
Malam hari ,,,
Taman yang terletak dakat pusat perbelanjaan . Taman ini sering di jadikan tempat singgah sementara . Bagi orang orang yang hilir mudik belanja atau para pekerja kantoran . Yang kebetulan kantornya dekat taman .
Termasuk juga para rekan kerja Huanlia . Dan sekarang Huanlia dan Cleo berada di sini . Bagi orang yang melihat . Mereka seperti sedang menikmati malam bersama .
Tapi bagi yang kenal mereka , yang sedang di lakukan Huanlia dan Cleo . Adalah perdebatan yang lebih mirip seperti negosiasi bisnis .
" Baiklah karena ini niat baik , sudah ku pertimbangkan . Tanggal yang ku tentukan tanggal 1 januari tahun depan " . Huanlia mengucapkan apa yang sudah di pikirkannya masak masak .
Kalo di hitung hitung , berarti itu 9 bulan lagi . Cleo mecerna ucapan Huanlai , lalu dia berucap . " Kenapa mesti tanggal dan tahun itu ? " .
" Pertama kita kan harus saling penjajakan dulu . Aku gak mau nantinya kita akan berpisah kalo di rasa kita tak cocok " .
" Yang ku mau pernikahan sekali seumur hidup , seperti ke 2 orang tua ku . Jika berpisah itu karena maut , bukan berpisah di pengadilan ".
" Ke-2 , menikah itu butuh persiapan . Dan aku mau momen ini sungguh berkesan ".
" Dan ke - 3 yang paling penting , kita harus mendapatkan restu dari orang orang terpenti kita ".
" Hanya itu ? " . Cleo berucap setelah Huanlia terdiam tidak melanjutkan ucapannya .
" Iya " , Huanlia menjawab pasti . Tapi dahinya mengkerut , saat melihat raut wajah Cleo . Yang tersenyum datar , ia mulai tahu . Jika raut wajah bosnya seperi ini .
Pasti ada sesuatu negosiasi yang gak bisa terbantahkan . Dan ujung ujungnya akan menjadi deal yang sangat pasti .
" Khem ,, kalo cuma alasanya karena itu . Aku rasa tidak perlu memilih tanggal itu . Menikah besok saja aku rasa bisa ".
" Ha ? " , Huanlia kaget dengan respon yang di berikan Cleo . " Kenapa bisa berfikir seperti itu ? " .
" Pertama , masalah penjajakan . Tidak perlu waktu selama itu . Kita sudah kenal lama , sedikit banyak sifat sifat kita masing masing sudah tau . Penjajakan di lakukan setelah kita menikah saja ".
" Menurut ku itu lebih penting , karena sifat kita yang tersembunyi . Baru akan kita ketahui satu sama lain saat kita tinggal bersama ".
__ADS_1
" Dan kau tidak usah kawatir , mungkin ini pernikahan ku yang ke empat . Tapi akan ku pastikan ini yang terakhir ".
" Dan ini bukan janji semata . Karena aku punya sesuatu yang mungkin . Akan membuat mu yakin ".
" Ke - 2 , masalah persiapan . Kamu gak perlu kawatir , aku sudah menunjuk IO . Yang begitu efesien . Bisa mewujutkan pesta yang kau mau dalam sekejap ".
" Dan masalah restu , yang perlu kamu tahu . Mama , papa , dan seluruh keluarga inti ku sudah merestui kita sejak lama . Dan tetang ayah mu , aku rasa belio juga sudah merestui kita " .
" Jadi aku rasa , tanggalnya kau majukan saja ! ".
" Ah " ,,, bantahan yang di ucapkan Cleo . Membuat Huanlia tertohok , benar apa yang di katakannya .
" Kalo begitu 6 bulan lagi ".
" Em ,, em ,, Cleo menggelengkan kepalanya ".
Huanlia memikirkan sejenak ,,, " 3 Bulan ".
" No ,,, ? ".
" Besok ".
" Apa ? , gak ,,, itu terlalu cepat ".
" Kalo begitu , pilih besok atau 1 bulan lagi ? ".
" Ha ??? ,,, oke satu bulan lagi ". Ucap Huanlia sembari menunduk lemas . Di fikiran dan hatinya masih terasa bingung dan bimbang ".
" Gak perlu ragu dan bimbang , yakin dan percayalah pada ku . Kita pasti bisa hidup bersama sampai maut memisahkan kita ". Cleo berucap sembari memegang telapak tangan Huanlia . Yang dari tadi bertengger di paha sexsinya .
Huanlia memandang wajah Cleo , mencari keseriusan dan keyakinan . Dari ucapannya , di wajah itu terpancar apa yang di ucapkan Cleo .
" Em " ,, pelan meski masih ragu dan tak yakin . Huanlia mengangguk pelan .
" Khem " ,, Cleo tersenyum lebar . Senyum yang begitu lebar , yang jarang terukir .
__ADS_1
🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅
Fonlin begitu telaten membuat cemilan untuk Denis . Kali ini dia bermaksud untuk membuat kue kering coklat .
" Hufff ,,, akhirnya jadi juga " , senyum mengembang di bibir sexsi Fonlin .
" Lagi buat apa sih yang " , lengan kekar Dimas melingkar di pinggang ramping Fonlin . Tinggi badan Fonlin hampir menyami Dimas .
Meskipun kalo sedang berjajar bersama , sampai sebahu tingginya . Dimas menaruh kepalanya di bahu Fonlin , melihat ke arah meja . Di mana terdapat kue yang sedang di susun .
" Mas Dimas , sudah pulang . Mau sarapan atau mandi dulu ? " .
" Maunya makan kamu dulu ".
" Cup ,,, " , sebuah kecupan mendarat di pipi Fonlin .
" Ih ,,, apa sih mas ,,, jangan macem macem deh . Ini lagi di dapur . Apa gak malu di lihat mereka ". Fonlin mulai risih , dengan tingkah Dimas yang mulai mesum .
" Kalo gitu , kita pindah ke kamar aja yuk !! " , Dimas merajuk bak anak kecil .
" Gak mas ,, bentar lagi Denis datang . Dia minta di temani menjenguk temannya , yang sedang sakit ".
" Siapa ? ".
" Royi , tetangga komplek dan sekalian teman sekelas Denis ".
" Ah ,,, kapan kita berduannya . Aku kan juga mau di temani ". Dimas terlihat manyun dan wajahnya di buat menyedihkan .
" Apa sih mas ,, jangan kayo gini deh . Bikin aku risih aja ".
" Gak mau tau , pokoknya sehabis nemenin Denis . Siang nanti giliran menemani aku ".
" Hahaha , ,,, Fonlin semakin terkekeh dengan sikap Dimas yang di buat manja . Sungguh aneh bagi Fonlin mendapati sikap Dimas seperti ini .
__ADS_1
Dimas yang terlihat tegas dan berwibah sungguh tak nampak .