
Malam di kediaman Dimas ,,
Seorang wanita tengah duduk termenung . Di bawah sinar rembualan , menerawang jauh ke depan .
Seeeettttt ,,,
Selimut tebal , mendarat di bahu sang wanita . Dimas , duduk di sebelahnya .
Mereka berdua , menduduki ayunan yang lumayan panjang . Cukup untuk berdua , ayunan kayu pelan pelan bergoyang .
" Hemm ,, Kenapa ,,, ? " , Dimas bertanya sembari membawa Fonlli kedalam pelukannya . Membelai rambutnya dengan lembut .
Fonlli mencari kenyamanan di dada bidang Dimas . Sebentar memejamkan mata , menguatkan hati . Untuk mulai berbicara , tentang keinginanya .
" Mas , sudah sehatkan ? ".
" Hem ".
" Kak Alya udah bisa menemani Denis ".
Dimas menarik diri , menegakkan badanya menghadap Fonlli . Memandang wajahnya serius , dia tau pasti ada yang mau di minta .
" Hufff ",,, Fonlli membuang nafas kasarnya pelan , sebelum berbicara .
" Mas , sekarangkan aku sedang hamil . Aku mudah lelah , jadi aku mau kembali ke apartemain ku ".
" Kenapa mesti kembali ke sana ? ", tanya Dimas dengan tenang .
" Biar lebih dekat dengan tempat kerja ku mas ".
" Kalo cuma itu alasan mu , mas akan sedian supir biar bisa antar jemput kamu . Atau kalo gak kamu berhenti saja ".
" Mas ,, kenyamanan seorang ibu hamil itu penting jadi ,, "
Fonlli belum selesai berbicar , sudah di potong Dimas .
" Jadi maksud mu , disini kamu gak nyaman ? ".
" Bukan gitu mas , aku cuma mau . Kalo pas pulang kerja , gak kelamaan di jalan . Lansung pulang gitu ", terang Fonlli dengan lembut .
" Kenapa kamu gak berhenti kerja aja , seperti yang mas sarankan tadi "_ Dimas .
" Mas , nanti aku bakalan bosen dan jenuh . Itu juga kurang baik buat ibu hamil " _ Fonlli .
" Mas ingin , kamu fokus dengan anak anak kita ".
__ADS_1
" Mas , aku tau itu . Tapikan masih ada kak Alya dan mama . Mereka selalu membantuku ", Alya berkata lembut .
" Ayo la mas , dan di sana dekat dengan dapur onlinenya Huan . Jadi jika aku ingin makan sesuatu , pesanannya akan cepat sampai ".
Dimas diam tak menanggapi ke inginan Fonlli . Sampai dia gak bisa menolak , karena Fonlli . Meminta dan mebujuknya terus , dengan memberikan pengertian dapat di mengerti .
Di belakang mereka , ada seseorang . Yang mendengar dan melihat percakapan mereka . Kedua tangannya mengepal , " Sakit dan Iri ". Itu yang di rasa di hatinya .
" Mas , sekarang tak cuma aku yang ada di hati mu "_ Alya .
😳😳😳🙄🙄😬😬😳😳
Kamar Cleo dan Huanlia .
Setelah melakukan ritual sebelum tidur , Huanlia menaiki peraduannya . Masih seperti biasanya , dia hanya menggunaka piama simpel .
Kaos dan celan pendek , Huanlia memang kurang suka . Jika harus memakai piyama serba panjang . Tapi buka berarti , dia juga suka memakai bajur tidur sexsi . Seperti legering atau yang berbahan tipis .
Meski di lemarinya ada , barang itu barang seserahan . Yang di pilihkan mama Ayu , gak tanggung tanggung ada 10 .
Dan semuanya gak ada satupun yang di pakianya . Tak masalah bagi Huanlia , toh Cleo tak mempermasalahkan gaya pakaiannya .
" Sayang ", Cleo memulai percakapannya sembari memeluk Huan dari belakang .
" Hem ".
Cleo bertanya seperti ini , pasalnya Huanlia terlihat cuek . Dan tak perna membahasnya , dia malah asik dengan cabang barunya .
Cleo ingim menyiapkan semuanya dan memberi suprais . Takunya momennya kurang pas , karena melihat Huanlia sedang sibuk dengan hobinya .
" Masih " ,, ucap Huanlia dengan antusias dan berbalik ke arah Cleo .
" Kalo bigitu akan ku persiapkan semuanya "_ Cleo .
" Eh ,, apa perlu mempersiapkan segala sesuatunya . Aku kira kita lansung pergi saja , kan gak perlu urus paspor dan lain sebagainya "_ Huanlia .
" Tetap saja aku akan mempersiapkan semuannya . Agar nanti kita lebih mudah berada di sana "_ Cleo .
" Em ,, terserah deh , tapi kalo tanpa persiapan . Aku juga mau , ala ala backpacker gitu "_ Huanlia.
" No "_ Cleo .
" Ayolah ,, pergi dengan begitu juga asik loh "_ Huanlia .
" Tidak ,, kita tidak perlu bersusa susa begitu "_ Cleo .
__ADS_1
Cihhh ,,,
" Apanya yang susah , begitu di bilang susah . Dasar sultan ", Huanlia mencibir dalam hati .
🤔🤔😁😁🤔🙄🙄😯😮😳😲
" Kak Rita , ini ada tawaran iklan . Produk susu ibu hamil " , asisten Rita menunjukan kontrak yang di ajukan kepadanya .
Rita mengambil berkas itu dan mulai membacanya .
" Sayang ,, sedang apa ? ", Renzi yang baru datang . Langsung mendudukan dirinya disamping sang istri .
" Eh ,,, ini ,, jangan di ambil ", ucap Renzi . Begitu dia membaca bait pertama kontrak .
" Khem " ,, Rita menghembuskan nafas halus sebelum mengambil keputusan .
" Kak Rita , aku pulang dulu ", asisten Rita menyela , dia tersadar . Bahwa mereka berdua perlu berbicara secara pribadi .
" Sayang , bukankah kamu sedang hamil . Jadi sebaiknya jangan melakukan aktifitas dulu "_ Renzi .
" Aku mau mengambil kontrak ini mas . Aku rasa kandungan ku mulai kuat . Buktinya aku sudah gak lemes dan muntah muntah terus ".
" Sayang ,, aku tidak mau nantinya kamu kecapean "_ Renzi .
" Aku janji , nanti kalo aku kecapean . Aku akan langsung istirahat . Lagian ini cuma iklan kecil , gak akan makan waktu lama . Saat penggarapannya , lagi pula tempatnya tidak jauh dari sini "_ Rita .
" Boleh ya ,,,, !!! ", Rita memohon dengan mengedip ngedipkan matanya .
" Hufff ", Renzi tak berdaya dan hanya bisa mengangguk .
" Ye ,,, makasi sayang ".
Cupp ,,
Sebuah kecupan mendarat di pipi Renzi . Hal itu sepontan membangunkan hasrat . Yang selama ini di pindam .
" Sayang ,, kau harus bertanggung jawab . Karena membangunkan adik kecil ", Renzi berbisik di telingan Rita .
" Eh ,, eh ,, bagai mana bisa a ,,, aku . Ah ,,,, " , Rita tak sempat menyelesaikan ucapannya .
Renzi langsung menyerangnya , dengan ciuman lembut tapi penuh tuntutan .
" Bukah tadi kamu bilang , kalau kandungan mu sudah kuat . Jadi saatnya menjenguk junior ", Renzi berucap paroh .
" Em ,,, " Rita hanya pasra membiarkan Renzi berbuka puasa .
__ADS_1