
Rita masih terdiam , memakan sarapannya dengan tenang . Walau pinggangnya terasa sakit , dan bagian **** *-nya masih terasa mengganjal .
Sedang Renzi tersenyum senyum tipis , melihat reaksi manyun sang istri . Yang di rasa sangat lucu , membuat Renzi ingin terus menggodnya .
" Ihhh ,,, dia bisa bisanya , duduk tenang . Dan senyum senyum mengejek ku . Ihhhh ,, sebel " , Rita menggerutu dalam hati .
Berhenti menggerutu dalam hati , itu bisa membuat tekanan batin . Ucap Renzi dengan suara baritonnya , meski pelan masih terdengar jelas .
" Iya ", ucap Rita singkat sambil menyebikan bibirnya .
Cup ,,
Renzi dengan cepat memberikan ciuman singkat di bibir Rita . Membuat Rita mengangkat kepalanya dan memelototkan mata bulan sabitnya .
Ih ,, mesum , ucap Rita sambil memukul lengan Renzi pelan .
Jika reaksi mu seperti itu , aku tak akan segan segan melakukannya lebih dalam tak sekedar kecupan ringan .
Khemm ,, Rita mengigit rotinya dengan gerakan cepat dan menggretakan giginya .
Mana dompet mu sayang , Renzi berucap dengan suara datar .
Mendngar itu , tanpa curiga Rita mengambil dompetnya dari tas . Nih ,, menaruh di atas meja tepat di hadapan Renzi .
Renzi membuka dan mengambil 3 kartu yang biasa di gunakan Rita . Kartu kredit , Atm glodnya , dan Atm berwarna hitam . Meletakan dompet Rita kembali , dan setelah itu dia mengambil dompetnya sendiri .
Memberikan 3 kartunya dan buku tabungan , kartu kredit , Atm glod , Atm hitam . Tabungan deposit jangka panjang , " Gunakan itu ! ". Ucap Renzi tegas yang artinya suatu ultimatum tak dapat di ganggu gugad .
Ta ,, tapi ,, Rita akan menyuarakan suarannya untuk protes langsung di potong oleh Renzi .
Jika tidak mau , tidak ku izinkan keluar dan kartu ini akan ku bekukan .
Ha ?? , sayang ... Rita berusaha merajuk dengan manja .
Tidak ,,
Ucap Renzi tegas , Renzi melakukan ini semua agar Rita sedikit mengurangi kegiatannya . Karena dia tau Rita tak akan menyentuh uangnya .
Dia memilih bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya . Sebenarnya Renzi sudah memberinya kartu kartu yang sama . Tapi ia tau kalo Rita meninggalkannya di rumah besar . Dan kartu itu di gunaka Dewi , Istri pertamannya . Dengan lidah tajamnya , pasti itu yang memaksa Rita memberikan pin kartu itu .
Renzi mengetahui secara tak sengaja , saat sang sekertaris menyenggol tumpukan dokumen . Lembaran kertas bukti pengeluaran bulanan terlihat dan terbaca . Renzi curiga karena tempat belanja , penarikannya dari dalam negri . Sedang Rita lebih sering berada di Jerman .
Dengan cepat Renzi memerintahkan sang sekertaris memblokir kartu kartu itu . Dan membuatkan lagi 3 kartu terbaru , sebenarnya Renzi juga memberikan kartu ke pada Dewi . Cuma beda kapasitasnya , karena Rezi tau kalo Dewi dan ibu mertuannya sangat boros .
__ADS_1
Jadi Renzi hanya memberikan kartu kredit berbatas , Atm gload dan platinum . Itu membuat Dewi kesal .
Bulan depan ulang tahun ayah , kau pulang ke rumah besar . Akan ku jemput , kosongkan jadwalmu . Ucap Renzi datar , sambil menyeka sudut bibirnya pertanda telah usai sarapan .
Hemmmmmmm ,,, Rita menghembuskan nafas kasarnya . Drama apa lagi yang akan aku tonton , " kuatkan hati mu Rita " . Rita berucap dalam hati menguatkan diri sediri .
ππ¦π¦π¦π²π²π²π¦π¦π¦π²π²π²π
Kak ,, sampai kapan kau akan diam diam mencintai dan tak mengungkapkannya . Endruw berucap sambil menyenderkan tubuhnya pada sendreran sofa di dalam ruangan Cleo .
Kalo tidak cepat bertindak , aku saja yang maju . Endruw mencoba menggoda sang kakak , yang masih fokus dengan leptop dan dokumen dokumennya .
Platak ,, pulpen Cleo melayang tepat di kepala Endruw .
Au ,, Endruw mengaduh dan memegangi kepalanya yang tertimpuk pulpen .
Jangan usilin calon kakak ipar mu , atau aku telpon mama mu . Untuk mengadakan sesi perjodohan lagi .
Ah ,, kakak selalu mengancam ku dengan itu . Tapi aku tidak akan menolak , jika di jodohkan dengan . Khem ,, Endruw tak melanjutkan ucapannya . Karena mendapatkan plototan Cleo , dia tau arah pembicaraannya ke mana .
Iya ,, iya ,, tak akan mengganggu kakak ipar . Huhuhu ,,, belum dapat aja sudah posesif . Apa lagi nanti , celoteh Endruw .
Cleo memecingkan matanya , menunjukan sorot mata memperingatkan Endruw agar tak mengganggu Huanlia .
Tut ,, tut ,, telpon berbunyi . Warna merah menyalah , pertanda interkom dari meja sekertarinnya .
Sekertaris : ,,,,
Cleo : Ya .
Klup ,, Cleo menutup sambungan telponnya dan berdiri .
Ayo mereka sudah datang , dan menunggu di ruang meeting . Cleo berjalan lebih duluh ke ruang meeting .
π¦π¦π¦π¦π¦πππππ¦π¦π¦π¦π¦
" Kita harus bicara " , pesan itu yang di kirim Dimas . Fonlin membacanya , ragu untuk mengetik , huffff ,,, menghela nafas pajang .
" Baik lah " , pesan balasan terkirim . Fonlin menguatkan hatinya .
Setelah berpikir lama , Fonlin tak mau terlarut ini memang harus di putuskan .
" Apa pun keputusannmu akan aku terima " , ucap Fonlin dalam hati sembari menggenggam hpnya dengan erat .
__ADS_1
Cengkling ,, pesan balasan masuk .
Nanti pulang kerja , di rumah . Pesan singkat dari Dimas , yang menujukan di mana mereka akan bertemu .
Setelah melahirkan putranya , Fonlin sering di pojokan terus oleh sang mama tiri dan omongan omongan . Yang tidak mengenakan dari sang kakak , dia memilih tinggal di luar .
Dengan alasan agar lebih dekat dari kantor dan tempat kuliahnya . Dia memilih kembali ke apartemen yang sudah di sewanya selama ini .
Awalnya Dimas melarang , tapi Fonlin membujuk . Dia beralasan ingin menyelasaikan kuliah yang waktu itu memang masih di tengah semestrer .
Dan pekerjaannya sayang jika di tinggal , karena berhubungan dengan mata kuliahnya.
Dengan berat hati Dimas mengizinkannya .
πΌπΌπΌπΌπΌπ€π€π€π€πΌπΌπΌπΌπΌ
Selamat siang ,, tuan Cleo , Ben menjabat tangan Cleo begitu dia datang dan berdiri di hadapannya .
Siang _ Cleo .
Tuan Endruw ,
Nona Huanlia , Ben mengulurkan tangannya menyalami bergantian .
Kita mulai saja meetingnya , Cleo berjalan ke kursih paling ujung . Memipin rapat di mana akan membahas kerjasama di atara Ben dan Cleo .
Endruw duduk di sebelah kanan Cleo , sedang Ben kembali ke tempat duduknya di sebelah kiri . Huanlia duduk di belakang Cleo dengan sigap membuat notulen dan mendengarkan dengan serius mencatat poin penting yang di bahas .
Dalam ruang semua terlihat serius , karena aura Cleo yang begitu menekan . Membuat semuanya menjadi tegang .
Cleo terkenal dengan sifat prefeksionisnya . Sehingga rapat berjalan cukup lama , karena 1 pembahasan di bahas cukup alot .
Satu persatu anggota rapat mulai mempersentasikan hasil kerjanya .
Ben sesekali mencuri pandang ke arah Huanlia . " Kau sungguh berbeda , menawan dan terlihat cantik . Saat tenang dan fokus ", ucap Ben dalam hati . " Apakah aku sudah benar benar kehilanganmu , sungguh tak rela ".
Cleo melihat gelagat Ben , dalam diam . Dia memperhatikannya , sebenarnya dia tau hubungnnya dulu dengan Huanlia .
Cleo sengaja mempertemukaan Ben dan Huanlia . Dia ingin tau respon apa yang akan di perlihatkan mereka .
Cleo menangkap bahwa Ben , masih mempunyai rasa dan minat . Sedang Huanlia terlihat datar , di matanya tidak terlihat rasa suka atau rasa benci .
Tetep mengamati , karena Cleo recanannya akan merebut kembali perusaan Huanlia . Yang sekarang berganti kepemilikan . Tapi reaksi Huanlia sungguh di luar dugaan .
__ADS_1
Di wajahnya terlihat datar tanpa rasa benci atau suka .
" Meskipun kau masih menyukainya , kau tak akan mendapatkannya . Karena dia wanita ku , akan ku buat kau menyesal " .