
" Berikan aku waktu untuk berfikir ". Huanlia berucap setelah sesaat terdiam memikirkan lamaran Cleo .
" Baik " ,, sedetik kemudian Cleo berucap pasti . " Kau ku berikan waktu berfikir , untuk menentukan tanggal pernikahan kita ".
" Ah ,, maksud presedir apa ? " .
" Aku tidak mau di tolak ".
" What ? " , tapi kita belum tentu cocok .
" Cocok atau tidak , itu tergantung dari diri kita sendiri . Mau menerima kekurangan dan kelebihan , saling mengerti , dan menjalankannya tanpa beban . Akan memeluskan usaha kita ".
" Tapi ,,, ? ".
" Niat baik , gak boleh untuk di tolak ! ". Ucapan Cleo ini langsung mengenang di hati .
" Baiklah ,, baiklah ,, aku kala . Khuffff ,,,, " , Huanlia meng hembuskan nafas prustrasi .
" Nah begitu dong , besok malam aku tunggu jawaban mu ".
" Ah ,, besok malam ? , aku minta waktunya 3 hari untuk berfikir . Bukan sehari semalam , itu terlalu cepat . Aku gak mau salah ,, " , Huanlia belum selesai bicara langsung di potong oleh ucapan Cleo .
" Besok sore ".
" Ah ,, apa apaan ,, a ,, aku kan ,,, ".
" Besok siang ".
" Ah ,,, oke ,, oke besok malam " . Lagi lagi Huanlia tak bisa berkutik .
🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅
Pagi hari ...
Kediaman Dimas Pahluvi ...
" Emhhh " ,,, seorang wanita menggeliat di bawah selimut .
" Huammm " ,,, bibir sexsinya menguap tak dapat di hindari .
Mulai membuka mata , mengyesuaikan pandangannya dengan pencahayaan . Yang mulai menerang , masuk ke dalam ruangan melalui sela sela cendela .
__ADS_1
" Eh " ,, Fonlin merenung sejenak . " Ini ,, kamar sejak kapan aku tidur di sini ". Menco mengingat kembali , semalamkan ,, Fonlin mendang ke arah kamar mandi .
" Cklek " ,,,
Pintuh terbuka , dan keluarlah Dimas dengan rambut basa . Dan badan hanya memakai handuk kimono . Tangannya masih sibuk mengeringkan rambutnya dengan memakai handuk kecil .
" Mas ,, kok aku bisa tidur di sini ? " . Akhirnya Fonlin bertannya , karena tak bisa mendapat jawabannya .
" Semalam mas yang pindahkan kamu ke sinu ".
" Oh ,, kok ke kamar ini ,,, ? " , Fonlin bingung . Karena kamar yang di tempatinya saat ini . Bukanlah kamar tamu yang biasa di gunakannya . Di saat berada di rumah ini .
Dimas berjalan ke tepi ranjang , duduk dengan tenang . Tangannya terulur ke arah wajah Fonlin . Entah apa yang di fikirkan Fonlin , dia reflek mundur .
Posisinya yang masih duduk , masih di jangkau Dimas . " Khem ",,, seulas senyum terbit di bibir tebal Dimas . " Masih belum terbiasa ya ? , pelan pelan biasakan sentuhanku ".
Dimas merasa lucu dengan tingkah Fonlin . Dia terlihat malu malu , pada hal sudah membuahkan hasil .
" Em " ,, Fonlin mengangguk pelan . Sembari mulai membiasakan diri , menerima sentuhan Dimas .
" Kenapa mesti pindah ke sini , aku tinggal di kamar tamu saja . Gak masalah kok " , dengan nada bicara hati hati . Fonlin mengutarakan maksudnya , dia tidak mau di anggap ajimumpung .
Mumpung sang nyonya rumah sedang tak ada . Bukan berarti dia bebas , itu gak berlaku untuknya . Fonlin selalu sadar diri , akan posisinya .
Fonlin mulai menatap setiap sudut kamar ini . Kamar ini memang di desain sesuai dengan apa yang ada di aparteman Fonlin .
Bisa di katakan relpicnya , cuman lebih mewah dan lebih luas . " Ini mah , sama aja seperti kamar utama " . Batin Fonlin mulai mengukur dan menilai seluk belum kamar yang baru di huninya .
Masih bernuansa moderen , warna dasar abu abu . Dan beberapa campuran warna putih , coklat , dan emas .
" Apa perlu semewah ini " , Fonlin berbicara sambil menolehkan kepalanya ke arah Dimas .
" Cup " ,,,
Sebuah kecupan dengan tidak senganja mendarat di pipi kanan Dimas . Karena posisi Dimas tepat berada di belakang Fonlin .
" Khem " ,,, Fonlin tersenyum datar .
" Ah ,,, ma ,,,, maaf ,, ".
__ADS_1
Mendengar perkataan Fonlin dan tingkahnya yang malu malu . Membuat Dimas merasa bergejolak dan tanpa sadar . Bandanya bergerak mendekat ke arah Fonlin . Tanpa memutuskan kotak .
Fonlin menatap wajah Dimas yang mulai majuh . Mata belonya mengerjap ngerjap , tersadar dari ke terpesonaannya terhadap sang suami .
" Ah ,,, aku haru mandi , Denis sedang menunggu ku ". Secepat kilat Fonlin berdiri , berjalan menunjuh kamar mandi .
" Hufffff ,,,, hahaha ,, " Dimas membuang nafas . Sesaat ke mudian dia tersenyum , melihat sisi pemalu sang istri . " Baru aja mau mendekat , eh ,, kamu dah kabur sayang ". Bisik Dimas pelan dan memandang arah pintuh kamar mandi .
🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅
Hari ini hari minggu ,,,,
Hari yang santai bagi banyak orang , tapi tidak berlaku buat Huanlia . Sejak pagi , lebih tepatnya sejak jam 03.00 dini hari .
Dia berkutat dengan peralatan tempurnya . Setelah Cleo mengungkapkan ke inginannya . Sungguh membuat dia tak bisa tidur , sudah ber bagai cara dia gunakan .
Tapi cuma bisa terpejam dalam waktu 2 jam . Akhirnya dia turun ke bawah , mencoba mengalihkan pikirannya . Berusa menciptakan sesuatu yang baru .
Beginilah Huanlia , dia akan sedikit mengalihkan fikirannya . Jika sedang setres memikirkan sesuatu .
" Mba , ini mau taruh mana ? " . Sandra datang dengan membawah beberapa keranjang . Berupa sayur sayuran . Yang baru di petik di atas .
Huanlia memang memanfaatkan beberapa tempat . Yang menurutnya bisa di gunakan untuk menanam sayuran hidroponik .
Awal ide nya muncul , saat dia akan menghias . Beberapa sudut ruangan , dengan sesuatu yang hidup dan berwarna hijau .
Maka dia buat tanaman hidroponik , yang tidak memkan banyak tempat . Dan dapat menpercantik beberapa sudut .
Tanaman yang di tanam lebih banyak berupa daun . Seperti selada , bayam merah , baby kailan , bayam merah .
Sayuran sayuran ini yang banyak di gunakan . Untuk isian sadwic . Menu paling favorit di dapur online ini .
Meskipun tiap hari menunya ganti . Tapi tiap pagi menu paling di buru konsumen . Adalah sadwic dengan berbagi farian isi .
" Semuanya sudah di bersihkan San ? " .
" Sudah mb " , semua sayuran sudah di taru dalam wadah sesuai jenisnya .
" Bagus , kamu taru kulkas saja . Tapi itu seladanya gak usah . Bawa sini , ini kebetulan ada pesanan 10 sadwic isi full sayur .
__ADS_1
" Oke mb " , jawab singkat oleh Sandra .