
Setelah mandi , Fonlin menawari Denis makan . Yang di angguki dia , pertanda setujuh .
Berhubung gak ada persiapan untuk masak . Fonlin menawari putra dan suaminya . Masakan tadi siang , untung tadi siang Fonlin sempat memasak . Tapi belum sempat ia nikmati , masakan sederhana .
Sup buntut sapi kuah bening .
Tak butuh lama , Fonlin sudah memanis sup yang sudah di buatnyq tadi siang .
Dia juga menata 2 menu pelengkap , perkedel kentang dengan cacahan daging .
Menjadi pilihannya , dan karena di dalam kulkas masih terdapat tempe . Maka tadi siang ia sempatkan membuat kering tempe .
Fonlin berfikir , jika kering tempe ini akan bertahan lama . Jadi walau nanti tak habis di makan . Masih bisa di simpan , dalam wadah yang tertutup dan di taru di suhu ruang juga gak masalah .
" Ayo ,, makan dulu ! " , Fonlin memanggil Dimas dan Denis yang dari tadi sedang duduk di sofa .
Denis seperti ayahnya , dia anak yang pendiam . Denis gak anak kecil pada umumnya . Sedari tadi dia hanya fokus dengan buku yang di bawahnya .
Hobi Denis membaca , walau dia baru berusia 5 tahun yang sebentar lagi 6 tahun . Tapi dia sudah bisa membaca , dengan mengeja . Rasa ingin tahu anak ini sungguh luar biasa .
Bacanya masih setingkat buku cerita bergambar .
Cerita si kelinci dan kura kura , membuatnya tenggelam dalam dunianya .
Banya hal yang dapat di petik dalam cerita bergambar ini . Di mana ke sombongan kelinci membuatnya kalah . Dalam perlombaan , dan kesabaran , kegigihan kura kura . Membawahnya dalam kemenangan .
" Sayang ayo , makan dulu ". Fonlin mendekati Denis , dan mengusap kepalanya . Karena sang anak yang di pangi tak beranjak dari duduknya .
" Iya bu " ,, Ucap Denis mengangkat kepalanya ke atas , menatap wajah sang ibu .
__ADS_1
Kini mereka berada di meja makan mini , tepat itu masih satu ruangan dengan dapur dan ruang tamu . Aparteman Fonlin memang tidak memiliki ruangan yang bersekat dinding .
Cuman sekotak ruangan besar , yang di tata rapih . Sofa sudut yang mini malis , dapur dan meja makan yang berkonsep bar mini .
Sedang untuk kamar tidurnya sendiri , hanya bersekat dengan almari baju . Yang membatasu area dapur , tapi dengan areh sofa tidak di sekat . Di biarkan terbuka dan menyatu , terlihat seperti kamar kost . Cuman sedikit lebih mewah .
" Segini cukup ? " , Setelah mengambilkan nasi untuk suaminya . Kini Fonlin menyendokan nasi kepada sang putra .
" Em " , Denis hanya mengangguk .
" Mau lauk ini " , Fonlin mengangkat centong sayur .
" Em " , lagi lagi di anggiki oleh sang putra .
Mereka bertiga makan dalam diam , Fonlin memperhatikan sang putra . Yang memakan makanannya dengan lahap .
" Ini " , Fonlin menuangkan air putih dan menggesernya ke arah Denis . Perhatian kecil ini tak luput dari pangan mata Dimas . Bibir sexsi Dimas terangkat , membentuk senyum samar .
Sudah lama , dia tidak melihat sang putra di perhatikan begitu mendetail . Biasanya saat di meja makan , Denis lebih sering di layani bibi .
Sedang Alya , tidak pernah memperlakukannya seperti itu . Menyendokkan nasi kedalam piringnya pun tak pernah .
" Mas , sebenarnya ada apa ? " _ Fonlin .
Sekarang mereka berdua sedang duduk di sofa . Sedangkan Denis , sudah terlelap di tempat tidur . Setelah makan malam selesai , 2 jam kemudian . Denis terlelap di sana , setelah sebelumnya dia kembali membaca buku ceritanya .
" Alya dorp lagi , kata dokter dia kecapean . Dan dia terkena setruk ringan , kakinya untuk sementara tidak bisa di gunakan " .
" Ya tuhan ,,, kenapa bisa begitu ? . Sebenarnya apa yang terjadi ? ". Fonlin ikut prihatin di wajahnya terlihat jelas .
" Bukankah , kalian sedang berlibur . Tidak mungkinkan Alya kelelahan saat beraktifitas ".
" Khem " ,, Dimas menghembuskan nafas panjang .
" Aku tidak tau banyak kegiatan Alya . Ku kira dia tidak terlalu menyibukan dirinya . Karena sakitnya yang tidak bisa terlalu capek ".
" Tapi yatanya aku salah , sehari sebelum kami berangakat berlibur . Alya dan teman teman socsalitanya , teryata mengadakan kegiatan ".
__ADS_1
" Kegiatan yang berlangsung dari pagi sampai sore . Karena antusias Alya mengikuti semua kegiatan itu . Tanpa memperdulikan keadaan tubuhnya ".
" Khuf ",,,Hembusan nafas Dimas . Dan siang ini saat kami berada di kebun . Ada kereta buah yang meluncur terlalu cepat . Alya sempat menghindari agar tidak tertabrak .
Alya tidak tertabrak , tapi naas . Tubuhnya tak bisa menjaga ke seimbangan . Dia terjatuh , dan posisi kakinya membentur batu .
Dokter bilang , benturannya sangat keras . Sehinga melukai saraf kakinya .
" Oh ,,, my god ", Seruh Fonlin dengan menutup mulutnya . Dia sungguh terkejut , " Lalu bagai mana ke adanya sekarang ".
" Masih di rumah sakit , masih dalam tahap pemulihan . Dan sementara kaki kanannya belum bisa di gunakan ".
" Ya ,, tuhan , tapi masih ada kemungkinan sembuhkan ? ".
" Dokter bilang bisa , dengan proses terapi yang tekun . Namu ,,, ".
" Kenapa ? ".
" Itu akan memakan waktu yang lama . Tergantung dengan tekat dan ke gigihan sang pasien ".
" Khem " ,,, Fonlin mengambil tangan Dimas dan menggenggamnya . Menyalurkan kepercayan dan semangat ," Alya pasti sembuh . Dia wanita yang kuat , menghadapi penyakitnya saja dia bisa . Apa lagi ini " , Ucap Fonlin menyakinkan .
" Mm " ,,, oh ,, ya ,, untuk malam ini . Aku titip Denis di sini . Di rumah sedang tidak ada orang , ayah dan ibu . Kebetulan sedang pergi ke luar kota . Mereka baru balik 4 hari lagi , dan mama ,, ".
" Aku mengerti , biarkan Denis di sini . Mas berkonsentrasi dengan pengobatan Alya " . Ucapan sepontan Fonlin memotong ucapan Dimas .
Yang di jawab anggukan olehnya .
" Baiklah aku akan kembali ke rumah sakit ".
" Em ,, berhati hatilah di jalan . Dan jangan khawtir dengan Denis . Aku akan menjaganya dengan senang hati .
" Terimakasih ".
" Tidak perlu mengucapkan kata itu , karena Denis juga anak ku ".
Dimas tersenyum seraya mendengar ucapan Fonlin .
__ADS_1
" Perlahan tapi pasti , semoga ini ke arah yang lebih baik ". Gumam Dimas dalam hati .