BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB: 3. TERNODA


__ADS_3

"anda tidak apa apa nona?" Boby menghampiri gadis yg sedang merikkuk ketakutan itu dan memegang mentuh wajah nya, mendongakkan nya agar menatap ke arah wajah nya


"hey.. keparat berani nya kau mengganggu ku" sopir taxsi itu langsung berdiri dan melayangkan tinjuan nya ke arah Boby


tapi dengan 1 gerakan memutar Boby berhasil menangkap dan memberikan pukulan telak tepat di graham nya, hingga membuat supir taxsi itu terpental dengan darah menyembur kemana mana dari hidung dan mulut nya


"apa kau masih mau bermain main dengan ku heh"lelaki itu mengretakkan gigi nya menahan emosi, "jika kau masih mau selamat enyahlah kau"


tanpa aba aba lelaki itu melarikan diri sambil terhuyung memasuki mobil taxsi nya dan pergi.


."mari nona saya antar"


"terimakasih tuan, terimakasih atas bantuan anda" Alisa tersenyum tulus, walau isakan tangis nya belum juga reda


Boby menelisik penampilan gadis yg ada di hadapan nya ini secara sek sama "cantik" gumam nya dalam hati


"pakailah ini"iya melepaskan jas mahal nya dan memberikan nya pada gadis itu


tanpa penolakan Alisa mengambil dan memakai jas itu dan mengikuti pria yg telah menolong nya memasuki mobil


Alisa menatap pria ini begitu lama, iya terkagum dengan wajah yg sangan tampat, dengan mata hazel coklat nya, tubuh tinggi proposional, dan lelaki ini di penuhi karisma yg luar biasa sungguh pria idaman yg sempurna bukan..


sejak saat itulah bayangan pria yg menolong nya selalu muncul di ingatan nya,


Alisa selalu berharap bisa bertemu lagi dengan Boby, sekedar untuk mengucapkan terimakasih dan mengembalikan jas mahal yg iya pinjamkan waktu itu.


.....


"tuan apa ini villa anda?" Alisa menggoyangkan bahu nya agar pria yg sedang menyandarkan kepala di bahu nya ini bangun


"hems.."


"kalau begitu mari masuk tuan, saya akan memapah anda!"Alisa bergerak, dengan susah payah iya memapas tubuh kokos sang pria, yg saat ini benar benar semakin berat iya rasakan, karna pria ini jalan dengan sempoyongan karna mabuk


Bruk..


Alisa menghempaskan tubuh pria itu ke sofa besar di ruang tamu


"tuan anda sangat berat, aku merasa seperti mengangkat karung beras" batin Alisa


setalah itu Alisa berini siatif membukakan sepatu dan baju lelaki itu, agar iya bisa tidur dengan nyaman.


.awal mudah melepaskan sepatu nya, tapi butuh usaha exstra untuk membuka baju lelaki kekar ini, tpi ahir nya pun iya berhasil


dan menyisakan kaos dalam nya saja


Alisa tersipu melihan tubuh tegak berotot yg ada di hadapan nya

__ADS_1


ula..la.. roti sobek max..


entah kekuatan dari mna Alisa mengulurkan tangan menyentuh rambut yg lepek menempel di kening pria itu dan menepiskan nya pelan.


Alisa senyum senyum sendiri saat iya menatap wajah sang pria yg begitu teduh saat memejamkan mata


"yatuhan.. apakah dia pangeran? kenapa saat tidak sadar pun iya begitu tampan" Alisa bergumam dalam hati.


saat iya merasa cukup puas menatap pria ini iya bangkit dari duduk nya,


blum sampai iya melangkah gumaman kecil menghentikan kaki nya


"air.. air.. tolong ambilkan aku air"


Alisa bergegas mencari air, iya mengedarkan pandangan nya di seluruh sudut rumah yg remang remang karna tidak semua lampu nya di nyalakan.


dan ahir nya iya menemukan dapur,


iya menghidupkan lampu dapur dan


"waw.. dapurnya lebih besar dari ruang tamu ku, luar biasa sekali tuan"


iya takjub dengan dapur yg super megah dengan perabotan yg ter tata rapih itu


satelah sesaat iya tercengang,


"tuan ini minumlah"


Alisa dengan hati hati membatu Boby duduk dan memberikan air di gelas itu


Alisa meletakan gelas itu di atas nakas dan meminta izin untuk pulang, karna malam semakin larut


Bruk...


Alisa menubruk tepat di atas dada bidang lelaki itu, saat Alisa hendak pergi tangan nya di cekal dan dengan satu hentakan pria itu menarik nya


dengan posisis yg sangat dekat Alisa dapat melihat mata hazel bening itu,


namun entah kenapa mata itu kini seperti menahan sesuatu yg berbeda, yg membuat Alisa terlonjak kaget.


"tu..tuan apa yg anda la.."


mata Gadis itu melotot sempurna saat iya merasakan ada sesuatu yg kennyal menyentuh bibir nya


prov Boby


.aku melihat nya, wajah cantik nan rupawan, dengan tubuh mungil, kulit sawo matang namun terlihat sangat bersih nan eksotis.

__ADS_1


di padukan mata bulat, dada yg padat sunggu wanita yg cantik


tapi entah kepa aku merasa dia begitu mirip dengan BELA,


kekasih ku yg pergi untuk meniti karir di luar negri sebagai pelukis


aku menarik nya dalam pelukan ku tepat nya berada di adas tubuh ku,


aku menarik tengkuk nya dan mencium nya


awal nya hanya ******* kecil, tpi entah mengapa semakin lama aku semakit bernafsu dan menginginkan lebih dari sebuah ciuman biasa


aku menekan tengkuk nya semakin dalam, merasakan manis di setiap cecapan yg membuat ku semakin gila dan candu


aku memberi nya sedikit ruang untuk bernafas, setelah itu aku bembalikan tubuh kami, dan kini dia yg ada di bawa kendali ku


.kurapatkan tubuh nya, dan tak memberikan nya kesembatan memberontak atau mengatakan sesuatu


aku tau ini gila,


tpi kemarahan, kecewa, dan sekala macam di benak ku membuat aku melakukan hal yg kurang ajar


.mungkin juga itu pengaruh alkohol yg aku teguk tadi, entah lah yg jelas hari ini aku sangat mengingin kan itu..


kulumat bibir nya yg ranum menggoda, lalu turun ke leher jenjang nya yg putih has orang asia..


dia mencoba melawan dan mendorong ku tapi seberapa kuat gadis kecil ini jika di bandingkan kekuatan ku, tentu tiadak ada arti nya bukan.


dan semakin iya memberontak aku semakin menginginkan lebih dari nya, aku mulai...


bersambung....


.


.


.


author:


tanggung yea πŸ€—πŸ€—


.oke kita lanjut nexs ya..


.


. moap yea rasa..rasa.. aku pasti mau di pentung Netizen ni.. kabur ah...πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2