
Hari senin ,
Kembali ke rutinat seperti biasa , sibuk kembali dengan detlain detlain yang menanti .
Huanlia sedang berkutat dengan leptopnya , dia fokus dengan beberapa hal yang lumayan menguras pikiran .
Awalnya dia hanya seorang sekertaris , tapi setah beberapa bulan bekerja . Dia mulai di ajari untuk sekalian menjadi asisten pribadi .
So banyak pekerjaan yang menunggunya . Gak cuma sekedar mengatur jadwal , mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan presedir .
Huanlia juga harus ikut meneliti laporan . Yang akan di serahkan kepada presedir , meski tidak semuanya .
Kadang juga memimpin rapa , untuk beberapa bagian . Menyampaikan apa yang menjadi intruksi presedir . Dan itu semua Huanlia lakukan dengan tidak mudah .
" Tut ,, tut ,, ".
Bunyi telpon interkom , yang khusus terhubung dengan ruangan presedir ".
" Ya presedir ? ".
" Baik ".
Cklek ,, Huanlia mengakhiri panggilan . Dengan menaruh kembali gagang telpon ke tempatnya .
" Hufffff " ,, Hembusan nafas Huanlia ke luar dengan berat .
Gimana tidak merasa berat , kerjaannya sedang banyak banyaknya . Eh ,, sekarang dia di suruh ke pantry .
Untuk sekedar membuat kopi , presedir tidak mau . Kalo yang membuat kopinya orang lain , Huanlia pernah menyarankan . Agar yang membuat kopi , staf OB saja .
Tapi di tolak Cleo ,dengan alasan " Mau yang bikin OB atau kamu . Itu sama saja , tapi kamu di sini . Di gaji buat melakukan pekerjaan yang aku suru . Jadi jangan banyak argumen yang tidak penting . Jadi kerjakan yang aku perintahkan ! ".
Dengan langkah sedikit di tarik . Huanlia ke pantry , yang kebetuln berada masih satu lantai dengan ruangannya .
Jika sudah beda lantai , sungguh akan menambah waktu . Untuk sekedar membuat kopi . Dan itu membuatnya bertambah malas , dan memakan lebih banyak waktu .
🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅
Pantry ,,,,
Klenting ,, klenting ,,
Suara sendok yang di putar untuk mengaduk gula . Agar larut bersama kopi yang telah di seduh .
Kopi yang di sukai Cleo adalah kopi hitam tanpa ampas . Dan dia juga lebih suka kopi giling , ketimbang kopi sacset .
Alhasil , Huanlia harus menyeduh dengan menggunakan alat khus . Hasil seduhannya bisa langsung di nikmati dan tanpa ampas .
Untung alat ini bekerja sangat otomatis , coba kalo Cleo . Minta di buatkan dengan alat penyeduh kopi manual . Yang berada di rumahnya , hufffff ,,, itu akan sangat lama .
__ADS_1
" Sedang membuat kopi mb ? ", Wanti salah satu OB . Yang di tempatkan di lantai itu , menyapa Huanlia .
" Ya nih ".
" Kenapa gak minta di buatkan kami saja ".
" Maunya sih gitu , tapi ini kopi buat pak presedir . Dia yang menyuruh , saya langsung bu " . Ucap Huanlia sambil tersenyum rama .
" Ah ,, pantas saja , mba Huanlia buat sendiri ke pantry ".
Semua orang di ruangan ini tau , semenjak Huanlia bekerja di sini . Semua keperluan bos harus di siapkan sendiri olehnya .
" Oh ,, ya mb ,, kita kita mau ucapin makasih ".
" Eh ,, makasih untuk apa ? ". Huanlia mengenyitkan alisnya bingung .
" Itu loh , karena udah mau bagi bagi kue " . Ucap Wati sumringah , " Kapan kapan kalu mau bagi bagi tester . Kita kita siap nampung " , Ucapnya sambil yengir .
" Hahaha ,,, siap bu Wati ". Huanlia tersenyum lebar .
" Ya sudah bu Wati , saya duluan ".
" Ya mb ".
Huanlia berjalan sambil membawa nampan . Di mana , di atasnya terdapat 2 cangkir kopi . Di mana isinya berbeda , kopi dan coklat panas .
Meminum coklat panas , dapat sedikit menenagkan fikiran . Jadi sembari mengerjakan tugas , yang lumayan menumpuk .
Huanlia berfikir , tak ada salahnya untuk meminum . Minuman ini , begitu sampai di depan ruangan Cleo . Huanlia meletakan secangkir coklat panas untuknya . Di mejanya , di mana meja kerja Huanlia berada di depan ruangan Cleo langsung .
" Tuk ,, tuk ,, ".
Huanlia mengetuk pintuh dengan satu tangan . Dan satu tangannya lagi memegang nampan agar tidak terjatuh .
" Masuk ".
Ceklek ,, pintuh di buka Huanlia begitu ada izin masuk dari dalam .
" Presedir , ini kopi anda ". Huanlia berucap , sembari meletakan secangkir kopi tepat di hadapan Cleo .
" Ya , terimakasih " . Cleo berucap tanpa menolehkan kepalanya dari layar leptopnya .
" Srup ,,, " , dengan santainya Cleo langsung meminum kopi buatan Huanlia . Tanpa ragu , sebab Huanlia membuat kopinya . Dengan tingkat kepanasan yang pas .
Tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin . Anget anget kukuh , dan manisnya juga pas . Jadi rasa pahitnya tidak terlalu , meski kopi hitam . Identik dengan rasa pahit yang pekat .
" Kalo begitu saya permisi kembali ke pekerjaan saya ".
" Em " .
" Tunggu ! " , Cleo mencegah Huanlia keluar . Dia berada di ambang pintuh .
__ADS_1
" Ya presedir , apa masih ada yang anda butuhkan ? " .
" Nanti malam ada yang ingin ku bicarakan ", Ucap Cleo dengan santai dan nada bicaranya tidak formal .
Jika sudah seperti ini , akan ada sesuatu yang di bahas dan itu pasti tentang hal pribadi .
" Ya presedir ".
Setelah mengucapkan itu , Huanlia kembali berjalan dan kembali ke mejanya .
Kelkek ,,
Begitu bunyi pintu tertutup , Cleo mendongakkan kepalanya . Menatap Huanlia , yang sudah kembali duduk . Di meja kerjanya melalui selah selah tirai cendela kaca besar di ruangan Cleo .
" Malam ini , akan ku ungkap semuanya kepada mu . Tak perduli apapun reaksimu nanti , tapi satu yang pasti . Akan ku pastikan kau tetap menjadi milik ku "
Cleo bergumam lirih , setelah ke pulangannya dari negara J . Cleo selalu memikirkan perkataan ayah Huanlia .
Yang menurutnya benar , suatu hubungan . Jika ingin bertahan lama dan tak menyakiti satu sama lain . Kuncinya adalah saling jujur satu sama lain . Walaupun awalnya ke jujuran itu menyakirkan .
Meski ini termasuk sulit bagi Cleo . Karena dia tidak pernah mengutarakan maksudnya . Kepada orang orang yang di sayanginya dengan kata kata .
Cleo tipikal orang yang irit bicara , lebih banyak betindak .
🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅
" Oke sayang , kita sudah sampai ". Ucap seorang wanita dari dalam mobil berwarna merah hati .
" Apa nanti ibu akan ke tingal di sini menemani ku ? " . Denis bertanya dengan suara lirih .
Mendengar perkataan sang putra , seulas senyum terbit di bibir sexsi Fonlin . Tangannya terulur ke atas kepala sang anak . Mengelusnya dengan lembut seraya berucap .
" Iya , nanti ibu akan ke sini . Menemani mu sayang , cuman . Sekarang ibu harus kembali ke kantor " .
" Benarkah ? " , Denis tanpak bahagia . Begitu mendengar penuturan Fonlin . " Tapi ,, apakah ibu akan tinggal di sini ? " .
" Iya , ibu akan tinggal di sini sementara menemani mu " . Fonlin berjanji kepada sang putra .
Dia telah mendiskusikan ini dengan Dimas . Berhubung Dimas masih harus mendampingi Alya di rumah sakit . Dan ke - 2 orang tuanya belum pulang .
Maka Fonlin yang akan menjaga Denis di rumah utama . Karena tidak mungkin , jika membawa Denis tinggal di apartemainnya . Secara Fonlin tinggal sendiri , nanti tidak ada yang menjaga Denis selama dia bekerja .
Bisa saja Fonlin memaksakan Dimas untuk tinggal di apartemainnya . Dengan membawa mb Uli sang pengasauhnya .Tapi nanti kegiatan Denis yang sudah terjadual akan berantakan .
Ya , Denis anak yang aktif . Maka tak heran jika dia mempunyai banyak kegiatan . Seperti kelas bela diri , kelas musik , bimbingan bahasa asing . Dan masih banyak lagi , di mana ke giatan itu di lakukan Denis dengan suka rela . Bahkan dia sendiri yang meminta tanpa paksaan .
" Asik " ,,, Denis bersorak gembira layaknya seorang anak usia 5 tahun .
Pada dasarnya , Denis masih di bilang anak kecil . Meski dia kadang bertindak layaknya anak di atas usianya .
" Khem " ,,, Fonlin tersenyum melihat tingkah ke kanak kanakan sang bocah .
__ADS_1
Denis masuk kedalam rumah dengan ceria .