
Malam ini setelah makan malam di luar . Hualia dan Cleo memutuskan untuk berjalan jalan di taman kota . Mereka menelusuri taman kota yang penuh lampu hias kelap kelip .
" Mas ".
" Em ".
" Ayo kita ke sana ! ".
Huanlia menunjuk ke arah pasar malam , yang berada di sudut tanama . Banyak pedagang kaki lima berjualan di sana .
Suasana malam ini termasuk rame sedang . Meski bukan malam minggu , jam yang menunjukan pukul 08.00 malam . Memang belum terlalu malam , malah di bilang ini masih sore .
Lalu lalang pengunjung tak terlalu padad , membuat dua sejoli ini berjalan santai . Tiba tiba Huanlia menarik Cleo ke arah penjual siomay .
Bukan siomay yang menarik perhatian Huanlia . Tapi si penjual , seperti seseorang yang dia kenal . Untuk itu dia mendekat , dengan sedikit ragu ragu Huanlia menyebutkan namanya .
" Bang Mamat "..
" Ya ".
Si empunya nama menoleh ke sumber suara . Pemuda yang dulu mengajari Huanlia bermain gitar . Kini tengah meracik siomay .
Sejenak bang Mamat terdiam , mengingat kembali sosok wanita di depatnya ini .
" Huanlia "
" Em "
Huanlia menganggukkan kepalanya , merasa senang . Walau sudah beberapa tahun tak bertemu . Bang Mamat , yang sudah di anggapnya sebagai saudara masih mengingatnya .
Sejenak bang Mamat menatap ke arah samping Huanlia . Dimana Cleo merapatkan tubuhnya je arah sang istri . Dengan memeluk pinggang ramping Huanlia .
__ADS_1
" Dia Cleo , suami ku ".
Huanlia langsung memperkenalkan sang suami . Melihat arah pandang sang sahabat , dia langsung mengerti . Ingin di perkenalkan dengan orang , yang dari tadi diam .Tapi masih merengkuh pinggangnya dengan posesif .
" Ha ,, ternya lama tak bertemu kau sudah menikah ".
" Ya ,, aku baru menikah kisaran 7 atau 6 bulan yang lalu bang ".
" Em ,, terhitung masih pengantin baru . Eh ,, sampai lupa menawarkan untuk duduk ". Bang Amat memberikan 2 buah kursi pastik . Yang sedari tadi di susun jadi satu .
" Jadi sudah berapa lama bang Mamat jualan siomay ? ".
" Lupa sejak kapannya , cuman setelah memutuskan untuk menika . Abang , mencoba mencari reziki dengan berjulan siomay . Kan gak mungkin ngamen di lampu merah terus ".
" Ah ,, begitu ,, sudah lama juga menikah . Sudah di karuniai anak berapa bang ? ".
" Baru satu , itupun setelah 2 tahun pernikahan kami ".
" Aduh ,, sampai lupa nawarin . Mau mencicipin siomay abang gak ".
Dan bang Mamat menebak , kalo suami Huanlia bukan orang sembarangan . Meski hanya mengenakan kemejan yang lengannya sudah di gulung sampai siku . Berbeda saat tadi di kantor , penampilan rapinya kini berganti penampilan urakan tapi tetap cool .
Mereka asik berbincang , sambil membahas tetang kabar masing masing . Cleo yang awalnya waspada kini mulai mengerti .
Karena Huanlia tidak melupakannya , meski dia asik ngobrol dengan teman lamanya . Denga perhatian kecil yang ia berikan .
Seperti memutuskan menyuapi siomay , karena Cleo gak memesannya . Dia kehilangan minatnya terhadap jajan ini . Melihat sang istri tercinta akrab dengan pria lain . Tapi begitu diam mengamati Huanlia mengerti akan posisinya .
Bertemu teman lama , yang dulu berbaik hati mengajari keterampilanya . Tanpa berharap imabalan , walu dia tau . Si murid yang di ajarkan keterampilan , bisa membayarnya dengan harga mahal .
😬😬😬😜😜😜😜
__ADS_1
Di toko kue Rita ...
Seperti biasa Wullan yang kini di bantu dua asisten . Menyiapkan beberapa kue untuk di taru di tempat display .
Brownis lumer dengan toping keju - mesis , atau keju coklat serut . Masih menjadi primadona .
Cake cake mini , dengan berbalut whaet coklat . Berbintang keju dan coco chips , juga ambil bagian dalam memenuhi display .
Toko kue ini berkembang dengan pesat , dari mulai buka sampai sekarang . Pelanggan setia pada merapat , dari mulai datang langsung .
Dan juga ada yang beli lewat jasa aplikasi . Kandungan Rita yang memasuki bulan ketujuh . Tak membuatnya beralasan , untuk tidak semangat dalam perkebangan toko kuenya .
Meski sedikit di batasi , Renzi sang suami tetap mengawasi . Dan akan berbicara tegas , melarang sang istri . Jika sudah di rasa melewati batasan yang di tetapkannya .
" Sania , tolong kue yang ini di bukus . Pesanan atas nama Bu Linda , dengan drevernya mas Angga ".
" Ya bu , ini pakai kardus yang 15 x 15 ? . Atau pakai kardus yang mana bu ? ".
Sania , pegawai baru yang belum hafal . Kardus mana saja untuk membungkus setipa kue .
" Ya , pakai kardus yang itu ".
Dengan cekatan dan berhati hati , Sania memasukan . Bolu coklat bertabur keju dan coco chips . Di mana toping toping ini telah menempel erat dengan coklat leleh . Yang akan membeku setelah beberapa saat di lumukan ke kue tersebut .
Sungguh mengugah selera , bolu ini salah satu menu baru . Yang sangat di gemari oleh pelanggan sejak louncing .
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Baru up ,, karena tahun baru sampai sekarang banyak orderan .