BUKAN ISTRI PERTAMA

BUKAN ISTRI PERTAMA
Ke Jujuran .


__ADS_3

Hari senin ,


Kembali ke rutinat seperti biasa , sibuk kembali dengan detlain detlain yang menanti .


Huanlia sedang berkutat dengan leptopnya , dia fokus dengan beberapa hal yang lumayan menguras pikiran .


Awalnya dia hanya seorang sekertaris , tapi setah beberapa bulan bekerja . Dia mulai di ajari untuk sekalian menjadi asisten pribadi .


So banyak pekerjaan yang menunggunya . Gak cuma sekedar mengatur jadwal , mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan presedir .


Huanlia juga harus ikut meneliti laporan . Yang akan di serahkan kepada presedir , meski tidak semuanya .


Kadang juga memimpin rapa , untuk beberapa bagian . Menyampaikan apa yang menjadi intruksi presedir . Dan itu semua Huanlia lakukan dengan tidak mudah .


" Tut ,, tut ,, ".


Bunyi telpon interkom , yang khusus terhubung dengan ruangan presedir ".


" Ya presedir ? ".


" Baik ".


Cklek ,, Huanlia mengakhiri panggilan . Dengan menaruh kembali gagang telpon ke tempatnya .


" Hufffff " ,, Hembusan nafas Huanlia ke luar dengan berat .


Gimana tidak merasa berat , kerjaannya sedang banyak banyaknya . Eh ,, sekarang dia di suruh ke pantry .


Untuk sekedar membuat kopi , presedir tidak mau . Kalo yang membuat kopinya orang lain , Huanlia pernah menyarankan . Agar yang membuat kopi , staf OB saja .


Tapi di tolak Cleo ,dengan alasan " Mau yang bikin OB atau kamu . Itu sama saja , tapi kamu di sini . Di gaji buat melakukan pekerjaan yang aku suru . Jadi jangan banyak argumen yang tidak penting . Jadi kerjakan yang aku perintahkan ! ".


Dengan langkah sedikit di tarik . Huanlia ke pantry , yang kebetuln berada masih satu lantai dengan ruangannya .


Jika sudah beda lantai , sungguh akan menambah waktu . Untuk sekedar membuat kopi . Dan itu membuatnya bertambah malas , dan memakan lebih banyak waktu .


🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅


Pantry ,,,,



Klenting ,, klenting ,,


Suara sendok yang di putar untuk mengaduk gula . Agar larut bersama kopi yang telah di seduh .


Kopi yang di sukai Cleo adalah kopi hitam tanpa ampas . Dan dia juga lebih suka kopi giling , ketimbang kopi sacset .


Alhasil , Huanlia harus menyeduh dengan menggunakan alat khus . Hasil seduhannya bisa langsung di nikmati dan tanpa ampas .



Untung alat ini bekerja sangat otomatis , coba kalo Cleo . Minta di buatkan dengan alat penyeduh kopi manual . Yang berada di rumahnya , hufffff ,,, itu akan sangat lama .

__ADS_1


" Sedang membuat kopi mb ? ", Wanti salah satu OB . Yang di tempatkan di lantai itu , menyapa Huanlia .


" Ya nih ".


" Kenapa gak minta di buatkan kami saja ".


" Maunya sih gitu , tapi ini kopi buat pak presedir . Dia yang menyuruh , saya langsung bu " . Ucap Huanlia sambil tersenyum rama .


" Ah ,, pantas saja , mba Huanlia buat sendiri ke pantry ".


Semua orang di ruangan ini tau , semenjak Huanlia bekerja di sini . Semua keperluan bos harus di siapkan sendiri olehnya .


" Oh ,, ya mb ,, kita kita mau ucapin makasih ".


" Eh ,, makasih untuk apa ? ". Huanlia mengenyitkan alisnya bingung .


" Itu loh , karena udah mau bagi bagi kue " . Ucap Wati sumringah , " Kapan kapan kalu mau bagi bagi tester . Kita kita siap nampung " , Ucapnya sambil yengir .


" Hahaha ,,, siap bu Wati ". Huanlia tersenyum lebar .


" Ya sudah bu Wati , saya duluan ".


" Ya mb ".


Huanlia berjalan sambil membawa nampan . Di mana , di atasnya terdapat 2 cangkir kopi . Di mana isinya berbeda , kopi dan coklat panas .


Meminum coklat panas , dapat sedikit menenagkan fikiran . Jadi sembari mengerjakan tugas , yang lumayan menumpuk .


Huanlia berfikir , tak ada salahnya untuk meminum . Minuman ini , begitu sampai di depan ruangan Cleo . Huanlia meletakan secangkir coklat panas untuknya . Di mejanya , di mana meja kerja Huanlia berada di depan ruangan Cleo langsung .



" Tuk ,, tuk ,, ".


Huanlia mengetuk pintuh dengan satu tangan . Dan satu tangannya lagi memegang nampan agar tidak terjatuh .


" Masuk ".


Ceklek ,, pintuh di buka Huanlia begitu ada izin masuk dari dalam .


" Presedir , ini kopi anda ". Huanlia berucap , sembari meletakan secangkir kopi tepat di hadapan Cleo .


" Ya , terimakasih " . Cleo berucap tanpa menolehkan kepalanya dari layar leptopnya .


" Srup ,,, " , dengan santainya Cleo langsung meminum kopi buatan Huanlia . Tanpa ragu , sebab Huanlia membuat kopinya . Dengan tingkat kepanasan yang pas .


Tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin . Anget anget kukuh , dan manisnya juga pas . Jadi rasa pahitnya tidak terlalu , meski kopi hitam . Identik dengan rasa pahit yang pekat .


" Kalo begitu saya permisi kembali ke pekerjaan saya ".


" Em " .


" Tunggu ! " , Cleo mencegah Huanlia keluar . Dia berada di ambang pintuh .

__ADS_1


" Ya presedir , apa masih ada yang anda butuhkan ? " .


" Nanti malam ada yang ingin ku bicarakan ", Ucap Cleo dengan santai dan nada bicaranya tidak formal .


Jika sudah seperti ini , akan ada sesuatu yang di bahas dan itu pasti tentang hal pribadi .


" Ya presedir ".


Setelah mengucapkan itu , Huanlia kembali berjalan dan kembali ke mejanya .


Kelkek ,,


Begitu bunyi pintu tertutup , Cleo mendongakkan kepalanya . Menatap Huanlia , yang sudah kembali duduk . Di meja kerjanya melalui selah selah tirai cendela kaca besar di ruangan Cleo .


" Malam ini , akan ku ungkap semuanya kepada mu . Tak perduli apapun reaksimu nanti , tapi satu yang pasti . Akan ku pastikan kau tetap menjadi milik ku "


Cleo bergumam lirih , setelah ke pulangannya dari negara J . Cleo selalu memikirkan perkataan ayah Huanlia .


Yang menurutnya benar , suatu hubungan . Jika ingin bertahan lama dan tak menyakiti satu sama lain . Kuncinya adalah saling jujur satu sama lain . Walaupun awalnya ke jujuran itu menyakirkan .


Meski ini termasuk sulit bagi Cleo . Karena dia tidak pernah mengutarakan maksudnya . Kepada orang orang yang di sayanginya dengan kata kata .


Cleo tipikal orang yang irit bicara , lebih banyak betindak .


🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅


" Oke sayang , kita sudah sampai ". Ucap seorang wanita dari dalam mobil berwarna merah hati .



" Apa nanti ibu akan ke tingal di sini menemani ku ? " . Denis bertanya dengan suara lirih .


Mendengar perkataan sang putra , seulas senyum terbit di bibir sexsi Fonlin . Tangannya terulur ke atas kepala sang anak . Mengelusnya dengan lembut seraya berucap .


" Iya , nanti ibu akan ke sini . Menemani mu sayang , cuman . Sekarang ibu harus kembali ke kantor " .


" Benarkah ? " , Denis tanpak bahagia . Begitu mendengar penuturan Fonlin . " Tapi ,, apakah ibu akan tinggal di sini ? " .


" Iya , ibu akan tinggal di sini sementara menemani mu " . Fonlin berjanji kepada sang putra .


Dia telah mendiskusikan ini dengan Dimas . Berhubung Dimas masih harus mendampingi Alya di rumah sakit . Dan ke - 2 orang tuanya belum pulang .


Maka Fonlin yang akan menjaga Denis di rumah utama . Karena tidak mungkin , jika membawa Denis tinggal di apartemainnya . Secara Fonlin tinggal sendiri , nanti tidak ada yang menjaga Denis selama dia bekerja .


Bisa saja Fonlin memaksakan Dimas untuk tinggal di apartemainnya . Dengan membawa mb Uli sang pengasauhnya .Tapi nanti kegiatan Denis yang sudah terjadual akan berantakan .


Ya , Denis anak yang aktif . Maka tak heran jika dia mempunyai banyak kegiatan . Seperti kelas bela diri , kelas musik , bimbingan bahasa asing . Dan masih banyak lagi , di mana ke giatan itu di lakukan Denis dengan suka rela . Bahkan dia sendiri yang meminta tanpa paksaan .


" Asik " ,,, Denis bersorak gembira layaknya seorang anak usia 5 tahun .


Pada dasarnya , Denis masih di bilang anak kecil . Meski dia kadang bertindak layaknya anak di atas usianya .


" Khem " ,,, Fonlin tersenyum melihat tingkah ke kanak kanakan sang bocah .

__ADS_1


Denis masuk kedalam rumah dengan ceria .


__ADS_2