
.dunia hanyalah ke abu abuan tidak ada yang benar benar putih, dan tak ada yang benar benar hitam.
.
ke dua sahabat itu sedang sibuk di dalam kamar, mengulik cerita tentang kisah mereka, satu bertanya dan lain nya menjawab, dan jika satu nya lagi ganti bertanya, yang satu juga akan menjawab nya,
mereka memang terbuka satu sama lain, mengosongkan hati dan rahasia yang tersimpan, tidak ada yang di tutupi, karna itu bentuk satu kepercayaan yang dalam
tok..tok... Mereka berdua berhenti tertawa, dan mengalihkan pandangan nya ke pintu yang masih ter tutup sempurna
Alisa bergegas membuka pintu kamar nya mencari tau siapa yang ada di balik sana
"bunda ada apa"
bunda tersenyum menatap putri cantik nya
"bunda boleh pinjam hanpon kamu sayang?"
"untuk apa bunda" binggung
"bunda ingin menelpon teman bunda sayang,! apa boleh" Permitaan sangbunda dengan begitu lembut, bagai mana bisa seorang anak bisa menolak nya
walaupun Alisa sedikit binggung namun iya menganggukan kepala, kenapa tumben bunda pinjem hanpon aku biasa nya bunda telpon pake telpon rumah.
"ini bunda"tangan Alisa terulur menyerahkan benda persegi itu, dan sang bunda langsung menerima nya, lalu meminta izin menelpon di luar, dan mendapat anggukan dari sang putri
Alisa menatap punggung sang bunda yang mulai menjauh, iya lalu menutup kembali pintu kamar nya
"ada apa" entah lah, tapi tumben bunda pinjem hanpon aku untuk menghubungi teman nya ya"
"mungkin telpin rumah lagi gangguan, jangan terlalu di fikirin" ucap Eva memberi pengertian pada sahabat nya itu
lalu seperti sebelum nya mereka terus berceloteh ria hingga waktu makan malam tiba, dan sang bunda meminta mereka keluar untuk makan bersama
keluarga yang harmonis dan sederhana, tidak ada pertengkara atau ke canggungan antara mereka, semua bahagia walau dalam kondisi yang sederhana namun kehangatan keluarga sangat terasa di sana
.
" " "
.
ke esokan hari, mereka semua mulai di sibukan dengan banyak keperluan pernikahan tinggal 2hari menuju hari H, walaupun semua sudah di persiapkan oleh Boby tapi nampak nya tetap saja ada beberapa yang harus di selesaikan oleh sang bunda, untuk acara sang putri
"bunda kenapa masak begitu banyak?" tanya Alisa saat mendapati hidangan yang begitu bermacam macam rupa di atas meja makan mereka, tidak seperti biasa nya yang hanya akan ada menu sederhana.
"Al kamu mandi dan dandan yang cantik ya" ucap bunda, ambil tangan nya terus menyusun hidangan di atas meja
"kenapa bunda, siapa yang akan datang?" tanya gadis itu binggung
__ADS_1
"mandi udah sore, nanti juga kamu akan tau"
sang bunda menghentikan pergerakan tangan nya saat putri nya tidak juga beranjak, dan malah terlihat ingin membantah
"Al mandi atau bunda marah"
"iya, iya, ,aku mandi, tapi yakin ni gak mau kasih tau dulu siapa yang mau datang?" Alisa bergegas menuju kamar nya ,saat melihat sang bunda memelototkan mata nya.nah,
.
"
.
Alisa keluar dengan memakai baju sederhana seperti biasa, iya menggunakan celana pendek di atas seper empat paha, lalu memakai baju longgar yang hampir menutupi celana nya,namun karna iya tau ada yang mau datang iya menggerai rambut panjang nya lali menjepitkan pita kecil di sana, memoleskan sedikit make up, dan memakai lipgloos yang tidak mencolok namun terkesan cantik, hanya agar wajah nya tidak terlihat pucat
namun iya tidak mengindahkan saat sang bunda menyuruh nya mengganti pakaiyan nya
"aku bakal ganti tapi kasih tau dulu siapa yang datang jadi aku bisa menyesuaikan baju nya" ucap nya memaksa iya juga sebenar nya merasa malu jika ketemu orang penting dengan pakaiyan seperti ini tapi rasa penasaran nya harus di jawab, jadi iya bisa menyesuaikan pakaiyan apa yang akan iya kenakan
"kalau gitu gak usah ganti, kalau kamu "
dan ketukan di pintu membuat suara sang bunda terhenti, "buka pintu nya" ucap bunda kemudian.
dengan malas Alisa berjalan menarik knop pintu rumah nya, dan mata nya terbelalak kaget saat pria tampan dengan pakaiyan kasual sederhana berdiri di depan rumah nya dengan membawa sebuket bunga dan beberapa paperbeg di tangan nya,
Alisa diam sesaat memandan lelaki itu dari atas ke bawah, keren banget, ternyata dia lebih ganteng saat memakai baju non pormal
ya saat ini Boby memang terlihat lebih frees dengan gaya rambut yang telah di rapihkan dengan buju kaos abu abu tangan panjang yang di gulung hingga batas di bawah siku sangat kontras dengan warna kulit nya yang terang, dan jelana jins panjang yang sangat cocok untuk nya
"ah iya masuk pak" ucap Alisa tergagap, saat iya tersentak dari lamunan nya
" " "
kini mereka sudah berkumpul di ruang makan, kecuali Aris saat ini iya sedang keluar kerumah teman nya untuk kerja kelompok
"tante ada apa memanggil saya kemari" ucap Boby elegan dengan senyum sopan yang mengembang
Alisa menoleh kepada sang bunda dengan tatapan dalam. oh bunda yang panggil, pantas tadi bunda pinjem hanpon aku"
"nak Boby jangan panggil tante, panggil bunda, bukan kah sebentar lagi kamu akan jadi anak bunda juga" ucap sang bunda lembut
"iya bunda" lirih nya
"ayo makan dulu setelah itu ada yang ingin bunda tanyakan" jawap wanita paru baya itu lalu mengambilkan nasi dan beberapa lauk pauk di bantu Alisa
mereka makan bersama dengan hikmat, di bumbui sedikit percakapan kecil, dan setelah itu ketiga nya pindah ke ruang keluarga, mereka duduk di sofa panjang depan tifi, tempat biasa mereka menonton acara televisi sambil bermalas malasan ria, namun kali ini semua tampak lebih rapih dari biasa nya
bunda duduk di satu kursi tersendiri yang menyandar ke dinding Alisa dan Boby duduj berdampingan di kursi panjang menghadap tivi,
__ADS_1
"nak Boby boleh bunda tau sebagai apa kamu bekerja di perusahaan tempat kalian bekerja itu?" tanya bunda memecah ke heningan
"saya bekerja sebagai staf menejemen bunda" jawab lelaki itu lugas, sama seperti jawaban nya sebelum nya saat wanita paru baya itu bertanya
"berapa gajih kamu sebulan" tanya bunda kemudian
"bunda kenapa bertanya seperti itu?" Alisa menyela cepat, dan mendapat pelototan peringatan dari sang bunda membuat nya diam
"AL tolong bikinkan minuman dan bawa camilan kemari untuk Calon suami mu" Alisa beranjak dari duduk nya dan langsung menuju dapur
ya tuhan kenapa tiba tiba bunda bertanya seperti itu, apa bunda curiga atau bunda mendengar sesuatu tentang percakapan aku dan Eva tadi siang? gumam Alisa
"nak Boby, maaf jika bunda harus bertabya demikian, tapi sebagai orang tua bunda harus tau kan" tanya wanita itu lagi
"gaji ku tidak terlalu besar, tapi aku yakin cukup untuk menghidupi keluarga kami nanti nya bunda" ucap Boby meyakinkan
"apa kau yang membatu Alisa membayar pengobatan bunda di rumah sakit waktu itu?"
"iya "
"apa kaku juga yang membayar perawatan bunda di kamar VIV itu?"
"iya"
"apa benar semua yang kau pakai dan acara pernikahan kalian di siapkan oleh pihak kantor?
"iya"
"apakah bos kalian sebaik itu?"
"iya"
"siapa bos mu, apakah kau sendiri?" kali ini bunda menyipitkan mata nya mencoba menebak kejujuran atau kebohongan di wajah pria itu
Boby terkejut, tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu, iya menelan ludah nya sendiri entah kenapa tiba tiba iya merasa sedikit gugup, pasal nya Alisa sudah sangat mewanti wanti untuk tidak mengatakan hal yang sebenar nya tentang diri nya kepada sang bunda, jika tidak ingin semua nya akan lebih sulit dan rumit.
apa tadi bunda nya Alisa mencoba menjebak ku, dengan pertanyaan nya yang beruntun?
apa sebaik nya aku jujur?
.
.Bersambung......
.menurut kalian apakah sebaik nya Boby harus jujur atau berbohong??
tulis pendapat kalian di kolom komen ya.. βΊβΊ karna ini juga bisa menentukan jalan cerita selanjut nya ππππ
__ADS_1