
Acara resepsi pernikahan langsung , di adakan setelah acara akad nikah . Huanlia sengaja memintanya tanpa jedah . Biar menghemat waktu dan gak terlalu lama menunggu . Toh acaranya di adakan di kediaman Cleo .
Awalnya mama Ayu , menyarankan di hotel saja . Tapi karena Huanlia ingin , pas acara akadnya di rumah ibadah . Jadi di pilihlah , acara resepsi pernikahan di kediaman utama . Menjadi tempat penyelenggaraan pesta .
Tamu undangan silir berganti berdatangan . Huanlia terlihat cantik , dengan gaun pendek . Beralaskan sepatu flet , dengan model yang sederhana .
Huanlia tidak merasa malu , karena baginya kenyamanan adalah yang utama .
Tangan Huanlia melingkar di lengan Cleo . Mereka berdua menyapa para undangan , dan tak jarang para undangan menyapa sang pengatin .
Senyum terukir jelas di bibir mereka . Dan paling terlihat jelas di wajah Cleo yang cerah .
" Akhirnya ucapan aku jadi kenyataan ". Rita berjalan ke arah Huanlia .
" Aku bilang juga apa , bu bos gimana perasaanya ? . Udah gak deg ,, deg ,, deg ,, kan ? ".
" Rita ,,, ! , Huanlia melepas lingkarang tangannya . Dan memeluk Rita , menyambut ke datanganya .
" Gimana kabar kamu , ya ,, tuhan ! ,, aku dah gak sabar nunggu ponakan aku lahir ".
" Aku juga sudah gak sabar , dengar nama ku . Di panggil tante , sama anak kamu ". Kata kata Rita , hanya di tanggapi dengan tepukan ringan di lengannya .
" Huuuuuu ,, apa sih ! "_ Huanlia .
" Sini ,, sini duduk yuk ! " , Huanlia menggandeng Rita agar duduk di bangku yang kosong ".
" Hem ,, gini nih , kalo udah ketemu sohibnya . Kita yang pasangannya di tinggalin ". Celetukan Renzi , hanya di tanggapi dengan senyuman mereka berdua .
" Gimana say , masih muntah muntah di pagi hari gak ? "_ Huanlia .
" Masih " ,, ucap Rita dengan raut wajah sedih .
" Sabar ya ,, kurang dua bulan setengah lagi "_ Huanlia .
__ADS_1
" Em "_ Rita .
" Wah ,, wah ,, ternyata di cari'in dari tadi . kalian berdua ada di sini "_ Fonlin terliht cantik dengan dress selutut . Perutnya terlihat membuncit , walau tidak terlalu ketara .
" Fonli ".
" Ah ,, aku seneng kalian berdua datang . Aku kira kalian gak akan datang , secara kaliankan . Masih pada mabuk baybe .
" Hahah ,, Rita tertawa pelan . mana mungkin kita gak datang . Pernikan bu bos , gak datang kita rugi "_ Rita .
" Kalian ini bisa saja ".
Mereka bertiga asok ngobrol , melupakan ke tiga suami mereka . Yang sekarang duduk dengan geleng geleng kepala .
Ketiganya asik bercengkraman , dan Huanlia tidak terusik dengan paratamu . Yang silih berganti mengucapan selamat .
Pesta ini di buat sesederhana sekali . Dan terkesan santai , mereka yang datang bebas . Tidak perlu bersikap formal , tapi tetap sopan .
kretttt ,,,, krettt
Di sebelah kiri meja peresman , di mana . Tertata rapi alat musik , para pengiring pesta . Kini telah bertengger ke empat pria berpengaruh . Memegang satu satu alat musik yang terdapat di situ .
Menggantikan para pemain musik , mereka bertiga . Akan menyumbangakan sebuah lagu , sesuatu yang langkah .
Karena baru kali ini , setelah sekian lama fakum . Mereka berempat berkolaborasi lagi , sebenarnya Cleo juga bagian dari mereka .
" Mohon perhatiannya sebentar " , irama biola terhenti sejenak . Saat Endruw , berucap .
" Kak Leo , sini kita main berlima lagi ". Ajakan Endruw mendapat sambutan baik . Cleo bangun dari duduknya , menujuh ke arah piano .
Ya , posisi mereka berempat . Memang memegang alat musik semua .
Astro dengan klarinetnya , Felix memangku gitarnya , Karim sudah menjepit biolanya di leher . Endruw memetik gitar basnya , Collin juga ikut ambil bagian . Sebagai penabuh drum , sedang Cleo . Pemain piano yang tak perlu di ragukan lagi .
Di pesta pernikahan Cleo yang sebelum sebelumnya . Mereka gak berkesempatan berkumpul secara lengkap . Ada aja hal hal yang terjadi pada saat itu .
__ADS_1
Dari mulai perjalana bisnis , atau tugas negara . Yang tak bisa di tunda .
Mereka berlima terlihat sempurna , seperti lukisan hidup .
Alunan nada mulai terdengar sayduh . Menembus hati , mereka memainkan . Nada nada yang terdengar merdu dan klasik .
Tut ,,
Setelah intro berhenti sejenak . Suara Endruw masuk , dan di susuk petikan gitar Felix .
Bagaikan langit berpelangi ,
Terlukis wajah dalam mimpi .
Terteguh ku di buai ,
Di buai dalam kenangan dan senyuman .
Yang tak terlupakan ,
Mungkinkah tercipta kembali .
Malam nan penuh keindahan .
Sinar rembulan terasa
Kau dengar lagu ku ,
Dalam sinfoni
Tiada lagi melodi
Yang dapat ku cipta tanpa senyum mu .
Tiada lagi melodi .
__ADS_1
Pelangi ( Chrisye )