
Hari ini adalah hari pernikahan Jessica dan Nova. Setelah banyak pertimbangan, kini mereka memutuskan untuk menikah kembali demi anak mereka dan anak yang di kandung oleh Jessica saat ini.
Karena dosa yang mereka lakukan karena tidak bisa menahan nafsu mereka saat itu, hingga membuat Jessica kembali mengandung anak kedua.
Jessica lebih dulu meminta izin pada ayahnya Antoni yang ada di penjara, Antoni sebenarnya tidak ingin mereka menikah kembali. Tapi, Jessica mencoba membujuk ayahnya tersebut, hingga kembali mendapatkan restu.
Lalu Jessica meminta restu kepada orang tua kandungnya, mereka sangat setuju karena memang Nova sangat baik bagi mereka.
Pernikahan di gelar secara sederhana saja dan bahkan di lakukan di rumah saja.
Malam harinya, Nova tampak kelelahan karena seharian ia tidak beristirahat. Ia tertidur dengan putranya di tempat tidur, sementara Jessica baru selesai menggantikan pakaiannya.
Ia melihat dua pria yang sangat ia cintai tengah tertidur pulas, bahkan tempat tidur telah di kuasai oleh mereka berdua.
Jessica tersenyum lalu memberi kecupan hanya pada keduanya, lalu berbaring di sofa panjang.
Karena tidak mungkin ikut tidur bersama anak dan suaminya, sedangkan tempat tidur tersenyum sudah di kuasai.
“Sayang, kenapa tidur disini?” tanya Nova terbangun tengah malam, melihat istrinya tidur di sofa.
“Hah?” tanya Jessica sembari mengusap matanya.
Tanpa menunggu lagi, Nova menggendong istrinya dan meletakkan pelan ke tempat tidur.
Sementara Raka, tidur di tempat tidurnya sendiri.
“Maaf, aku sangat lelah.”
Jessica hanya mengangguk.
Nova memeluk Jesica dari belakang, sementara tangannya di perut istrinya yang masih rata.
“Mas, aku minta maaf atas kesalahanku dulu. Entah setan mana yang merasuki ku!” ujar Jessica mengingat kesalahan yang telah ia lakukan dulu.
“Kita sudah membicarakan ini, bukan? Jadi, jangan membahasnya lagi. Seharusnya, aku yang meminta maaf. Karena diriku juga, kamu menjadi seperti itu.”
Jessica membalikkan tubuhnya menghadap suaminya.
“Terima kasih sudah menerimaku kembali dan mau memulainya dari awal lagi. Ajarkan aku Mas, menjadi Ibu dan Istri yang baik. Sejak kecil aku tidak pernah dapat kasih sayang seorang ibu,” ucap Jessica dengan suara bergetar menahan tangis.
Nova tersenyum.
“Kita sama-sama belajar dan memulainya dari nol. Aku bukan Suami dan Ayah yang baik, kita akan belajar bersama menjadi lebih baik dan mendidik anak kita agar tidak meniru kesalahan orang tuanya.”
Jessica mengangguk, mereka saling berpelukan dengan erat.
Pernikahan mereka sampai ke telinga Andre. Lily dan Andre ikut turut bahagia mendengarnya, bahkan saat ini mereka berkomunikasi dengan baik kembali bersahabat seperti dulu lagi.
***
Dua tahun sudah berlalu.
Di tempat lain, semakin harinya mereka semakin mesra. Apalagi ruangan mereka saling berdekatan, membuat semua yang melihatnya menjadi iri.
“Sayang, masih lama pulangnya?” tanya Viona tampak bosan menunggu.
Karena sudah hampir malam Kevin belum juga selesai dengan pekerjaannya.
__ADS_1
“Ini sudah selesai,” sahutnya dengan terburu menyimpan berkasnya, karena dirinya harus memeriksa hasil rontgen pasien.
Viona tampak sumringah, mereka bergandengan tangan untuk keluar ruangan.
“Sayang, jangan berkecil hati jika saat ini kita belum di karunia seorang anak. Aku ingin kita menikmati hidup kita, Sayang.”
Viona masuk ke dalam dekapan suaminya, lalu mengangguk pelan. Sang sopirpun tampak senang, karena melihat majikannya semakin hari semakin mesra. Tidak ada terdengar pertengkaran di rumah besar mereka .
***
Waktu begitu cepat berlalu, Lily tengah bersiap. Karena hari ini mereka akan terbang ke tanah air bersama suami dan kedua putrinya.
Angel kini resmi menjadi anak Lily dan Andre. Angel juga dengan baik menerima adiknya yang kini sudah hampir berusia dua tahun, ia begitu menyayangi adiknya walaupun usia mereka terpaut jauh.
Selesai bersiap, mereka langsung berangkat dengan menggunakan pesawat jet pribadi milik pamannya.
Hampir 20 jam lamanya di dalam pesawat, akhirnya mereka tiba juga di tanah air.
Dari kejauhan Jessica dan Nova tampak melambaikan tangan pada mereka berdua.
“Akhirnya kalian tiba juga.” Andre dan Nova saling berpelukan, begitupun dengan Lily dan Jessica.
Mereka tampak akrab sekarang, seperti tidak terjadi sesuatu pada mereka.
“Siapa dia?” tanya Jessica pelan melihat wanita yang tingginya sudah hampir sejajar dengan Lily.
“Oh, dia putriku. Kami mengangkatnya dari panti asuhan, jadi sekarang aku mempunyai putri,” ujar Lily memperlihatkan dua jarinya.
“Wah dia cantik sekali. Siapa namamu?” tanya Jessica dalam bahasa inggris sembari mengulurkan tangannya.
“Angel,” sahutnya menyambut tangan Jessica.
“Kalian mau sampai kapan beristri disini, cepat masuk ke mobil!” ajak Nova.
Lily dan Jessica tertawa kecil karena lupa jika mereka saat ini masih di bandara.
Di dalam perjalanan menuju ke rumah mereka, Lily dan Jessica tampak akrab berbicara di belakang. Begitupun dengan Nova dan Andre yang sibuk membicarakan tentang bisnis mereka.
Sedangkan Angel, sibuk mengajak adiknya berbicara sembari melihat jalanan di luar karena untuk pertama kali dirinya ke Indonesia. Sedangkan adiknya hanya mengangguk, terkadang menyahut dalam bahasa Inggris.
Tiba di rumah kebesaran Jessica, mereka sudah menyiapkan makanan kesukaan Lily dan Andre.
Tidak ada lagi kecemburuan Jessica pada suaminya, bahkan ia bertanya langsung makanan kesukaan Lily dan Andre.
“Hmmm ... wangi sekali. Siapa yang memasak?” tanya Lily melihat makanan yang begitu lezat di meja.
“Aku, Mas Nova yang mengatakan jika makanan ini adalah kesukaan kalian berdua. Jadi, aku mencari resep di ponselku,” sahut Jessica terlihat senang karena puas dengan masakannya sendiri.
“Sepertinya sangat enak.” Lily seperti tidak sabar untuk mencicipinya.
“Mami, aku tidak tahu ini makanan apa? Apakah rasanya enak?” bisik Angel, karena baru pertama kali melihat makanan tersebut.
Sebenarnya Lily sering memasak makanan Indonesia, tapi tidak untuk makanan yang ada di hadapannya saat ini.
Lily tersenyum, ia kembali membisikkan ke telinga putrinya.
“Ini makanan kesukaan Mami, cicipi dulu. Mami yakin, pasti kamu menyukainya,” bisik Lily.
__ADS_1
Angel tampak mengangguk.
Angel mulai menyuapi suapan pertama, tampak wajahnya masih belum terbaca.
Tak lama, ia tampak mengangguk melihat Lily, jika ia menyukai makanan tersebut.
Mereka tampak bahagia berada di meja maka tersebut, canda dan tawa mereka selipkan. Hingga kini mereka menjadi keluarga yang bahagia.
“Lily,” panggil Nova.
Saat ini posisi mereka berada di dapur, karena Lily hendak mencuci tangannya dan kebetulan Nova juga baru keluar dari kamar mandi yang berada di dekat dapur tersebut.
“Iya,” sahutnya.
“Aku ikut bahagia melihat kamu bahagia, Andre sudah memberikan kebahagiaan yang luar biasa padamu. Ia menepati janjinya untuk bertanggung jawab atas perbuatan yang telah aku perbuat padamu dulu, maafkan aku Lily.”
Lily tersenyum.
“Iya. Aku sudah melupakan masa lalu itu, jangan terus melihat ke belakang. Sudah waktunya untuk kita menatap masa depan kita, dengan keluarga kita masing-masing.” Lily menepuk pelan bahu Nova dan berlalu keluar.
Nova tersenyum, kini ia sudah berdamai dengan masa lalunya.
Keesokan paginya, Andre mengajak mereka semua untuk berlayar dengan kapal yang sudah ia sewa selama seminggu.
Karena ia ingin mengajak semua keluarganya berlibur, termasuk Angel yang baru pernah ke Indonesia.
“Papi, apa disini ada ikan hiu?” tanya Angel.
“Entahlah, karena Papi belum pernah melihatnya.”
“Ada apa nih? Kalian meninggalkan kami berdua di kamar!” seru Lily memperlihatkan wajah cemberutnya.
“Sini Sayang.”
Andre mengambil alih putrinya, dengan posisi dirinya berada tengah istrinya dan kedua putrinya.
“Inilah keinginanku yang belum terpenuhi dulu, yaitu ingin mengajak kalian berlayar dengan kapal. Sekarang, aku sangat bahagia bisa mengajak kalian sekarang, di tambah kehadiran kedua putri kita.”
Cup
Cup
Cup
Ia memberi kecupan secara bergantian kepada mereka.
Nova dan Jessica tidak sengaja melihat kemesraan mereka dari kejauhan.
“Mereka sangat bahagia ya, Mas.” Memeluk suaminya dari samping.
“Mereka pantas mendapatkan kebahagiaan itu, begitu banyak rintangan yang mereka hadapi sebelum menjadi seperti ini. Aku juga ingin seperti mereka, kita akan memulai dari awal lagi bersama anak-anak kita.”
Jessica mengangguk, mereka saling berpelukan dengan erat.
***
**TAMAT**
__ADS_1
Sekian Terima Gajih ... Eh Terima Kasih.