
Sore menjelang malam ,
Semuanya sudah berkumpul di tempat ini , sesuai undangan Karim .
" Ada apa ? " , tumben ngajakin kita kumpul . Cleo bertanya tanpa basa basi .
Karim menatap ke semua hadirin , memandangi satu persatu temannya itu . Astro , Fellix dan Naomi juga hadir .
" Ok " , aku akan mengumumkan sesuatu . Berhubung semuanya sudah hadir , Karim melirik ke arah Ratna .
Dia tersenyum , dan mengambil sesuatu dari tas tangannya . Sebuah kotak , yang tidak panjang . Dan tidak tinggi , lebih mirim note box .
Karim mengangguk , memberikan isyarat kepada Ratna . Agar membagikannya ke pada para sahabatnya .
" Ini ? "_ Astro .
" Wah akhirnya "_ Fellix .
" Selamat ya say "_ Naomi .
" Huuuuuuu ,, akhirnya brow ,, jadi juga "_ Edwar
" Aku kira , bakalan kakak dulu yang merid " , celetuk Edwar yang mendapat plotan dari Cleo .
Huanlia tersedak , kebetulan saat itu dia sedang menikmati coklat panas .
" Jadi selain mau ngasi undangan ini , kita secara khusus mau ngundang kalian semua . Untuk menjadi pager ayu dan pager bagusnya ".
Karim mengutarakan maksudnya , dan Ratna tersenyum meng iya kan maksud sang calon suami .
" Waduh ,, kalo aku dah pasti bisa . Nah kalo ,,, ? " .
Edwar menatap ke para tesohor , yang sudah di pastikan sibuknya bukan main . Kalo sekedar untuk hadir di pestanya bisa , itukan cuman sebentar . Cuman yang Karim minta sudah pasti gak cuma sekedar datang saja .
Karim tersenyum sejenak , memandang para sahabatnya ini . " Maka dari itu , aku ngasi undangan ini jauh jauh hari ".
Aku minta tolong banget , kapan lagi kita bisa kumpul seharian ka gini .
Hem ,, Astro meng hembuskan nafasnya dan mengangguk . Untung pas tanggal itu hari minggu jadi dia bisa sedikit lega . Karena jadwal sidang pentingnya berada di hari jum'at .
Cuman , sidangnya berlangsung di kota S . Kebetulan kasusnya berada di kota S . Jadi proses peradilannya berada di pengadilan di kota S .
Sang Kapten , Fellix masih terdiam . Meskipun pada hari itu hari minggu , bukan berarti dia bisa libur .
Posisinya sebagai kapten , harus selalu siap kapan pun dan di mana pun . " Akan aku usahakan " , ucapnya santai tapi masih terdengar tegas .
Hari ini bisa berkumpul saja , ini suatu kebetulan . Setelah selesai bertugas , Fellix langsung meluncur ke cafe . Masih lengkap dengan seragam angkatan udaranya . Dia hanya menutupinya dengan jaket .
Karim tersenyum lebar , Kini giliran Cleo . Dia memandang ke arah presedir , menunggu jawabannya .
__ADS_1
" Kosongkan jadwal pada tanggal dan hari itu " , ucap Cleo ke arah Huanlia .
Secara reflek Huanlia sang assisten pribadi mencatatnya di not box mininya .
Hari minggu memang hari Libur , tapi bagi seorang presedir sepertinya . Berada di kota ini pas hari itu juga sedikit sulit . Jika tidak di jadwalkan sejak dini .
Mungkin akhir akhir ini dia seri berada di kantor pusat . Tepatnya di kota ini , tapi belum tentu besok . Dia yang selalu mengurus semuanya sampai tuntas .
Tak lantas hanya memberikan intruksi saja . Tak jarang dia langsung meluncur ke tempat anak cabang . Yang memang harus membutuhkan perhatiannya .
Menjadi presedir yang bisnisnya hampir di segala aspek indrusi . Membuat hari liburnya tak bisa sesantai orang biasa .
Tentu juga ini berlaku untuk Huanlia sang asisten presedir .
" Sayang , kalian sedang berkumpul di sini ".
Suara lembut seorang wanita membuat grombolan orang penting ini . Menengok ke sumber suara .
Annisa , wanita berparas ayu . Wanita yang terkesan lemah lembut ini , telah berdiri di hadapan mereka .
Awalnya Annisa sedang arisan bersama teman temannya di cafe yang sama . Sejak Cleo masuk cafe , Annisa suda melihatnya .
Meskipun Cleo berpakaian santai , tetap saja dia menjadi pusat perhatian . Auranya dan karismanya tetap keluar .
Karena cafe tempat pertemuan mereaka . Mengusung konsep out dor .
" Lagi pada kumpul ya ? ", boleh gabung gak . Tanpa rasa malu dan basa basi Annisa langsung mengutarakan maksudnya .
Khem ,, Ratna yang mempunyai acara berdehem . " Silahkan " , dia berucap memecah kesunyian yang tiba tiba muncul .
Dulu Annisa wanita yang pemalu , dia gak akan menyapa atau berucap duluan . Kalo tak di tegur ataupun di sapa duluan , tapi sifatnya kali ini sungguh berubah 99% .
Setelah di persilahkan , tanpa malu malu Annisa duduk di antara Cleo dan Huanlia . Mereka berdua memang duduk berdekatan , tapi bukan berarti tanpa jeda .
Huanlia bukan cewak yang suka nempel dan duduk melekat seperti perangko . Huanlia , langsung bergeser melihat tingkah Annisa .
Naomi dan Ratna saling pandang . Mereka merasa ilfil , pada sikap Annisa . Annisa yang dulu mereka kenal tak seperti Annisa yang pemalu seperti dulu .
" Kalian lagi membahas apa sih , kenapa terlihat serius " . Annisa mencoba menimbrung ke obrolan yang sedang terhenti .
" Eh ,, apa itu , Annisa mengangkat undangan yang tergeletak dimeja ".
" Wah ,,, selamat ya ,, aku dapat undanganya gak nih ".
" Dapat lah " ,, Karim menyahuti ucapan Annisa .
Khem ,, aku permisih ke toilet dulu . Huanlia menjedah , berdiri dan berjalan ke arah toilet .
__ADS_1
Saat dia akan bangun , tubuhnya yang membungku . Membuat kalung berbandul cincin tergelantung ke depan .
Hal itu tak luput dari pandangan Annisa . Si pengamat perhiasan ini langsung tau . Kalo cincin itu adalah cincin pertunangan yang limitid edison .
" Jadi samapai mana nih persiapannya ? "_ Annisa .
" Hampir 80% terselesaikan " , Ratna berucap sambil tersenyum . Rona bahagia terpancar jelas di wajahnya .
" Em ,,, semoga sampai hari H lancar ya ".
" Edwar , kok sekarang jarang hadir nemeni Sannia lagi ". Annisa mengcoba mencari obrolan ringan .
" Ah ,, itu kebetulan akhir akhir ini , aku sedang sibuk " . Ucap Edwar singkat , padahal mereka telah lama tak bersama .
" Astro , selamat ya . Kasus serumit itu dapat di menangkan dan di pecahkan oleh seorang seperti mu . Aku sungguh salut " , Annisa masih berusaha membuat obrolan ringan .
" Khem ,, Astro hanya tersenyum datar ". Menaggapi ucpan Annisa .
Meskipun Annisa mencoba mengajak ngobrol mereka berdua . Tapi matanya tak henti hentinya melirik ke arah Cleo .
Yang tetap duduk anteng , tanpa exspresi . terus menikmati kopi hitam di cangkirnya .
Deg ,,,
Tangan Cleo tak luput dari pandangannya . Entah mengapa hati Annis tiba tiba sakit . Saat melihat cincin melingkar di jari manis tangan kiri Cleo . Harapannya untuk rujuk memudar sudah .
Sebenarnya Annisa menyesal perpisahannya dengan Cleo . Kenapa dulu dia begitu mudah di bodohi . Pernikahannya bersama Cleo memang di rasa hambar .
Meskipun begitu , Cleo tetap menperlakukanya seperti seorang istri . Meski sikap dinginya tetap terlihat dan enath mengapa susah di cairkan .
Tak dapat di pungkiri , Annisa juga terjerat dalam pesonanya meskipun dia tau . Cleo tak benar benar mencintainya . Dia hanya menghormati Annisa sebagi seorang istri .
" Maaf ,, semuanya saya harus pemit dulu . Karena ada sesuatu yang harus di kerjakan ".
Huanlia segera pamit setelah dari toilet . Tadi dia mendapat pesan dari Rita . Untuk mendatangi cafenya sekarang juga .
" O ,,, ya , silahkan "_ Ratna berucap sambil tersenyum .
" Aku akan mengatar mu " , ucap Cleo dia bangun dan mengambil kunci mobil yang tergeletak di meja .
" Eh ,, tapi ,, bukankah kalian sedang mendiskusikan acaranya tuan Karim ".
" Sudah kalian pergi saja , nanti biar sekertaris ku yang mengirim detailnya "_ Karim .
Cleo hanya mengangguk .
Huanlia membungkuk dan berbalik pergi . Mereka berjalan beriringan . Hal itu tak luput dari pandangan Annisa .
" Kau sungguh sudah berubah , apa aku sudah tak ada kesempatan lagi " . Ucap Annisa dalam hatinya .
__ADS_1