BUKAN ISTRI PERTAMA

BUKAN ISTRI PERTAMA
Si boy ,,,


__ADS_3

Beberapa bualan berlalu ,,,


Candra , si boy yang aktif sedang mengikut sang mama berbelanja . Wullan mendorong terollinya menujuh deretan buah .


Dengan gaya khasnya Candra berjalan di depan . " Ma ,, strobery " , sang anak menjuk di mana buah itu berjejer rapih .


" Ambil 6 pac sayang " , sang mama memberi intruksi .


" Ok mam ", sang anak dengan riang membanty sang mama .


Sebenarnya Wullan lebih sering berbelanja di pasar tradisional . Cuman berhubung ada beberapa buah dan bahan yang langkah . Dan adanya di supermarket , karena bahan import . Alhasil , dia di sini sekalian membeli beberapa bahan baku .


Tapi tetap memperhatikan harga bahan yang akan di belinya . Jika masih sama harganya dengan harga di pasaran . Akan di beli sekalian , untuk urusan membeli membeli bahan baku toko .


Wullan memang turun tangan sendiri . Meski sekarang di toko sudah ada empat orang karyawan .


" Sayang ,,, jangan berjalan mundur ! ". Sang mama memperingatkan tingkah sang anak . Di mana dia sedang mencoba berjalan mundur .


Ada ada saja tingkah sang anak , sampai dimana Wullan sedikit lengah . Dan terjadi sesuatu yang tak di inginkan .


" Bruk ",,,


" Awo " ,, si anak meng aduh kesakitan .


Candra tertabrak orang di belakangnya , jatuh terduduk .


" Candra " , seruh sang mama . Saat mendapati sang anak sudah terjatuh terduduk .


Wullan menghampiri sang anak , yang dalam hitungan detik sudah terduduk di lantai .


" Kamu gak apa apa kan nak " , Wullan berucap sembari membantu sang anak berdiri .


" Gak apa apa kok ma , hehehe ,,, ". Candra berucap sambil meringis .


" Hufff ,, tadikan sudah mama bilang . Jangan jalan sambil mundur " , ucap Wullan sembari tangannya . Menepuk nepuk celana bagian belakang Candra , seolah olah kotor .


" Hehehe " ,,, si anak hanya cengengesan . Mendapati omelan sang mama .


" Khem ,, khem ".


Mendengar suara deheman dari arah samping . Membuat Wullan tersadar , kalo tadi sang anak yang menabrak sesorang .


Dengan segera , Wullan berdiri dan menghadap ke sumber suara . Menatap langsung ke arah seorang pria , yang sedari tadi memperhatikan interaksi ibu dan anak ini .


" Maaf pak , atas tindakan anak saya ". Tutur Wullan seraya menundukan wajah .


" Oh ,,, tak masalah . Hay ,,, boy , apa itu sakit ? ". Endruw yang dari tadi diam , kini menanggapi permintaan sang mama muda ini .


" It's ok ,,, om ", ucap Candra sambil mengacungkan jempolnya .

__ADS_1


" Sekali lagi kami minta maaf " , sekali lagi Wullan menunduk . " sayang ucapkan maaf kepada om ! " , Wullan memberitahu sang anak dengan tutur kata lembut .


" Maaf ,, om , tadi Candra gak dengerin ucapan mama ". Anak kecil itu berucap penuh penyesalan , sembari sedikir menundukan badan mungilnya .


" Lain kali , hati hati boy ". Endruw mengelus kepala boca itu , dengan senyum merekah .


" Kalo begitu , kami permisi dulu ". Wullan mengakhiri perbincangan singkat mereka , dan pamit undur diri .


Berjalan kedepan dengan menggandeng sang putra . Dan tangan satunya mendorong trolli melaju ke depan .


" Wanita yang manis , sayang sudah ada yang punya ". Ucap Endruw liri , tapi masih bisa terdengar oleh sang sahabat . Yang dari tadi diam , berdiri tak jauh dari mereka .


" Siapa tau belum ada yang punya ". Karim menimpali ucapan sahabatnya ini .


" Eh ",,, Endruw menoleh heran .


" Jika belum ada yang punya , memang situ mau ". Lagi lagi Kamir mempertanyakannya .


" Kenapa tidak , tapi tadi kau lihat kan ? "_ Endruw .


Mereka tersenyum berdua , dan melaju kembali .


🐣🐤🐥🐣🐤🐥🐣🐤🐥🐣


Terik matahari begitu menyengat kulit , hawa panas menyeruak . Bak perapian , tapi hal itu tak membuat dua insan ini . Menghentikan aktifitas panasnya , berawal dari kunjungan makan siang .


Cleo melanjutkan makannya di atas ranjang . Memakan sepuasnya sang istri tercinta .


" Emmmm " , Huanlia hanya bergumam . Separuh nyawanya telah menghilang ke alam bawah sadarnya .


Melihat hal itu Cleo tersenyum senang , fikirannya kembali fress . Setelah di cacers , oleh sang istri .


Cleo terdiam sesaat , mengenang percintaanya yang baru terjadi . Huanlia yang awalnya menolak , akhirnya pasra juga . Mengikuti kemauan sang suami , bahkan mereka melakukannya sampai tiga ronde .


*******************


" Mas ,, lepas dulu , aku mau beresin ini ". Huanlia berucap , saat Cleo tiba tiba sudah berdiri di belakangnya .


Sembari mengecupi bahu sang istri , tangannya juga tak tinggal diam . Yang awalnya cuma memeluk , kini telah menyusup masuk ke dalan baju kebesaran Huanlia .


Tadi Huanlia datang ke kantor sang suami . Masih menggunakan baju kokinya yang berwarna hitam . Huanlia baru saja selesai memberikan trening singkat . Untuk para karyiwan barunya .


Usapan usapan lembut di perut datar Huanlia , naik ke atas . Di usap , dan di pilin secara halus . Berakhir dengan remasan , pelan lalu meningkat sedikit bertenaga .


BH yang terkait kini telah terlepas , tapi masih tetap di gantung .


" Aku mau makan disertnya ", bisik Cleo penuh makna .


Huanlia mencoba tetap terjaga , tak terpengaruh . Karena rencananya , sehabis ini dia akan melanjutkan sesi mentrening karyawannya .

__ADS_1


" Issssssss " ,,, sebuah desisan keluar dari mulut Huanlia . " Mas ,, kan habis makan , apa gak mual . Kita lakukan nanti malam saja ya ! ", Huanlia berusaha membujuk .


Tapi hal itu hanya sia sia , Cleo terus melancarkan aksinya .


" Ah " ,,, sampai akhirnya Huanlia tersadar kalo dirinya kini sudah berada du bawah kungkungan sang suami .


" Ah ,,, sa ,, sa ,, sayang ,, ah ,,, " , rancoan yang kekuar dari mulut Huanlia .


" Ahhhhhhhhhhh " , pelepasan pertamanya . Dan itu masih menggunakan jari jemari Cleo .


" Huffffffggg " , Huanlia masih mengatur pernafasannya . Itu terjadi beberapa minit saja , sampai matanya melebar sempurna .


Tat kala , si tongkat menancap sempurna di lubangnya . Berawal dari gesekan gesekan diluar lubang . Yang membuat getar getar penuh hasrat kembali .


" Ahhhhhhhh ,, Leo " , mata Huanlia merem melek . Saat lubangnya di obok obok , berawal dari tidur mengangkang .


Dengan sekali tari kini mereka sudah duduk berhadapan , tapi dengan inti tubuh yang masi menyatu .


" Leo ,, Leo ,, ah ,, ah ,, ah ,, ou ,, ", Huanlia hanya bisa meracau . Sembari terus mengimbangi permainan sang suami .


Berbagai gaya telah mereka lakukan , sampai Cleo dan Huanlia mencapai beberapa kali puncaknya . Cleo hanya memberi jedah lima belas menit untuk Huanlia mengatur nafas .


Sampai sang tongkat menancap lagi dan lagi . Siang ini , entah mengapa begitu Cleo melihat Huanlia . Memakai baju kebesarannya , hasrat Cleo . Tiba tiba muncul , sang istri sungguh terlihat berbeda dari biasanya .


************.........


" Siapkan semuanya , karena saya akan memajukan metting sore nanti . Dalam waktu lima belas menit " . Cleo memberikan perintah kepada sang sekertaris .


Dari sebrang sana sang sekertaris hanya mampu menjawab " Iya " . Setelah itu bergegas memberitu semuanya dan mempersiapkan segala sesuatunya .


Klik ,,


Cleo mematikan sambungan telpon selurernya . Dan kembali memperbaiki penampilanya seusai mandi .


" Cup "


Sebuah kecupan mendarat di kening sang istri yang masih terlelap .


" Aku lanjut kerja dulu , I LOVE YUO ". Bisik Cleo di telinga sang istri , di mana sang istri hanya menggeliat . Tanpa membalah atau membuka matanya .


Setelah di rasa rapi , Cleo melangkah ke raungan metting .


😬😬😬😬😬😬😬😬😬


😘


😘


😘

__ADS_1


Hai semua , maaf kalo selama mebaca novel ini di penuhi dengan gambar . Jujur saja aku sebagai penulis akan merasa cepat bosan . Kalo cuma sekedar mengetik kata . Kalo pada ngomo promosi , ya aku " Iya'in aja " . Soalnya sebagian foto memang hasil karya aku sendiri .


Maaf ,, semua kalo melenceng atau kurang berkenang di hati pembaca .


__ADS_2