
Huanlia kali ini tengah sibuk di dapur pribadinya . Dapur mini yang terletak satu kotak dengan kamar . Kesibukan Huanlia ini bukan untuk membuat pesana para pelanggan . Melainkan membuat pesanan untuk para dua ibu hamil .
Mereka berdua mengingkan makanan aneh dan belun terjual di pasaran . Huanlia berusaha menuruti ke inginan mereka berdua .
" Khem ",,, deheman seorang pria , mengalihkan konsentrasi Huanlia .
" Apakah minum mu habis , atau membutuhkan sesuatu ? " . Huanlia berucap tanpa menghentikan kegiatannya .
" Huffff " ,,, Cleo menghembuskan nafas kasarnya dengan pelan . Bosan karena sedari tadi di cuwekin .
Dia berdiri dan mendekat ke arah Huanlia . Tepat di belakang Huanlia , mengukungnya dengan ke dua tangan panjang nan kekarnya .
" Em ", Huanlia memiringkan sedikit kepalanya . Dari sorot matanya bertanya " Kenapa ? ".
" Pernikahan kita kurang seminggu lagi , apa kamu gak mau ? . Melakukan hal hal seperti layaknya calon pengantin . Hem ?? ",,,
" Sudah ku lakukan ", ucap Huanlia singkat .
Cleo megkerutkan keningnya , " Kapan ? . Kemarin tawaran mama kamu tolak ".
" Oh ,, yang itu , aku rasa gak harus pergi ke salon atau SPA . Untuk melakukan perawatan kecantikan . Di rumah juga bisa , nih ,, buktinya kulit ku gak kusem kusem amat ". Huanlia menyodorkan tangannya sebagai bukti .
Huanlia memiliki warna kulit kuning langsat , tapi karena sering terpapar sinar matahari . Kulitnya sedikit busem , tak terawat .
Maklumlah , semenjak dia merantau ke negri orang . Huanlia sudah menghentikan perawaran untuk tubuhnya .
" Lalu ,, mengenai gaun pernikahan , apa gak ada keluhan sama sekali ? ". Cleo merasa aneh , karena Huanlia gak merespon apa apa . Dia terima terima aja , setelah mencobannya .
Tak seperti mantan mantannya yang sebelumnya .
" Gaunnya sudah pas , modelnya juga bikin yaman . Mau minta yang seperti apa lagi ".
" Apa gak ada sesuatu yang kurang gitu ? " .
" Khem " ,, Huanlia tersenyum lembut . Dia tau kenapa Cleo menannyakan hal ini . Dalam fikiran Cleo pasti beranggapan . Kalo Huanlia tak serius untuk melangsungkan pernikahan dengannya .
" Kamu gak usah berfikir yang tidak tidak . Kenapa aku gak terlalu meminta ini dan itu . Karena aku tau , orang orang WO pasti akan menyiapkannya dengan baik ".
"Biarlah mereka bekerja tanpa beban , lagian tanpa aku meminta . Pasti kamu sudah menyiapkan semuanya . Jadi tenang saja , aku gak akan kabur . Karena aku telah memutuskan akan menikah dengan mu ".
Cleo tersenyum manis , begitu mendengar penuturan dari Huanlia .
" Cup " ,,
satu kecupan manis mendarat di pipi mulus Huanlia . Hal itu sepontan membuat mata Huanlia membulat sempurna .
" Ka ,, mu ,,, ". Belum selesai Huanlia berucap sudah di beri kecupan susulan .
__ADS_1
" Cup ",,
" Cleo " , Huanlia berucap tegas . " Jangan macem macem ya ! ".
" Hahaha ,, hahaha ,, Cleo tertawa lepas mendapati reaksi Huanlia . Yang terlihat malu , merona , kaku , dan marah . Di kecup singkat oleh Cleo .
" Jangan ketawa , awas minggir aku mau memanggang ". Huanlia menyinkirkan tanganan Cleo pergi ke tempat pemanggangan .
" Khem ,, dengan bibir tersenyum . Cleo menggoda Hualia , Di lihat dari reaksi mu . Aku pasti yang pertama , kalo pipi yang pertama . Bibir kamu pasti ,,, ".
" Cleo !!!! , berhenti menggodaku . Pergi sana kalo masih seperti itu ". Huanlia menghampiri Cleo saat berucap dan mendorong tubuhnya untuk keluar .
Setttttt , , ,
Tangan Cleo yang tadinya bersedakep , kini dengan sigap memeluk tubuh Huanlia .
" Lepasin !!!! ".
" Gak ,, biarkan seperti ini sebentar ". Cleo memeluk tubuh Huanlia dan menaruh kepalanya di bahu Huanlia . Memejamkan mata , " Aku sungguh dah gak sabar untuk memiliki mu " batin Cleo berucap .
😳😲😳😲😳😲😳😲😳😲😳😲😮😯
Kamar bernuansa keroppiy .
Rita , ya ,, simodel bermalas malasan . Setelah pagi tadi mutah mutah , sekarang terbaring .
Semenjak hamil sifat Rita banyak mengalami perubahan . Dari mulai lebih suka tidur , makan dengan porsi banyak . Semua gejala para ibu hamil hampir semuanya di alami Rita .
Tapi untungnya Rita hanya muntah muntah di pagi hari saja . Sedang saat makan tidak , meskipun nafsu makannya berkurang .
" Sayang , bangun dulu yuk ! . Maem , itu masakan yang tadi di minta sudah jadi loh ". Renzi membangunkan Rita dengan berbisik liri .
" Em ,,, nanti dulu , masih ngantuk ".
" Nanti abis makan , boleh bobok lagi kok ".
Selama kehamilan awal ini , Rita men stop semua jobnya . Untung untuk bulan ini Rita belum teken kontrak .
Semuanya sedang di tinjauh , sedangkan Renzi . Selama Rita di ketahu hamil , dia lebis sering berkantor di kota ini . Ketimbang mengurus kantor yang di kota S .
😵😵😵😵😢😥😱😨😰😷😵😵😵😞
" Gimana mas ? , apa sudah enakan ". Fonli bertanya kepada Dimas . Sembari mengelus elus , punggung Dimas .
Baru saja Dimas mutah mutah , sehabis bangun tidur .
__ADS_1
" Em ,, masih pusing yang " , ucap Dimas sembari memegangi kepalanya .
" Duduk dulu yuk ! " , Fonli memapah sang suami menujuh ranjang . " Minum ini dulu ", secangkir teh anget manis di sodorkan ke arah Dimas .
Setelah itu Dimas rebahan , selama hampir satu bulan ini . Dimas tidak ke kantor , sementara kantornya pindah ke rumah . Dan untuk urusan meeting , jika tidak terlalu darurat . Di wakilkan oleh sang asisten Dimas .
Pasalnya keadan Dimas yang tak menentu , persis ibu ibu hamil .
Fonli masih tinggal di rumah utama , awalnya dia akan pamit . Untuk kembali ke apartemannya , tapi melihat keadaan Dimas .
Akhirnya dia meminta izin kepada Alya , agar dia bisa tinggal disini . Untuk sementara waktu , setidaknya sampai keadaan Dimas membaik .
Karena Fonli tau , Alya belum bisa merawat Dimas . Secara Alya masih dalam masah pemulian .
" Sayang , kapan semua ini akan berakhir ". Ucap Dimas masih dengan memejamkan mata .
Sabar , menurut buku yang aku baca . Kalo sindrom yang menimpan mas . Hanya akan terjadi satu bulan pertama . Dan di usia kandungan empat bulan .
" Hem ,,, kalo dulu , sayang memang samapai berapa bulan ? ".
" Cuma empat bulan , abis itu kakak Denis gak rewel lagi ".
Deg ,,, deg ,,,
Hati Dimas berdetak sakit , setelah mendengar ucapan Fonli . " Ya tuhan , aku suami macam apa ? , membiarkan istriku . Sendirian menghadapi keadaan seperti ini ".
Dimas merasa terenyuh , dengan penuturan Fonli . Dia memjadi sedih , kalah membayangkan hal itu .
Bagai mana tidak , dalam ke adaan hamil . Fonli ditekan oleh sang mama tiri . Dalam keadaan tubuh sedang tidak setabil , bahkan dia masih berangkat kerja .
Tes ,, tes ,,,
Tanpa terasa air mata Dimas menetes , " Sayang maafin mas . Karena gak ada di sana waktu itu ".
" Hem " ,, senyum manis terukir di wajah ayu Fonli . " Sudahlah mas jangan di fikirkan , toh itu terjadi di masa lalu .
Terus kalo pas ngidam , sayang dulu pinginnya apa sih dan siapa yang membelikan
" Hehehe " ,,, sudahlah , itu kan sudah di masa lampau .
" Ah ,,, ah ,, sayang cerita dong !! " , Dimas merengek .
" Syukurnya bukan sesuatu yang sulit . Jadinya dapat terwijud . Meskipun ada yang tak terwujud " .
" Apa itu ? ".
" Ketupt sayur ".
__ADS_1