
Siang ini Huanlia sedang berjalan ke arah kantor Cleo . Dengan santainya , dia mengendarai motor pengatar makanan . Di mana di belakangnya terdapat box besar . Untuk menem patkan makan , Huan gak perna malu mengedarai motor ini .
Baginya kenapa mesti malu , toh ini memang pekerjaanya .
Cleo sudah pernah menawarinya mobil berserta supir untuk mengatar jemput . Tapi di tolak oleh Huan .
Baginya mengendari sepeda motor sungguh membuatnya menjadi lebih fress . Karena terpaan angin yang menyapu sisi lain wajahnya .
Sambil bersenandung lirih , tak butuh waktu lama . Karena jarak tempuh yang dekat , Huanlia sampai di depan kantor Cleo . Berjalan melewati lobi ,, dengan tersenyum rama .
Menyapa para kariyawan , karena rata rata Huanlia sudah mengenal mereka .
Ding ,,
Lif terbuka , Huanlia sampai di lantai paling atas . Lantai di mana , ruangan Cleo berada .
" Hai ,, Jani ? ", sapa Huanlia begitu dia sampai di meja sang sekertaris .
" Kak ,, Huan , sudah di tunggu presedir ". Ucap sang sekertaris .
" Ok , aku masuk dulu ya . Eh ,, udah makan siang belum ? ". Huanlia berhenti melangkah dan menengokkan badannya separuh .
" Belum ".
" Nih ,, aku ada lauk . Siapa tau minat " , Huanlia memberikan sekota bekal yang sudah di pisahkan .
" Atau mau makan bersama , yuk ,, bareng bareng pasti asik ".
" Gak kak , kakak duluan aja ". Jani menolak dengan halus .
" Yang benar saja , ikut makan bareng bersamannya . Yang ada aku jadi obat nyakmu ". Jani bermonolok dalam hati .
Tuk ,, tuk ,, pintuh di ketuk .
" Masuk " ,, suara barito khas Cleo menggema sampai keluar .
Huanlia masuk ke dalam ruangan setelah di persilahkan masuk . Dengan santai langsung menuju ke sofa . Menata kotak kotak makanan dengan santai .
__ADS_1
Sedang Cleo masih berfokus pada layar leptopnya .
Sreggg ,,, tak berapa lama Cleo menggeser kursi kebesarannya . Berjalan mendekati Huanlia yang sedang menyiapkan makanannya .
Setelah mendaratkan tubuhnya di sofa , dia menyatap hidangan pembuka . Otak otak bakar saus kacang , menjadi pilihan Huanlia .
Kentalnya sambal kacang , lumer di lida . Bercampur sempurna begitu dia mengunya otak otak ikan tengiri .
" Nanti malam , mama ngajak makan malam keluarga ". Ucap Cleo di sela sela kegiatan mengunya otak otak .
" Em ? " , Huanlia menghentikan sebentar kegiatan menata lauk di dalam piring .
" Ada yang mau di bicarakan ? ".
" Kelihatannya serius , memang ada apa ? ". Tanya Huanlia , sembari meneruskan kembali kegiatannya .
" Nanti juga kamu tau ".
" Ih ,, sok misterius ", cletuk Huanlia yang hanya di tanggapi senyuman datar Cleo .
Yang di masak dengan tomat hijauh . Sunguh segar di mulut , berpadu dengan tumis wortel jagung muda .
Sungguh perpaduan yang pas , di tambah kemangi tepung . Sebagai taburannya , tak lupa kerupuk ikan tengiri juga ikut mendapingi .
" Em ,,, " , Huanlia menyodorkan piring berisi nasi ke arah Cleo .
Dengan senyum lembut Cleo menerimanya . Kedua tangan Cleo memegang sedok dan garpu . Tanpa ragu menyuapkan makanan yang di sajikan .
Dia tidak perlu memilah duri ikan , karena sebelumya ikan patin . Telah di presto , proses masak dengan cara ini . Membuat duri ikan melunak , sehingga tak apa jika tertelan .
__ADS_1
Mereka makan dalam diam , entah sudah menjadi kebiasan atau tidak . Kini hal itu sudah mendara daging , diam menikmati makanan yang tersaji .
Dua puluh lima menit telah berlalu , makan siang telah usai . Huanlia telah membereskan meja , dan ketika dia ingin pulang . Di tahan oleh Cleo , alhasil .
Sekarang Huanlia sedang menikmati es buah , sembari membicarakan hal hal ringan .
"Jika nanti kita menika , apakah ada permintaan khusus atau sesuatu yang kau inginkan ".
" khuk ,, khuk ,, Huanlia tersedak , begitu mendengarkan ucapan Cleo ".
Cleo langsung menepuk punggu Huanlia perlahan . Agar mengurangi tersedaknya , sembari mengulurkan tisu .
Ke area dekat bibir Huan , dan mengelapnya dengan pelan .
Huan terdiam sejenak , tak lama kemudian dia tersadar . Dan mengambil tisu dari tangan Cleo , akan mengelap sendiri . " Saya ,, bel ,, ? " , ucapan Huanlia terpotong .
" Huan , dulu sudah perna ku katakan . Kali inj aku ingin menjalani hidup dengan mu ".
" Mari kita menika , aku tidak ingin menunggu dengan setatus sebagai tunangan . Bagi ku , menjalani hidup sebagai pasangan . Tak ada masalah , asalkan itu dengan mu ".
" Tapi ,, aku ,, belum ,, siap dan aku ,, tak tau perasaanku pada mu ? ". Ucap Huanlia liri serta terbata bata .
" Aku tau itu , tapi bagai mana bisa tau tentang perasaan mu terhadap ku . Kalo kita berjauhan , ayon kiya menikah . Dan tinggal bersama , aku yakin perlahan tapi pasti . Perasaanmu kepada ku akan tumbu ".
" Leo ,, aku ,, ".
" Apa yang membuatmu belum siap ? , jangan banyak berfikir . Kita jalani bersama ," Ucap Cleo halus dan tegas sembari mengelus pungung tangan Huan .
Sejenak Huan terdiam , " Tuhan berikan aku petunjuk . Apa yang harus ku lakukan ", Huan berdoa di dalam hati .
" Hemmmm " ,,, Huan membuang nafas kasar setelah hening beberapa saat .
" Baik lah , mari kita menikah dan hidup bersama . Tak ada salahnya mencoba dan melakukan hal hal baik ".
" Em ,,, em ,, " Cleo tersenyum lebar . Saat mendengar keputusan Huanlia .
__ADS_1
" Aku akan membuktikan bahwa kamu tidak akan menyesal . Mengambil ke putusan ini ", ucap Cleo dalam hati .