
Hari telah berganti vincent yang sedang berada diruang kerja nya ia sedang menyelesaikan pekerjaan nya dan sibuk dengan laptop nya. Tetapi siapa sangka vincent yang sedang berkerja itu iya terganggu oleh bayang-bayang delia yang tiba-tiba muncul dan membuat vincent memikir kan delia sambil senyum-senyum sendiri, dan tidak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar dan membuyarkan bayang-bayang delia.
" Tok..tok..tok..." Suara ketukan pintu.
" Masuk " ucap vincent.
Lalu asisten xi masuk dan menghadap vincent.
"Ada apa " ucap vincent
" Tuan ini semua data tentang gadis itu yang tuan inginkan " ucap asisten xi sambil menyerahkan berkas itu.Lalu vincent menerimanya dan melihat data - data itu.
" Dia bernama delia gadis yang hidup di keluarga yang sederhana , kedua orang tua nya sudah meninggal saat delia masih bayi dan dia hidup bersama nenek nya saja, dan satu lagi dia berkerja di toko bunga milik nya sendiri" ucap asisten xi menjelaskan Latang belakang delia.
" Hmmm..apa dia tidak punya saudara " ucap vincent.
" Tidak tuan dia hanya tinggal berdua dengan nenek nya saja " . Sahut asisten xi.
"Hmm... Kau utus orang untuk mengawasi delia " ucap vincent.
" Baik tuan kalo begitu saya permisi dulu" ucap asisten xi sambil membungkukan badan memberi hormat lalu pergi meninggalkan ruangan vincent .
Lalu asisten xi yang baru saja keluar dari ruangan vincent ia mulai bertanya-tanya dan berfikir dengan kebingungan .
" Sebenar nya tuan sedang merencanakan apa, kenapa tuan menyuruh orang untuk mengawasi gadis itu hmmm...apakah tuan akan menghukum gadis itu karna sudah menabrak nya waktu itu ,,, ohh tidakk.. tidakk. Aku jadi merasa kasian kepada gadis itu " ucap asisten xi , ia mengoceh sendiri sambil memasuki lift.
Sedangkan vincent yang sedang berada di ruangan nya.
" Apa ku bilang kau tidak akan bisa kabur dari ku delia " gumam vincent dalam hati disertai senyum tipis nya.
***************
__ADS_1
Sedangkan di toko bunga itu delia sedang menyirami bunga - bunga nya dan nenek yang sedang merangkai beberapa bunga ia tiba - tiba merasa pusing lalu nenek jatuh pingsan dan delia yang melihat nenek - nenek nya tiba - tiba terjatuh ia langsung berlari menghampiri nenek nya.
" Nenekkk..." Teriak delia sambil berlari menghampiri nenek nya.
Dan delia yang melihat nenek nya yang terjatuh dilantai delia mencoba menyadarkan nenek nya.
" Nenekk .. nekk bangun nek" ucap delia dengan penuh rasa kawatir.
Tiba-tiba suara nyaring lonceng pun terdengar pintu toko terbuka . Yah jessica dia datang untuk menemui delia namun saat memasuki toko bunga tersebut jessica melihat delia yang menangis sambil memeluk nenek nya yang pingsan jessica langsung menghampiri delia .
" Apa yang terjadi delia " ucap jessica
" Aku tidak tau aku melihat nenek yang tiba-tiba jatuh pingsan" Ucap delia sambil menangis.
" Sudah-sudahh jangan kawatir kita bawa saja nenek ke rumah sakit aku akan memesan taxi " ucap jessica.
Lalu tak lama kemudian jessica mendapatkan taxi dan membawa nenek ke rumah sakit .
jessica yang melihat Delia yang sedang duduk di kursi dengan rasa kawatir sambil menggit jari nya ia mendekati delia sambil mencoba untuk menenangkan delia.
" Tenanglah delia,, ada dokter yang bersama nenek pasti nenek akan baik-baik saja "
ucap jessica kepada delia untuk mencoba menenang kan.
Lalu tak lama kemudian dokter pun keluar.
" Siapa keluarga dari pasien " ucap dokter.
" Saya , bagaimana dok keadaan nenek saya" ucap delia .
" Hmm.. sejujur kondisi pasien tidak begitu baik, ia sudah mengalami penyakit ini begitu lama kenapa tidak segera di priksakan " ucap dokter.
__ADS_1
" Hah,, nenek sudah mengindap penyakit ini begitu lama apakah nenek mencoba menyembunyikan nya dari ku tapi mengapa nenek tidak memberitau ku " gumam delia dalam hati .
" Dok tolong sembuhkan lah nenek saya , tolong dok " ucap delia memohon kepada dokter.
" Baiklah saya akan berusaha " ucap dokter lalu pergi meninggalkan delia dan jessica.
Lalu delia dan jessica masuk keruangan nenek nya untuk menjenguk , delia yang melihat nenek nya terbaring diatas ranjang lalu delia menghampiri nenek nya dan duduk disamping nenek nya begitu pun air mata tak terasa menetes membasahi pipi delia.
" Nek kenapa kau sembunyi kan ini dari ku kenapa " ucap delia yang menangis sambil memegang tangan nenek nya.
Lalu jessica yg berdiri di belakang delia ia mengelus pundak delia ia mencoba untuk menenang kan sahabat nya itu.
Kemudian jessica dan delia keluar dari rumah sakit san jessica menemani delia pulang. Sesampai nya dirumah delia mereka berdua duduk di ruang keluarga delia yang kelihatan nya syok karna tidak menyangkan akan mengalami hal seperti ini.
" Del kamu tenang saja yah aku akan menemani mu dan membantu mu " ucap jessica.
" Trimakasih jess.. kamu memang teman ku satu-satu nya maaf jika aku sering merepotkan mu" ucap delia sambil mengusap air mata nya.
" Tidak.. tidak.. del kamu sahabat ku aku sudah menganggap mu saudara nya jadi tenang saja yah" ucap jessica sambil tersenyum.
" Iyah.. owh iya seperti nya aku nanti harus mencari pekerjaan untuk biaya rumah sakit nenek " ucap delia.
" Owh iya di perusahaan tempat ku bekerja sedang membuka lowongan mungkin jika kau tertarik kau bisa berkerja di situ " ucap jessica.
" Benarkah, hmm.. tapi aku harus merawat toko bunga juga untuk mentara waktu " ucap delia.
" Baiklah kalo begitu aku pergi dulu yah , dan kau jika perlu bantuan hubungi saja aku " ucap jessica.
"Baiklah ,, trimakasih untuk hari ini " ucap delia sambil tersenyum kepada jessica .
Lalu jessica memesan taxi dan tak lama kemudia taxi nya sudah datang dan jessica masuk kedalam taxi itu dan pergi.
__ADS_1
Tinggal delia sendiri dirumah itu ia memasuki kamar nenek nya dan delia terbaring di kamar nenek nya , dan suasana di rumah itu berubah menjadi sunyi .