
" ternyata dia benar benar seorang *******"
"iya ternyata dia benar benar penggoda, lihat dia iya bahkan berciuman di jam kantor"
"hanya kelihatan nya saja lugu, ternyata dia lebih cerdik dari se ekor tikus.."
berbisik bisik sambil membuka poto yang di kirim seseorang di grup chat mereka yang memperlihatkan keintiman seseorang di sana
"hai,, mbak" sapa Alisa pada beberapa kerumunan kariawan
namun nyata nya, bukan membalas sapaan mereka justru melihat gadis itu dengan pandangan menusuk yang nyata, membuat Alisa merasa di kuliti hidup hidup dengan pandangan yang seolah merendahkan nya,,
"ada apa apa ada yang salah dengan ku" tanya nya kemudian
"tidak ada, oh ya Eva mencari mu di toilet ujung sana, iya bilang iya butuh bantuan mu"
ucap salah satu kariawan wanita di sana, dan yang Alisa tau dia adalah salah satu rekan tim B, yaitu tim Nadia
tanpa curiga Alisa bergegas menuju toilet wanita yang ada di ujung lorong, iya sempat ragu pasal nya toilet itu jarang di gunakan, mungkin hanya jika ke adaan mendesak saja,
tapi karna hawatir Alisa tidak berfikir panjang, mungkin Eva mengalami masalah, begitulah yang ada di pikiran Alisa kira kira
"Eva.. Eva,, " suara Alisa, saat iya telah sampai di toilet itu,
"tidak ada siapa pun" gumam nya
dan insting nya mulai tidak enak, saat suara pintu terkunci terdengar dari luar toilet, dan tak lama kemudian, air menyembur keluar dari selang yang di pasang di sela pentilasi udara di atas pintu.
semburan air mengenai seluruh permukaan kulit nya, iya mulai merasa seluruh pakaiyan yang di kenakan nya basah kuyul, dan yang membuat nya lebih kaget adalah saat indra penciuman nya mencium aroma pesing dan anyir dan membuat perut nya mual.
ya entah air apa yang mereka semprotkan pada gadis itu, namun saat ini, alisa benar benar merasakan perut nya sangat mual, mencium bau pesing seperti air urin, namun juga amis, seperti bau hanyir membuat nya memuntahkan semua isi perut nya,
"buka,, buka aku mohon" Alisa berusaha menggedor gedor pintu yang terkunci, namun nihil seperti nya mereka yang di luar sana malah sedang senang, terdengar suara riuh tawa di luar sana
"aku mohon apa salah ku kenapa kalian melakukan ini"teriak Alisa mulai prustasi
"ini adalah hukuman untuk mu, dasar ******,, kau pantas mendapatkan ini" sarkar Nadia dari balik pitu toilet yang tertutup, namun Alisa masih bisa mendengar nya dengan cukup jelas, walau sedikit sayup sayup
"apa maksud mu,, buka pintu nya" Alisa terus menggedor pintu itu sambil berteriak sekuat tenaga "buka,, buka pintu nya,,apa yang kalian lakukan?"
Uwekkk.... Alisa kembali muntahkan isi perut nya, bau tubuh nya sangat menjijik kan, mereka sungguh keterlaluan, bahkan begitu tega sampai menyiramkan cairan yang sangat menjijikan seperti itu
__ADS_1
sudah lewat dari separu hari,, Alisa masih terkurung di tempat itu, iya memutuskan untuk mbilas badan nya yang sangat bau, iya mencoba menyiram begitu banyak air bersih yang ada di toilet itu ke tubuh nya untuk menyamarkan bau, walai tidak hilang dengan mudah, tapi setidak nya ini lebih baik karna aroma tubuh nya sudah tidak se menjijikan tadi.
lelah berteriak, Alisa meringkukan dan memeluk tubuh nya sendiri,, dengan badan yang mulai menggigil kedinginan
"Buka, Buka pintu nya, aku mohon" lirih nya
"
"
Eva berlari lari menuju toilet pojok yang di beri tau Ari bahwa Alisa sedang di kurung di sana dengan kariawan yang lain
Eva memang mulai panik mencari sahabat nya itu apalagi saat iya melihat postingan di grup kariawan, yang memperlihatkan Alisa dan Bobby sedang bermain di pantai dengan sangat mesra, dan ada beberapa poto juga yang menunjukan keceriaan mereka di sana, dan yang lebih parah poto yang baru saja muncul pagi tadi yaitu iya dan Bobby selaku Big Bos yang paling di kagumi mereka, dan paling di incar oleh seluruh wanita, itu sedang berciuman mesra di dalam ruang kantor nya
tentu saja berita itu menjadi begitu cepat tersebar, dan membuat Alisa menjadi bulan bulanan kariawan karna mengira telah menggoda Big Bos mereka
sampai sore menjelang Eva belum menemukan di mana keberadaan Alisa, sampai pada Ari yang tiba tiba mendatangi nya dengan panik setelah iya pergi pamit untuk mengambil berkas dan kembali dengan raut wajah yang begitu serius
"mbak,, mbak Eva gawat,, " seru Ari panik
"ada apa"
"apa di mana dia sekarang" tanya Eva mulai panik,
"aku dengar tadi mereka bilang Alisa di kurung di toilet tapi gak tau di toilet mana" seru Ari lagi,
iya ingat saat iya akan kembal, iya mendengar segerombol kariawan wanita tengah berbincang tentang betapa seru nya mereka mengerjai wanita tidak tau malu yang menggoda Bos mereka, dan mengambil ke untungan dengan banyak mendapatkan tender besar yang pasti hasil dari merayu atau menjual diri nya
tentu saja Ari langsung paham bahwa yang di bicarakan itu adalah Alisa, pasal nya iya juga mendengar desas desus itu, namun belum sempat bertanya langsung pada Alisa nya
"
tanpa pikir panjang Eva bangkit dari duduk nya dan berlari menuju toilet toilet wanita yang ada di kantor itu, dengan panik, pirasat buruk memang iya rasakan sejak tadi dan inilah jawaban nya
"Alisa ,, Alisa" teriak nya di setiap toilet yang iya masuki
di kantor itu ada begitu banyak toilet bahkan setiap lantai memiliki dua ruang toilet dengan jarak yang cukup jauh, dan kini iya harus mencari nya satu persatu
sudah delapan toilet yang iya masuki, dengan jarak yang cukup jauh, satu dengan yang lain nya itu membuat Eva sangat kelelahan
"di mana , toilet yang mana?" ucap nya mulai prustasi
__ADS_1
"mbak, di kantor ini toilet mana yang jarang di gunakan kariawan?" tanya Eva pada salah satu OB senior yang kebetulan lewat
"di ujung mbak, itu di sebelah sana, "menunjukan salah satu toilet di lorong pojok dekat aula
"iya baiklah, terimakasih"
Eva melanjutkan langkah nya semakin lebar iya melihat pintu yang terkunci, "TOILET SEDANG RUSAK"selembar kertas dan tulisan di pintu itu
Eva mengerutkan kening nya, apa benar Alisa ada di dalam, namun di tengah keraguan nya, sayup sayup iya mendengar suara rintihan kecil, dan itu mbuat nya yakin bahwa sahabat nya pasti ada di dalam sana
" AL,, Al,, Alisa lo di dalam" teriak nya sambil mengetuk ngetuk pintu itu
"Eva,, gw takut" suara lirih terdengar dari dalam sana
"Al lo tenang oke gw akan usahain buka pintu ini"
iya membuka kunci itu secara paksa, dan beberapa kali mendorong nya, namun seperti nya, iya benar benar tidak sekuat kaum ptia yang bisa mendobrak pintu hanya dengan satu hentakan saja,
Eva mulai pruatasi, namun seperti nya dewa keberuntingan datang menghampiri mereka, Eva melihat dari jauh Kris dan Asisten nya sedang berjalan keluar dari ruang aula, entah apa yang mereka lakukan, itu yidak penting yang penting adalah mereka harus cepat ALisa vobia tempat gelap dan sempit, walau di dalam tidak gelap dan cukup luas, namun tetap saja itu pasti cukup membuat nya sesak,
memikirkan itu membuat nya semakin panik, iya bersahabat dengan Alisa sudah dari mereka remaja kecil yang masih mencari arti kehidupan, hingga banyak cerita suka dan duka di sana.
dan itu mebuat Eva sangat mengenal Alisa lebih dari siapa pun
"pak Kris,," teriak Eva sambil berlari mengahampiri lelaki itu
"pak Kris tolong saya" ucap Eva dengan wajah panik
"ada apa"
"Alisa terkunci di toilet itu," sambil menunjuk ke arah toilet wanita. " tolong bantu aku untuk membuka pintu nya"
Kris menolehkan kepala nya kearah yang di tunjukan gadis itu "baiklah ayo"
mereka setengah berlari menghampiri tempat itu, tepan di depan toilet, Kris berusaha membuka pintu itu, dan trr nyata terkunci, dan dengan kekuatan penuh iya berusaha mendoprak pintu itu
dan ahir nya terbuka, Kris Dan Eva segera menerobos masuk dan mereka menemukan Alisa dengan kondisi yang sangat mempriahtinkan,
iya tergeletak di lantai dengan...
bersambung....
__ADS_1