Ceo Boss First Love

Ceo Boss First Love
episode 74


__ADS_3

"ini sarapan mu" ucap delia yang menyuruh vincent sarapan.


" terima kasih " ucap vincent dengan nada lemas.


"kenapa tidak dimakan,,apakah bubur yang ku buat terlihat tidak enak.. jika begitu biar aku belikan untukmu" ucap delia pada vincent, karna ia melihat vincent tidak memakan bubur buatannya. lalu vincent yang melihat delia hendak pergi ia langsung meraih tangan delia.


"tidak..." ucap vincent sambil memegang tangan delia.


"apa" ucap delia dengan wajah polos.


"Aku bukan tidak mau memakan bubur buatanmu.. namun aku masih tidak memiliki tenaga untuk memegang sendok" ucap vincent dengan wajah yang memelas, yang sedang berpura-pura


" apa kau yakin " ucap delia.

__ADS_1


" baiklah jika kau tidak mau membantuku, terima kasih sudah membuatkan ku sarapan " ucap vincent dengan nada lemas dan ia pun bangun dengan posisi duduk, setelah itu ia langsung meraih mangkok yang ada di samping diatas meja dengan tangan yang bertegar. lalu delia yang melihat itu ia mengira bahwa kondisi vincent memang belum sembuh sepenuh nya jadi ia memutuskan untuk menyuapinya


" baiklah berikan padaku " ucap delia yang meminta mangkok itu. lalu ia pun mulai menyuapi vincent.


" terima kasih " ucap vincent.


" emm.. masakan mu enak " ucap vincent yang mencoba memuji delia.


" terima kasih sudah memuji ku, kau tidak usah berlebihan ini hanya bubur biasa yang ku masak " ucap delia yang mengatakan nya dengan terus terang. 


" terima kasih " ucap delia, yang terus menyuapi vincent sampai bubur di mangkok itu habis.


" ini minum " ucap delia sambil memberikan segelam air pada vincent. lalu vincent pun langsung menerima segelas air itu, lalu vincent meminum nya beberapa tegukan. saat vincent hendak memberikan gelas itu kepada delia  tiba - tiba air nya tumbah mengenai baju vincent hingga basah karna delia menerima gelas itu dengan gugup.

__ADS_1


" ma...maaf " ucap delia dengan sigap ia langsung bangkit mengelap baju vincent. namun vincent langsung meranik tangan delia hingga delia terbaring di pelukan vincent.


" i..ini sangat dekat " gumam delia dalam hati sambil menatap kedua mata vincent.


" delia maaf kan aku aku benar - benar tidak bisa jauh dari mu.. delia maaf kan aku jika aku telah mencinta mu.. jika kau membenci ku aku tak apa, jika kau tak suka pada ku aku tak akan memaksa. aku mengatakan ini benar - benar tulus dari hati ku, aku tak ada maksud lain pada mu, aku benar - benar mencintai mu delia.. maaf kan aku...  " ucap vincent dengan raut wajah yang terlihat rapuh itu . dan delia yang mendengar itu ia hanya terdiam dan tak terasa air mata delia pun berlahan turun membasahi pipinya. 


" delia tolong jangan menangis, ini membuatku sakit.." ucap vincent sambil mengelap air mata delia dengan lembut.


" viincent maafkan aku aku juga sangat mencintai mu.." gumam delia dalam hatinya namun ia tak bisa menahan gejolak di dalam dirinya, lalu delia dengan spontan langsung memeluk vincent erat - erat. dan vincet ia mematung seketika ia terkejut karna delia tiba - tiba memeluknya. 


"Delia..." gumam vincent dalam hati, ia merasa senang karna pelukan dari delia.


" vincent... aku telah membohongi diri ku sendiri... dan maafkan aku jika aku telah mencintai mu..." ucap delia dengan suara isakan air mata. ia merasa lega karna sudah mengatakan perasaan yang telah lama ia pendam.

__ADS_1


" deliaa.... terima kasih " ucap vincent ia pun langsung memeluk balik delia dengan erat. ia merasa lega karna akhirnya perasaan yang ia simpan sampai saat ini akhirnya terbalas kan.


"  sudah delia jangan menangis lagi.. aku senang akhirnya kau mengatakan nya" ucap vincent sambil mengelap air mata delia, lalu mereka berdua pun terhipnotis oleh perasaan asmara yang sedang meluap. lalu mereka pun melakukan ciuman pertama mereka yang dilakukan dengan penuh perasaan dan penuh cinta dan sampai akhirnya mereka berdua tenggelam dalam ciuman asmara mereka .


__ADS_2