
Alisa terlonjak saat ada tangan yg menyentuh pundak nya
dengan kaku gadis itu mematung dalam posisi nya
iya berdesir saat nafas hangat menyentuh kulit telinga nya
"sayang sekali aku belum mengizinkan mu untuk pergi" Boby berbisik tepat di telinga gadis itu dan sedikit menghembuskan nafas nya, agar gadis itu merasakan nya
"apa apa yg anda lakukan pak? saya harus segera kembali bekerja"
Alisa bicara sedikit tergagap , namun iya enggan berbalik badan, iya takut lelaki yg kini sedikit menempelkan badan nya di belakang tubuh nya, akan melakukan sesuatu yg tidak terduga
lelaki itu semakin menekan kan tangan nya di pitu kaca dihadapan nya, saat Alisa mulai menarik gagang pintu dengan kuat untuk membuka nya , dan mencegah gadis itu keluar
"apa kau ingin melawan bos mu ALISA PUTRI?? " pria itu menekankan kalimat nya dalam apa lagi saat menyebut nama gadis itu
Alisa menegangkan tubuh nya saat iya mendengar nama nya di sebut dengan penuh penekanan yg dalam, seolah olah itu adalah ancaman
ehemm gadis itu berdehem beberapa kali untuk menetralkan suasana.
"baik lah pak apakah ada yg bisa saya bantu??
"ada, yg pertama yg harus kau lakukan adalah balikan badan mu, bukan kah tidak sopan berbicara tanpa melihat lawan bicara mu?"
ada seringai kemenangat di bibir lelaki itu saat mengucapkan nya
gimana mau balik badan ni orang nempel banget badan nya, kalau balik badan nempel dong,, aduh gimana ni
Alisa menimbang nimbang bagai mana cara iya lolos dari ke adaan ini..
gadis itu melangkah kan kaki ke kanan nya ke samping dan iya langsung memutar badan nya dan mundur lagi kebelakan dua langkah
sekarang mereka berhadapan tapi dengan jarak yg cukup aman bagi gadis itu
iya tersenyum senang karna bisa lolos dari jangkauan lelaki bedebah, baginya ini
haahaaa untung saat seperti ini otak ku bisa berjalan cukup efektif..
Boby terperanjat tidak percaya dengat apa yg di lakukan wanita di hadapan nya ini setelah nya iya tersenyum tipis, sangat tipis hingga samar untuk di terlihat
"silahkan duduk" lelaki itu menunjukan sofa yg ada di ruangan besar itu
gadis itu hanya mengikuti nya dari belakang setelah lelaki itu duduk iya mengambil tempat duduk yg cukup aman , jarak mereka kini terhalang meja kaca.
hening....
tidak ada yg memulai pembicaraan Alisa hanya menundukan kepala nya , sedangkan Boby hanya memperhatikan wanita yg ada di hadapan nya itu
"jadi apa kau yakin tidak mengingat ku"
pertanyaan itu memecah keheningan mereka
__ADS_1
Alisa mendongakan kepala nya menatap pria itu , iya berusaha mengulas senyum sebaik mungkin
"maaf pak saya mengenal anda sebagai presider perusahaan ini"
"oh ya" berucap santai. "lalu kenapa aku merasa kau ingin lari dari ku?"
waduh jawap apa dong! belum nyiapin jawaban ni!
"bukan seperti itu pak hanya saja"
"kau takut?"
Boby memotong kata kata wanita yg ada di hadapan nya ini, karna dia tau pasti iya tetap akan menyangkal nya
"oke aku akan langsung ke inti nya, aku mencarimu selama ini, untuk membayar hutang ku pada mu"
Boby berucap santai, lalu mengambil amplop yg ada di saku nya dan menyodorkan nya ke meja kaca ke arah Alisa
Alisa mengeryit binggung hutang apa yg di maksud pria ini lalu apa isi amplop itu?
"hutang apa?? apa yg bapak maksud"
"kau ingat malam itu aku berjanji padamu sesuatu! dan hari ini aku mau membayar nya karna aku BOBY HARTANTO HALIM tidak suka berhutang pada siapapun"
lelaki itu bahkan bisa mengucapkan nya dengan lantang dan terdengar begitu sombong
walau binggung Alisa memilih diam, iya membuka apa isi amplop yg ada di tangan nya
dan semakin terbelalak saat melihat nominal yg tertulis di dalam nya,
"APA INI PAK"
gadis itu tanpa sadar membentak setengah berteriak, hingga suara nya menggema di ruangan itu
"menurut mu? " santai
" apa bapak ingin membayar saya atas kejadian malam itu?" mulai jengkel
"iya,,,," diam sesaat. "bukankah waktu itu aku mengatakan nya" lelaki itu berucap sambil menaikan alis nya
jangan melawan nikmati saja, aku akan membayar mu!!
tiba tiba kata kata yg di ucapkan Boby di malam itu, berputar putar di otak nya
Alisa menundukan kepala nya dalam, dia berusaha menahan gejolak di dada nya
lalu mengangkan kepala nya dan
HUUUWAAAHAA HAAA HAAA WAAAHAAAHAAA HAAAA HAAAHAAAAA
Alisa tertawa begitu keras hingga suara nya menggema memenuhi seluruh ruangan itu
__ADS_1
Boby mengerutkan kening nya tidak percaya dengan tingkah wanita yg ada di hadapan nya ini.
setelah puas tertawa, tiba tiba raut wajah Alisa berubah tajam mata nya menyipin tajam, jika saja tatapan itu bisa membunuh mungkin saja lelaki yg ada di hadapan nya ini akan mati terkapar
Alisa mengulas senyum meremehkan, lalu berucap
"PAK BOBY HARTANTI HALIM YG TERHORMAT , (berkata dengan penuh penekanan) anda sangat sangat menggelikan, kalau saya mengiinkan uang anda sudah pasti saya sendiri yg akan datang memeras anda bukan?? (jeda)
tpi saya tidak melakukan nya"
Alisa tersenyum miris menatap pria didepan nya kemudian berucap
"Saya tidak pernah menyangka akan berhadapan dengan orang sepicik anda, hah..
anda telah merebut apa yg menjadi ke banggaan seorang wanita, dan sekarang anda datang dan melemparkan uang anda ke hadapan saya LUARBIASA BUKAN !!
, apa yg ingin anda tunjukan?? kekuasaan??
Alisa mengusap air mata nya yg tiba tiba jatuh tak terkontrol namun iya tetap mempertahan kan senyuman nya namun kali ini senyuman itu tampak sangat menyakit kan
"AKU SANGAT, SANGAT BERTERIMAKASIH ATAS KEBAIKAN ANDA TUAN BOBY YG TERHORMAT TAPI MAAF SAYA TIDAK MENJUAL DIRI SAYA UNTUK UANG"
gadis itu berucap dengan menekankan setiap kata kata yg iya ucapkan, setelah itu iya bangkit dari duduk nya dan melangkah pergi
Boby yg tercengan atas jawaban panjang gadis itu iya hanya bisa tersenyum kecut mendengar penuturan nya
"apa kai yakin tidak membutuhkan uang itu?? bukankah minggu lalu kau mengajukan pinjaman yg cukup besar utuk hitungan kariawan baru seperti mu,?? kenapa harus jual mahal?"
Alisa menghentikan langkah nya saat lelaki itu berucap iya mengurungkan niat nya menarik gagang pintu di depan nya
iya berbalik sekali lagi dan menatap pria di hadapan nya
"itu adalah ke salahan terbesarku tuan, aku mengira kau adalah penyelamatku, tpi ternyata sebalik nya, kau bahkan lebih menjijik kan dari supir taxi itu, setidak nya dia tidak memakai topeng yg menjijikan seperti mu"
setelah mengatakan itu gadis itu benar benar pergi, keluar dari ruangan itu,
Boby seperti tertampar keras mendengar perkataan Alisa
dia tiba tiba mengingat sesuatu....
.
.
.Bersambung...
Author: lanjut nanti ya shayππ
jari aku rasa keriting nya ngalahin mie instan niπ π π
tapi aku tetap semangat buat kaliatπππͺπͺπͺπͺπͺ
__ADS_1