BUKAN CINTA KONTRAK

BUKAN CINTA KONTRAK
BAB: 22


__ADS_3

Bruk... Bruk.... Brak...


samar samar Alisa dapat merasakan cengkeaman ke dua lelaki berandal itu melepaskan nya,


suara gelak tawa mereka berubah mengaduh aduh kesakitan, suara seseorang memukuli dan menghantam mereka cukup keras, dapat di dengar nya, walau kini iya masih memejamkan mata nya sambil terisak, iya enggan menlihat ataupun mengetahui ke adaan di sekitar nya


lalu iya merasakan tubuh nya melayang ke udara, ada tangan kokoh yg mengangkat tubuh nya, dekapan yg begitu nyaman, Alisa mengerjapkan mata nya beberapa kali, untuk menetralkan air mata yg menggenangi mata nya, yg membuat pandangan nya berkabut,


"Pak Boby benarkah itu kau?" gumam nya, iya dapat melihat senyuman di wajah pria itu, dan samar samar iya melihat darah di pelipis kiri lelaki itu, Alisa berusaha mengulurkan tangan nya menggapai wajah lelaki yg telah menolong nya, sebelum ahir nya iya tidak sadarkan diri


.


PlasBak Boby


.sore itu Boby masih sibuk dengan banyak laporan yg harus iya selesaikan, Helen datang dan mengatakan bahwa mereka harus segera menghadiri undangan jamuan makan malam yg di adakan salah satu rekan bisnis mereka,


"iya baiklah, kau berangkatlah lebih dulu ke acara itu, aku akan menyusul mu" perintah Boby


Boby memutuskan untuk pelang terlebih dahulu ke apartemen nya, baru setelah itu iya akan berangkat ke acara tersebut


namun baru saja iya melaju meninggalkan lokasi kantor dengan mobil nya, iya melihat seorang wanita yg sedang di seret ke dua orang pria, iya menepikan mobil nya, dan mencari mereka,


Awal nya Boby tidak menyadari siapa wanita itu namun saat semakin dekat iya baru sadar ternyata wanita itu adalah Alisa,.


********.. , berani sekali mereka menyentuh wanita ku.. gumam nya


Boby dengan brutal mengantam mereka, menonjok, tendang, hingga melempar nya, membuat tubuh lelaki itu membentur pohon dengan kuat,


satu teman lain nya berhasil menghantamkan balok ke arah nya, yg mengenai pelipis nya,


namun dengan sigap Boby menangkis pukulan ke dua yg akan di layangkan ke diri nya, iya mengambil alih balok yg ada di tangan berandal itu dan memakai sebagai senjata untuk melayangkan pukulan telak, yg mengenai dada pria berandal itu,


setelah puas melihat ke dua berandalan itu terkapar tak berdaya, iya mendekati Alisa, melihat ke adaan nya, mungkin saja jika iya telat beberapa menit gadis itu sudah tidak lagi selamat.


iya membuka jas nya, lalu menutupi tubuh bagian atas gadis itu, untuk menutupi baju nya yg hampir tidak berbentuk lagi,


iya meletakkan tangan nya di bawah tengkuk kaki dan leher wanita itu, lalu mengangkat nya, membawa Gadis itu ke dalam dekapan nya,


.

__ADS_1


Boby meletakan Alisa di atas ranjang di kamar nya, iya mengambil air hangat lalu dengan perlahan membasuh tubuh wanita itu dan mengganti pakaiyan nya dengan kemeja yg ada di lemari nya, kana memang tidak ada pakaiyan wanita di apartemen nya.


maafkan aku, aku harus melihat nya sekali lagi, setidak nya kali ini aku akan berusaha mengontrol diri ku.. batin nya


.


.


Alisa mengerjapkan mata nya beberapa kali, menyesuaikan cahaya yg masuk ke mata nya,


"di mana ini?" Iya mencoba bangkit dan menyandarkan tubuh nya ke kepala ranjang, "aw.. kepala ku sakit sekali"


krek... seseorang muncul dari balik pintu, "apa kau baik baik saja?" kini lelaki itu sudah berada tepat di samping ranjang


"pak Boby, apa yang terjadi?" Alisa memegang kepala nya yg terasa berdenyut nyeri,


"tidak ada hanya berkunjung ke rumah ku" jawab nya santai


"baiklah, istirahat dulu, aku akan mengambilkan makanan untuk mu" lelaki itu mengelus rambut Alisa sayang, lalu berbalik pergi dan menghilang di balik pintu


Alisa menyandarkan kepala nya, mengumpulkan kepingan demi kepingan ingatan yg,


.


.


"Alisa ini makan mu! kemana dia" Boby kaget saat melihat kamar nya kosong, dan terdengar suara gemericik air, bercampur isakan dari arah toilet


iya segera meletakan makanan yg iya bawa di atas nakas, lalu berlari menghampiri Alisa di dalam toilet, beruntungbtoilet nya tidak di kunci, Boby langsung menerobos masuk dan menemukan gadis itu dengan ke adaan yg memperihatinkan


Alisa berjongkok di bawah guyuran air shower, iya menggosok gosok tubuh sambil terisak isak, seolah ada kotoran yg menempel di tubuh nya,


."apa yg kau lakukan" Boby sampai meninggilan suara karna terkejut, iya segera mematikan air yg mengalir mengguyur gadis itu


"apa yg kau lakukan? itu akan menyakiti dirimu," Boby mencoba menahan tangan gadis itu, namun Alisa langsung menepis nya, bahkan membuat nya semakin histeris


"lepaskan aku..


"apakah apakah mereka berhasil melakukan nya? apakah mereka telah melecehkan ku?" teriak nya, wanita itu bahkan mencengkram kaos yg Boby gunakan dan megoyang kan nya dengan kuat, hingga membuat tubuh lelaki itupun ikut bergoyang,

__ADS_1


karna tidak mendapatkan jawaban Alisa semakin prustasi, iya teringat akan ciuman itu, iya menggosokaan bibir nya dengan kuat, hingga luka di bibir nya kembali terbuka, dan mengeluarkan darah


"hixs..aku tidak sudi, hixs aku jijik" sambil terus mengusap mulut nya kasar


cup... Alisa membelalakan mata nya saat tiba tiba tangan nya di cekal, dan bibir hangat menyecap lembut bibir nya, dengan hati hati Boby melumat nya perlahan agar tidak melukai bagian bibir wanita itu yg terluka,


tidak ada hasrat di sana, hanya ke hangatan, dan mengalirkan ketenangan di sana.


Boby melepaskan pangutan nya, iya mendongka dagu wanita itu hingga pandangan mereka bertemu, " tidak ada apapun yg terjadi"


"tapi mereka, mereka telah menyentuh ku, aku"


."hsuut... tenanglah, tidak ada yg terjadi" lelaki itu membawa tubuh Alisa kedalam pelukan nya, dan mengangkatnya. kembali ke kamar,


iya mendudukan gadis itu di bibir ranjang, dan kembali ke kamar mandi , lalu mengambil handuk kering di sana, Boby membuka lemari pakaiyan nya mencari salah satu baju yg bisa digunakan gadis itu sementara waktu


"buka baju mu, ganti pakaiyan mu," lelaki itu menyerahkan handuk dan baju kaos oblong super besar pada Alisa


"maaf di sini tidak ada perlengkapan wanita jadi hanya ada ini" tambah nya lagi


tidak ada jawaban, Alisa hanya menundukan wajah nya dalam sambil terisak, iya tidak menyangka sekali lagi, iya nyaris menjadi korban pelecehan,


Boby berjongkok di hadapan wanita itu, mengiring pandangan mereka untuk saling bertemu, iya menggengam kuat tangan gadis itu, meyakinkan bahwa tidak terjadi apapun saat itu


"tidak ada yg terjadi saat itu percayalah pada ku, baiklah kalau begitu biarkan aku menghapus jejak mereka di tubuh mu"


tanpa menunggu reaksi atau jawaban gadis itu ,


Boby sudah langsung mendaratkan kecupan di seluruh wajah gadis itu dan terahir menyatukan kembali bibir mereka, melumat nya lembut mengalirkan semua rasa yg sulit di ungkapkan kata kata..


"sangat lembut, sangat hangat, kenapa jantungku berdetak begitu cepat"batin Alisa


.


.bersambung.......


.


.HAYO HAYO... BAPER KAGAK TUH... AUTHOR SENDIRI AJA BAPER LOH.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


.KAPAN YA DI PERLAKUIN SE SWETT ITU😍😍😍


__ADS_2