BUKAN ISTRI PERTAMA

BUKAN ISTRI PERTAMA
Negri di atas awan ( Bagian 2 )


__ADS_3

Di sini Cleo dan Huanlia , telah melewatinya selama tiga hari . Dari mulai acara ritual pemotongan anak berrambut gimbal , di susul dengan di lepasnya lampion .


Mereka berdua benar benar menikmati kegiatan itu . Mendaki untuk melihat sunries , sore hari pergi ke danau untuk camping . Dan malam kemudian melihat langit .


Yang menampakan bima sakti , serta aorora dan bitang bintang kelap kelip .


Situs candi juga tak luput dari tinjauan mereka . Bahkan Huanlia , tak segan segan mendatangi para petani . Yang sedang menanam kentang .


Di manapun tempatnya , Huanlia tak melupakan hobinya . Yang sudah menjadi profesinya , dia belajar membuat manisan buah carica .



" Besok mau kemana lagi , hemmmm ? ", Cleo bertanya kepada sang istri .


Posisi Huanlia sedang berdiri di balkon , sembari melihat pemandangan di luar . Mereka memutuskan menginap di villa ini . Sebelum melanjutkan perjalanan mereka .


" Aku ingin mengunjungi candi borobudur dan candi prambanan ". Ucap Huanlia dengan sedikit menengokan kepalanya .


Cleo memeluk Huanlia dari belakang , kepalanya berada di bahu . " Emmm , kita besok kesana ".


Cleo memejamkan matanya , sembari menciumi bahu Huanlia . Sesekali mencium pipinya , tak dapat di pungkiri . Cleo seorang pria normal , kebersamaannya dengan Huanlia . Hampir lepas kontrol , seperti saat ini .

__ADS_1


Jika malam tibah , memeluknya saja bisa membuatnya terpancing . Dengan sekuat tenaga Cleo menahannya .


Tapi entah mengapa , malam ini dia seperti enggan melepasakan Huanlia dari pelukannya . Udara yang dingin , malam berkabut .


Sungguh suasana yang mendukung . Huanlia sendiri , mulai terbiasa dengan sentuhan sentuhan yang di berikan Cleo .


" Em ",,,


Ngeluan suara dari mulut Huanlia tak dapat terelakan . Saat Cleo mulai menyesapi bibir sexsi yang sudah di incarnya .


Ciuman yang entah sudah keberapa kali Cleo lancarkan . Yang pada akhirnya akan membuatnya menyudahi . Walau sebenarnya ingin lebih , menyatukan raga mereka berdua .


" Tidur , besok kita akan berangkat pagi ". Ucap Cleo dengan nada serak , menahan hasrat dalam dirinya .


" Ayo kita lakukan ", Huanlia berucap liri yang masih bisa terdengar oleh Cleo . Kepalanya kini telah terbenam di dada Cleo .


Dia benar benar sangat malu , mengucapkan kalimat tersebut . Tapi dirinya sadar , kalo sekaramg dia adalah seorang istri .


Selama tinggal bersama Cleo , tak pernah sekalipun Cleo menuntutnya . Untuk melakukan sesuatu yang tak di inginkannya .


Malah Cleo memperlakukannya denga penuh kasih sayang . Bahkan walupun dia terlihat cuek , pendiam dan terkesan dingin . Cleo selalu memperhatikannya dan mengerti apa yang di mau Huanlia .

__ADS_1


" Tidak , aku tidak akan memaksa mu " . Cleo berucap sembari memegang kedua lengan Huanlia , merenggangkan pelukan di antara mereka berdua . Mencoba melihat wajah Huanlia yang masih tertunduk .


" Aku tidak terpasa , aku sudah membuka hati ku untuk mu . Dan aku sadar , kau sangat tulus kepada ku ". Huanlia berucap sembari melihat manik mata Cleo , memperlihatkan keseriusannya .


Senyum Cleo terbit di , memancarkan pesona terpendamnya . Dan berbisik di telingan Huanlian , " Sebaiknya kita tidur sekarang ! . Selagi aku masih bisa berhenti dan menahanya . Jika tidak di hentikan , meskipun kau merengek sambil menangis . Aku tak akan bisa menghentikannya ".


Cleo memberi usapan di pipi Huanlia dengan lembut . Berniat menjauh berbalik berjalan ke arah pembaringan .


Seeetttttt ,,,


Huanlia menarik lengan Cleo , kepalanya tertunduk .


Cleo memegang tangan Huanlia , mengusap dengan halus . Sembari memiringkan badannya , tak sampai saling berhadapan .


Cup ,,,


Huanlia berjinjid dan dengan cepat mendaratkan kecupan di bibir tebal Cleo .


Mendapat serangan mendadak , Cleo sungguh tercengang . Matanya melebar sempurnah , tanpa aba aba Cleo mengakat tubuh Huanlia . Ala ala bidadari setaylis , setalah sadar dari keterkejutannya .


Berjalan menuju tempat peraduan mereka .

__ADS_1


😁😁😁😁😁😁😁😁😁


__ADS_2