
Makan siang telah usai , Fonlli sudah kembali ke ruangannya . Dia mulai menatap kembali leptop yang berada di mejanya .
Membuka berkas berkas yang tadi di lihatnya . dan berhenti sebentara untuk makan malam .
Kring ,,, kring ,,,
Bunyi hp Fonlli , yang di tarunya di samping leptopnya .
Fonlli : " Hallo , selamat siang dok . Ada apa melepon saya ? " .
Begitu melihat nama yang tertera di layar hp . Fonlli langsung the poin , karena tak biasanya . Dokter yang merawat sang ayah menghubunginya secara langsung . Sang dokter biasannya akan meng hubungi Dimas terlebih dahulu . Baru Dimas akan menyampaikannnya kepada Fonlli .
Dokter : " Maaf nyonya , bisakah anda dan suami datang ke rumah sakit ! . Dari tadi saya meng hubungi suami dan asistennya tidak bisa " . Jawab sang dokter dari sebrang sana .
Fonlli : " Apa ada , yang terjadi dengan ayah saya dok ? " . Raut wajah Fonlli berubah kawatir .
Dokter : " Sebaiknya anda ke sini saja . Nanti saya jelaskan " , jawaban singkat sang dokter
Fonlli : " Baik dok , saya segera ke sana ".
Tuttttt ,,, tuttttt ,,,
Setelah sambungan terputus , Fonlli menghubungi sang sekertaris . Melalui interkom , menyuruhnya masuk .
Sekertaris : " Ada apa bu ? ".
Fonlli : " Kamu pesankan tiket ke negara S sekarang ". Fonlli memberi perintah dengan singkat , sembari membereskan barang barangnya .
Sekertaris : " Sekarang ," Sang sekertaris mecoba menjawab perintah sang direktur .
Fonlli : " Ya ,, dan tolong sementara kau heandel dulu pekerjaan disini . Saya akan menghubungi asisten presiden . Agar sementara menempatkan seseorang , untuk menggantikan ku di sini ". Fonlli berbicara sambil melangkah ke luar .
Sekertaris : " Maaf bu , sebenarnya ada apa ? ".
__ADS_1
Fonlli : " Tidak tau , tapi semoga saja bukan hal yang buruk . Karena tidak seperti biasannya , dokter yang merawat ayahku . Menghubungi ku ", Fonlli menjelaskan sambil jalan .
😯😯😯😕😕😕😕😕😕
Ding ,,,
Tak sampai 10 menit , Fonlli sampai di lobbiy kantor . Saat dalam lift Fonlli langsung menghubungi sang supir . Sehingga kini , sang supir sudah standby di depan kantor .
" Onlli " ,,
Fonlli menengok ke sumber suara , dia mendapati . Di mana Huanlia baru turun juga dari lift khusus presiden . Dan berjalan ke arahnya .
" Mau kemana ? ", Huanlia bertanya sembari mengamati wajah Fonlli .
" Aku harus segera pergi ke negara S ". Ucap Fonlli sembari tetep berjalan .
" Ada apa ? ", Huanlia bertanya to the poin . Begitu dia melihat wajah Fonlli yang cemas dan terburu buru .
" Dokter yang merawat ayah telpon , dan meminta ku segera datang "_ Fonlli .
" Em " , Fonlli hanya mengangguk .
" Sendri ", Huanlia bertanya sepontan . Dia tau sifat sang teman , jika menyangkut sang ayah . Dia akan bergegas berlari ke arahnya .
" Ya , aku sedang mencoba menghubungi mas Dimas dan asistennya . Tapi belum bisa "_ Fonlli .
Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil Fonlli .
" Aku akan menemani mu ", Huanlia berucap sembari menggenggam jemari sang sahabat . Mencoba menyalurkan ketenangan .
" Tapi ,, kamu belum izin dengan Cleo " . Fonlli mencoba mengingatkan sang sahabat . Bahwa kini dia bukan lagi wanita single .
" Tenang , aku akan menelponnya sambil jalan . Aku yakin dia aka mengerti ". Huanlia menyakinkan Fonlli .
__ADS_1
😬😬😬😳😳😳😳😳😯😯😯
Bandara ,,
Huanlia dan Fonlli kini sudah sampai di bandara . Setelah sebelumnya mampir ke rumag Fonlli . Untuk mengambil paspor , dan beberapa keperluannya yang akan di bawah .
Sebuah koper berukuran sedang kini di tarik Huanlia . Dia membantu sang sahabat membawah barangnya .
Sedangkan barang dan paspor Huanlia . Telah di bawahkan oleh pak Dadang . Sang kepala pelayan , yang sebelumnya . Telah di beritau Huanlia , melauli sambungan telepon . Untuk mengurus dan membawa , barang dan paspornya ke bandara .
" Penerbangan dengan tujuan negara S ,,,,, "
Suara merdu sang informan , menggema di ruang tunggu .
" Ayo kita berangkat " , Huanlia mengandeng lengan sang sahabat .
" Em " , Fonlli hanya mengangguk .
Dia diam dalam , tapi dalam hati . Tak henti hentinya berdo'a . " Ya , tuhan jangan kau biarkan sesuatu terjadi . Kepada ayahku , berikan kami kesempatan agar bisa berkumpul kembali ".
Kenangan masa kecil , Fonlli bersama sang ayah . Mulai melintasi di pelupuk matanya . Betapa bahagiannya saat dulu . Fonlli , ibu dan sang ayah hidup bersama . Walau sang ayah hanya akan dantang tiga hari di setiap minggunya .
Ya , sang ayah harus membagi waktunya . Dengan istri pertamanya , yang waktu itu . Istri pertamanya tidak tau keberadaan Fonlli dan sang ibu .
Cerita kehidupan Fonlli memang tertakdir rumit sedari kecil . Sang ayah terpaksa menikahi ibu tiri Fonlli . Karena perjodohan , lama menikah tidak tumbuh cinta di hati sang ayah .
Sampai suatu hari , sang ayah bertemu kembali . Dengan pujaan hatinya , ibu Fonlli . Mereka memutuskan menikah , tanpa persetujuan istri pertamanya .
Pernikahan mereka baru terbongkar , saat terjadi suatu kecelakan teragis . Yang menimpah ibu Fonlli dan secara berurutan . Semauanya terkuak ke permukaan .
😯
😳
__ADS_1
😢
😣