
"bukan kah kau bilang akan menikahi ku" ucap Enggel dengan nada tinggi penuh emosi
"aku bilang akan menikahi mu, jika ahir nya aku tak menemukan wanita yang tepat untuk ku" jawab Bobby santai
berbeda dengan lelaki itu kini Enggel nampak lebih geram, "kau bermain main dengan ku Bobby"
aku tidak bermaksud seperti itu, tapi jika kau merasa bergitu , ya terserah pada mu" mengangkat bahu acuh
"kau" suara Enggel tertahan, rasa nya tenggorokan nya tercekat untuk mengeluarkan kata kata balasan, bukan kah niat nya kemari untuk mendapatkan pria itu, kenapa harus bertengkar,
tidak perduli dengan cinta dan lain nya, yang penting iya bisa menikahi lelaki itu maka semua yang iya mau bisa dengan mudah iya dapat kan,
"siapa wanita beruntung yang mendapatkan mu" meredam emosi nya, berubah lembut penuh ke palsuan
"kenapa"
"aku ingin bertemu setidak nya aku ingin memberikan selamat atas pernikahan kalian"
Bobby mengeritkan kening nya, mana mungkin perempuan ini bisa berubah pikiran dalam waktu persekian detik
"aku akan mengenalkan nya pada mu jika waktu nya sudah tepat, sekarang aku masih banyak pekerjaan jadi kau boleh pergi"
berucap dengan nada dingin
berarti belum banyak orang yang mengetahui siapa wanita itu, maka ini belum terlambat, aku akan merebut nya, sebelum semua orang tau siapa wanita yang menjadi istri nya"
"baik lah" sudah mendekat dan kini dengan tidak tau mau wanita itu justru berpindah menghampiri Bobby yang masih duduk di meja kerja nya, berdiri di belakang pria itu dan
melingkarkan tangan nya di bahu pria itu, iya mencondongkan wajah nya dan berbisik menggoda di telinga lelaki itu
"aku akan pergi, tapi bagaimana jika kita menyelesaikan urusan yang kemarin, bukan kah saat itu kita sempat tertunda, kau tau aku menunggumu, tapi kau tidak juga datang, sekarang bagaimana jika kifa lanjutkan di sini" ucap Enggel dengan sura serak menggoda
Bobby melepaskan diri dari wanita itu, iya berdiri dan sedikit gerap dengan ulah wanita itu yang terkesan tidak tau tempat
"apa kau gilan ini kantor dan aku sibuk"
sudah meninggikan suara nya
" ayo lah, kenapa malu bukan kah kita juga pernah melakukan nya di sini?"
__ADS_1
"tidak,, aku sudah menikah"
"hah alasan, sejak kapan kau menjadi lelaki yang sok setia"
dengan cepat Enggel mendekat dan meraup wajah pria itu mencium nya dengan kasar hingga Bobby mendorong nya dengan kuat,, "apa yang kau lakukan?"
Bobby menghapus bekas ciuman Enggel dengan punggung tangan nya, tapi tiba tiba iya merasa ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan nya, dengan cepat iya mengambil air minum dan meminum nya,, setelah itu, Bobby mulai merasakan panah di seluruh tubuh nya.
, entah kenapa, tapi tiba tiba iya merasa hasrat besar di pusat tubuh nya menegang, ini pasti bukan kebetulan, iya sedang tak mengiginkan itu, tapi kenapa tiba tiba gelora di tubuh nya mengiinkan yang lebih?
iya menatap tajam wanita yang duduk di sofa dengan tenang sambil tersenyum penuh kemenangan ke arah nya,
"apa yang kau lakukan" tanya Bobby masih berusaha mengontrol diri nya
"sayang ayolah,, aku akan meredakan hasrat mu,," Enggel bangun dari duduk nya mendekatkan tubuh nya ke arah Bobby, dan memainkan kancing atas pria itu hingga dua kancing mulai terbuka
"kau sungguh berani" hardik Bobby sambil menepis tangan Enggel yang membuat wanita itu meringis
"tidak ada siapapun di sini"
"oh ya,, kau akan merekam dan menyebarkan nya kan aku tau itu"
"ah aku ketauwan,, sudah lah Bobby kenapa hawatir aku hanya ingin mengoleksi nya, tidak akan ada yang tau" jawab Enggel masih dengan nada menggoda, dan sekali lagi mendekati Lelaki itu, yang terlihat mati matian menguasai diri dari gairah yang kian lama kian memuncak
Bobby mengambil hanpon nya dan menekan nama seseorang disana, kemudian menghubungi nya
"Halo"
"keruangan ku sekarang, sekarang" dengan nafas tersengal, iya lalu memutuskan sambungan telpon nya
Bobby kembali melirik wanita yang masih berada di hadapan nya dengan geram, bahkan kini wanita itu sudah mengangkat rok nya dengan satu jari, memberikan gerakan menggoda di depan lelaki itu.
Bobby mencekram tangan nya, lalu menyeretnya keluar ruangan itu, dengan kasar Bobby menghempaskan tubuh wanita itu keluar ruangan dan segera kembali menutup pintu dan mengonci nya dari dalam
Enggel kembali bangkit, mengetuk ketuk pintu besar itu dengan sangat kencang
"Bobby buka, atau aku akan mengatakan pada papa ku, jika kau memperlakukan ku dengan buruk" teriak Enggel meraung penuh kemarahan
tidak lama Helen yang baru saja datang langsung menghampiri Enggel yang terlihat masih menggedor gedor pintu yang ada di hadapan nya itu
__ADS_1
"Nona Enggel, tolong jangan buat keributan, tidak kah anda malu menjadi pusat perhatian seperti ini" ucap Helen menenangkan
Enggel menoleh, melihat ada beberapa staf yang akan rapat berhenti, dan melihat kearah nya dengan pandangan aneh,
"apa kalian semua" hardik nya, sekalilagi iya menoleh kerarah pintu besar yang tak bergeming di hadapan nya,,
iya lantas memakai kembali sebelah sepatu tinggu nya yang terlepas saat Bobby dengan kasar melemparkan tubuh nya keluar ruangan itu.
iya pergi dengan ekspresi yang luar biasa murka, dan menuju ke Lif, saat denting pintu Lif terbuka
Sosok wanita cantik yang keluar membuat nya melengoskan pandangan nya, namun wanita itu tetap memberika senyum yang terbaik nya dan sedikit mengangukan kepala nya sopan
wanita itu melebarkan langkah nya sedikit berlari ketika suara panggilan di hanpon nya kembali terdengar nyaring, iya tidak mengangkat nya, tapi justru melebarkan langkah nya agar cepat sampai menemui Big Bos nya.
tok..tok...
suara ketukan di pintu membuat Bobby terlonjak iya segera menaruh hanpon nya di atas nakas, dan melihat dari sisi lain siapa yang mengetuk pintu, dan senyum nya melebar, saat wanita yang di tunggu sudah datang.
iya segera membuka kunci pintu itu
"permisi pak Ada Aaaaaw....
tarikan kuat membuat wanita itu memekik terkejut, lebih terkejut lagi saat tau siapa yang menarik dan langsung menghujami nya dengan ciuman panas yang bertubi tubi
"Mas" pekik Alisa, saat iya menangkap sosok lelaki yang kini menyandarkan nya di dinding dan menghujami nya dengan ciuman, yang membuat nya kelabakan
"Mas,, "pekik wanita itu sekali lagi
Bobby mendongakan kepala nya, membuat Alisa semakin terkejut melihat mata lelaki itu yang berkabut, mata itu mengingatkan nya saat Bobby mengiinkan sesuatu
"aku mau,,,, , aku mengiinkan mu, aku sudah tidak bisa menahan nya" ucap nya dengan suara parau, lalu langsung kembali menyatukan Bibir mereka kembali
Alisa yang belum mencerna sepenuh nya apa yang terjadi, tidak bisa melawan atau menolak suami nya itu,
Ketika Bobby mulai menyandarkan nya di sofa, dan membuka celana dalam nya dengan sedikit kasar dan tanpa aba aba lelaki itu mulai menyentakan tubuh nya, membuat tubuh kedua nya terguncang hebat di sana
Alisa tau ada sesuatu yang salah sedang terjadi pada suami nya, karna tidak mungkin dia bisa meminta hal seperti ini apalagi ini di kantor.
, bukan kah akan sangat memalukan jika saja ada orang lain yang datang dan melihat nya sesang melakukan hal inintim di ruangan itu..
__ADS_1