
Teriknya matahari , tak menyurutkan semangat sang ibu hamil ini . Fonllin , tengah duduk bersandar sembari memeriksa gawenya .
Ya , sudah hampir 1 Minggu ini dia mengambil cuti melahirkannya . HPL yang semakin dekat , perut yang membesar membuat lingkup geraknya terbatas . Itu semua tak membuat sang ibu ini hanya diam .
Jika ke dua temannya menekuni dunia makanan . Sebagi usaha sampingan atau usaha utamanya . Tidak dengan Fonllin , dia lebih memilih di bidang kebutuhan harian yang lain .
Parsel bayi , yang awalnya dia bikin untuk menjenguk teman . Dan tak sengaja teruplud , malah banyak yang tanya . " Sekarang usaha ini jeng ? " .
Pertanyaan sepotan dari sahabatnya ini , memunculkan ide yang langsung terrealisasikan . Yang kemarin belanja untuk persiapan keperluan sendiri , kini Fonllin juga belanja untuk kelengkapan bingkisan.
Banjir pesanan sudah pasti , beasic Fonllin yang seorang marketing . Membuatnya sedikit lebih mudah , untuk memasarkan dagaanya .
Dari mulai media online , fencpac dan yang paling cepat karena sokongan dari teman artisnya . Siapa lagi kalo bukan modelnya si Rita , dia banyak menggunga foto dan video di akun Instagramnya .
Ting tung ,, Ting tung ,,
Suara bel dari arah depan terdengar , pertanda ada tamu yang akan bertandang . Fonlli yang sedang duduk bersandar menengok ke sumber suara .
" Biar saya saja Bu ! " , dari arah dapur Bu Hijah menyahut dan segerah berjalan ke arah pintuh .
" Siang Bu Mill ,, wih wih ,, yang mulai sibuk dengan dagangan barunya ". Seloroh sang tamu yang kini berada di ruang santai .
Huanlia dan Rita mengunjungi Fonllin , kesibukan mereka yang tak terelakan lagi . Membuat mereka berdua , baru ada kesempatan bertandang ke rumah baru Fonllin .
__ADS_1
" Eh ,, Bu Presedir dan model internasional kita . Tumben pada gak sibuk ,, hehehe " , Fonllin menyapa para sahabatnya yang langsung yelonong masuk ke ruang tengah .
" Ah ,,,.Bu mil kita ini , menyindir kita rupanya . Maaf deh ,, kemarin aku memang sudah terjadwal dan gak bisa ku cancel ". Ucap Rita yang sudah memposisikan dirinya duduk dekat Bu mil .
Sedangkan Huanlia berjalan ke arah sudut ruangan . Dimana di sana sudah tertata rapi berbagai ukuran parsel bayi .
" Hihihi " ,, Huanlia cekikikan ,, saat melihat isi parselnya . Merasa lucu , karena perlengkapan bayinya cuma 2 aitem .
Dan sisanya kebanyakan kebutuhan pokok . " Onli , apa gak sebainya buka toko . Secara ini pesanannya sudah mulai membludak " .
" Ada rencana kesitu sin Huan , cuma nanti aja lah abis lahiran . Biar lebih leluasa ", Fonllin mengutarakan rencananya .
" Masih sanggup ,, secara nanti kamukan juga mulai bekerja Onli ".
Dia mau menebus rasa bersalahnya , meskipun gak dengan anak pertamanya . Tapi dia mau merawat anak ini nanti dengan tangannya sendiri .
" Wao ,,, gak nyaka ,, kamu udah membuat keputusan yang sangat besar " .
" Ngomong ngomong ,, bapaknya anak ini tau gak , kalo HPL kamu tinggal beberapa hari lagi .
" Tau ",,
__ADS_1
" Terus ?? ",,,
" Ya ,, gak ada terus terusan lah Rit , biarakan semua mengalir aja ".
" Apa kamu gak mau di temani saat lahiran nanti ".
" Ingin di temani jelas iya , tapi aku sadar diri dan gak akan menuntut atau meminta . Kalo memang gak bisa , ya udah . Yang penting saat persalinannya lancar ".
" Hufff " ...
Huanlia dan Rita membuang nafas kasar , mereka langsung memeluk tubuh Fonlin . Untuk memberikan semangat buat Bu mil ini , Fonlin yang memang duduk di tengah mereka . Merasakan ketulusan kedua sahabat ini .
" Udah udah gak usah pelukannya yuk nikmatin roti yang ku bawah saja . ini baru loncing loh ,, banyak peminatnya ".
Rita mengalihkan rasa sedih yang mulai muncul . Dengan mengambil roti yang tergeletak di meja memotong dan menyodorkan kepada sang sahabat .
Bolu pisang bertabur kurama , chocho chips dan sukade mereka nikmati . Di temani secangkir kopi , teh dan coklat hangat , minuman kesukaan masing masing wanita ini .
" Jadi kamu akan mulai merintis di bidang ini dengan serius nih " .
" Em " , Fonllin hanya mengangguk menjawab pertanya'an Rita .
__ADS_1
" Gak mau di bidang kuliner ? ".
" Untuk saat ini fokus di ini aja dulu ".