
"apa kau pemilik perusahaan itu? apa kau CEO di sana? kenapa diam? " wanta paru baya itu terus mencecar Boby dengan banyak pertanyaan
sedangkan yang di tanya sedang berfikir keras untuk jawaban apa yang akan iya sampaikan
"aku..
"mas, ini minuman dan camilan nya"
Boby menggantung ucapan nya saat Alisa datang membawa nampan, dan mengalihkan perhatian nya
Alisa menoleh ke arah sang bunda "bunda ada yang mau aku bicarakan sama mas Boby, ini tentang pesta pernikahan kami,"
"ada apa dengan pesra nya bukan kah semua sudah selesai" tanya nya, tidak senang pasal nya iya belum selesai dengan rasa penasaran nya
"ini tentang gaun pernikahan kami, aku kurang suka aku ingin mengganti nya, aku sudah membicarakan ini kepada mas Boby, iya kan mas" Alisa menolehkan pandangan nya kepada pria itu, dan mengedipkan satu mata nya,
Boby mengerti atas kode yang di berikan gadis itu, dengan cepat iya menganggukan kepala, dan ikut berdiri saat Alisa menarik tangan nya ingin mengajak nya ke luar ruangan itu
"bunda belum selesai" ucap wanita itu tegas, dan membuat kaki mereka berdua berhenti seketika
Aaaaa gawat bunda gak bisa di kibulin ni...
Alisa dan Boby kompak membalikan tubuh mereka, sesaat pandangan mata kedua nya saling bertemu memberi kode melalui pandangan masing masing
jangan mengatakan apapun," begitu kira kira yang di katakan Alisa lewat sorot mata nya
"duduk" suara bunda terdengar, dan kedua nya patuh menuruti nya
mereka kembali duduk berdampingan Alisa mengambil hanpon nya lalu mengetika sesuatu dan menunjukan nya kepada pria itu, dan Boby hanya menganggukan kepala nya sebagai jawaban.
"apa ada yang kalian sembunyikan" pandangan bunda mulai menajam, menandakan wanita itu mulai curiga "bunda mau kalian jujur, jangan ada kebohongan, bukan kah kalian akan menikah, tidakkah kalian berfikir bunda punya hak untuk tau semua nya, atau memang bunda sudah tidak lagi penting?"
Alisa terpaku mendengar penuturan sang bunda, iya tidak pernah berpikir bunda nya akan berpikir se sarkas itu,
"bunda apa yang bunda katakan?" ucap Alisa lirih
"bukan kah bunda mengatakan yang sebenar nya? apa menurut mu bunda tidak lagi punya hak atas keputusan masadepan mu? suara wanita itu mulai bergetar, menandakan emosional yang ada dalam diri nya mulai memuncak
Alisa segera menghampiri sang bunda iya berjongkok dan menggenggam kedua tangan wanita paru baya itu dan menatap nya dalam
"bunda adalah segala nya buat aku, apapun yang aku lakukan adalah untuk bunda, semua keputusan besar yang aku ambil ini untuk bunda, jangan berkata seperti itu bunda" Kristal bening mulai menggenangi pelupuk mata gadis itu
andai bunda tau apa alasan aku menerima pernikahan ini, tapi kalu sampai bunda tau bunda pasti akan sangat terluka
wanita itu bisa melihat ke sungguhan di mata putri nya, iya tau betul begitu banyak perjuangan yang di lalui gadis itu untuk menopak ekonomi keluarga
"kalau begitu jelaskan" ucap bunda lirih
Alisa menggengam tangan wanita itu lebih erar, menatap dalam mata sangbunda dengan penuh keyakinan
"apa bunda percaya sama aku"
__ADS_1
"bunda perrcaya"
"kalau gitu tolong percaya sama keputusan aku kali ini, kali ini aja bunda, bagaimana pun setatus mas Boby, siapapun dia tidak ada masalah bunda, aku memilih dia sebagai pasangan aku, apapun apapun yang akan terjadi setelah nya aku akan hadapin, aku basti bisa menghadapi nya, percaya sama aku bunda," jawab Alisa bersungguh sungguh
"tapi jika suatu hari hal yang sama terjadi sama kamu? apa kamu bisa menghadapi nya?" setitik kristal bening sudah mulai meluncur di wajah sangbunda
"bukan kah bunda dan ayah bisa menghadapi nya? kalu gitu aku juga pasti bisa bunda! kalian adalah contoh terbaik buat aku, apapun halangan nya aku sudah siap untuk itu" tangan Alisa terulur mengusap lembut Air mata sang bunda
wanita itu melirik sekali lagi pada pria yang duduk diam di kursi nya, yang juga mengamati mereka, "satupertanyaan terahir"
Alisa segera menganggukan kepala sebagai jawaban nya
"apa kalian saling mencintai?" sambil melirik bergantian pada Boby dan Alis
"sebuah hubungan tidak perduli seberapa kuat keyakinan itu, tapi jika kalian tidak saling mencintai maka itu akan berahir dengan sia sia!"
deg.. Alisa terpaku mendengar pertanyaan sang bunda, wajah nya pias seketika, tapi dengan cepat Alisa mengubah mimik ekspresi nya tersenyum cerah secerah matahari
walaupun saat ini iya sedang sangat gugup tapi dia berhasil menyembunyikan nya
"tentu saja bunda, hubungan kami sudah sejauh ini"
"beri bunda jawaban yan spesifik! apa kau mencintai Boby?"
kelihatan nya bunda belum puas dengan jawaban aku
"iya Aku mencintai nya" jawab gadis itu yakin penuh keyakinan, sebenar nya pertanyaan itu juga ada pada diri nya namun iya tidak bisa meyakinkan hati nya, namun saat bunda nya bertanya entah mengapa iya bisa mengatakan nya dengan seyakin itu
kenapa menghadapi mak emak bisa setenggang ini sih, di tatap dan di introgasi seperti ini , rasa nya lebih tegang di banding saat menganghadapi rapat dewan direksi
Boby mengulas senyuman terbaik nya saat wanita paru baya itu menatap nya intens
"apa kau mencintai Alisa nak boby?"
Aaaaaa mampus,,,, apa yang akan di jawab pak Boby, ya tuhan tolong, segak nya dia bisa berbohong sedikit kan...
Alisa menutup mata nya seakan nafas nya terhenti, iya takut Biby justru mengatakan hal yang akan membuat semua nya rumit
"Aku menyukai nya dan aku juga mencintai nya" jawab lelaki itu dengan lugas
Alisa langsung membuka mata nya, lalu menolehkan pandangan nya kepada pria itu, iya mengulas senyuman nya, entah mengapa walaupun mungkin itu hanya sebuah kebohongan tapi hati nya serasa berbunga,
hening... setelah jawaban itu tidak ada satupun dari mereka bicara seperti nya mereka masih saling terpaku
sang bunda menghembuskan nafas nya lega
"baik lah, bukan kah kalian tadi bilang ingin bicara berdua kalau begitu pergi lah" ucap wanita itu memecah keheningan
Alisa tersadar, iya segera bangkit dari duduk nya lalu mengajak pria itu duduk di kursi taman belakang rumah nya, ya walaupun kecil tapi tempat ini adalah tempat pavorit nya, karna sang bunda memang senang menanam banyak bunga bunga indah di sana
.
__ADS_1
..
.CINTA ITU SEPERTI ANGIN
WALAU KAU TAK BISA MNYENTUH NYA
TAPI KAU TETAP BISA MERASAKAN NYA...
..
.
Mereka duduk bersamaan, Alisa menyandarkan kepala nya di kepala kursi tempat nya duduk bersama Boby, iya menatap langit malam yang oenuh bintang dengan senyum yang mengembang
"kenapa tersenyum begitu"
"aku sangat lega"ucap nya masih menatap bintang di atas
"tentu saja itu karna bantuan ku juga kan"
"eemheemee.. "menganggukan kepala
"kalu begitu bukan kah aku layak mendapatkan hadia"
Alisa langsung mengalihkan pandangan nya dan menatap pria itu, yang di tatap malah mengeluarkan seringai misterius nya
"hadiah apa" tanya Alisa gugup
Boby sudah menggeser posisi duduk nya begitu rapat mengadap gadis itu,
Boby mencondongak kepala nya berbisik lembut di telinga gadis itu
"pejamkan mata mu aku akan mengambil hadiah ku" Bisik nya lalu menghembuskan nafas hangat di telinga gadis ity
Alisa menhan nafas nya merasahakan hembusan hangat dari pria itu membuat degup jantung nya menjadi tak terkendali,
apa lagi saat Boby semakin mendekatkan wajah nya
sesaat kemudian Alisa benar benar menutup mata nya, saat Boby telah menenggelamkan bibir lembut nya menyatu dengan bibir ramum Alisa
dua saksikan dengan bintang dan Angin malam dua pasang anak manusia itu sedang saling menikmati kelembutan nya masing masing
..BIAR PUN MALAM DAN HUJAN TIDAK SELALU MENGHIDUPKAN
TAPI "SETIDAK NYA" IYA MAMPU
MEMBERI HARAPAN..
bersambung.
__ADS_1