BUKAN ISTRI PERTAMA

BUKAN ISTRI PERTAMA
Bukan istri pertama


__ADS_3

Bagai mana kabar mu ? , Dimas mulai pembicaraan . Setelah kedatangan Dimas , Fonlli menyambutnya . Dan mereka sedang duduk di sofa ruang tamu yang menyatu dengan meja makan .



Apartemen Fonlli terhitung kecil karena cuma satu kotak . Dari ruangan satu ke ruangan satunya tak ada sekat . Tapi meski begitu tidak terlihat semprawut , karena sang empunya suka kebersihan . Dapat di lihat , walau kecil tertata rapi dan bersih . Sangat nyaman di tinggali .


Begitu masuk , wangi pohon pinus segar . Menyeruak menambah kedamaian , membuat siapa saja betah berlama lama . Menenangkan saraf saraf yang tegang , cat ruangan memang di dominasi warna putih bercampur abu abu .


Aku baik , ms aku ingin kita ,,, belum selesai bicara Dimas memotong ucapan Fonlli .


Kita makan dulu yuk ,,, Dimas melihat di meja makan sudah tersaji beberapa masakann . Itu dapat terlihat jelas , walau meja makan di sini berbentuk mini bar .


Fonlli memang sudah menyiapkan beberapa hidangan kesukaan Dimas .


Dari mulai sate padang , dia sebelemum pulang . Menyempatkan diri mengatri di sate padang favorit Dimas .



Karena Fonlli pulang agak sore , jadi dia membeli sate padang . Dan hanya memasak 2 jenis masakan yang simpel .


Daun singkong pedas whit sefood , udang galang manis . Dimas pencinta masakan rumahan .



Tahu krispi sebagai pelengkap , kebetulan di dalam kulkas . Masih tersisa bahan baku itu , meski Dimas gak pernah datang . Keseharian Fonlli lebih memilih masak , ketimbang beli makan di luar .



Maaf aku gak sempat belanja , tapi kalo berkenang . Ayo kita makan bersama , Fonlli berbicara sembari menunduk .


Dia merasa kurang percaya diri , karena di rumah . Dimas terbiasa makan dengan berbagai macam lauk yang di buat koki kusus .


Dimas tersenyum tak kalah melihat hidangan yang tersaji . Semua hidangan itu adalah kesukaannya . Dan minuman yang tersaji , juga salah satu favoritnya .


Jus manggo dengan potongan mangga kecil kecil .


__ADS_1


Hemm ,, Dimas tersenyum simpul melihat hidangan tersebut . Ini lah yang membuat dia perlahan lahan mencintai Fonlli .


Kesederhanan dan perhatian kecil , ketulusan . Yang sudah jarang di dapat dari Alya istri pertamanya .


Tak dapat di pungkiri , Dimas adalah laki nomar . Yang juga memerlukan perhatian , semenjak Alya sakit . Banyak perubahan pada shifatnya , dia lebih suka menyuruh para mad . Atau membeli di restoran restoran ternama , dan itu di maklumi Dimas .


Ayo kita makan ! , ucap Fonlli sembari menarik kursi bar .


Cup ,, sebelum sempat terduduk . Dimas menarik Fonlli kedalam pelukannya dan mencium kening Fonlli lembut .


Seketika Fonlli terkejut , dia sempat mematung sejenak mendapat perlakuan lembut Dimas .


Dengan gugup Fonlli berusaha tenang dan menguasi keadaan . Dia cepat cepat duduk , dan matanya memandang ke segala arah .


Pura pura sibuk mengambilkan hidangan yang tersaji ke piring Dimas . Dalam diam mereka menikmati makan malam sederhana yang menggoyang lida .


Ini ,, Fonlli menyodorkan sendok teh . Meskipun saat makan Fonlli terlihat cuek , tapi dia masih ingat kebiasaan Dimas . Saat minum jus manggo , dia akan mengambil sendok teh . Untuk menyendoki buah mangga yang terpotong kecil kecil .



Terimasih , ucap Dimas sambil tersenyum .


Ah ,, baiklah ,, ucap Fonlli singkat . Setelah Dimas masuk ke kamar mandi , dia membersihkan meja makan .


30 menik kemudian Dimas keluar hanya menggunakan hansuk di pinggang . Melihat itu sontak Fonlli merasa malu . Meskipun mereka pernah tidur bersama , dan itu cuma sekali dan langsung tokcer .


Fonlli buru buru mengalihkan pandangan , " Ms pakaian ganti mu sudah kusiapkan . Fonlli menunjuk piayama pria , yang terlipat di atas kasur " .


Meski Dimas tek pernah kesini , tapi entah mengapa saat berbelanja beberapa baju . Melihat piama pria , tiba tiba Fonlli membelinya .


Dimas tersenyum lembut , tangannya mengangkat tumpukan kain paling atas . CD dan ukurannya pas , dia menatap ke arah Fonlli .


Yang di tatap begitu gugup , " Aku mau mandi dulu . Fonlli melarikan diri ke kamar mandi , dia bingung mau memberi alasan apa . Secara Dimas tak pernah ke apartemenya , tapi di sini sudah ada perlengkapannya . Dan itu jelas masih baru " .


" Sebenarnya di hati mu , sudah ada aku . Kenapa kau tak mau mengaku dan masih terus mengalah " .


Fonlli keluar kamar mandi setelah 30 menit berlalu , dia keluar sudah dengan piayamanya .

__ADS_1


Mengedarkan pandangannya , mencari sosok Dimas . Yang di cari ternyata sudah tertidur di kasurnya , dengan tangan masih memegang hp .


Hufff ,,, untung dia tertidur , jadi tak perlu menjelaskannya . Ucap Fonlli dalam hati , dia berjalan ke arah Dimas . Duduk di tepian ranjang , mengambil hp-nya dengan pelan .


Di taru di meja naska , lalu menarik selimut sampai ke dada . Tangan Fonlli tanpa sadar mengelus pucuk kepala Dimas dengan lembut .


Huff ,, menghembuskan nafas lembutnya . Cup ,, kecupan ringan di kening Dimas , " Selamat malam " . Ucap Fonlli lirih , setelah diam sejenak memandang wajah pulas Dimas . Dia berdiri dan bersiap tidur di sofa , Fonlli tidur sambil memandang langit langit , tangan kanannya di angkat sampai ke kening .


Pikirannya menerawang ke kejadaian yang lalu . Dimana sikap Dimas yang lembut terhadapnya , " Biarkan seperti ini sebentar , dan mulai besok aku gak boleh ragu ". Ucap Fonlli dalam hati dan ia mulai terpejam .


Setelah hampir 1 jam lebih , Dimas membuka matanya . Sedari tadi dia hanya berpura pura tidur . Ingin melihat reaksi sang istri jika dia tertidur di tempat tidurnya .


Seperti dugaannya , dia tak akan berani membangunkannya . Dan memilih diam diam memperhatikannya . Sikap Fonlli tak akan lebih berani dari sekedar mencium kening dan sudah pasti memilih tidur di sofa . Karena dia tipe wanita pemalu , dia selalu sadar akan posisinya yang bukan istri pertama .


Hal ini juga pernah di lakukannya , saat Fonlli , Dimas , Alya menginap bersama saat mereka liburan .


Fonlli membiarkan Dimas sekamar dengan Alya . Dan saat giliran dia sekamar dengan Dimas , dia memilih tidur di sofa .


Dimas sudah berdiri di samping sofa , membungkuk dan mulai mengangkat . Tubuh sedang Fonlli , ya ... karena Fonlli termasuk wanita bertubuh sedang . Tidak pendek , tidak juga juga tinggi .


Menidurkannyan di tempat tidur dengan pelan . Setelah itu Dimas ikut berbaring di sampingnya , meyelumuti tubuh mereka berdua . Dimas membawa Fonlli kedalam pelukan lembutnya .


Cup ,, sebuah kecupan hangat mendarat di kening Fonlli . " Selamat malam juga sayang " , ucap Dimas . Tak lama matanya ikut terpenjam , mereka tertidur lelap saling berpelukan .


🐈🐈🐈🐈🐓🐓🐓🐓🐓🐈🐈🐈🐈


Huan , kenapa kau tak perna membalas pesan ku ? Ben bertanya kepada Huanlia . Setelah dia berhasil mengikuti Huanlia dan terlihat sediri . Barulah Ben maju ke arahnya , mencoba membuka obrolan .


Tuan Ben , saya rasa tidak ada kepentingan yang perlu di bicarakan . Jadi tidak perlu bagi ku untuk membalas pesan anda . Ucap Huanlia singkat dan tegas .


" Maaf ,, ini masih jam kantor , jadi saya permisih dulu . Masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan " . Huanlia melanjutkan pembicarannya dan memilih langsung pergi meninggalkan Ben .


Ben menatap punggung Huanlia yang mulai menjauh . " Apakah tak ada maaf sedikitpun untuk ku " . Ucapannya dalam hati , tatapannya berubah senduh .


Dari sudut lain , ada 2 orang yang memperhatikan interaksi mereka dengan tajam .


" Tuh kan kak , kalo kakak gak cepat akan ada banyak serangga yang mencoba mendekati kakak ipar ". Ucap Endruw mencoba memamanasi kakak sepupunya itu .

__ADS_1


Hem ,, Cleo hanya mengepalkan tangannya dan berlalu pergi .


__ADS_2