BUKAN ISTRI PERTAMA

BUKAN ISTRI PERTAMA
Hari yang cerah


__ADS_3

Pagi pagi sekali Fonlin sudah terbangun , dengan semangat . Bibirnya membentuk bulan sabit , tak kalah . Membuka mata , pandangan pertama . Yang di lihat , wajah imut sang putra .


Denis masih tertidur pulas , bulu mata yang lentik . Hidung mancung , wajah oval adalah hal yang di wariskan Dimas .


Sedangkan Fonlin mewariskan kulit putih , rambut lembut serta tatapan hangat dan lembut dari mata Denis .


Dengan gerakan halus , Fonlin menyentuh wajah imut yang sedang terlelap itu .


" Terimakasih tuhan , kau berikan aku kesempatan seperti ini " . Ucap Fonlin dalam hati , matanya sudah berkaca kaca .


" Cup "


Kecupan lembut , sudah mendarat di kening sang putra . Sedetik kemudian , Fonlin menyibak selimut dengan pelan .


Turun dari tempat tidur , dia berjalan pelan menujuh kamar mandi . Berniat membersihkan diri dengan segera .


🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅


" Iya bi , tolong suruh paman kirimkan segera ! . Tadi sudah ku beritah Fonlin , jadi dia tidak perlu ke rumah ".


" Sudah seperti itu saja ".


" Tut ,, tut ,,,, "


Dimas memutus sambungan telponnya . Setelah menyelesaikan instruksinya , yang harus di selesaikan para pelayan rumahnya .


" Jadi Denis , kau titipkan ke Fonlin ? " . Mama Alya bertanya kepada menantunya . Setelah melihat dia menyimpan hpnya ke saku celananya .


" Ya ma , Ibu dan Ayah sedang keluar kota . Tidak mungkin ku tinggal Denis di rumah sendirian . Meski ada pengasuh dan bibi bibi dirumah ". Dimas menjelaskan secara singkat .


" Kenapa gak kamu kirim Denis ke rumah mama ? ".


" Gak mungkinlah ma , mama kan juga butuh istirahat . Setelah seharian di rumah sakit ", Ya mama Alya dan Dimas . Memang bergantian menjaga Alya di rumah sakit .


Jika Dimas berada di kantor dari pagi sampai siang . Maka mama Alya yang akan menjaga sang anak .


Dan malamnya Dimas yang menjaganya . Alya sudah sadar , dia membutuhkan perhatian lebih . Karena kondisinya yang belum stabil .


" Ya sudah sana kalo kamu mau ke kantor ! ".


" Ya ma ". Dimas berjalan menujuh ranjang , mendekat ke arah Alya yang tertidur .


" Cup "


Kecupan lembut di kening sang istri sebelum pergi .


" Aku pulang dulu ma , setelah itu baru ke kantor ".


" Ya "


" Sore nanti dari kantor langsung ke sini ".

__ADS_1


Setelah berpamitan , Dimas bergegas ke parkiran . Menujuh mobilnya , dan mejalankannya menujuh rumah .


🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅



Fonlin sudah menyiapkan 2 bekal . Satu untuk di bawa Denis , satunya untuk di berikan kepada supir .


Supir yang di suruh Dimas , mengantarkan pakaian dan kebutuhan Denis untuk sekolah .


Fonlin akan menitipkan bekal itu pada sopir . Agar di berikan ke Dimas , suatu kebiasan Dimas . Yang Fonlin ketahui , bahwa dia akan egan makan . Jika sedang mengurus Alya saat sakit .


Pada hal Fonlin tau , kalo di rumah Dimas . Ada koki khusus yang selalu menyediakan makan . Walau tak di suruh sang majikan , asal jam makan .


" Ting ,,, tung ,, ting ,, tung ,,, "


" Pagi nyonya , ini keperluan den Denis ". Pak Wanto sopir keluarga Dimas , memberikan sebuah koper kecil . Dan di atasnya terdapat ransel , yang biasa di bawah sang anak .


" Terimakasih pak ? , pak Wanto sudah sarapan belum ? "_ Fonlin .


" Sudah , tadi sebelum berangkat ke sini . Saya sempat sarapan ", pak Wanto menjawab dengan detail .


" Oh ,, ya sudah , pak Wanto mau langsung kembali atau mau di sini dulu ? ".


" Tadi , tuan muda bilang . Saya di suruh mengatar jemput nyonya dan den Denis ".


" Loh , kalo pak Wanto antar jemput saya dan Denis . Terus yang jadi sopir mas Dimas siapa ? " .


" Kata tuan , akan bawah mobil sendiri . Sambil nunggu sopir dari kantor . Yang akan di rekrut jadi sopir pribadi tuan muda ".


" Tapi ,,, ? " .


" Sudah gak papa pak , nanti saya yang bilang sama mas Dimas ".


" Kalo begitu baik lah , saya permisi kembali . Kalo kembali sekarang , pasti masih sempat mengatar tuan Dimas ke kantor " .


" Ya pak silahkan , dan saya titip ini " . Fonlin menyodorkan tas kecil , yang tahan panas . Di mana dalamnya berisi , tremos minum dan kotak bekal " .


" Ya , nanti saya sampaikan ke tuan ".


" Pak Wanto , tolong nanti pastikan mas Dimas memakannya ".


" Siap nyonya ". Ucap pak Wanto sembari memberi hormat .


Fonlin hanya tersenyum simpul , mendapati prilaku pak Wanto .


🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅


Denis baru keluar dari kamar mandi , tibuhnya terlilit dengan handuk . Sampai setengah badan , dia berjalan menghampiri Fonlin .


Fonlin menghentikan aktifitas menata sarapan di meja .

__ADS_1


" Sayang kamu sudah selesai . Tuh , seragam kamu ibu taru di atas tempat tidur ". Fonlin ber ucap sembari menunjuk dengan dagunya .


" Oh ,, ya bu . Aku akan memakainya " . Ucap Denis pelan , usai Denis memang baru menginjak 5 tahun lebih . Bahkan hampir 6 tahun , dia sudah begitu mandiri . Dengan memakai baju sendiri , walau kurang rapi .


" Em "_ Fonlin .


🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅


Di meja makan tersaji pancake , denga saus madu murni .



" Khem " ,, Fonlin tersenyum begitu melihat sang putra menghampirinya . Pakainya sudah terpakai , bajunya juga sudah di masukan .


" Sini sayang ibu rapikan " , Fonlin mensejajarkan tinggnya dengan sang putra dengan sedikit menukik .


Tangan Fonlin langsung merapikan baju Denis dengan pelan .


" Nah , sudah rapi . Sekarang sarapan yuk . Ibu sudah buarkan pancake , kesukaan mu " .


" Em " , Denis menganguk dan mulai duduk menikmati sarapannya .


" Oke , setelah itu ibu yang akan mengantarmu sekolah " . Ucap Fonlin sembari menuang susu .



Denis sungguh menikmati sarapannya . Dia begitu bahagia , baginya ini adalah hari yang cerah . Untuk jiwa yang sepi , karena . Meskipun dia hidup bersama sang mama dan papa .


Tapi tak ada yang begitu hangat dan perhatian . Memperlakukannya , seperti Fonlin . Wajah Denis tanpak cerah dan dia bersemangat .


Itu terlihat jelas , walau tak terucap .


🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅


Tk Internasional sehcol .


" Nanti ibu jemput , Denis sayang pulang jam 1 sore kan ? ".


" Em " , Denis mengangguk meng-iyakan .


" Tapi nanti Denis sama mba Siti dulu ya . Baru sama ibu lagi setelah ibu pulang kerja . Gak papa kan ? " , Fonlin bertanya sembari meyakinkan sang anak .


" Ya , ibu gak perlu kawatir . Denis biasa sama mba Siti " .


Ucapan Denis barusan sungguh membuat hati Fonlin terrenyuh . Seharusnya dia bisa mendamping Denis setiap hari . Gak membiarkannya kesepian sendirian .


Tapi apa daya , Fonlin tak punya kuasa untuk menjaganya setiap waktu .


👉👉👉👉👉👉👉👉👉


Oke Raeder , aku punya hadia buat kali . Bagi siapa yang vot aku paling banyak . Akan mendapatkan kuker buatan ku sendiri . Ini berlaku untuk empat orang .

__ADS_1



Dan kuis ini akan berakhir di selasa depan .


__ADS_2