BUKAN ISTRI PERTAMA

BUKAN ISTRI PERTAMA
Kenangan masa kecil


__ADS_3

Makan siang telah usai , Fonlli sudah kembali ke ruangannya . Dia mulai menatap kembali leptop yang berada di mejanya .


Membuka berkas berkas yang tadi di lihatnya . dan berhenti sebentara untuk makan malam .


Kring ,,, kring ,,,


Bunyi hp Fonlli , yang di tarunya di samping leptopnya .


Fonlli : " Hallo , selamat siang dok . Ada apa melepon saya ? " .


Begitu melihat nama yang tertera di layar hp . Fonlli langsung the poin , karena tak biasanya . Dokter yang merawat sang ayah menghubunginya secara langsung . Sang dokter biasannya akan meng hubungi Dimas terlebih dahulu . Baru Dimas akan menyampaikannnya kepada Fonlli .


Dokter : " Maaf nyonya , bisakah anda dan suami datang ke rumah sakit ! . Dari tadi saya meng hubungi suami dan asistennya tidak bisa " . Jawab sang dokter dari sebrang sana .


Fonlli : " Apa ada , yang terjadi dengan ayah saya dok ? " . Raut wajah Fonlli berubah kawatir .


Dokter : " Sebaiknya anda ke sini saja . Nanti saya jelaskan " , jawaban singkat sang dokter


Fonlli : " Baik dok , saya segera ke sana ".


Tuttttt ,,, tuttttt ,,,


Setelah sambungan terputus , Fonlli menghubungi sang sekertaris . Melalui interkom , menyuruhnya masuk .


Sekertaris : " Ada apa bu ? ".


Fonlli : " Kamu pesankan tiket ke negara S sekarang ". Fonlli memberi perintah dengan singkat , sembari membereskan barang barangnya .


Sekertaris : " Sekarang ," Sang sekertaris mecoba menjawab perintah sang direktur .


Fonlli : " Ya ,, dan tolong sementara kau heandel dulu pekerjaan disini . Saya akan menghubungi asisten presiden . Agar sementara menempatkan seseorang , untuk menggantikan ku di sini ". Fonlli berbicara sambil melangkah ke luar .


Sekertaris : " Maaf bu , sebenarnya ada apa ? ".

__ADS_1


Fonlli : " Tidak tau , tapi semoga saja bukan hal yang buruk . Karena tidak seperti biasannya , dokter yang merawat ayahku . Menghubungi ku ", Fonlli menjelaskan sambil jalan .


😯😯😯😕😕😕😕😕😕


Ding ,,,


Tak sampai 10 menit , Fonlli sampai di lobbiy kantor . Saat dalam lift Fonlli langsung menghubungi sang supir . Sehingga kini , sang supir sudah standby di depan kantor .


" Onlli " ,,


Fonlli menengok ke sumber suara , dia mendapati . Di mana Huanlia baru turun juga dari lift khusus presiden . Dan berjalan ke arahnya .


" Mau kemana ? ", Huanlia bertanya sembari mengamati wajah Fonlli .


" Aku harus segera pergi ke negara S ". Ucap Fonlli sembari tetep berjalan .


" Ada apa ? ", Huanlia bertanya to the poin . Begitu dia melihat wajah Fonlli yang cemas dan terburu buru .


" Dokter yang merawat ayah telpon , dan meminta ku segera datang "_ Fonlli .


" Em " , Fonlli hanya mengangguk .


" Sendri ", Huanlia bertanya sepontan . Dia tau sifat sang teman , jika menyangkut sang ayah . Dia akan bergegas berlari ke arahnya .


" Ya , aku sedang mencoba menghubungi mas Dimas dan asistennya . Tapi belum bisa "_ Fonlli .


Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil Fonlli .


" Aku akan menemani mu ", Huanlia berucap sembari menggenggam jemari sang sahabat . Mencoba menyalurkan ketenangan .


" Tapi ,, kamu belum izin dengan Cleo " . Fonlli mencoba mengingatkan sang sahabat . Bahwa kini dia bukan lagi wanita single .


" Tenang , aku akan menelponnya sambil jalan . Aku yakin dia aka mengerti ". Huanlia menyakinkan Fonlli .

__ADS_1


😬😬😬😳😳😳😳😳😯😯😯


Bandara ,,


Huanlia dan Fonlli kini sudah sampai di bandara . Setelah sebelumnya mampir ke rumag Fonlli . Untuk mengambil paspor , dan beberapa keperluannya yang akan di bawah .


Sebuah koper berukuran sedang kini di tarik Huanlia . Dia membantu sang sahabat membawah barangnya .


Sedangkan barang dan paspor Huanlia . Telah di bawahkan oleh pak Dadang . Sang kepala pelayan , yang sebelumnya . Telah di beritau Huanlia , melauli sambungan telepon . Untuk mengurus dan membawa , barang dan paspornya ke bandara .


" Penerbangan dengan tujuan negara S ,,,,, "


Suara merdu sang informan , menggema di ruang tunggu .


" Ayo kita berangkat " , Huanlia mengandeng lengan sang sahabat .


" Em " , Fonlli hanya mengangguk .


Dia diam dalam , tapi dalam hati . Tak henti hentinya berdo'a . " Ya , tuhan jangan kau biarkan sesuatu terjadi . Kepada ayahku , berikan kami kesempatan agar bisa berkumpul kembali ".


Kenangan masa kecil , Fonlli bersama sang ayah . Mulai melintasi di pelupuk matanya . Betapa bahagiannya saat dulu . Fonlli , ibu dan sang ayah hidup bersama . Walau sang ayah hanya akan dantang tiga hari di setiap minggunya .


Ya , sang ayah harus membagi waktunya . Dengan istri pertamanya , yang waktu itu . Istri pertamanya tidak tau keberadaan Fonlli dan sang ibu .


Cerita kehidupan Fonlli memang tertakdir rumit sedari kecil . Sang ayah terpaksa menikahi ibu tiri Fonlli . Karena perjodohan , lama menikah tidak tumbuh cinta di hati sang ayah .


Sampai suatu hari , sang ayah bertemu kembali . Dengan pujaan hatinya , ibu Fonlli . Mereka memutuskan menikah , tanpa persetujuan istri pertamanya .


Pernikahan mereka baru terbongkar , saat terjadi suatu kecelakan teragis . Yang menimpah ibu Fonlli dan secara berurutan . Semauanya terkuak ke permukaan .


😯


😳

__ADS_1


😢


😣


__ADS_2