
" Makannya gak mau nambah ? ", Cleo bertanya kepada Huanlia . Setelah makanan yang berada di atas piring Huanlia tandas .
" Gak "_ Huanlia .
" Hem ,, yakin sudah kenyang ? ". Cleo bertanya begitu , pasalnya mereka telah melewatkan sarapan . Dan makan siang yang tertunda sangat siang .
" Em " , Huanlia mengangguk pelan .
Gimana gak tertunda , acara makan mereka berdua . Karena setelah kegiatan panas di atas ranjang , Huanlia benar benar seperti kucing malas .
Dia yang biasanya bagun pagi , atau lebih tepatnya sepertiga malam . Kini malah jam segitu dia baru tertidur , akibat di ajak main sama sang suami .
Dan dia baru terbangun sekitar jam sebelas menjelang siang .
Dengan susah paya Huanlia dapat menata kembali keadaanya . Meski harus di bantu oleh sang pembuat onar .
Kini mereka berdua tengah duduk santai sambil melihat pemandangan dari arah balkon . Cukup lama mereka di sini , sampai langit berubah petang .
Cleo sedang duduk bersilah , sembari memangku leptopnya . Sedang serius membalas email dari sang asisten barunya .
Sedangkan Huanlia malah asik rebahan di samping Cleo . Bak kucing malas , posisinya berubah ubah . Dari mulai duduk , senderan dengan kaki terlentang ke lantai .
Sampai rebahan dan membolak balikan badannya . Cleo haya tersenyum melihat tingkah sang istri . Dan membiarkannya mencari posisi ternyaman .
Karena dia tau , pasti badan bagian inti sang istri sedang sakit . Huanlia bermalas malasan sembari memainkan ponselnya .
__ADS_1
Meja di depan mereka terdapat beberapa bungkus jajan . Dan masih ada cemilan yang belum terbuka .
Huanlia benar benar malas , melakukan kegiatan yang sekiran menggerakan kakinya melangkah .
Tangan Cleo terulur dan membelai lembut kepada Huanlia . Ekor matanya menangkap kegiatan sang wanita . Di mana wajahnya tersenyum , lebih tepatnya cekikikan .
" Kenapa ,, hemm ,, ? "_ Cleo .
" Rita , mau ngajak join dan mau mengenalkan temannya . Dia bilang siapa tau bisa kerjasama " , terang Huanlia .
" Terus apa yang membuatmu tersenyum lucu "_ Huanlia .
" Lucu saja , pasalnya gak seperti biasanya . Rita mau berbicara tentang hal hal berbau bau kerja sama "_ Huanlia .
Huanlia tak berbicara yang sesungguhnya . Jika dalam grupnya , sedang membicarakan hal hal yang berbau bau 21+ .
" Yakin udah gak sakit , bisa jalan ? "_ Cleo .
" Kan jalannya cuma duduk di dalam mobil "_ Huanlia .
" Hemmm ??? " , Cleo mengerutkan dahinya .
" Hehehe ,, maksud ku ,, yuk ,, jalan lagi , aku mau ke candi borobudur ". Huanlia berucap sambil nyengir .
" Ahmmmm ,, apa gak sebaiknya besok aja ? "_ Cleo .
" Sekarang aja , nanti di jalan kalo capek tinggal berhenti lagi "_ Huanlia .
__ADS_1
Cleo berfikir sejenak , setelahnya berucap " Baiklah ,, ayo ,, mau kemana aja aku anatar " . Ucapnya dengan senyum merekah dan usapan di kepala Huanlia .
" Emmmm " , Huanlia tersenyum lebar dan menganggukan kepalanya .
😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁
" Sialan ",,,,,
" Prannnnngggggggg " ,,,,
Suara umpatan di susul dengan bunyi barang di lempar . Bergema , sebuah kamar yang cukup mewah .
" Omin ,, kamu kenapa nak ? ". Seorang wanita paruh baya , menghampiri putri kesayangannya .
Kamar mewah bernuansa eropa , yang awalnya ellegan dan rapi . Kini bak kapal pecah , setekah sang empunya mengamuk .
" Ma ,, apa yang haru kita lakukan ? . Rita , si wanita j*l'ng itu sedang mengandung anak Ranzi .
Wanita paru baya itu mengangah , tak percaya ." Bagai mana mungkin ? ".
" Entahlah ma , apa jangan jangan dokter itu bohongin kita ".
" Itu tidak mungkin nak , buktinya teman mama sudah membuktikannya "_ Mama Baelin .
" La ,, ini buktinya dia bisa hamil "_ Omin .
" Sayang tenanglah , sebaiknya sekarang cari cara buat menyingkirkannya "_ Mama Baelin .
__ADS_1
Omi adalah istri pertama Ranzi , mereka berdua sering berulah .