
Di sini Cleo dan Huanlia , telah melewatinya selama tiga hari . Dari mulai acara ritual pemotongan anak berrambut gimbal , di susul dengan di lepasnya lampion .
Mereka berdua benar benar menikmati kegiatan itu . Mendaki untuk melihat sunries , sore hari pergi ke danau untuk camping . Dan malam kemudian melihat langit .
Yang menampakan bima sakti , serta aorora dan bitang bintang kelap kelip .
Situs candi juga tak luput dari tinjauan mereka . Bahkan Huanlia , tak segan segan mendatangi para petani . Yang sedang menanam kentang .
Di manapun tempatnya , Huanlia tak melupakan hobinya . Yang sudah menjadi profesinya , dia belajar membuat manisan buah carica .
" Besok mau kemana lagi , hemmmm ? ", Cleo bertanya kepada sang istri .
Posisi Huanlia sedang berdiri di balkon , sembari melihat pemandangan di luar . Mereka memutuskan menginap di villa ini . Sebelum melanjutkan perjalanan mereka .
" Aku ingin mengunjungi candi borobudur dan candi prambanan ". Ucap Huanlia dengan sedikit menengokan kepalanya .
Cleo memeluk Huanlia dari belakang , kepalanya berada di bahu . " Emmm , kita besok kesana ".
Cleo memejamkan matanya , sembari menciumi bahu Huanlia . Sesekali mencium pipinya , tak dapat di pungkiri . Cleo seorang pria normal , kebersamaannya dengan Huanlia . Hampir lepas kontrol , seperti saat ini .
__ADS_1
Jika malam tibah , memeluknya saja bisa membuatnya terpancing . Dengan sekuat tenaga Cleo menahannya .
Tapi entah mengapa , malam ini dia seperti enggan melepasakan Huanlia dari pelukannya . Udara yang dingin , malam berkabut .
Sungguh suasana yang mendukung . Huanlia sendiri , mulai terbiasa dengan sentuhan sentuhan yang di berikan Cleo .
" Em ",,,
Ngeluan suara dari mulut Huanlia tak dapat terelakan . Saat Cleo mulai menyesapi bibir sexsi yang sudah di incarnya .
Ciuman yang entah sudah keberapa kali Cleo lancarkan . Yang pada akhirnya akan membuatnya menyudahi . Walau sebenarnya ingin lebih , menyatukan raga mereka berdua .
" Tidur , besok kita akan berangkat pagi ". Ucap Cleo dengan nada serak , menahan hasrat dalam dirinya .
" Ayo kita lakukan ", Huanlia berucap liri yang masih bisa terdengar oleh Cleo . Kepalanya kini telah terbenam di dada Cleo .
Dia benar benar sangat malu , mengucapkan kalimat tersebut . Tapi dirinya sadar , kalo sekaramg dia adalah seorang istri .
Selama tinggal bersama Cleo , tak pernah sekalipun Cleo menuntutnya . Untuk melakukan sesuatu yang tak di inginkannya .
Malah Cleo memperlakukannya denga penuh kasih sayang . Bahkan walupun dia terlihat cuek , pendiam dan terkesan dingin . Cleo selalu memperhatikannya dan mengerti apa yang di mau Huanlia .
__ADS_1
" Tidak , aku tidak akan memaksa mu " . Cleo berucap sembari memegang kedua lengan Huanlia , merenggangkan pelukan di antara mereka berdua . Mencoba melihat wajah Huanlia yang masih tertunduk .
" Aku tidak terpasa , aku sudah membuka hati ku untuk mu . Dan aku sadar , kau sangat tulus kepada ku ". Huanlia berucap sembari melihat manik mata Cleo , memperlihatkan keseriusannya .
Senyum Cleo terbit di , memancarkan pesona terpendamnya . Dan berbisik di telingan Huanlian , " Sebaiknya kita tidur sekarang ! . Selagi aku masih bisa berhenti dan menahanya . Jika tidak di hentikan , meskipun kau merengek sambil menangis . Aku tak akan bisa menghentikannya ".
Cleo memberi usapan di pipi Huanlia dengan lembut . Berniat menjauh berbalik berjalan ke arah pembaringan .
Seeetttttt ,,,
Huanlia menarik lengan Cleo , kepalanya tertunduk .
Cleo memegang tangan Huanlia , mengusap dengan halus . Sembari memiringkan badannya , tak sampai saling berhadapan .
Cup ,,,
Huanlia berjinjid dan dengan cepat mendaratkan kecupan di bibir tebal Cleo .
Mendapat serangan mendadak , Cleo sungguh tercengang . Matanya melebar sempurnah , tanpa aba aba Cleo mengakat tubuh Huanlia . Ala ala bidadari setaylis , setalah sadar dari keterkejutannya .
Berjalan menuju tempat peraduan mereka .
__ADS_1
😁😁😁😁😁😁😁😁😁