BUKAN ISTRI PERTAMA

BUKAN ISTRI PERTAMA
Telah tenang dia di sana .


__ADS_3

Sore berganti malam , hujan masih mengguyur bumi . Malah bertambah deras , angin bertiup sangat kencang .


Di sebuah ruang keluarga di lantai dua , yang menghubungkan dengan empat kamar besar . Di sebuah sofa , terdapat lembaran lembaran kertas .


Kertas kertas bertuliskan laporan laporan , yang berkaitan dengan dapur online dan outlet . Yang sedang di kelola Hualia .


Ya , setelah makan siang yang tertunda . Sekarang Huanlia berada di ruang keluarga di lantai dua . Dia memang lebih yaman di sini , ketimbang di lantai bawah atau di lantai tiga .


Di lantai tiga terdapat kamar utama berada . Dan beberapa kamar yang sering di gunakan untuk mengiap . Bagi para anggota keluarga , jika di rumah ini . Sedang mengadakan acara keluarga , yang memakan waktu sampai fajar menyingsing .


Cup ,,


Satu kecupan mendarat di pipi mulus Huanlia . bibirnya tersenyum saat mendapati siapa yang mengecupnya . Dari awal walau Huanlia tak memalingkan wajahnya . Dia tau , ada seseorang yang mendekat .


Semakin mendekat dapat tercium harum mien , bercampur aromah buah jeruk nipis . Sungguh menyegarkan hidung , bibir sexsi itu tak henti hentinya memberi kecupan .


" Mas ,, sudah dong ,, geli ini " , ucap Huanlia sedikit bernada manja .


" Sudah tiga hari ini , kamu cuek sayang " . Cleo berucap sedikit marajuk , " aku tidak suka itu ".


" Heffgg " , helahan nafas pendek Huanlia . Menanggapi suami dinginnya yang kadang kadang bisa merajuk . Seperti pria pada umumnya yang sedang mencari perhatian .


Sejak menika , Huanlia sedikit demi sedikit memahami sifat asli Cleo . Dia sama seperti pria pada umumnya . Pencemburu , penyang , posesif , manja , dan penggoda . Tapi terkadang jiwa pengertian dan mengayomi layaknya kakak . Juga sering di rasa Huanlia , meski samar samar .


Meski saat sifat aslinya itu muncul , terkadang membuat Huanlia terkekeh geli . Karena dia merasa lucu , sebab sang suami yang dia kenak selama ini . Tidak lah seperti itu , dingin , tegas , pendiam , dan jiwa kepemimpinannya yang berdara dingin .


" Klik ,, ckup ,,, "


Jemari Huanlia mengarakan moes ke arah Exsit . Mengklik dan menutup leptopnya pelan , menengokan kepelanya ke samping . Di mana sang suami duduk , menunjukan raut wajah merajuknya .


Datar tanpa exspresi , dan bola matanya seolah olah membuang tatapannya . Tapi di ujung mata masih mencuri curi pandang , sungguh lucu .


" Emmm "


Tangan Huanlia terulur , membelia wajah sang suami . Masih dengan rahang mengerasnya , seolah olah cuek . Padahal dalam hati bersorak , " Yes ,,, aku menang ".


" Ternyata benar kata Endruw , tipe kaya kakak ipar itu jangan di cuek'i . Dia malah tambah bebas , karena kakak ipar itu orangnya cuek . Sedikit bermanja kepanda , pasti dapat perhatian lebih . Sebab kak Huan , pada dasarnya walu cuek tapi penyayang dan perhatian . Meski terkadang hanya fokus pada duniannya ".


Itulah ucapan Endruw , saat dirinya mengomentari sang kakak sepupuh . Yang kalah itu uring uringan di kantor . Tebakan Endruw memang benar , kalo dirinya memang sedang merasa cemburu dan terabaikan . Karena akhir akhir ini , Huanlia sibuk dengan hobinya dan sang sahabat . Yang sedang sedih kehilangan seorang yang di cintainya .


" Maafkan aku ,, jika membuatmu merasa terabaikan mas ".


" Cup " .

__ADS_1


Sejurus kemudian Huanlia mengecup pelan bibir sang suami . Cleo melotot tak percaya , mendapati sang istri berinisiatif duluan .


" Sudah makan malam belum , ayoh kita makan ! ". Huanlia berucap sambil menggenggam tangan sang suami .


Cleo baru pulang dari kantor , saat dirinya mendapati sang istri . Tengah fokus dengan leptop dan berkas berkas dari usaha yang di jalankannya . Sampai tak menyadari kepulangan sang suami . Cleo memutuskan membersihkan diri , sebelum menemui sang suami .


" Ayo , tapi aku gak mau makan di bawah ". Ucap Cleo dengan seringan licik .


" Em ,, ok ,, mau ku bawakan makan ke sini ". Huanlia menawarkan untuk mengambilkan makanan untuk sang suami .


" Tidak ", jawab Cleo langsung .


" Lantas mau bagai mana ? ", tanya Huanlia bingung .


" Akan ku bawah makanan ku sendiri ", Cleo berucap sambil bergerak cepat mengangkat tubuh Huanlia bak karung beras .


" Ahhhh " , jerit Huanlia yang merasa ngeri di perlakukan seperti itu .


" Mas ,, turunkan aku , ini berbahaya " , Huanlia berusaha memberontak .


" Tidak , kali ini aku akan memakanmu sampai pagi " _ Cleo .


" Oh ,, no !!!!! "_ Huanlia .


🔞😬😬😘😘😘😬😬🔞


Alya sang istri pertama , membujuk sang suami untuk segera pulang .


" Ya , aku tau . Tapi Fonlli masih membutuhka ku . Dia masih berduka , aku bukannya gak mau kesana "_ Dimas .


....................................


" Mengertilah sayang ,, bukan begitu maksud ku "_ Dimas .


....................................


" Hallo ,, halllo "_ Dimas .


Sambungan telepon dari sebrang sana terputus , yang sudah di pastikan . Berakhir dengan perdebatan kecil .


" Hufffgggg " , Dimas membuang nafas dengan kasar .


" Mas " , Fonlli yang sedari tadi diam di belakang Dimas . Perlahan mengahampiri , menyentuh bahu lebar sang suami .

__ADS_1


Mendapati sang istri yang datang , Dimas memutar tubuhnya . Menghadap ke arah Fonlli , dan dengan gerakan lembut . Menariknya ke dalam dekapannya .


" Siapa ? " , tanya Fonlli seolah tak tau .


" Alya " , ucap Dimas singkat . Dia tak mau berbohon , tapi tak juga . Mau mengatakan apa yang di bicarakan .


" Kak Alya pasti kangen , kapan mas mau kesana . Udah empat puluh hari loh , mas gak kesana . Meskipun kesana cuma sebentar ". Fonlli berbicara sehalus mungkin , karena Dimas tak kunjung berucap .


" Tapi ,,, kamu ,,, ", belum sempat meneruskan ucapannya Fonlli suda memotongnya .


" Aku di sini akan baik baik saja , pulanglah . Kak Alya juga membutuhkan mu ", seolah tau apa yang menjadi beban pikirannya .


Dimas masih diam tak bergeming , mempertimbangkan ucapan sang istri ke dua .


" Percayalah , aku sudah ikhlas dengan kepergiannya . Aku yakin , ayah sudah tenang di sana ". Lagi lagi Fonlli meyakinkannya .


Dimas menatap wajah ayu Fonlli yang terlihat semakin cerah . Di matanya menyiratkan ketegasan atas ucapannya . Tangan lebar Dimas menyentuh wajah ayu sang istri , tersenyum hangat ke arahnya .


" Baiklah , aku akan ke sana ", ucap Dimas singkat .


" Nah begitu dong " , Fonlli tersenyum cerah .


" Tapi ingat , harus menghubungi mas . Saat sewaktu waktu kamu ngidam , jangan di pendam . Dan berusaha mewujudkannya sendiri , ada apa apa langsung telpon ". Dimas mewanti wanti istrinya ini . Yang selalu bertindak madiri dan bersifat pekewoh .


" Em ",,, Fonlli langsung mengangguk dengan cepat . Agar sang suami tak merasa kawatir dan mau dengan tenang kembali ke rumah utama .


" Aku pasti akan menghubungi mas " , di susul ucapan lembut .


Dimas membawah kemali tubuh Fonlli kedalam dekpannya . Menenggelamkannya kedalam dadanya , serta beberapa kali memberikan ciuman . Di ubun ubun sang istri dengan lebut , menyalurkan rasa sayang dalam dirinya .


Tinggi badan Fonlli sebahu Dimas , tapi dengan melemaskan kepalanya . Fonlli kini berada dalam dekapannya .


" Tapi aku tak yakin kau akan menghubungi ku sayang . Aku tau shifatmu ", ucap Dimas dalam hati .


😯🙄😬🤔😯😣😁🙄🤔😘


🙄


🙄


🙄


😘

__ADS_1


😘


😘


__ADS_2