BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB 38. KAMAR PENGANTIN


__ADS_3

HAY GAIS.... SORY Banget nie, aku gak nunggu jawaban kalian oke..


.karna kemarin itu aku kirim langsung 3 Bab, tapi eh tapi ternyata yang keluar malah satu per satu😞 .


kalau di tanya kenapa? πŸ€” aku juga gak tau jawaban nya,


ini malah Bab 37. sampe detik ini aku belum tau kapan di riviwe nya😣.


jadi aku putuskan untuk lanjutin nulis aja dulu, jangan hawatir, aku akan berusaha kasih yang terbaik deh,, walau gak nunggu komen atau Riqwes kalian okeπŸ˜‰πŸ˜‰


semoga suka gais,,,πŸ‘ŒπŸ‘Œ LOVE YOU😘😘😘😘


" " "


.


Di kamar pengantin ada dua pasang anak manusia yang sedang sibuk di dalam sana,


kesibukan apa, emzzzz kalian pasti tau lah yea...


tapi pertanyaan nya apakah selancar yang di perkirakan?


Ah..... nafas Alisa memburu ketika iya berusaha menghirup udara banyak banyak untuk mengisi paru paru nya yang hampir habis.


untuk saja lelaki itu mau melepaskan nya setelah iya mencubit pinggang pria itu cukup keras dan membuat nya mengadu


"kau gila ya" hardik Bobby dengan suara kencang


"Kau yang gila..mau membunuh ku ya" hardik Alisa balik dengan suara yang tak kalah kencang.


Alisa bangkit dari tempat duduk nya ingin segera pergi dari tempat itu, iya merasa semakin lama pria di hadapan nya ini semakin Gila,


hampir saja iya mati kehabisan nafas, karna ciuman nya yang begitu dalam dan panjang.


apa sebegitu ahli nya dia berciuman dengan wanita, kenapa aku selalu kewalahan menghadapi nya! huh... benar benar pria bedebah.


melihan Alisa akan pergi membuat Bobby dengan reflek berdiri dan menarik tangan wanita itu kencang, hingga kembali menubruk dada bidang nya


"aw.. apa apaan sih, kamu mau buat aku jatuh ya? apa kamu gak bisa lihat gaun ini sangat berat" Omel Alisa, membuat Bobby juga mengalihkan pandangan nya ke arah bawah gaun yang Alisa gunakan,


Bobby mengernyit lalu terkekeh, melihat betapa panjang dan besar nya gaun itu, pantas saja wanita itu terlihat begitu kesulitan.


"kenapa kau memakai gaun yang begitu besar?" pertanyaan bodoh yang meluncur begitu saja, yang jelas mebuat Alisa merasa geram

__ADS_1


"haha.. " tertawa mngecek. " lucu sekali, bukan kah semua nya adalah pilihan mu, aku merasa pilihan mu ini sangat sangat indah, kau lihat!" mengibaskan gaun bagian bawah nya, hingga menari di udara, sebelum ahir nya jatuh mengembang dan hampir memenuhi seluruh lantai, sangking besar nya.


"atau sangan jadul, " gerutu nya kemudian sambil mencibirkan bibir nya


"hei.. itu bukan pilihan ku" ucap Bobby tidak terima,


hah.. seperti nya iya benar benar menyesal kenapa, waktu sang kakek meminta nya memilih gaun pengantin dan lain nya, iya justru menyerahkan semua nya dengan sang kakek, alhasil semua nya jadi seperti ini! bahkan iya pun tidak nyaman dengan pakaiyan yang iya pakai saat ini,


benar benar selera tahun 80an, hah,,menyebalkan...


"terserah.." jawab Alisa ketus lalu langsung membalikan badan nya lagi menuju kamar mandi,


Alisa berjalan perlahan, sambil tangan nya mengangkat gaun itu tinggi, namun tetap sebagian besar masih menyeret di lantai,


melihat Wanita nya begitu ke sulitan Bobby langsung berinisiatif membantu mengangkat gaun bagian belakang wanita itu, dan mengikuti nya menuju kamar mandi,


sampai di kamar mandi


"udah sampai kamu keluar dulu ya Mas, aku mau mandi" ucap Alisa sambil melihat pantulan Bobby di cermin besar yang ada di wastafel kamar mandi itu,


Bobby mengeryit tidak suka, kenapa harus keluar, dia malah ingin mereka mandi bersama.


"kenapa harus keluar? aku bisa membantu mu mandi" goda lelaki itu, dengan senyum tersirat di bibir nya


"kalau begitu aku bisa membantu mu"


"MAS,,," rengek nya kemudian,


huh.. mengalah sedikit juga tidak rugi, toh pada ahir nya aku juga tetap akan mendapatkan nya kan.


"hah,, baik lah tapi jangan mengonci pintu nya oke"


"iya, cepat keluar"


Alisa membalikan badan nya kembali melihat pantulan nya di cermin, setelah Bobby benar benar keluar dari ruangan itu,


iya berusaha menggapai seleting panjang di di belakang punggung nya, namun karna gaun itu besar, iya kesulitan membuk seteting belakang nya, padahal iya sudah berusaha keras, dan malah membuat keseimbangat nya oleng karna terlalu banyak bergerak, dan ahir nya iya jatuh terduduk.


dari luar Bobby yang sudah selesai melepaskan pakaiyan nya, dan kini iya hanya mengenakan celana pendek rumahan saja tanpa menggunakan pakaiyan, iya dia kini bertelanjang dada..


telinga nya yang tajam, membuat nya menghentikan langkah nya yang akan menuju ranjang dan langsung berbelok ke arah kamarmandi.


setelah cukup dekat Bobby bisa mendengar sura rintihan dari dalam sana, tanpa pikir panjang iya langsung membuka pintu itudengan cepat, dan menemukan istri nya sedang terduduk di lantai sambil meringis, mengelus siku tangan nya yang terasa sakit, terkena benturan di wastafel saat iya berusaha mempertahan kan keseimbangan nya dengan berpegangan pada benda itu, namun tetap saja iya terjatuh

__ADS_1


"hei kau kenapa" menghampiri dengan cepat


"jatuh" jawap Alisa lirh


"ayo bangun, lagi kenapa bisa jatuh" sambil membantu wanita nya berdiri


"resleting nya begitu panjang, aku jadi sedikit kesulitan membuka nya" sudah berdir sambil berhadapan


"putar badan mu" perintah Bobby kemudian


"kenapa"


"aku bilang putar ya putar, aku akan membantu mu melepaskan gaun ini" ucap nya penuh penekanan, dengan graham yang mengeras, membuat Alisa tidak punya pilihan lain selain menuruti nya


kenapa wajah nya begitu menyeramkan saat dia marah,


gerutu Alisa, tanpa banyak bicara iya sudah membalikan badan nya, melihan pantulan mereka di cermin, entah mengapa membuat nya tersipu malu, hingga wajah nya memerah bak kepiting rebus, apa lagi lelaki itu tidak memkai baju, membuat Alisa bisa melihat tubuh pria itu dengan jelas,


Bobby mulai mendekat, dan mengulurkan tangan nya membuka seleting gaun, di bagian belakang tubuh Alisa, semakin di turunkan ke bawah Bobby bisa melihat bagian punggung wanita nya begitu mulus tanpa cacat, atau goresan sedikit pun,


Bobby dengan sengaja berlama lama di sana, walaupun kini seleting nya sudah terbuka sempurna,


Bobby mulai tergoda, lelaki itu menyentuh kulit lembut Alisa di mulai dari leher hingga ke bagian pinggul ny, iya membenamkan wajah nya di perpotongan bahu wanita nya, dan memberikan banyak kecupan lembut di sana, yang membuat tubuh Alisa meremang seketika merasakan sentuhan lelaki yang kini sudah sah menjadi suami nya itu.


Alisa semakin mengeratkan pegangan nya di wastafel saat Bobby semakin gencar bermain main di belakan tubuh nya, iya menekan mengatupkan kuat gigi dan bibir nya, menahan agar suara desahan tidak meluncur disana,


AAhh,,,,,


semakin gila, kini lelaki itu bukan hanya bermain main di bagian belakang saja, tangan nya yang nakal sudah menarik gau yang di pakai Alisa, dan menyandarkan wanita itu ke dinding, lalu mengungkung nya di sana berada di antara dua lengan kokoh pria itu,


mata mereka saling menatap dengan satu garis lurus dengan jarak yang sangat dekat, membuat degup jantung kedua nya saling beradu,


.


.


.


bersambung......


.


.mau yang panas? mau yang panas? aku kasih sedikit lagi deh di bab selanjut nya..😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2