
Setelah makan bersama selesai , Huanlia membereskan semua peralatan makan . Tapi sebelem itu , Huanlia sudah menyajikan teh chamomile . Untuk meredahkan pedas , Cleo duduk santai sambil menikmatinya .
" Bagai mana ? , masih terasa pedas atau panas di perut gak ? ." Huanlia bertanya setelah duduk di samping Cleo .
Sudah meredah ,, meski panasnya masih terasa . Ucap Cleo datar sambil menikmati tehnya .
" Le , sepertinya aku mau risain dari kerjaan di kantor ". Huanlia berucap setelah mereka terdiam sejenak .
Perkataan Huanlia membuat Cleo menghentikan aktifitas minum tehnya .
" Kenapa ? " , Cleo bertanya dengan nada santai .
" Aku rasa cukup , pekerjaan di kantor membuat ku cepat bosan . Aku ingin mengurus dapur online ini saja , Toh sekarang mulai ramai . " Huanlia menjelaskan dengan santai .
" Hemm ,, " , Cleo menaruh cangkir tehnya di atas meja .
" Aku rasa belum waktunya kamu berhenti , setidaknya sampai beberapa proyek yang sedang berjalan ini selesai . Dan juga belum ada yang cocok , menjadi asistenku " .
Cleo memberi alasan singkat , ini bukan alasan sebenarnya . Cleo yakin jika dia melepaskan Huanlia , dan membiarkannya sibuk mengolah restoran tak way-nya . Yang ada Cleo makin sulit mendapatkan Huanlia .
Huanlia tipikal cewek yang kalo sudah fokus , bisa mengacukan sekitarnya . Dan sebelum itu terjadi , Cleo gak akan membiarkannya . Dia bertekat akan menikahi Huanlia secepatnya .
" Em ,, iya juga sih ,, " Alasan yang di berikan Cleo memang masuk akal . Pada hal Huanlia berharap Cleo mau mengabulkannya . Jadi setidaknya dia bisa menjauh darinya .
" Jum'at sore , kita akan terbang untuk menemui ayah mu " .
" Khuk ,, khuk ,, " , Huanlia terbatuk mendengar penuturan Cleo . Berbagai pemikiran yang membuat dia kawatir berkecamuk .
__ADS_1
" Jangan bilang kamu belum siap , sudah ku bilang . Aku gak main main , aku akan meminta mu . Secara resmi kepada ayah mu ".
Peryataan Cleo membuat Huanlia tercenga . " Kalo ayah ku gak kasih merestui kita , apa yang akan kamu lakukan ? " .
" Terus berusaha agar mendapat restunya " , Ucap Cleo santai tapi pasti .
Cih ,, Huanlia hanya mencibir tak percaya .
khem ,, hal itu malah membuat sudut bibi terangkat . Kau ini ,, sulit percaya sama orang yang ya ,, ucap Cleo sembari mengusap rambut Huanlia .
" Ha ,,, ? " , hal itu sepontan membuat Huanlia kaget .
Sudah sana siap - siap , tadi Karim menelpon . Meminta kita datang ke restoran . Dia mengajak kita makan malam bersama .
" Ah ,, baiklah " ,, Huanlia masuk untuk mandi kilat untuk mengelap keringat , dan berganti pakaian .
Sayang ,, kapan sih kita pergi liburan . Katanya minggu ini kita akan terbang ke Singapur . Alya sedang merayu sang suami di ujung telpon sana .
Hari ini , tanggal merah . Tapi Dimas sang suami tidak di rumah . Malah diam diam mengajak Denis sang anak keluar .
Dengan alasan akan mengajak Denis bermain bola . Dengan rekan kerjanya , Dimas yang mantan pemain bola . Memang sering mengadakan main bareng rekan bisnisnya atau teman temannya .
Dan jika ini terjadi Alya , sang istri jarang mau ikut . Karena baginya menemani sang suami main bola hanya akan membuatnya bosan .
Alya yang merasa jenuh , dia menelpon sang suami . Yang awalnya bertanya sedang apa , sudah makan belum , pulang jam berapa .
Sampai merempet ke hal yang bisa di bicarakan nanti , saat mereka bertemu .
__ADS_1
Ya ,, Alya tipikal cewek yang langsung membicarakan . Apa yang dia inginkan , Tak pernah memandang yang di ajak bicara . Sedang sibuk atau dalam keadaan apa .
" Kapan ? ".
" Baiklah ".
Tut ,, tutttttt ,, tuttt ...
Panggilan telpon terputus , Alya merasa kesal . Karena Dimas tidak terlalu menanggapi telponnya .
Dia hanya menjawab singkat , dan di akhir katanya . Dia bialang , " Nanti kita bicaran ini di rumah ".
Kata kata itu membuat Alya merasa di abaikan . Pasalnya biasannya setiap Alya minta sesuatu pasti di jawab " Ya " .
Huffgg ,,,, Alya menghembuskan nafasnya .
Kling ,,
Bunyi pesan masuk dari sahabat Alya . Dia membaca pesan singkat dari sang sahabat .
" Kumpul di caffe ceria yuk ? ".
Dengan singkat Alya membalas chatnya .
" Otw , meluncur " .
Tanpa pikir panjang Alya langsung meng-iyakan ajakan sang teman . Meskipun Alya sering sakit , tapi bukn menjadi suatu penghalang baginya untuk heng out bareng kaum sosialitanya .
__ADS_1