
Endruw tercengan , tak menyangka dia dapat bertemu lagi . Dengan anak laki laki yang menggemaskan ini .
" Hai boy ,, kita bertemu lagi ? "_Endruw .
" Ah ,, om cakep , mau cari apa om ? " . Candra yang terbiasa menyapa pembeli . Tak sedikitpun main main , dia bertanya dengan sopan dan ramah .
Meskipun dia anak yang belum genap berusia enam tahun . Candra yang terbiasa melihat sang mama melayani pembeli . Membuatnya tau apa yang harus di lakukan .
" Boy ,, apa kau yang menjaga toko ini ? ", Endruw memncoba memastikan di mana orang dewasa yang di sini .
" Em ,,, aku sedang membantu mama ku . Sekarang mama sedang di kamar mandi , apa om ingin di ambilkan kue nya ? ".
Seakan tau apa yang di cari Endruw , Candra menjelaskan secara gamblang .
" Ah ,,, ternyata begitu ,, kalo begitu boy . Bisakah kau ambilkan om kue yang itu 👉 ! " .
Endruw ,, menunjuk sebuah kue yang tersusu di rak paling bawah .
" Ini ,, om " ,, dengan cekatan Candra mengambil satu potong kue . Dengan beralaskan piring kertas , tak lupa garpu kecil . Untuk menyendok kue tersebut .
" Wah ,, ternyata kau sangat pintar boy ".
Candra hanya meringis , " apa masih mau menambah kue yang lain ? ".
Toko kue ini memang menyidiakan layanan dine - in , di samping melayani bungkus . Tapi di sini hanya ada kue dan minuman cepat saji .
Seperti air mineral dan minuman minuman botol . Dengan merek dan rasa berfarian , jika ada yang memesan minuman panas . Cuma tersedia teh , kopi , dan susu .
Itupun cuma yang siap seduh , tidak yang menggunakan alat alat bantu pembuat minuman .
__ADS_1
" Sayang ,, siapa yang datang ? ". Wullan dari arah melangkah ke arah depan . Di mana sang putra sedang melayani pelanggan .
" Ini mom ,, ada om ,, mau beli kue ", Candra menjawab sambil memalingkan wajahnya ke arah sang mama .
" Maaf tuan apa ,, ada lagi yang mau di beli ? ". Wullan langsung menyapa Endruw .
Endruw yang sedang duduk , sembari menikmati sepotong kue . Mendongak ke sumber suara , " Manis " reflek bergumam lirih .
Penampilan Wullan sungguh berbeda , rambut panjangnya di sanggul asal . Leher putih dan jenjangnya sungguh terexspos . Hanya di olesi meak up tipis . Sungguh tampilan wanita korea yang tersasar di negara ini .
Tampilannya berbeda jauh dari pertama kali bertemu . Wullan sunnguh berbeda , dengan senyuman di bibirnya menambah kesan manis .
Di mana masih bisa terdengar oleh Wullan , " Apa tuan ? " . Wullan mencoba bertanya karena mesti dia mendengarnya , kurang faham .
" Ah ,, i ,, itu ,, tolong rekomendasikan aku kue yang manis ". Jawab Endruw sekenanya , sambil mengalihkan pandangannya .
" Ya ,, kalo boleh tau untuk acara apa ? . Atau sekedar untuk buah tangan saja ? ", Wullan mulai bertanya untuk prihal apa membeli kue .
" Ah ,, seperti itu ", setelah mendengar jawaban Endruw . Wullan mulai menelusuri kue kue yang telah di tatanya .
" Em ,, bagai mana kalo bolu pisang , ini tidak terlalu manis dan ada campuran serbuk kayu manisnya . Gak bikin enek , biasannya di awak ke hamilan . Ibu ibu kurang suka makan nasi , dan ini bisa jadi pengganti nasi ". Terang Wullan panjang lebar .
" Kalo begitu ,, bungkuskan 1 dan juga bungkuskan yang itu 👉 ". Endruw menunjuk bolu keju , yang di taruh di rak paling atas .
" Jadi totalnya berapa ? ", Endruw bertanya setelah bersiap menerima bungkusan berisi dua kue yang pilihnya .
" Bolu pisang 35000 , di tambah bolu keju 40000 , satu potong cake maesis 5000 dan air mineral cup kecil 1000 . Totalnya 81000 ribu tuan ", Wullan menjawab singkat setelah memencet alat register .
__ADS_1
" Ini ,, Endruw mengeluarkan selembar uang kertas ".
" Uangnya 100rb jadi kembaliannya 19000 ribu ". Silahkan pak di cek , ucap Wullan ramah . Sembari mengulurkan kertas struk dan uang kembalian .
" Tidak usah , ambil saja kembaliannya ". Endruw menolak uang kembalian dan menyodorkan tangannya . Untuk mengambil bingkisan kue yang sudah tertata rapih .
" Kalo begitu saya akan memasukan uang ini ke kotak amal . Dan ini kuenya tuan , semoga berkenang dan bisa menjadi langganan di toko kami ". Wullan berjalan memutari meja , dan mendekat ke arah kotak amal yang ada di ujung depan .
Tanpa sadar Endruw tersenyum manis , " Sungguh manita yang manis ". Ucap Endruw dalam hati .
" Ok ,, boy ,, om pergi dulu ". Sebelum pergi , Endruw menyempatkan untuk pamitan kepada Candra . Yang mulai asik dengan duniannya sendiri .
" Terimakasih om , telah membeli kue di toko kami " . Candra berucap sambil berdiri dan menakupan telapak tangannya 🙏 . Senyum tak luput dari bibirnya sungguh terluhat menggemaskan .
Menanggapi itu Endruw memberikan senyum termanisnya , juga untuk sang mama cantik di sampingnya . Untuk dia , Endruw memberika senyum khas sang play boy .
😃😃😃😃😃😃😃😃
Di rumah sakit , tepatnya ruangan VIP .
" Ayolah yang ,, makan sedikit saja ! ". Karim sedang membujuk sang istri .
Ratna sang istri mengatupkan mulutnya , sembari menggelengkan kepalanya .
" Udah ,, gak usah di paksa , coba makan ini saja . Siapa tau bumil yang satu ini gak neg ", tanpa permisi tanpa apa Endruw langsung masuk ke ruangan dan menyodorkan kue yang si bawahnya .
😙😙😙😙😙😙😙😙😙
😁
😊
__ADS_1
😘