
Satu minggu telah usai , acara bulan madu Huanlia dan Cleo telah berlalu . Kini mereka kembali ke rumah Cleo , tiba di rumah sore hari .
Mereka memutuskan tinggal di rumah Cleo ketimbang di rumah utama . Pada hal sang mama , meminta mereka tinggal bersama .
Toh rumah itu terlalu besar , jika hanya di tinggali ke dua orang tua dan tentunya para pelayan .
" Hemmm ,,, mas ", Huanlia mengeluh dan matanya mebuka serta membulat sempurna . Saat mendapati tubuhnya telah di kungkung sang suami .
Di tambah lagi tubuh mereka hampir polos , Huanlia yang memakai piyama berkancing . Sangat mudah bagi Cleo melepasnya .
Jam dinding menunjukan pukul 05.00 pagi , di mana sang surya belum menunjukan sinar sempurnanya .
Udara luar yang dingin , tanah yang basa akibat tersirami oleh air hujan . Tak membuat suasana kamar terpengaruh .
" Udah tiga hari sejak yang pertama ,,, gak sakit lagikan ? ". Cleo memastikan ke adaan sang istri , sebelum mengulang adegan percintaan mereka .
" Emmm " , Huanlia mengangguk pelan .
Setelah melakukan kegiatan panas saat itu , Cleo memang menahan diri . Karena jika tidak , bisa di pastikan . Yang ada , mereka tidak melanjutkan perjalanan .
Tapi hanya di dalam kamar , di tambah . Karena ulahnya . Huanlia sangat ke susahan berjalan . Pada hal , tempat tempat yang di kunjungi Huanlia dan Cleo . Adalah beberapa tempat wisata , di mana harus berjalan exstra .
Agar dapat sampai atau melihat tempat yang pas . Mereka berdua sampai rumah pada sore hari .
Malam minggu , Huanlia ingin berjalan jalan di malioboro . Sedang pagi hari ingin berada di panatai parangtritis . Alhasil siang mereka baru kembali ke kota J .
Setibanya di rumah Huanlia memilih beristirahat . Karena badannya yang benar benar baru terasa lelah .
Huanlia hanya terbangun saat makan malam , sedang Cleo kembali sibuk di ruang kerja . Si penggila kerja ini , juga baru keluar saat makan malam .
Mereka tetap bersama saat makan , dan berpisa sebentar . Sebelum Cleo kembali ke kamar untuk beristirahat .
Tertidur sejenak , dan dengan ke adaan yang mendukung . Si adek bangun , membuat sang empunya tak bisa kembali tertidur .
" Ah ,, ah ,, ah ,, mhhhhmmmn ,, mas ,, sakit ,, pelan pelan ". Suara suara dan rintihan yang begitu sensual . Mulai bersaut sautan , ruangan berubah sahduh .
😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁
__ADS_1
Pagi hari , di tempat yang berbeda .
Cklek ,,,
Pintu aparteman Fonlli terbuka , si empunya . Membawa kantong plastik hitam , yang isinya hampir penuh . Di bawa keluar , kantong plastik ini akan di buang pada tempatnya .
" Mas Dimas ?? " , alangkah terkejutnya Fonlli . Yang mendapati sang suami di depan pintuh .
Tanpa aba aba , Dimas langsung memeluk sang istri . Mencium dan membenamkan kepalanya di bahu sang istri .
Menyesapi aromah sang istri , serta menyalurkan perasaan yang campur aduk . Rinduk , malu , kesal , cinta , dan tak keberdayaanya . Akan situasi ini , ingin bertindak tapi pasti akan ada hati yang terluka .
" Kok sudah pulang ? , urusan bisnisnya berjalan lancarkan ? ". Fonlli berucap sembari mengelus punggung sang suami .
Mencoba menenangkan , " Masuk dulu yuk mas "_ Fonlli .
Badan tegap sang suami , di arahkan ke sofa . Dan kini mereka telah duduk , di sofa .
" Ada apa ? "_ Fonlli .
" Udah sarapan belum " _ Fonlli .
" Huffff " ,, Fonlli membuang nafas kesal pelan . Sembari tangannya kembali memberi sentuhan menenangkan .
Sepuluh menit kemudian , Dimas tertidur di bahu Fonlli . Mendapati sang suami tertidur , Fonlli dengan hati hati merebahkan tubuh Dimas .
Kepalanya di sanggah dengan bantalan sofa . Meluruskan kakinya dan melonggarkan baju yang di pakai Dimas .
Jemari Fonlli menyapu pipin Dimas , pandangannya tertujuh pada kantung mata . Yang menghitam , meski matanya tertutup . Warna hitam itu tetap terlihat jelas .
Entah mengapan hati Fonlli terenyuh , " Kenapa kamu mesti bergadang mas ? ". Fonlli tau , pasti sang suami lembur sampai semuanya selesai dengan waktu singkat .
Setelah selesai , pasti kemari . " Kamu kok jadi gini , aku gak mau . Kamu terlalu memforsir diri sendiri , demi cepat berada di sisi ku ". Lagi lagi Fonlli hanya bisa membatin dan membuah nafasnya .
😬😬😬😬😬😬😬
Tut ,, tut ,,,
__ADS_1
" Maaf , nomer yang anda hubungi . Sedang tidak bisa di hubungi ". Suara oprator yang menjawab panggilan telpon Alya .
" Ihhhh ,,, kamu kemana si mas ? ". Alya bergumam kesal .
Satu jam lalu Alya menghubungi sang suami . Tapi tak di angkat . Dan di langsung berinisiatif menghubungi hotel tempat sang suami menginap .
Tapi kata sang resepsionis , bang sang tamu . Telah cek in , sejak tadi malam .
" Kamu pasti di sana "_ Alya .
" Aku gak akan biarin kamu ke tempat Fonlli " , Alya masih memutar otaknya . Untuk mencari alasan , agar sang suami mau kembali ke rumah .
Dengan berjalan mondar mandir , sembari satu tangan bersedakep dada . Dan jari telunjuk yang satunya di gigiti .
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
" Mas , gimana udah seger ? ", Fonlli bertanya begitu sosok sang suami . Baru keluar dari kamar mandi .
" Yuk sarapan dulu ", Fonlli berucap sambil menata beberapa menu di atas meja .
" Hem ",,, Fonlli .
Setelah mengambilikan makan kedalam pirim Dimas . Fonlli juga mulai mengisi piringnya , mereka makan dalam diam .
Sampai suatu kota , menarik perhatian Dimas .
" Itu untuk siapa ? "_ Dimas .
" Ah ,,, itu untuk Denis . Aku sengaja membautkan bekal untuknya . Rencananya nanti aku akan mampir ke sekolahnya terlebih dahulu "_ Fonlli .
" Hufffff " , mendengar hal itu Dimas menghela nafas kesal . Dan menggerutu dalam hati , " Apa lagi yang kamu sembunyikan yang ".
Tanpa sepengetahuan Dimas dan Alya . Fonlli selalu membuatkan bekal untuk Denis . Dan memberikannya dengan cara menitipkan kepada satpam di sekolah Denis .
Sang anak tau , kalo itu bekal buatan sang ibu . Itupun ia ketahui dari pak satpam yang di titipi sang ibu .
__ADS_1