BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB 32. INTROGASI BUNDA


__ADS_3

"bak pelan pelan dong makan nya" Ari mengusap punggung Eva pelan


"lo jangan godip yang gak gak ya" Eva memberi tayapan peringata ke pada Ari, lelaki yang gemulai, dengan mulut yang tak kalah gemulai, apa lagi mengenai gosip


.


"


.


sore menjelang, Eva telah memberikan setumpukan tugas kepada Ari dan Angkasa, karna iya akan cuti selama 3 hari , maka iya memberika sederet intruksi pada mereka berdua, selama iya tidak ada


.


di kontrakan milik nya Eva sedang mengemas barang yang akan di bawa pulang menuju kampung nya, iya hanya membawa beberapa pakaiyan dan kado sepesyal yang akan di berikan pada sahabat nya Alisa , untuk hadiah pernikahan dari nya


.


"


.


bagiku per sahabatan itu adalah persaudaraan tanpa sarat.


mereka yang tau kekurangan mu,


namun tetap memilih tinggal bersama mu,


saat orang lain meninggalkan mu.


dia yang tau sisi terburuk dirimu namun tetap tersenyum dan menggenggam tangan mu dan mau mengangkat mu dari jurang itu.


tok..tok.. Eva mengetuk pintu, rumah sederhana yang ada di gadapan nya, dan tidak lama terdengar sura pintu terbuka, memunculkan sosok yang sudah beberapa minggu ini tidak mengganggu nya


"Alisa" seru nya girang seraya memeluk sahabat nya, dan di balas kehebohan yang sama oleh wanita yang baru saja membuka pintu itu,


""Aaaaa, gw kangen banget sama lo" Alisa berucap heboh, mereka berpelukan Erat, melepas rindu, maklum saja selama beberapa bulan terahir, Eva adalah orang yang selalu ada untuk nya dan membantu nya itu membuat persahabatan mereka kiat bertambah erat.


"AL siapa" suara bunda dari dalam


"ayo masuk, kita ngobril di dalam" Alisa menarik tangan sahabat nya masuk ke dalam rimah, setelah pelukan mereka terlepas

__ADS_1


"sore bunda" sapa Eva pada wanita paru baya, yang terlihat sibuk mencatat sesuatu di ruang tamu, dengan buku dan pulpen di tangan nya


ya Eva juga memanggil nya binda karna memang hampir semua sahabat Alisa selalu memanggil nya bunda, karna wanita paru baya itu tidak suka di panggil tante jadilah mereka semua pasti memanggil nya bunda,


"nak Eva ya, wah udah lama gak main ke sini, gimana sehat" ucap wanita paru baya itu, eraya tersenyum hangat, iya manaruh buku dan pulpen nya di atas nakas dan menepuk sofa di samping nya, meminta gadis itu untuk duduk di dekat nya


"baik bunda, gimana kabar bunda, udah sehatan belum?" Eva sudah duduk di samping bunda nya Alisa lalu menyalami punggung tangan wanita itu


"sudah sayang gimana di pekerjaan kamu di sana lancar?" tanya wanita itu seraya mengelus puncak kepala gadis itu sayang


"lancar si bun, tapi semenjak Alisa cuti, Aku jadi sedikit kerepotan" adu nya sambil memanyunkan bibir nya


"begitu kah?" tersenyum hangat,


"Eva, bunda mau tanya?" ucap wanita itu serius


"tanya tentang apa bunda" Eva antusias


"kamu kenal juga kan sama Nak BOby?"


Eva langsung menegang mendengar nama yang di sebutkan wanita parubaya itu, Eva berusaha tersenyum lalu bertanya dengan hati hati. "iya aku kenal sama dia, ada apa bunda"


bunda tersenyum lalu melihat ke sekeliling ruangan itu, iya melihat sosok Alisa, anak nya itu masih sibuk membuatkan minuman dan menyiamkan camilan untuk Eva di dapur


"harus jawab apa ni sekarang?, bunda nya Alisa kan orang yang teliti, nanti kalau jawaban aku sama Alisa gak sama, gimana dong? Eva mulai berfikir keras


"ehemz.. itu bunda, jujur aja aku kurang tau tepat nya sejak kapan mereka berhubungan, aku juga baru tau bulan bulan ini, dan mengenai pekerjaan, iya kita satu kantor" Eva memilih jawaban yang aman setidak nya iya mengatakan hal yang tidak termasuk berbohong kan.


"Eva apa Boby atasan kalian? menjabat sebagai apa dia di kantor tempat kalian bekerja?"


Eva semakin gugup, iya bahkan saat ini terasa seperti di introgasi polisi, apa lagi melihat tatapan wanita paru baya itu, walaupun tatapan nya lembut, namun di balik itu Eva tau wanita ini punya mata yang jeli dan tajam untuk melihat ekspresi seseorang, apakah iya berbohong atau tidak, itu sebab nya Alisa selalu menjadi anak yang jujur, karna akan sangat sulit berbohong di hadapan bunda nya,


apa Alisa mengatakan hal se jujur nya sama bunda, atau dia memilih berbohong? gw harus jawap apa ni?


Eva menelan ludah nya sendiri, tiba tiba tenggorokan nya terasa begitu kering


"bunda pak Boby memang atasan kita, dia orang yang baik, dan juga, dan juga iya suka membantu kita sebagai bawahan nya, di kantor pak Boby adalah lelaki idaman setiap kariawan loh bunda, apalagi kaum hawa haha" Eva berusaha mencairkan suasana tegang, iya berucap sambil tertawa dan mengalihkan pembicaraan mereka


"kenapa bunda tanya seperti itu," tanya Eva kemudian


"bunda curiga, dia bilang dia cuma bekerja sebagai kariawan di perusahaan itu, tapi dia selalu datang kemari dengan membawa banyak makanan dan dan barang barang mahal, dan juga dari penampilan nya seperti nya iya bukan orang biasa, Bunda pernah bertanya, namun iya selalu bilang bahwa semua yang iya bawa seperti mobil dan villa tempat mereka akan mengadakan pesta pernikahan, itu adalah fasilitas perusahaan, dan bentuk penghargaan atas kerja keras nya selama ini di perusahaan itu, itu kenapa bos mereka begitu baik pada nya dan Alisa" ucap bunda dengan raut wajah yg sulit di artikan

__ADS_1


"bunda bukan kah baik jika Alisa mendapatkan lelaki yang mapan, dan memiliki segala nya" tanya Eva hati hati


mata bunda tiba tiba berkaca kaca, iya seperti menahan sesuatu yang yang bergejolak di pikiran nya


"bunda tidak setuju jika Alisa mendapatkan pria yang terlampau jauh derajat nya dengan kita" ucap wanita itu lirih


"kenapa bunda" Eva bertanya serius, ada pertanyaan besar di hati gadis itu saat ini, karna iya dapat melihat dengan jelas ada luka yang tersimpan di perkataan wanita itu


bunda tidak menjawap iya hanya diam,


dari raut wajah nya nampak wanita parubaya itu menyimpan kesedihan yang dalam namun entah apa itu.


Alisa keluar dari balik dinding penghubung antara ruang tengah dan ruang tamu iya berjalan mendekati dua orang yang sedang berbincang serius itu sambil membawa nampan berisi minuman dan camilan


"Eva, kita ngobrol di kamar aku yuk" ajak Alisa "bunda kita kekamar dulu ya" Eva dan Alisa berpamiran dan melangkah pergi, saat mendapatkan anggukan dari sang bunda


" " "


"AL kenapa gak jujur aja sih sama bunda lo tentang setatus Boby?" tanya Eva setelah mereka sampai di kamar Alisa dan mendudukan tubuh nya di pinggir ranjang sahabat nya itu


Alisa menutup dan mengunci pintu kamar lalu menghidupkan musik dengan alunan slow, setelah itu iya menyusul sahabat nya dan duduk kan diri menghadap Eva


"gw sengaja" Alisa menundukan wajah nya


"kenapa" tanya Eva penasaran


Alisa menghela nafas nya berat kemudian mulai menceritakan nya dengan singkat "bunda dan ayah punya cerita yang rumit saat mereka menikah,


. cerita nya panjang, cuma yang jelas orang tua dan saudara saudara ayah saat itu tidak merestui hubungan mereka, itu mengapa aku tidak mengenal keluarga ayah, aku juga gak tau bagaimana dan siapa saja keluarga ayah,


.saat aku kecil Aku ingat pernah di bawa ke sebuah rumah besar, dan mewah, yang aku tau ayah bilang itu rumah kakek, tapi saat sampai terjadi keributan besar , dan ahir nya ayah membawa kami kemari dan tidak pernah lagi bertemu atau berkunjung ke rumah itu lagi, dan saat aku bertanya tentang kake ayah hanya menjawab,


." mungkin suatu hari nanti kita bisa ke sana" dan sampai detik ayah meninggal hanya ada satu orang yang datang, dan mengaku sebagai kerabat ayah" tutur Alisa sedih


aku tau kebohongan ku akan meluakai bunda,


tapi jika aku jujur pada bunda, mungkin saja bunda tidak akan setuju, dan semua akan lebih rumit


maaf jika aku salah karna , tapi aku berjanji akan jujur dan menceritakan semua nya suatu hari nanti


.*bunda maafkan lah aku karna telah berbohong, entah kebohongan kebohongan apa yang akan terjadi di masa depan , tapi percayalah aku juga sangaat sedih atas itu*

__ADS_1


.


.Bersambung.....


__ADS_2