BUKAN ISTRI PERTAMA

BUKAN ISTRI PERTAMA
Keputusan Huanlia


__ADS_3

Siang ini Huanlia sedang berjalan ke arah kantor Cleo . Dengan santainya , dia mengendarai motor pengatar makanan . Di mana di belakangnya terdapat box besar . Untuk menem patkan makan , Huan gak perna malu mengedarai motor ini .


Baginya kenapa mesti malu , toh ini memang pekerjaanya .


Cleo sudah pernah menawarinya mobil berserta supir untuk mengatar jemput . Tapi di tolak oleh Huan .


Baginya mengendari sepeda motor sungguh membuatnya menjadi lebih fress . Karena terpaan angin yang menyapu sisi lain wajahnya .


Sambil bersenandung lirih , tak butuh waktu lama . Karena jarak tempuh yang dekat , Huanlia sampai di depan kantor Cleo . Berjalan melewati lobi ,, dengan tersenyum rama .


Menyapa para kariyawan , karena rata rata Huanlia sudah mengenal mereka .


Ding ,,


Lif terbuka , Huanlia sampai di lantai paling atas . Lantai di mana , ruangan Cleo berada .


" Hai ,, Jani ? ", sapa Huanlia begitu dia sampai di meja sang sekertaris .


" Kak ,, Huan , sudah di tunggu presedir ". Ucap sang sekertaris .


" Ok , aku masuk dulu ya . Eh ,, udah makan siang belum ? ". Huanlia berhenti melangkah dan menengokkan badannya separuh .


" Belum ".


" Nih ,, aku ada lauk . Siapa tau minat " , Huanlia memberikan sekota bekal yang sudah di pisahkan .


" Atau mau makan bersama , yuk ,, bareng bareng pasti asik ".


" Gak kak , kakak duluan aja ". Jani menolak dengan halus .


" Yang benar saja , ikut makan bareng bersamannya . Yang ada aku jadi obat nyakmu ". Jani bermonolok dalam hati .


Tuk ,, tuk ,, pintuh di ketuk .


" Masuk " ,, suara barito khas Cleo menggema sampai keluar .


Huanlia masuk ke dalam ruangan setelah di persilahkan masuk . Dengan santai langsung menuju ke sofa . Menata kotak kotak makanan dengan santai .

__ADS_1


Sedang Cleo masih berfokus pada layar leptopnya .


Sreggg ,,, tak berapa lama Cleo menggeser kursi kebesarannya . Berjalan mendekati Huanlia yang sedang menyiapkan makanannya .


Setelah mendaratkan tubuhnya di sofa , dia menyatap hidangan pembuka . Otak otak bakar saus kacang , menjadi pilihan Huanlia .



Kentalnya sambal kacang , lumer di lida . Bercampur sempurna begitu dia mengunya otak otak ikan tengiri .


" Nanti malam , mama ngajak makan malam keluarga ". Ucap Cleo di sela sela kegiatan mengunya otak otak .


" Em ? " , Huanlia menghentikan sebentar kegiatan menata lauk di dalam piring .


" Ada yang mau di bicarakan ? ".


" Kelihatannya serius , memang ada apa ? ". Tanya Huanlia , sembari meneruskan kembali kegiatannya .


" Nanti juga kamu tau ".


" Ih ,, sok misterius ", cletuk Huanlia yang hanya di tanggapi senyuman datar Cleo .



Yang di masak dengan tomat hijauh . Sunguh segar di mulut , berpadu dengan tumis wortel jagung muda .



Sungguh perpaduan yang pas , di tambah kemangi tepung . Sebagai taburannya , tak lupa kerupuk ikan tengiri juga ikut mendapingi .



" Em ,,, " , Huanlia menyodorkan piring berisi nasi ke arah Cleo .


Dengan senyum lembut Cleo menerimanya . Kedua tangan Cleo memegang sedok dan garpu . Tanpa ragu menyuapkan makanan yang di sajikan .


Dia tidak perlu memilah duri ikan , karena sebelumya ikan patin . Telah di presto , proses masak dengan cara ini . Membuat duri ikan melunak , sehingga tak apa jika tertelan .

__ADS_1


Mereka makan dalam diam , entah sudah menjadi kebiasan atau tidak . Kini hal itu sudah mendara daging , diam menikmati makanan yang tersaji .


Dua puluh lima menit telah berlalu , makan siang telah usai . Huanlia telah membereskan meja , dan ketika dia ingin pulang . Di tahan oleh Cleo , alhasil .


Sekarang Huanlia sedang menikmati es buah , sembari membicarakan hal hal ringan .



"Jika nanti kita menika , apakah ada permintaan khusus atau sesuatu yang kau inginkan ".


" khuk ,, khuk ,, Huanlia tersedak , begitu mendengarkan ucapan Cleo ".


Cleo langsung menepuk punggu Huanlia perlahan . Agar mengurangi tersedaknya , sembari mengulurkan tisu .


Ke area dekat bibir Huan , dan mengelapnya dengan pelan .


Huan terdiam sejenak , tak lama kemudian dia tersadar . Dan mengambil tisu dari tangan Cleo , akan mengelap sendiri . " Saya ,, bel ,, ? " , ucapan Huanlia terpotong .


" Huan , dulu sudah perna ku katakan . Kali inj aku ingin menjalani hidup dengan mu ".


" Mari kita menika , aku tidak ingin menunggu dengan setatus sebagai tunangan . Bagi ku , menjalani hidup sebagai pasangan . Tak ada masalah , asalkan itu dengan mu ".


" Tapi ,, aku ,, belum ,, siap dan aku ,, tak tau perasaanku pada mu ? ". Ucap Huanlia liri serta terbata bata .


" Aku tau itu , tapi bagai mana bisa tau tentang perasaan mu terhadap ku . Kalo kita berjauhan , ayon kiya menikah . Dan tinggal bersama , aku yakin perlahan tapi pasti . Perasaanmu kepada ku akan tumbu ".


" Leo ,, aku ,, ".


" Apa yang membuatmu belum siap ? , jangan banyak berfikir . Kita jalani bersama ," Ucap Cleo halus dan tegas sembari mengelus pungung tangan Huan .


Sejenak Huan terdiam , " Tuhan berikan aku petunjuk . Apa yang harus ku lakukan ", Huan berdoa di dalam hati .


" Hemmmm " ,,, Huan membuang nafas kasar setelah hening beberapa saat .


" Baik lah , mari kita menikah dan hidup bersama . Tak ada salahnya mencoba dan melakukan hal hal baik ".


" Em ,,, em ,, " Cleo tersenyum lebar . Saat mendengar keputusan Huanlia .

__ADS_1


" Aku akan membuktikan bahwa kamu tidak akan menyesal . Mengambil ke putusan ini ", ucap Cleo dalam hati .


__ADS_2