
" dasar benar benar pria bedebah, aku sibuk di sini dan dia malah enak enakan makan siang sama cewe, mana nemplok kaya cicak gitu, ih,,, gak peka banget" gerutu Alisa sambil tangan nya terus merapihkan berkas berkas nya yang jatuh berceceran
"Al Ayo dong, lama banget" teriak Eva
"iya sebentar" ucap nya dan langsung lari menghampiri Eva, yang sudah memasang wajah cemberut nya
"lama banget sih nanti dia nungguin lama loh, lagi gw udah laper ni" ucap gadis itu merajuk
"iya iya,,, ayo"
mereka berdua berjalan cepat menuju mobil kantor yang sudah terparkir di depan gedung menunggu mereka.
"nanti deh, kenapa muka Lo kusut banget yea"
Eva mencondongkan wajah nya melihat dengan jelas wajah sahabat nya yang tiba tiba murung
"apasih,," sedikit mendorong wajah Eva agar menjauh. " gak papa cuma Liat Cicak nemplok di Buaya aja tadi" ucap nya dengan nada kesal
"Cicak nemplok di Buaya?" tanya gadis itu binggung
"iya"
"Buaya apa dah, kok bisa di templokin Cicak, gak ngerti gw" ujar gadis itu semakin binggung
yang membuat Alisa semakin kesal
"gimana gak nemplok, orang Buaya darat" jawab nya nyeleneh
Eva semakin mengerutkan kening nya, iya mencoba mencerna kata kata Alisa barusan,
dan sesaat kemudian seringai lebar terbentuk di bibir gadis itu
iya langsung mengejar Alisa yang sudah berada di samping mobil
"haha,,, Lo cemburu yea" ucap nya meledek
"idih gak lah, ngapain cemburu" jawab Alisa sedikit nyolot
"ngaku lo, gw juga liat tadi pak Bobby keluar dengan cewe cantik di sebelah nya, sexsi pula" Eva sengaja menekan kata Sexsi, yang membuat espresi Alisa semakin menggelap
"udah lah males bahas dia" putus nya dan langsung memasuki mobil menuju restoran tempat mereka tuju,
dan di susul dengan Eva yang semakin gencar menggoda nya, yang malah kian memperburuk suasana hati nya.
.
sampai di lestoran tempat mereka temu janji , ternyata Kris sudah memesan banyak hidangan makan siang mereka,
iya sengaja memesan nya lebih dulu karna tau pasti kedua wanita itu juga sudah kelaparan, karna saat iya menghubungi Eva tadi, dia bilang mereka sudah di jalan dan segera sampai
"siang Pak Kris" sama Eva dan Alisa bersamaan, saat sudah berada di hadapan lelaki itu
__ADS_1
"siang, mari silahkan duduk" ucap lelaki itu tersenyum dan mempersilahkan mereka duduk
"dari tadi ya Pak Kris? maaf ya kita sedikit Terlambat" Alisa berucap penuh permohonan
"gak papa kok, oh iya gimana Bunda kamu, udah sehat?"
"iya Pak sudah," Alisa langsung mengulas senyum terbaik nya, lelaki itu memang selalu lembut dalam berucap membuat nya merasa betah di setiap pertemuan
setelah nya mereka makan bersama dengan nikmat, selain hidangan yang nikmat, di sini juga ada pemusik yang selalu melanyunkan lagu lagu indah yang membuat mereka semakin betah
makan selesai, kini sesi pembahasan tentang pekerjaan mereka selanjut nya, di mana Kris memberika benerapa detai yang iya inginkan bisa di terapkan dalam rancangan bangunan baru mereka
2 jam berlalu, semua pekerjaan sudah mulai di selesai, mereka mulau mengemas kembali
semua berkas yang berserakan di atas meja,
"gw ke toilet dulu ya" ucap Eva tergesa, pasal nya iya sudah menahan rasa ingin pipis nya sedari tadi
di sebelah sana terlihat ada dua pasang mata yang memhatikan mereka,
"nempel banget tuh Si Kris,," William mulai mengompori
Bobby berdecak, walau dia tau dari awal hubungan mereka memang hanya batas kerja, tapi tidak bisa di pungkiri bahwa Kris memamang memiliki perasaan yang lebih terhadap Wanita nya, apa lagi dulu pria itu pernah mengutarakan perasaan nya kepada Alisa, yang tidak sengaja iya dengar saat mereka makan siang
"gak akan tergoda dia, tenang aja" ucap nya enteng, padahal hati nya kebakaran
William mencibir "yakin Lo, gak tergoda? batu aja kalau di tempa terus bisa keropos" ejek nya Lagi
"apa kalian masih sibuk"
dan suara yang tidak asing otu langsung membuat perhatian mereka teralihkan, wajah yang penih senyum tiba tiba mengkerut seketika menyadari siapa orang yang tengah menyapa mereka.
Kris bangkit dari duduk nya memasang senyum ramah dan mengulurkan tangan untuk sekedar bersalaman
"pak Bobby apa kabar, apa anda sedang makan siang di sini"
Bobby menerima uluran tangan itu "Baik"
, lalu mengalihkan pandangan nya melirik wanita yang juga berdiri di memberikan salam horman pada nya
"apa aku boleh bergabung" langsung duduk dan mengambil posisi di samping Alisa membuat wanita itu harus rela menggeser duduk nya
"tentu saja" jawab Kris dengan tersenyum canggung
"kalian membahas tentang apa? apa masalah pekerjaan" tanya Bobby
"iya kami membahas beberapa perencanaan, ini lihat lah" Kris menyodorkan setumpuk berkas yang ada di tas nya
Bobby hanya melirik malas semua berkas itu, sedikit membolak balik nya, dan menganggukan kepala, "bagus,, apa semua nya sudah selesai?
"sudah, " jawab Kris
__ADS_1
Bobby mengangguk dan bangkit dari duduk nya "kalau begitu Alisa harus segera kembali kekantor bersama ku ada yang harus iya kerjakan"
saat tangan lelaki itu tiba tiba meraih tangan nya dan akan menarik nya Alisa langsung menghentikan nya, membuat pegangaan lelaki itu terlepas. "aku akan kembali bersama Eva pak,"
"Alisa" sudah menatap dengan tatapan pembunuh, sangat terlihat jika saat ini lelaki ituu sedang menahan amarah
"tapi Aku kesini bersama nya, setidak nya kita bisa menunggu nya sebentar" ucap Alisa berhati hati, mulai ngeri saat pandangan lelaki itu seakan menusuk jantung nya
"ada William di sana" meliril dengan ekor mata nya, membuat wanita itu juga melirik ke tempat yang sama, dan yang di lirik hanya tersenyum kecut di tempat nya
eh jika pak William disini, apa wanita itu juga ada di sini
"ayo" sudah menyeret gadis itu hingga mengikuti langkah lebar nya sambil terseok seok kesusahan menyamai langkah lebar lelaki itu,
Hey,, apa aku di tinggal, lalu bagai mana aku akan kembali kekantorn akukan tidak membawa mobil tadi" Wiliam
Bobby membuka pintu depan mobil nya dan melempar tubuh wanita nya hingga masuk kedalam kursi penumpang bagian depan, dan membuat wanita itu mengaduh
"apa apan sih Mas" omel Alisa
Bobby tidak menjawab, iya langsung menghidupkan mesin mobil nya dan meninggalkan restoran itu
"kamu ngapain sih tadi," melirik ke arah Alisa sebentar, lalu kembali pokus kedepan
"ngapai?, aku kan tadi bahas kerjaan"
"kok pake usap usap bibir segala?" mulai meninggikan suara nya
Alisa mengerutkan kening nya kemudian terlihat gadis itu sedikit menahan senyum nya
iya teringan memang Kris tadi membantu nya mengelap sisi bibir nya yang terkena noda saus, saat iya memakan kentang goreng,
"tadi dia bantu aku elap saus di bibir aku" ucap nya menggoda
sontak saja jawaban Alisa membuat Bobby geram, "memang gak bisa elap sendiri? tangan kamu patah, hingga butuh bantuan?"
"kenapa memang, beruntung masih ada yang perhatian sama aku, segak nya dia gak ninggalin aku gitu aja" ucap wanita itu santai
namun seperti nya gadis itu salah menjawab karna itu justru membiat lelaki di samping nya itu bertambah murka, wajah nya sampai merah padam menahan amarah,
Bobby langsung menghentikan mobil nya di bahu jalan, hingga membuat tubuh Alisa hampir membentur dasbord jika saja wanita itu tidak memggunakan sabuk pengaman
lelaki itu mengalihkan pandangan nya yang tajam seolah langsung menembus jantung Alisa, membiat wanita itu langsung bungkap dan merkidik ngeri
Aaaaa,, kenapa ini apa aku salah bicara ya??
.
.
.Bersambung......
__ADS_1