti ini rasa tegang membanjiri diri nya


jika saja saat mereka menandatangani kontrak pranikah mereka, Alisa tidak mengajukan 2 syarat.


yang pertama.


iya harus terlihat mesra layak nya pasangan di depan keluarga, baik keluarga Alisa, ataw keluarga Bobby sendiri,


dan itu tentu mudah bagi nya, karna jelas dia juga menikmati nya


dan yang ke dua.


bahwa iya harus merahasiakan jabatan nya dan siapa diri nya di depan leluarga Alisa, sebelum iya sendiri yang memberitau kebenaran nya


karna jika itu terjadi maka...


.bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2