
" Jadilah Kios buah itu menjadi kamar ku . Awalnya tidak pangsung ku bangun . Aku membuat kios itu sementara menjadi gudang ".
" Terus , kios sayur . Bagai mana kamu mendapatkannya ? ".
" Kalo itu , si karena pemilik aslinya orang IN juga . Dia mau balik , kemungkinan kembali gak ada . Jadi dia tawarkan ke aku ". Terang Huanlia secara detail .
" Em ,, kapan kamu memulai membangunnya ? ".
" Hahaha ",, tawa renya Huanlia , mendengar pertanyaan Cleo . Baru satu tahun yang lalu . Untuk membangun hunian seperti saat ini . Aku harus menabung dulu . Kan uangnya udah abis buat beli kios sayur . Matrial yang ku gunakan juga kebanyakan barangn bekas yang masih layak ".
" khem ",, Cleo tersenyum datar .
" Kenapa 2 kios itu di jadikan kamar . Kalo tetap di buat dagang kan akan mendatangkan uang ? " .
" Awalnya memang aku berfikir ke sana . Cuman , setelah bertukar fikir dengan ayah . Saran ayah , agar menjadikan tempat ini . Selain untuk berjualan juga tempat hunian ".
Lagi lagi Cleo tersenyum datar , dia tau . Maksud dari ayah Huanlia , " Om Harlan ingin merasakan hidup disini lebih lama ". Gumam Cleo dalam hati .
" Ayo tidur , meski besok kita berangkat sore . Tapi paginya masih ada waktu untuk jalan jalan " .
" Em " ,, Huanlia mengangguk . Dia berdiri , membereskan meja sebelum pergi ke kamarnya . Sedang Cleo membatu Huanlia , dengan menutup jendela toko .
Jam menunjukkan pukul 10 malam , belum terlalu larut . Jalan pasar masih di penuhi pengunjung . Tapi mereka berdua memutuskan menutup toko dan beristirahat .
🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅
" Benarkah ? , mama akan mempersiapkan semuanya ".
" Ah ,, kenapa begitu ? , bukankah lebih cepat lebih baik ? ."
" Ah ,, mama mengerti ".
" Hati hati di jalan , sampai bandara apa mau mama jemput ? ".
" Ya sudah kalo begitu ".
Tut ,, tut ,, sambungan telpon terputus .
Mama Ayu menekuk wajahnya , begitu mengakhiri panggilan telpon dengan anak sulungnya .
" Kenapa ma ? "_ Claud sang suami bertanya melihat raut wajah sang istri seketika berubah .
" Pa ,, sepertinya rencana Cleo untuk menikahi Huanlia akan tertunda ".
" Memang kenapa ? , ayahnya tidak setujuh atau bagai mana ? ".
" Ayah Huanlia sih , terserah anaknya . Jika Huanlia mau menerima Cleo dengan senang hati . Dia juga akan menerimannya , tapi masalahnya ,, ".
" Masalahnya apa ma ? ".
" Mama gak yakin , kalo Huanlia mau menerima Cleo . Karena , yang di mau ayah Huanlia . Adalah pernikahan itu di awali dengan kejujuran tanpa adanya paksaan . Sedangkan papa tau sendirikan , pertunangan itu terjadi karena jebakan . Kalo Huanlia tau , apa dia masih mau ".
" Mama ,, gak usah cemas , percaya sama anak mama itu . Mama seperti gak tau Cleo , anak itu kalo sudah punya ke inginan . Pasti di gapainya , bagai mana pun caranya ".
__ADS_1
" Em ,, semoga saja . Tadinya mama sempat berfikir , untuk menyusulnya ke sana . Siapa tau dengan kedatangan kita ke sana . Ayah Huanlia dapat mempengaruhi anaknya . Tapi setelah mendengar cerita Cleo . Mama jadi ragu , Huanlia tidak seperti wanita kebanyakan . Yang mengejar Cleo , anak kita pasti akan sulit meluluhkan hatinya ".
" Khem " ,,, Claud sang papa hanya tersenyum mendengar gerutuhan sang istri .
" Ihh ,,, papa kok malah tertawa sih ".
" Mama ini , gak usah terlalu kawatir dengan Cleo . Biarkan dia merasakan , bagai mana susahnya . Menaklukan hati wanita , dan biarkan di mengejar Huanlia . Toh dulu dia mengabaikannya " , Ucap Claud santai .
" Ihhh ,, papa sama anak sendiri jahat ".
🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅
Di dapur kecil ,,
Huanlia sedang menyiapkan bekal . Caumplit , kali ini masakan setempat yang dia masak .
" Sudahlah nak , gak perlu serepot itu ".
" Ayah ini , ini gak repot . Aku sudah siapin juga beberapa masakan IN . Yang tahan lama , sudah ku taruh di dalam kulkas ".
" Nanti kalo , ayah mau memakannya tinggal di panasin ".
" Em ".
" Ingat untuk selalu memakai jaket dan baju tebal . Saat berbelanja atau saat cuma berjaga di toko ".
" Buka tokonya , gak perlu sampai larut malam . Gak usah jualan masakan yang di buat sendiri . Ambil dari orang aja , atau kalo gak jual bahan mentahnya saja ".
Ya , selama ini terkadang ada pembeli . Yang minta di masakin , walau masakannya simpel , seperti cap jay kuah .
Mie godok jawa , yang terkenal akan kuah kenatal manisnya .
" Iya ,, iya ,, ayah tau . Tapi masakan masakan itukan mudah . Tidak membutuhkan waktu lama untuk membuatnya ".
" Khem ,, meskipun begitu ayah akan kelelahan . kalo berkutat terlalu lama di dapur ."
" Khem " ,, ayah Huanlia tersenyum . Mendengar kekawatiran sang anak .
Harlan , dulu memang jarang menyententu dapur . Tapi bukan berarti dia gak bisa memasak . Kalo sekedar masakan ringan , berbau bau mie atau nasi goreng . Harlan lumayan jago .
Hal ini jugalah , yang dulu membuat mama Huanlia terpincut dengannya .
🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅
Sore hari di apartemain Fonlin , Si empunya sedang sibuk mengerjakan tugasnya . Sebenarnya tugas ini tidak terlalu mendesak . Karena baru akan di bahas setelah proyek 3 bulanan berakhir .
__ADS_1
Tuk ,, tuk ,, tuk ,,
Jemari sang pemilik leptop menari dengan lincah di atas kibort leptopnya . Sesekali dia membenarkan posisi kacamatanya .
Tingtung ,, tingtung ,,
Bel , pintu Fonlin berbunyi . Membuyarkan konsentrasi si empunya tempat .
" Ya , sebentar ". Siapa sih ? , ucap Fonlin lirih sambil berjalan mendekat ke arah pintuh .
Ceklek ,, pintuh kamar terbuka .
" Iya ,, siapa ya ? , kalian ". Fonllin terkejut saat tau yang di depan pintuh , adalah sang anak dan suaminya .
" Ada apa ? , ah ,, masuk dulu ." Fonllin tersadar dari keterkejutannya dan mempersilahkan mereka masuk .
" Duduk dulu , akan ku ambilkan minum ."
Beberapa menit berlalu , Denis terlihat kelelahan . Dan mengantuk , matanya terliahat sayu .
" Sayang , mau mandi dulu . Habis itu tidur sebentar , biar matanya gak panas " . Fonllin mengelus lembut punggung sang putra .
Denis hanya mengangguk tanda setujuh .
" Sebentar , i ,, aku siapkan baju gantinya dulu nak ". Fonlin selalu ragu , jika akan menyebutkan dirinya dengan sebutan ibu .
Dia merasa tak pantas di sebut ibu . Karena memberikan sang buah hati untuk orang lain .
Fonlin memberikan handuk dan baju ganti untuk Denis . Meskipun mereka tak tinggal bersama , tapi setiap Fonlin melihat baju seukuran anaknya . Dia akan membelinya , walau tak tau apakah Denis akan memakainya atau tidak .
Jika baju baju itu di rasa sudah tidak pas untuk anaknya . Fonlin akan menyumbangkannya , selalu begitu . Baju berlebel tanpa pernah di pakai oleh sang anak .
" Terimakasih bu ", ucapan Denis lirih tapi masih bisa di dengar oleh sang ibu .
Betapa bahagiannya hati Fonlin mendengar sang putra memanggilnya ibu .
" Mau di bantu ? "
" Tidak perlu , Denis bisa sendiri ". Sang putra memang sudah terlatih untuk mandiri .
" Ada apa ? ", Fonlin bertanya kepada Dimas . Begitu Denis memasuki kamar mandi .
" Alya masuk rumah sakit ".
" Ha ,,, ? " , Fonlin terkejut dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya .
" Kenapa bisa masuk rumah sakit ? "
" Tadi ,, " belum sempat Dimas menjelaskan . Pintuh kamar mandi terbuka , dan sesok kecil . Memakai baju tidur bergamar domba .
Ya , Denis menyukai film kartun shondeship . Sehingga banyak barang yang di beli Fonlin berkaitan dengan karakter kartun tersebut .
Fonlin tersenyum lembut , melihat sang putra mengenakan pakaian yang di belinya . Fonlin bahkan sampai berkaca kaca .
Tak menyangka , baju yang di belinya kini di kenakan oleh sang putra . Dulu setip membeli baju untuk Denis .
__ADS_1
Fonlin selalu berdoa dalam hati , semoga suatu hari nanti . Dia dapat melihat sang putra mengenakan , baju yang di pilihnya .
Doa yang terwujuh ini soal mimpi baginya .